NovelToon NovelToon
Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:981.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Hubungan Scandal adik dan kakak. Sean Argantara yang memiliki adik tiri Reya Bhatari Argantara adalah adik tirinya 1 ayah dan beda ibu.

Yang mana keduanya terlibat hubungan lebih dari adik kakak. Hubungan rumit di antara ke duanya yang terlibat scandal cinta yang tidak seharusnya terjadi.

Sean dan Reya sebelumnya pernah berpisah setelah rahasia Argantara sang papa terbongkar yang membuat Reya dan ibunya di asingkan ke luar negri.

Namun siapa sangka setelah 5 tahun Argantara kembali membawa Reya ke Jakarta dan bahkan tinggal serumah dengan istrinya dan pasti Sean putranya dan Citra anak perempuannya.

Keputusan Argantara ternyata membawa bencana yang membuat hubungan Reya dan Sean semakin terikat dan bahkan menggali hubungan masa lalu yang lebih parah sampai menjalin hubungan terlarang yang melewati batas.

Tidak tau bagaimana kelanjutan kisah kakak adik itu yang semakin rumit saat terjadi hal terlarang di dalam etika keluarga di antara ke-2nya nya.

Mari kita lihat baca bersama-sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Reya menantang.

" Nona Reya!" tegur bibi lagi.

" Tidak, aku hanya ingin mengambil air," jawab Reya dengan suara berat.

" Baiklah non," sahut bibi yang pergi. Reya dan Sean saling melihat. Dari wajah Sean sangat terlihat dia gusar dengan kata-kata Citra tadi yang pasti sudah di ketahui Reya.

" Apa kau lihat-lihat," sambar Citra yang sudah melepas pelukannya dari Sean dengan ke-2 tangannya yang berada di dadanya seperti menantang Reya.

" Kenapa? hah! apa selain merebut kebahagian orang lain. Kau juga tukang nguping. Atau jangan-jangan kau itu mata-mata wanita pelakor itu dan kau sekarang akan melapor padanya. Tentang apa yang kami lakukan. Sana lapor kau pikir kami takut hah!" sahut Citra dengan sinis yang membuat Reya hanya menahan dirinya.

" Citra ayo kita pergi," ajak Sean yang tidak ingin ada keributan dan membawa adiknya itu pergi.

Saat melewati Reya Citra sengaja menabrak bahu Reya membuat Reya bergeser sedikit dan Citra menyunggingkan senyumnya yang berhasil membuat Reya merasakan sakit hati.

Reya menghela napasnya panjang. Napasnya yang sama sekali tidak teratur dengan memegang dadanya dan matanya yang berkaca-kaca.

" Reya, kau tidak seharusnya mengeluh lagi. Karena ini sudah takdirmu. Yang harus kau lakukan adalah untuk bertahan. Karena jika kau mundur. Kau hanya akan membiarkan mereka terus meremehkanmu. Jadi bertahanlah Reya. Bertahan untuk semuanya. Kau harus buktikan jika semua yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahanmu," batin Reya dengan meremas bajunya di bagian dadanya. Terasa begitu sakit baginya yang terus-menerus mendapat penghinaan.

***********

Mentari pagi kembali tiba. Seperti biasa keluarga itu sarapan bersama-sama. Termasuk Reya ada di sana.

" Sean bagaimana persiapan untuk event perusahaan yang akan di adakan di Bali nanti?" tanya Argantara tiba-tiba.

" Aku masih mengurus beberapa proyek dan Karin yang mengatur acara itu," jawab Sean sambil sarapan dengan tenang.

" Memang acara apa pah?" tanya Citra.

" Acara untuk penyelenggaraan perusahaan dan akan di adakan pesta Perusahaan di Bali," jawab Argantara.

" Kapan acaranya?" tanya Citra.

" Minggu depan Citra," jawab Argantara.

" Berarti kita juga akan ikut untuk acara party itu?" tanya Citra dengan semangatnya.

" Iya Citra," sahut Argantara.

" Citra boleh tidak mengundang teman-teman Citra?" tanya Citra.

" Boleh. Kamu atur saja siapa yang mau kamu ajak. Nanti tiket pesawat dan yang lain-lainnya papa yang akan siapkan," sahut Argantara.

" Horeee," sahut Citra dengan semangatnya. Anggika dan Sean tersenyum tipis melihat Citra yang kembali ceria. Bisa di katakan semenjak Reya datang Citra jarang tertawa.

" Sean kamu jangan sampai lengah ya untuk persiapan acara itu," ucap Argantara mengingatkan Sean kembali.

" Soal itu pasti. Tetapi seperti yang aku katakan. Aku masih ada proyek besar yang juga memakan waktu panjang dan jujur aku juga takut jika acara itu bisa terbengkalai," ucap Sean ragu.

" Kalau begitu fokuskan Karin untuk memegangnya," sahut Argantara memberikan saran.

" Soal itu pasti pah. Tapi Karin juga pasti butuh bantuan untuk mendampinginya," sahut Sean.

" Pah, libatkan Reya dalam event itu," sahut Reya yang tiba-tiba mengeluarkan suara yang membuat mata tertuju langsung padanya.

Citta begitu terkejut mendengarnya yang wanita itu semakin berani dan sekarang sok-sok mau ikut-ikutan.

" Nggak usah ikut-ikutan ini masalah Perusahaan," sambar Citra yang langsung emosi.

Reya mengangkat kepalanya yang sejak tadi hanya menunduk melihat makanan di atas piring. Dia tersenyum tipis melihat Citra yang sudah naik pitam melihat dirinya.

" Aku bekerja di Perusahaan bukan. Jadi bukannya aku harus ikut andil dalam mengurus acara di Bali," sahut Reya dengan tegas melihat kearah papanya.

" Tidak bisa. Kau itu hanya kacung di sana. Jadi jangan sok tau," protes Citra.

Reya kembali melihat ke arah Citra, " Aku jelas tau. Karena ini masalah Perusahaan. Aku bekerja di sana. Dan kau tidak. Jadi aku lebih tau dari padamu," sahut Reya dengan sinis.

Sontak hal itu membuat Citra merasa di tampar dengan kelancangan kata-kata Reya.

" Kau!" geram Citra yang berdiri yang ingin menghampiri Reya.

" Citra sudah!" Anggika menahan Citra saat ingin melabrak Reya.

" Mama dengar sendiri apa kata dia. Apa yang di katakannya sudah menjelaskan rencana liciknya. Dia itu ingin menguasai papa dan pelan-pelan akan mengambil semuanya dari kita," ucap Citra dengan kemarahan yang menggebu-gebu yang menunjuk Reya dengan penuh kebencian dan Reya hanya diam tanpa mempedulikan tanggapan Citra.

" Libatkan aku pah untuk acara itu. Aku ingin menunjukkan kemampuanku. Bahwa aku pantas dan tidaknya di perusahaan itu," ucap Reya yang memang bersih keras ingin terlibat.

Supaya bisa menghindari orang-orang yang sengaja ingin menjatuhkannya dan jika ingin berperang maka dia pun harus berperang dengan senjata yang sama.

" Kau tidak perlu terlibat," sahut Sean bersuara yang tidak setuju.

Reya menoleh ke arahnya, " kenapa? bukankan aku asisten mu yang seharusnya aku banyak membantumu. Dan bukankah kau yang memintaku untuk menjadi asisten mu dan seharusnya kau juga bisa memanfaatkan situasi untuk menjadikan ku kacung dalam acara itu," sahut Reya dengan penuh sindiran.

Sean mengepal tangannya yang juga sedang mengendalikan emosi. Dengan perkataan Reya. Yang seolah menjadikannya Pria lemah yang menggunakan kekuasaan untuk menindas Reya.

" Baiklah. Jika kau ingin terlibat dalam event itu. Aku akan memberimu izin untuk ada di acara itu," sahut Sean dengan menekan suaranya dan pandangan matanya yang tajam pada Reya.

" Kak Sean!" lirih Citra yang tidak setuju dalam hal itu.

" Tapi kau ingat kau yang meminta semua ini. Jadi jangan menyesal dengan apa yang akan terjadi," ucap Sean mengingatkan. Dia merasa Reya sekarang sedang menantangnya.

" Mama tidak setuju!" protes Anggika.

" Ada apa Anggika, Reya itu asisten Sean dan Sean juga bertanggung jawab untuk membingbingnya. Jadi apa yang tidak kamu setujui?" tanya Argantara.

" Pokoknya mama tidak setuju," tegas Anggika. Citra menyunggingkan senyumnya yang merasa menang karena mamanya bersih keras tidak menyetujui hal itu sama dengan dirinya.

" Anggika, sudahlah," sahut Argantara, " intinya Sean akan di bantu Reya," tegas Argantara.

" Kalau begitu Citra ikut," sahut Citra.

" Citra untuk apa?" tanya Argantara.

" Mewakili kak Sean. Bukannya kak Sean itu sibuk. Jadi Citra bisa menjadi penyampai untuk dia yang apa-apa yang harus di lakukannya," ucap Citra.

" Tapi Citra," sahut Argantara yang terlihat tidak setuju.

" Adil pada Citra. Jika dia ikut. Maka Citra juga," sahut Anggika yang menuntut.

Argantara menghela napas kasar dengan mengusap kasar wajahnya.

" Baiklah kalau begitu," Argantara tidak punya pilihan dan menuruti apa yang di inginkan istrinya. Citra menyunggingkan senyumnya yang dapat di pastikan dia merencanakan sesuatu dan Sean masih begitu marah dengan Reya yang menantangnya.

***********

Setelah perdebatan tadi Reya akhirnya kembali ke Perusahaan dan kembalinya bekerja di ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang kemarin yang juga belum terselesaikan sama sekali.

Reya meletakkan tasnya di sampingnya dan kembali memegang pekerjaannya, baru memegang saja. Pintu ruangan itu terbuka dan ternyata itu adalah Citra yang memasuki ruangannya. Reya melihatnya sebentar. Namun kembali fokus pada pekerjaannya yang tidak peduli dengan adanya Citra di sana.

" Ayo ikut denganku!" ajak Citra dengan sinis. Membuat Reya kembali melihat kearah Citra.

" Kemana? dan untuk apa aku harus ikut dengamu?" tanya Reya heran.

" Aku juga tidak sudi harus pergi bersamamu. Kak Karin sedang mengajak kita untuk menemui chef, mensortir beberapa menu yang akan di hidangkan di tempat party nantinya. Jadi kak Karin menyuruh kita untuk ikut," ucap Citra menjelaskan dengan ketus.

" Kalian saja yang pergi. Aku masih ada pekerjaan," sahut Reya yang menolak untuk pergi dan kembali fokus pada pekerjaannya.

" Katanya mau ikut ambil alih dasar sok-sokan. Ya sudah kalau tidak mau. Aku akan bilang papa saja. Kalau pekerjaan pertama saja. Kau sudah menolaknya," ucap Citra dengan santai dan langsung keluar dari ruangan itu.

Huhhhhh, Reya membuang napasnya panjang kedepan. Seakan tidak punya pilihan lain. Reya berdiri dan langsung menyusul Citra.

Citra yang melangkah menyunggingkan senyumnya yang menyadari jika Reya mengikutinya. Ya Citra merasa menang dengan Reya yang bisa menurutinya.

Bersambung

1
Gintania nia
bagus
Dyah Oktina
lagian ngak waspada.. coba cek k cctv lihat kantormu sean...siapa2 aja yg sdh maauk kantormu
Dyah Oktina
wah bisa jd erina ke 2 nih renita!!!Terobsesi dgn cintanya.. segala cara d lakukan u merusak rumah tangga yg d cintainya... hati2 aja reval..kla kamu terpancing... habis lah
Dyah Oktina
mulai ada yg panas... siapa juga yg ngak panas ya citra.. suami siapa?siapa yg ngubungi??? gemes dan panas deh hati ini.. 🤭
Dyah Oktina
doa thor!!!! kebanyak huruf jd artinya berbeda ya...🤭... doa ..tidak sama dgn dosa.. 😁😁😁
Dyah Oktina
typo .
Dyah Oktina
orangnya udah meninggal gemana bisa ngedoa in..yg ada kirim doa ..kali.. haduh..
Dyah Oktina
dasar...kali maksut nya kok jd saras... 😂😂😂
Dyah Oktina
d lamar thor... pasti kepencet nih...🤭
Dyah Oktina
lah kok ngak sadar d tungguin sm reval
Dyah Oktina
kenapa pakai d sembunyikan... ish aneh2 aja.. kan sudah sama2 terbuka & saling percaya...citra & reya...
Dyah Oktina
ibu suhartati bukannya pengurus panti ya???
Dyah Oktina
ternyata adiknya reya.. citra¡!!!
Dyah Oktina
duh...pusing ya bacanya ...banyak salah nama..jd bingung juga yg baca nih...
Dyah Oktina
typo....citra thor... bukan zee.. 🤭
Dyah Oktina
oala gitu to ceritanya... banyak banget rahasia.. kan jd pusing..🤪
Dyah Oktina
masa rumah pengusaha kaya ...ngak ada cctv.. ???????🤔
Dyah Oktina
tinggal cek cctv... u mencari tahu apa yg terjadi..setelah argantara aman
Dyah Oktina
ish...ngapa nyalain errina... kamu aja gatal.. d rayu2...luluh..main2 d ranjang jd lah benih mu yg membawa bencana.. d permainkan sebagai alat u balas dendamnya erina... dasar laki2 gatal
Dyah Oktina
tinggal tes dna...mumpung masih d rum kit... ambil rambut erina saat nengok kami reval
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!