Mungkin semua orang mengatakan aku lah wanita yang paling beruntung di dunia ini,dimana aku yang hannya lulusan sekolah menengah dinikahi seorang pegawai negri yang memiliki pangkat tinggi.Aku bahkan rela meninggalkan agama dan orang tuaku yang tidak merestui hubungan kami demi suamiku.
Tapi siapa yang menyangka pernikahan ini telah membuatku menyesal seumur hidup bahkan aku sudah menggadaikan agama ku demi suami yang hannya menganggap ku babu.
Mungkin ini karma yang harus ku jalani,yang menentang orang tuaku demi pria yang memiliki pangkat tinggi.
ikuti kisah rumah tanggaku,akankah aku bertahan dengan suami yang ringan tangan ditambah mertua yang sangat kejam? Akan kah orang tua ku menerima aku kembali setelan aku murtad dari agamaku demi pilihan ku?
jangan lupa dukungannya kak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 ~ Aku tidak mau ~
Naira menatap papanya yang sedang menatapnya juga,Naira juga malas kalau harus pulang ke rumah papanya yang penuh siksaan.
"Papa...Aku tidak mau,aku sama mama mau tinggal disini saja,aku lebih senang disini karena mama tidak tersiksa." Jawab Naira membuat Leo diam dan tidak bisa lagi berkata-kata.
"Papa kita tinggal disini saja,kita jauh dari nenek agar mama juga bahagia." Ucap Naira kembali.Ucapan Naira seperti pukulan besar untuknya sekarang dia baru sadar kalau ternyata selama ini keluarga kecilnya cukup tidak bahagia karena perlakuan ibunya yang begitu kejam.
Pada saat itu Kenan datang membawa bungkusan besar,Kenan mengeluarkan Makanan yang baru saja dia beli,dia sengaja membawa membeli makanan untuk Leo suaminya.
"Mas aku membeli makanan untukmu juga, aku siapkan dulu ya." Ucap Kenan lalu membuka bungkusan lalu meletakkan makanan itu di hadapan Leo.
Leo merasa malu kepada Naira dan istrinya merek makan dengan penuh khidmat sebenarnya selama ini mereka juga sangat bahagia kalau saja ibunya tidak menganggu kehidupan mereka.
"Papa suapi." Naira dengan manja mendorong makanan ke dekat papanya dia ingin papanya menyuapinya seperti biasa yang dia lakukan nya waktu mereka masih tinggal di rumah mereka.
Setelah mereka selesia makan,Naira dengan rajin membuang semua sampah dari rumahnya setelah itu dia kembali tiduran di samping Naira.
tidak lama kemudian Naira tertidur pulas di pelukan Kenan.
Melihat tubuh istrinya yang sangat seksi membuat Leo sedikit bergairah,dia harus mengakui walaupun istrinya sudah memiliki anak bodinya jauh lebih menarik dari pada Meri yang masih gadis.Dan bahkan dia bingung kenapa Meri sudah tidak perawan disaat dia belum pernah menikah.
"Kenan kita pulang ya ke rumah,aku minta maaf kalau sikap ku selama ini tidak baik kepada mu,aku harus mengakui kalau aku tidak bisa jauh dari kamu." Ucap Leo menurunkan harga dirinya di hadapan istri yang selama ini selaku dia anggap tidak berguna dan selaku menomor duakan istrinya di banding keluarganya.
Kenan cukup kaget mendengar kata-kata suaminya,ini pertama kali sejak mereka menikah suaminya mengeluarkan kata maaf dari mulut suaminya.Dalam hati dia cukup bahagia mendengar kata-kata suaminya setidaknya dia masih ada harga ternyata di hadapan suaminya itu.
Tapi Kenan sudah berjanji untuk tidak cepat luluh kepada suaminya itu,agar Leo semakin mengejarnya dan dia akan semakin menghargainya.
Dia ingin juga memperbaiki hubungannya dengan keluarganya kelak kalau dia sudah bisa memenangkan hati suaminya,karena sudah lama sekali dia tidak Pernah mengunjungi keluarganya semenjak dia menikah dengan suaminya.
"Maaf mas aku belum siap untuk kembali ke rumah itu,aku masih mau menata hati ku disini jika kamu kangen kepada kami silahkan kamu datang ke tempat ini,pintu selalu terbuka untukmu." Jawab Kenan dengan tegas membuat Leo kecewa.
Leo akhirhya pulang ke rumahnya dengan tangan kosong,hatinya begitu sepi setelah dia sampai di rumahnya.
"Mas kamu tidak bekerja hari ini?" Tanya Meri yang baru saja keluar dari rumah ibunya.Leo menggeleng kepala dan membuka pintu rumahnya dia cukup tertegun melihat rumahnya yang sudah bersih dan mengkilap,ada beberapa barang yang pindah posisi membuat Leo tidak senang.
"Siapa yang membersihkan rumah hari ini?" Meri tersenyum lebar dia mengira kalau Leo sangat senang akan pekerjaannya hari ini.
🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺