Setelah gagal mendapatkan cinta pertamanya, Daniel menutup diri dari dunia percintaan. Ia mengalihkan rasa sakit hatinya dengan terus bekerja dan melupakan segalanya.
Namun, desakan dari orang tua yang ingin menjodohkan Daniel dengan wanita pilihan mereka membuat Daniel mencari wanita lain agar bisa diajak untuk melakukan pernikahan kontrak.
Hingga ia dipertemukan dengan Mayra, seorang pegawainya yang sedang membutuhkan pinjaman uang dengan jumlah yang cukup besar. Hal itu langsung saja dimanfaatkan oleh Daniel untuk meminta Mayra menjadi istri kontraknya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah benih-benih cinta tumbuh dihati keduanya? Atau Daniel tetap akan menganggap Mayra sebagai istri kontraknya?
****
Spin off dari cerita Pernikahan Balas Dendam, semoga kalian suka ya ....
JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, SUBSCRIBE DAN VOTENYA YA GENGS!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Bukti.
Mayra melirik Daniel yang kini terang-terangan memasang wajah marah yang tidak bisa ditutupi lagi. Ia juga bingung kenapa semuanya jadi seperti ini. Sejak tadi dia bahkan tidak henti menangis karena kecewa dengan dirinya sendiri.
Apakah benar aku sudah melakukannya dengan pria tadi?
Sungguh Mayra tidak tahu apapun setelah Ayunda memberikannya suntikan itu. Ia baru sadar saat ada Daniel di Apartemen tadi.
"Daniel, aku-"
"Diam!" Daniel langsung membentak sebelum Mayra sempat mengatakan apapun.
Sesampainya dirumah pun Daniel buru-buru turun dan Mayra menyusul dibelakangnya. Mayra bingung harus menjelaskan semuanya darimana, saat ini Daniel benar-benar terlihat sangat marah sekali.
"Daniel aku benar-benar tidak tahu apapun, semua ini tidak seperti yang kau lihat." Mayra memberanikan dirinya untuk menahan tangan Daniel sebelum pria itu masuk kedalam kamarnya.
"Lalu kenapa bisa ada disana?" Daniel langsung berteriak keras seolah meluapkan seluruh amarah dalam dirinya.
"Aku dijebak Daniel, tadi aku ke kampus dan Ayunda mengajakku bertemu, dia memberikanku suntikan yang membuat aku pingsan." Mayra segera menjelaskan bagaimana kronologi kejadian itu tanpa ada yang ditutupi.
"Benarkah? Lalu ini apa?" Daniel tidak langsung percaya, ia mengambil ponselnya lalu memutar video Mayra berciuman dengan panas dengan pria tadi.
Mayra menutup mulutnya syok melihat video itu, bagaimana bisa ia jadi seperti ini?
"Aku tidak buta sampai tidak bisa membedakan itu kau atau bukan," ujar Daniel dengan segala emosinya.
"Aku tidak tahu, pasti obat itu yang membuatku seperti ini." Mayra menggelengkan kepalanya berkali-kali. "Daniel, percayalah aku tidak melakukan apapun dengan pria itu, aku tidak mengkhianatimu," sambung Mayra memegang kedua tangan Daniel dengan erat.
"Aku percaya dengan apa yang aku lihat." Daniel masih mengeraskan hatinya.
"Semua itu tidak benar, aku berani bersumpah Daniel, aku-"
"Jangan membawa kata sumpah, apa mungkin ini yang dikatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya? Kau sama persis seperti ibumu, menyesal sekali aku telah percaya dengan wanita sepertimu," kata Daniel menepis tangan Mayra dengan kasar lalu beranjak pergi dari hadapan Mayra.
Deg
Kata-kata itu luar biasa menyakitkan saat keluar dari mulut Daniel. Pria yang menjadi pelindungnya kini justru ikut membencinya.
Mayra langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai, tangisnya pecah karena Daniel sudah tidak percaya padanya. Sekarang apa yang harus dilakukan agar Daniel bisa mempercayainya kalau ia tidak melakukan hal hina itu.
******
Daniel benar-benar marah kali ini, ia mengacungkan Mayra selama berhari-hari. Jika wanita itu mendekat saja ia langsung membentak dan marah-marah. Mayra sampai lelah menangisi sikap Daniel yang langsung berubah 180 derajat itu.
"Daniel, kau tidak mau sarapan terlebih dulu?" tegur Mayra pada Daniel yang kini baru saja turun dari lantai atas.
Daniel tidak menggubrisnya, ia malah langsung ngeloyor pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan Mayra. Pagi yang biasanya penuh dengan celotehan keduanya itu kini terlihat sangat sepi sekali.
Mayra kembali menangis, entahlah sampai kapan air mata ini akan terus mengalir. Ia sudah mencoba berbagai cara untuk menjelaskan, tapi Daniel masih berkeras hati hingga tidak mau mendengarkan Mayra sama sekali.
"Aku tidak bisa diam saja seperti ini," gumam Mayra merasa harus segera melakukan sesuatu agar bisa membuktikan kalau dia tidak bersalah.
"Aku harus menemui Ayunda." Mata Mayra membulat penuh tekad, ia benar-benar harus menemui wanita itu dan membuat perhitungan dengan wanita itu.
******
Mayra sampai di kampus dengan wajah datarnya yang tidak enak dilihat. Hal yang pertama kali harus ia temui adalah Ayunda. Wanita kurang ajar yang sudah menjebaknya seperti ini. Memang sudah seharusnya ia tidak diam saja semenjak kejadian itu.
"Wah, wah, ada calon janda nih datang kemari." Ayunda langsung bangkit dari duduknya ketika melihat kedatangan Mayra. "Jadi, bagaimana Mayra? Apakah sangat menyenangkan hadiah yang aku berikan?" ucap Ayunda mengulas senyum mengejeknya.
"Kau memang wanita hina, kau bisa tertawa diatas penderitaan wanita lain. Bahkan iblis saja tidak serendah dirimu sifatnya," balas Mayra dengan giginya yang gemeletuk.
"Oh, apakah benar aku seburuk itu?" Ayunda memasang wajahnya yang pura-pura takut, ia kemudian tertawa mengejek membuat ekspresinya sangat mengesalkan.
"Ya, memang itulah aku. Bukankah aku sudah memperingatkan padamu hal ini sebelumnya?" ucap Ayunda berjalan maju hingga posisinya sangat dekat dengan Mayra, wajahnya yang mengesalkan itu terlihat penuh amarah dan kekesalan.
Mayra juga menatap wanita itu dengan sangat tajam, ia kemudian mengulas senyum liciknya.
"Dan peringatan mu itu sudah aku terima Ayunda, sekarang aku kesini ingin mengembalikan peringatan itu padamu," kata Mayra dengan tatapan yang lebih tajam dari sebelumnya.
"Dasar ja-"
Plak
Mayra langsung menampar Ayunda sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya. Suaranya yang sangat keras itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu sangat terkejut termasuk Ayunda sendiri.
"Kau-"
Plak
Dua kali tamparan kembali mendarat di pipi Ayunda dengan kekuatan yang sama kerasnya.
"Bagaimana? Masih kurang peringatan dariku?" Mayra tersenyum licik, tanpa diduga siapapun ia langsung menarik rambut Ayunda.
"Arghhhhhhhh! Dasar ja la ng sialan! Lepaskan aku! Kau pasti akan menyesal melakukan ini!" Ayunda berteriak-teriak kesakitan dan juga sangat emosi. Rambutnya sakit dan ia merasa sangat dipermalukan.
"Kau yang akan menyesal! Aku akan melepaskanmu setelah kau menjelaskan pada Daniel kalau kau yang sudah menjebak ku," kata Mayra terus menjambak Ayunda dengan keras.
Ayunda tertawa keras disela-sela kesakitannya. "Hahaha, kau mengancam ku? Jangan harap! Mau kau menyiksaku, sampai mati pun aku tidak akan melakukannya," ujar Ayunda dengan keras kepala.
"Oh shitttt!! Ja la ng sepertimu memang tidak pantas diberi ampun." Mayra mengumpat marah, sudah cukup kesabarannya pada wanita ini. Mayra memang wanita miskin, tapi ia tidak lemah dan tidak ingin ditindas.
Tanpa peringatan atau ancaman, Mayra mendorong Ayunda hingga tersungkur jatuh. Belum puas melihat wanita itu jatuh, Mayra kembali menarik rambutnya dengan kasar dan mendorongnya ke tembok.
"Sakit brengsek! Lepaskan aku!" Ayunda terus menjerit-jerit kesakitan, Mayra nyatanya tidak main-main membalas perbuatannya. Kalau saja tidak dibantu teman-temannya yang lain, mungkin Ayunda akan habis.
"May berhenti May, lu bisa di DO kalau ketahuan dosen." Salah satu teman Mayra mengingatkan wanita itu agar tidak bertindak semakin jauh.
Mayra mendesis kesal, ia sama sekali tidak takut jika harus keluar kampus, seharusnya Ayunda mendapatkan hal yang lebih dari ini, tapi ia ingat kalau ia kuliah disana karena orang tua Daniel. Mereka pasti malu kalau tahu jika Mayra berbuat hal seperti ini.
"Aku berhenti bukan karena takut, mulai saat ini berhati-hati saja jika kau lewat di depanku. Apapun yang kau lewati, entah itu barangmu, makananmu, atau kendaraan yang kau pakai. Aku peringatkan, berhati-hatilah, Ayunda." Mayra mengacungkan jari tengahnya sebelum pergi meninggalkan Ayunda yang mendadak sangat ketakutan, ia tidak menyangka jika Mayra bisa melakukan hal seperti ini.
Happy Reading.
TBC.