NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:336.9k
Nilai: 5
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Dibuang ibu kandungku, disiksa keluarga tiriku. Tapi itu belum cukup...

Saat Lania beranjak dewasa, ia justru harus menggantikan kakak tirinya untuk menjadi tunangan pria yang tidak dikenalnya.

Penyiksaan itu terus berlanjut sampai Lania benar-benar menikahi pria itu. Karena sebuah kesalahpahaman, suaminya terus menyiksanya karena kebencian yang tidak seharusnya ia terima.

Sabar... sabar... sabar... hanya satu kata itu yang bisa menguatkan Lania dalam menjalani kehidupannya yang sangat keras.

Akankah kehidupan Lania menjadi lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Kasar Daley

Lania terus mengetuk pintu kamar Daley sambil membawa nampan berisi makanan, tangan wanita itu mulai pegal karena Daley masih juga belum membukakan pintu kamarnya.

Tok...

Tok...

Tok...

"Ley... ini aku Lisa. Izinkan aku masuk," pinta Lania.

Tidak ada jawaban, Lania mencoba untuk membuka pintu kamar itu, ternyata tidak dikunci oleh Daley. Seketika Lania melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar pria itu.

"Ley... aku bawa makan siang," kata Lania.

"Dasar wanita tidak tahu malu," celetuk Daley yang tiba-tiba keluar dari sebuah ruangan.

Sepertinya ruangan itu adalah ruang ganti pakaian.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke kamarku," bentak Daley.

Lania menghela nafas panjang, "bisakah kau tidak terus menaikkan suaramu, telingaku terus berdengung."

"Bukan urusanmu."

"Kakek menyuruhmu makan."

"Keluarlah..." usir Daley.

"Aku juga belum makan."

"Itu deritamu."

"Aku begini karena menunggumu pulang."

"Siapa yang menyuruhmu melakukan itu? bukan aku, jadi jangan harap aku akan bertanggung jawab."

Lania mendekati Daley dengan berani, "kita perlu bicara Ley, bukankah sebentar lagi kita akan menikah."

Daley menatap Lania dengan tajam, "lalu kau siap menguras harta keluarga Jamiko, iya kan?"

"Itu bukan aku, aku hanya butuh perlindungan di rumah ini setelah keluar dari rumah keluarga Furhet. Ley, aku mohon bantu aku," pikir Lania.

Tiba tiba saja Daley menepis nampan makanan yang masih dipegang Lania. Sontak Lania terkesiap karena ia masih melamun. Nampan makanan itu terjatuh ke lantai dengan keras. Beberapa piring pecah berantakan. Salah satu kaki Lania tak sengaja menginjak pecahan piring tersebut.

"Aw...!!!" teriak Lania seraya melihat kakinya.

Salah satu pecahan piring tersebut menancap tepat di telapak kaki kanannya. Darahnya mulai keluar dengan deras. Daley yang melihat itu sebenarnya tidak tega, tapi ia masih membenci wanita yang dianggapnya serakah itu.

"Itulah akibat dari tindakan bodohmu. Sakit? lebih sakit hatiku saat mendengar dua syarat pernikahan yang kau ajukan," celetuk Daley.

Lania meringis kesakitan, ia menunduk sedikit sambil mengangkat kakinya yang terluka. Lalu wanita itu mencabut pecahan piring tersebut dari kakinya. Darah segar mengalir deras hingga menetes ke lantai.

Daley membalikkan kursi rodanya agar tidak melihat luka wanita itu. Ia tidak ingin merasa iba dan berubah pikiran untuk bersikap baik padanya. Tidak ada suara rengekan sama sekali dari mulut Lania, justru terdengar suara pecahan piring yang dikumpulkan ke nampan.

Daley mengerutkan keningnya, ia pun segera membalikkan kursi rodanya lagi. Matanya terbelalak lebar saat melihat wanita itu justru membersihkan kekacauan yang Daley lakukan tanpa memperdulikan luka di kakinya.

"Apa yang kau lakukan?" teriak Daley.

Lania mendongakkan kepalanya, wanita itu justru tersenyum.

"Tentu saja membersihkannya," jawab Lania.

Daley mendekati Lania, ia menarik tangan wanita itu dengan kasar agar berdiri. Matanya membelalak penuh amarah.

"Apa kau sudah gila? jika kau ingin mati karena kehabisan darah, lebih baik kau jangan melakukannya di kamarku. Aku tidak ingin kamar ini menjadi saksi kematian wanita serakah sepertimu," celetuk Daley.

Lania terkekeh geli, "apa kau pikir aku akan mati hanya karena luka seperti ini?"

Daley melepaskan tangan Lania dengan kasar, "keluarlah..." usirnya.

"Aku akan keluar setelah membereskannya."

"Keluar sekarang," bentak Daley.

Lania menghela nafas panjang, ia pun segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Daley. Langkahnya terpincang-pincang, sedangkan darahnya terus menetes di lantai kamar Daley.

Daley terus memperhatikan wanita itu hingga keluar dari kamarnya, ia melihat bekas darah kaki Lania yang lumayan banyak di lantainya.

"Apa ia baik baik saja?" pikir Daley.

Daley menuju meja telepon rumahnya, pria itu segera menghubungi pelayan agar segera ke kamarnya.

Beberapa menit kemudian...

Seorang pelayan mengetuk pintu kamar dan Daley langsung mempersilahkannya masuk.

"Tuan muda, ini darah siapa?"

"Apa kau tidak melihat Lisa?"

"Bukankah nona Lisa seharusnya ada di sini."

Daley menautkan kedua alisnya, "wanita itu..."

Daley tidak meneruskan ucapannya, ia segera mendorong kursi rodanya sendiri menuju pintu keluar kamar.

"Bereskan semuanya," perintah Daley sebelum benar-benar keluar dari kamarnya.

Daley mencari keberadaan Lania, ia bahkan tidak melihat keluarga Furhet lagi di ruangan keluarga.

"Kakek..." teriak Daley.

Mbak Yuni justru yang menghampirinya, "ada apa tuan muda?"

"Dimana kakek?"

"Sedang mengantarkan keluarga Furhet keluar rumah, mereka akan pulang."

Tanpa berkata apa-apa lagi, Daley segera menuju pintu keluar rumah. Aston dan keluarga Furhet memang sudah di halaman rumah. Keluarga Furhet sedang berpamitan pulang.

Daley melihat Lania yang sedang berdiri di samping orang tuanya, matanya kembali terbelalak saat melihat kaki Lania masih mengeluarkan darah tanpa ada yang melihatnya.

"Tungg..."

Belum selesai Daley berteriak, Lania sudah masuk ke dalam mobil bersama orang tuanya. Daley tergesa-gesa ingin mendekati mereka, pria itu mengumpat karena kesulitan dengan kursi rodanya.

"Sialan... seharusnya aku berlari ke arah mereka," gerutu Daley.

"Kakek..." panggil Daley.

Aston membalikkan tubuhnya, "Ley, ada apa?"

"Mereka sudah pulang, lalu bagaimana dengan Lisa?"

Aston mengerutkan keningnya, "bagaimana apanya? apa ini soal pernikahan kalian?"

"Wanita itu benar-benar sudah gila, ia tidak memberitahu soal kakinya, lalu mereka juga sama sekali tidak memperhatikannya," pikir Daley.

"Ley... apa yang ingin kau tanyakan nak?" tanya Aston.

"Kaki Lisa."

"Kaki Lisa? apa maksudmu?"

"Dimana pak Malik?" tanya Daley mengalihkan pembicaraan.

"Oh, beberapa menit yang lalu pak Malik sudah berpamitan pulang juga."

"Oh baiklah," kata Daley seraya membalikkan kursi rodanya.

"Tunggu Ley," pinta Aston.

Daley kembali berbalik, Aston segera mendekati cucunya.

"Apa perlu seperti ini saat tidak ada orang lain di rumah?" bisik Aston.

"Di rumah ini banyak pelayan dan penjaga rumah kek, aku tidak ingin rencanaku gagal karena mereka tidak sengaja membocorkannya."

Aston menghela nafas panjang, "nak, kenapa..."

"Jangan membahasnya lagi kek, kita sudah sepakat sebelumnya. Aku mohon izinkan Ley terus seperti ini sampai semuanya terungkap. Kakek, beri aku waktu sampai 3 tahun lagi. Apapun yang terjadi selama sisa 3 tahun ke depan, aku akan berhenti bersandiwara."

"Apa kau tidak ingin jujur pada Lisa?"

"Tidak... Lisa dan keluarga Furhet adalah salah satu targetku untuk 3 tahun ke depan."

"Apa maksudmu nak? Lisa akan menjadi istrimu, dan keluarga Furhet akan menjadi keluargamu."

"Untuk itulah aku harus bersandiwara di depan mereka juga. Aku ingin tahu, apakah keluarga itu hanya ingin harta keluarga Jamiko atau memang seperti pengakuan mereka hanya demi karir Lisa sebagai artis terkenal saja."

"Baiklah kakek mengerti. Walaupun kakek sangat sedih dan kecewa karena keputusanmu ini, tapi kakek akan berusaha percaya dengan rencanamu ini Ley. Kembalikan ke kamarmu untuk beristirahat."

"Terima kasih kek."

Aston tersenyum pada cucunya. Lalu pria tua itu tiba tiba melihat tetes tetes darah di lantai.

"Ley... kau baik-baik saja?" tanya Aston.

"Aku sangat baik kek."

"Lalu itu darah apa?"

Daley mengikuti tatapan kakeknya, ia pun baru melihatnya. Ternyata darah Lania juga menetes di sepanjang lantai rumah besar Jamiko.

"Inilah yang ingin aku tanyakan sejak tadi kek, kaki Lisa terluka karena menginjak pecahan piring," ujar Daley.

"Apa terluka? ya Tuhan, aku sama sekali tidak memperhatikannya. Saat ia keluar dari kamarmu, orang tuanya langsung mengajaknya pulang."

"Apa kakek punya nomor ponsel mereka?"

Aston menganggukkan kepalanya, "kakek akan menghubungi Juanda."

Aston pun segera merogoh saku celananya, ia mengambil ponselnya lalu segera menghubungi Juanda untuk bertanya soal luka di kaki putrinya.

...****************...

Happy Reading All...

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah loh kelojotan sendiri akhirnya ini mah, yang memuaskan siapa 🤪🤭🤣
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Luka yang sama pernah dialami Lania dn masih harus bekerja di rumah Furhet, sekarang Lisa merasakan hal yang sama
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
lania pasti nggak bakalan mau mereka berdua di penjara, lania terlalu baik 😌 meskipun udah di siksa sama mereka
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
butuh air 🥵
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
olahraga sore 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
demi anak sama mantu apapun di lakukan papa Juan
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Mereka yang bucin aku yang gila 🤣 ketawa sendiri 🤧
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
nggak di kasih syarat itu , ley juga bakalan ngasih cicit yang banyak koq kek 😁
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
banyak bekas gigitan nyamuk kepala item ya lania 🤣
ngenes banget kamu Lisss nggak ada yang muasin 😄
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan² kalau di kunci di gudang request kasih ular juga ya mbak Yun 😄
harusnya minuminnya sekalian sama botol²nya tuh 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan masalah mu selesai ley ? kasihan mau ketemu ayang aja harus ngendap² begitu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
baca lania aja belum kelar² , udah ada karya baru ya Miss 🤧
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
wah bisa viral dia kalo diseret namanya oleh Tomy
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
siksa terooozz
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
malam pertama nya ley sama lania lancar jaya, eh Lisa di gudang di temenin tikus² 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
akhirnya ley ..
kasihan Lisa nungguin sampe karatan , eh yang di unboxing malah lania 🤣🤣🤣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
semangat ley jangan sedih² lagi , semua sudah di atur sama Miss jalan hidup mu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
dih ngarep banget kamu Lisa bakal di sentuh ley , liat aja nggak sudi apa lagi nyentuh 🥱
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
jangan sampe ley masuk jebakan Lisa
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
pak Kurdi dah membayar semua perbuatannya ley, jadi sekarang fokus aja nyiksa Lisa. dan kumpul lagi sama lania. nggak kangen kah jauh²an terus 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!