NovelToon NovelToon
Jangan Lupakan Aku

Jangan Lupakan Aku

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Romansa / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:124.6k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

BUKAN PENULIS ANU—YANG SUKA BOLEH BACA

Berkisah tentang dua insan yang menjalani kisah cinta virtual selama empat tahun, berhasil menyatu dalam ikatan tali pernikahan.

Axel Anggara Kusuma adalah suami yang mencintai istrinya semenjak mengawali kisah cinta virtual ini. Yuvita Antarina adalah gadis TKW yang bekerja di Hongkong, dan dalam kontrak kerja, dilarang pulang ke Indonesia sebelum kontrak selesai.

Usai pernikahan, untuk sementara waktu Axel mengajak Yuvi tinggal bersama keluarganya. Ibu Axel yang tidak menyukai Yuvi diam-diam mengusirnya menyuruh kembali bekerja sebagai TKW. Namun, di saat perjalanan, pesawat Yuvi mengalami kecelakaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Aziel Anakku

Ketiga orang tadi berlari dengan secepat yang mereka mampu menuju arah Bang Ron tempat kejadian yang mengejutkan. "Tadi, Doni sedang asik main latto-latto sambil jalan. Aku melihatnya dari jauh aja sih. Sekelompok orang membekap Doni, dan tiba-tiba saja dia pingsan dan dibawa entah ke mana. Aku udah mengejar, tetapi tiba-tiba saja ada kendaraan yang menjemput mereka," terang seseorang yang dipanggil Bang Ron tersebut.

Mendengar cerita tersebut, perlahan Axel merubah haluannya. "Kita harus mengejar mereka! Ayo!"

Kali ini, dua remaja tersebut mengikuti Axel menuju kendaraan yang terparkir tak begitu jauh. Tanpa pikir panjang, ia menekan remot kendaraannya dan terdengar suara siulan.

"Cepat masuk!"

Kedua remaja tersebut masuk ke bagian belakang kemudi.

Beberapa detik kemudian, kendaraan Briptu Gilang pun sampai menjelang Axel masuk ke dalam kendaraannya. "Mau ke mana?" tanya Briptu Gilang.

"Ada yang menculik adik anak ini. Sepertinya saya tahu ke mana arah untuk mengejarnya." Axel masuk ke dalam kendaraannya. "Pegangan yang erat!" Lalu ia menginjak gas dengan dalam hingga terdengar decitan suara kendaraan yang tiba-tiba dipaksa untuk bergerak cepat.

Kendaraan melaju dengan cepat, diikuti oleh Briptu Gilang.

*

*

*

"Mama udah sehat?" tanya Aziel menelengkan kepala memperhatikan raut Mila yang tampak sedikit lesu.

Mila memperhatikan Aziel yang memasang raut penuh tanya dan baginya, ekspresi tersebut sungguh sangat menggemaskan. Mila mengangguk mengusap kepala Aziel.

"Mama udah sehat kok, tadi kamu udah memberi obat yang sangat mujarab untuk Mama. Makasi ya, Sayang?"

Tanpa mereka ketahui, Arsen yang telah rapi, membersihkan diri dan mengganti pakaian. Akan tetapi, dasi yang mengelungi kerahnya belum terpasang dengan rapi.

Arsen mendengar ucapan Mila, ia tak menyadari bibirnya mengulas senyuman dan berjalan mendekati mereka berdua. Ia melihat dasi tersebut, wajahnya mesem-mesem dengan rencana tertentu.

"Aku pergi dulu!" Tangannya memutar-mutar dasi tak tahu arah dengan sengaja. Ia melirik Mila sejenak.

Mila yang tadinya asik mengobrol dan bercanda dengan Aziel, refleks memutar kepala melihat ke arah orang yang baru saja datang. "Bapak mau pergi lagi? Bukan kah baru pulang?"

Mila mengerutkan keningnya memperhatikan tingkah aneh Arsen. "Kenapa Bapak tiba-tiba lupa cara masang dasi?" cicit Mila sekedar memantau dari jauh.

Arsen tersentak mendengar sindiran tersebut, kembali memperbaiki dasi, raut wajahnya terlihat sedikit kesal. "Ada pasien yang membutuhkan perawatan intensif," ketusnya kembali memasang dasi dengan cepat. Ternyata, rencanya tidak berhasil.

Tatkala melihat sang Ayah yang sedikit aneh, tanpa berkomentar Aziel memilih bersembunyi di balik tubuh Mila. Ia tersenyum gemas akan tingkahnya dan menggelengkan kepala. Tangan Aziel ditarik hingga berada tepat di hadapan.

"Salim dulu dong!"

Aziel melirik ayahnya sejenak, lalu melirik Mioa. Wanita yang dipanggil 'mama' itu mengangguk dan tersenyum.

"Huuuffftt ...." Aziel berjalan tertunduk mendekati sang ayah.

"Bisa nggak, berjalan dengan tegak!" bentak sang ayah membuat bocah lima tahun itu tersentak karena terkejut mendengar nada tinggi dari mulutnya.

Aziel menarik tangan Arsen dan menciumnya dengan cepat, setelah itu ia segera berputar kembali bersembunyi di balik tubuh Mila.

"Jangan dibentak terus! Dia itu masih kecil, Pak!" tutur Mila menarik Aziel masuk ke dalam pelukannya. Mila mengusap punggung Aziel dengan lembut.

"Jadi, kamu sudah berani memerintahku?"

Mila segera menarik tangan Aziel. "Nanti kalau dia tidak mau dekat dengan Anda, jangan salahkan saya membawanya pergi!" Mila menjauh menggandeng Aziel meninggalkan Arsen yang melongo tak percaya.

"Aziel itu anakku! Bukan anakmu?" Arsen menatap punggung kedua orang itu menghilang menuju taman.

Rahang Arsen mengeras memukul angin. Setelah menarik sandwich yang telah tersedia di atas meja makan, ia menuju kamar memasang jas putih dan menarik tas kerjanya. Gerakannya terhenti memikirkan sesuatu. Tanpa pikir panjang, ia segera menuju taman.

"Hati-hati ya?" ucap Mila melambaikan tangan kepada Aziel yang menikmati suasana bebas.

Aziel terlihat gembira berlari ke sana ke mari di taman luas mansion mewah itu. Arsen kembali menatap Mila, dan pandangannya jatuh pada jemari yang terpasang cincin pernikahan milik orang lain.

"Bukan kah, dia tidak mengingat siapa dirinya sendiri?" gumamnya

1
Rifah Ihsanul Fajri
baru baca kelanjutannya ini thor, lanjutkan sampe tamat thor
Rifah Ihsanul Fajri: masilah ka😄
total 2 replies
Rif
knp upnya cm 1x sehari aja sih thor?
SoVay: itu aja sepi bgt kak 🤣 perjuangan smpai kembali ke masa depan dl yaa
total 1 replies
Rif
seru thor, lanjut
SoVay: kasih vote dunk kak 🤣🤲🙏
total 1 replies
Rif
semangat selalu thor
SoVay: makasi kak, udah langsung baca. kmrn agak ragu lanjut si, apalagi level anjlok dan sepi bgt. namun, kasian bgt kisah ini kalau tidak sampai tamat 😢
total 1 replies
Mas Budian
aku sengaja gak baca baca buat nabung bab biar gak penasaran, sudah lama juga gak mampir kesini. semangat ya author 👍💪💪💪💪
SoVay: baru habis kemalangan mas 🙏
total 1 replies
Rif
ini gak niat buat lanjutin nih thor???
SoVay: yuhuuu kak, aku udah lanjut yaaa..ayooo mampir lagi yaaa
total 2 replies
Ati Pct
aku di HK kak othor biasa ngomong tp gak biasa nulis kok berasa aneh aja bhasa kanton nya maaf 🙏 lebih baik gk ditulis bahasa kantonnya seperti yg diatas udah betul ( dalam bahasa canton) gitu aja daripada aneh 🙏😁😁😁😁
Ati Pct: ya bhsa Kantonis mas Budiman yg baik hati 🤭🤭🤭 sbb bacanya aneh aja karena aku juga pernah kerja di Hongkong eeeh kok malah curhat 🤣🤪🤪🤪🤪🤪
total 3 replies
yanktie ino
terima kasih
eyank hadir membawakan setangkai mawar untukmu
Fara F
Terima kasih atas promonya say🙏😘😘❤
SoVay: sama2 ya kakak 🥰 moga semakin laris
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
kok nggak bisa lagi dscrool sih thor. aku gak mau tahu, cerita ini harus dilanjutkan!
Mas Budian
biasa lah ucapan sayang atau ucapan yang paling menyakitkan itu biasa kita dapat dari orang terdekat, misalnya keluarga saudara bahkan suami.
Rif
lanjut thor, bikin penasaran
SoVay: tnggu ya kak, insya Allah awal bulan kita lnjutkan
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
kasihan sekali 😭
Aku Rajin Membaca
pulang kampung
Ati Pct
ya jangan dijual hpnya atuh neng Yuvi niih aku juga terbang ke Hongkong buat berobat ibuku yg sakit 🤭🤭 jadi curhat
SoVay: iya kak, demi tuntutan hidup ya kak. memaksa kita untuk bertindak
total 1 replies
Ati Pct
april.kepoooo apa.iri yaaa🙄🙄🙄
SoVay: wkwkwkw sbg sodara biasanya gmn kak? 🤣🤣🤣
total 1 replies
Mas Budian
ayo semangat Thor update nya
SoVay: udah semangat ini mas e 😭 tapi banyak tapinya
total 1 replies
Mas Budian
makin kesini makin seru ceritanya
Aku Rajin Membaca
wkwkwkw..asik sendiri emak2
Aku Rajin Membaca
disumpel dulu mulut bu juwi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!