NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Team A, Grand duke Vesper dan Marquis Solon, kedua keluarga ini mendapatkan posisi pertama dan kedua di babak pertama, kini mereka satu team di babak ke dua.

Team A membagi diri menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok memiliki tugas nya masing-masing tergantung kekuatan sihir.

1 kelompok berisi 4 orang mengikuti jumlah peserta dari kedua keluarga.

Damien Arthur dan Estevan satu kelompok, karena mereka adalah pendekar pedang, tugas mereka adalah berada di garda paling depan.

Arsene Athena dan dua orang dari Solon satu kelompok, tugas mereka adalah memata matai pergerakan musuh.

Ashley Zelka dan si kembar Solon satu kelompok sebagai pemegang garda ke dua.

Zender dan seorang penyihir dari Solon, tugas mereka berdua adalah melindungi seluruh kristal sihir Team A.

"Athena! Panggil Valeo di pikiran gadis itu.

" Diam! Aku sedang sibuk! Balas gadis itu kesal, ia saat ini berada di wilayah musuh, jadi ia tidak boleh sembarangan bertindak atau penyamaran nya akan terbongkar.

"Apa kau tidak melihat kristal itu! Tunjuk Valeo keluar dari bayangan Athena.

" Apa?! Athena lalu memicingkan mata melihat area yang di tunjuk Valeo, memang benar di sana ada sebuah kristal yang di biarkan tergeletak.

"Kenapa kau tidak pergi ke sana dan mengambil kristal itu!!! Desak Valeo menggoyang goyangkan tubuh Athena.

" Bisa saja kristal itu hanya tipuan! Ucap gadis itu kesal mendorong Valeo menjauh.

"Apa maksudmu tipuan!!

" Padahal aku sudah susah susah mengeluarkan nya dari kantong musuh " Ucap Valeo lesu, Arwah itu memasang wajah cemberut sambil memanyunkan bibir.

"Apa maksud mu!? Kaget Athena setelah mendengar ucapan Valeo.

" Kau yang mengeluarkan nya dari kantong musuh?! Tanya gadis itu mengoyang goyangkan pundak Valeo kuat.

"Benar! Aku yang mengeluarkan nya,,, balas Arwah itu pusing.

" Bagaimana? Tanya Athena menatap tajam Valeo.

"Waktu kau dan kakak kakak mu berbincang aku pergi ke sini, aku awal nya hanya iseng melihat lihat,,,

" Lalu!?

"Aku tidak sengaja melihat orang berbaju putih membawa kristal itu dengan ceroboh,, dia hanya menyembunyikan kristal itu di dalam kantong celana nya.

" Jadi aku mengambil kristal itu diam diam dari celana nya dan meletakkan nya di sana,, saat ingin membawa nya kepada mu kristal itu berubah berat.

" Jadi Aku yakin kristal itu tidak bisa jauh dari pemilik nya,, ucap Valeo panjang lebar menjelaskan pada Athena bagaimana ia bisa mengambil dan meletakkan kristal itu disana.

Athena lalu mencoba berpikir keras sambil terus menatap kristal itu, bagaimana bisa seorang wilfred meletakkan kristal sepenting itu dengan ceroboh, ia yakin ini memang rencana mereka.

"Kita kembali! Ucap Athena berbalik badan.

" Mau kemana?! Suara berat seseorang menghentikan langkah nya, saat itu juga tubuh Athena kaku, bagaimana bisa ada seseorang yang melihat nya saat ia menggunakan sihir tembus pandang.

"Aku tidak percaya kalian ingin kabur setelah menumpahkan minuman ku!! Teriak seseorang emosi sambil melemparkan gelas dari belakang Athena.

Sesaat gadis itu lega, ternyata hanya suara seseorang yang sedang marah, gadis itu lalu berjalan perlahan pergi.

"Team A benar-benar kejam, kalian menggunakan anak kecil sebagai mata mata?

" !!!!

"Spring! 

Dalam sekejap Athena menghilang menggunakan sihir teleportasi.

" Benar-benar tidak sopan" Gumam pria itu.

"Ada apa? Tanya Arsene saat Athena tiba-tiba saja muncul di hadapan nya dengan wajah panik.

" Kita harus berhati-hati! Ucap gadis itu berkeringat dingin.

"Seseorang di wilfred memiliki sihir deteksi mana, dia berhasil mengetahui keberadaan ku yang sedang menggunakan sihir tembus pandang" Ucap Athena panjang lebar, gadis itu lalu merampas teropong dari tangan rekan satu tim nya untuk melihat base musuh dari jauh.

"Benarkah? Tanya Arsene terkejut, ia tidak menyangka wilfred memiliki seseorang dengan deteksi mana.

" Aku tidak berbohong" Balas gadis itu singkat.

"Lalu? Kita harus bagaimana? Jika mereka memiliki penyihir dengan deteksi mana kita mungkin akan kesulitan mendekat" Ucap seorang pemuda berambut unggu, Mikaela Alutas Solon.

"Benar! Kita tidak memiliki penghambat" Lanjut pemuda di sebelah nya, Kevino Dimitri Solon.

"Maksudmu pemblokir" Sahut Arsene datar.

"Itu sama! Balas Kevin dengan wajah memerah malu.

Tidak ada seorang pun yang mampu lolos dari Deteksi mana, mereka yang berdiri di tempat jangkauan Deteksi akan langsung ketahuan.

Satu-satunya cara agar tidak terdeteksi adalah dengan kemampuan pemblokir, namun untuk memiliki kemampuan ini seseorang harus mempunyai mana yang besar, mana yang besar akan membuat sistem Deteksi error sehingga tidak mampu lagi mengetahui keberadaan seseorang.

Dengan begitu orang itu akan dengan mudah nya lolos tanpa ketahuan.

"Apa salah satu dari kalian memiliki mana besar? Tanya Athena kepada Solon.

" Tidak, seharusnya kami yang bertanya pada mu kan si jenius 2000 tahun? Balas Mikaela menaikkan satu alis nya.

"Benar! Bukankah kau yang seharusnya memiliki mana besar? Sahut Kevin.

Athena hanya diam, memang benar di kelompok ini dialah satu-satunya dengan mana yang paling besar, mana Arsene memang besar, tapi sebagian mana pemuda itu di segel jauh di dalam tubuh nya.

"Kenapa kau tidak mencoba nya saja? Tanya Valeo di pikiran gadis itu.

" Aku akan mencoba "

"Kalian menjauhlah! Ucap gadis itu.

Arsene dan duo Solon kemudian menjauh dari tempat Athena berada, mereka menjauh sekitar 200 meter dari gadis itu.

Athena lalu membuat lingkaran sihir mengitari tubuh nya, ia lalu membuat segel tangan membuka kunci mana sihir yang berada jauh di dalam lubuk hati nya.

"Dengan kehendak Dewa, hamba Athena menentang penyegelan mana sihir yang suci" Gadis itu lalu menutup mata erat erat, berbagai tanda mulai muncul di tubuh gadis itu.

Cahaya terang mulai menyinari tempat gadis itu berdiri, ini membuktikan sebesar apa sebagian kecil mana nya yang di buka.

"Gila!! Ini adalah pertama kalinya aku melihat mana sekuat ini!! Ucap Kevin berusaha melindungi tubuh nya agar tidak hancur berkat Atmosfer yang dibuat Athena.

" Apa ini hanya sebagian kecil mana gadis itu? Tanya Mikaela, sama seperti Kevin dada pemuda itu terasak sesak karena mana Athena yang menyentuh nya terlalu kuat.

"Ini hanya sebagian kecil" Balas Arsene tersenyum, jika kekuatan nya tidak di segel ia pasti tidak kalah hebat dari adik nya itu.

"Apa?! Sebagian orang di wilayah musuh terkejut, mereka semua secara bersamaan merasakan tekanan yang kuat dari tempat yang jauh.

" Siapa pemilik mana yang kuat ini? Gumam seseorang berbaju merah, ia terus memandang dengan lekat area bercahaya di tengah hutan.

"Apakah asal nya dari sana?

" Andrew!! Teriak seseorang panik, dengan mana yang sebesar ini pria itu pasti tidak mampu mempertahankan Deteksi mana nya.

"Tidak apa-apa" Balas pria itu memegangi dada nya, tangan nya gemetar wajah nya pucat, ia merasa seperti sedang di tekan.

"Apa kau mampu melawan mana asing ini? Tanya seseorang di sebelah nya.

" Tidak" Pria itu lalu pingsan, mana ini asing ini bahkan mampu di rasakan oleh penyihir biasa, ia dengan Deteksi mana pasti tidak mampu menahan kekuatan nya agar terus bertahan.

"Apakah masih lama?!!! Tanya kevin, pemuda itu sudah tidak sanggup menahan.

" Dengan segala hormat, hamba Athena meminta izin mengunci kembali mana sihir yang suci" Gumam gadis itu, ia lalu perlahan-lahan kembali mengunci mana nya yang besar.

Cahaya terang di sekitar gadis itu mulai berkurang, bahkan tanda tanda di tubuh nya juga perlahan-lahan retak.

Ia lalu perlahan-lahan membuka mata nya.

"Benar-benar kacau" Ucap Valeo lemas, karena ia berada di dalam bayangan gadis itu, dialah yang paling banyak terkena dampak mana sihir gadis itu.

Tenaga nya seperti di kuras.

Athena menatap area sekitar tempat nya berdiri, batang batang pohon ini seperti terkena pembakaran, kulit kayu itu terkelupas dan gosong.

"Apa kau tidak apa-apa? Tanya Arsene, pemuda itu baru bisa berani mendekat saat Athena membuka mata.

" Aku tidak apa-apa " Balas gadis itu.

"Justru sebaliknya, aku merasa seperti baru bangun dari tidur panjang" Ucap gadis itu merasa segar.

"Benar-benar anak kecil" Gumam Arsene.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!