NovelToon NovelToon
Musim Bercinta

Musim Bercinta

Status: tamat
Genre:Dosen / Playboy / Beda Usia / Teen School/College / Tamat
Popularitas:372.9k
Nilai: 5
Nama Author: Al Orchida

Ini Bad Boy in Love buku kedua ya, jadi disarankan untuk baca buku pertama dulu!

***

Bad boy adalah istilah yang dipakai untuk menjuluki Elang yang tampan. Seorang mahasiswa pecinta alam semester akhir yang tingkahnya masuk dalam kategori 'nakal'.

Dalam acara malam keakraban dengan mahasiswa baru yang digelar di alam terbuka, Elang hadir sebagai panitia dengan misi pribadi. Yaitu mendekati mahasiswi yang katanya memiliki paha mulus seperti Syahreni. Mahasiswi yang jadi sasaran kadal kampus karena daya tariknya yang konon seperti Afrodit.

Namun, Elang yang setengah mabuk bukannya mengencani Vivian sang pujaan hati, tapi justru terdampar di tenda dengan Nindya, dosen pembimbing penelitiannya, saat malam sebelum acara rafting dimulai.

"Ini salah paham, Bu Nindya!" ujar Elang tercekat setelah sadar dari gairahnya.

"Bukan salah paham, tapi ini murni salah paha, El!" pekik Nindya dalam kemarahan.

Lalu bagaimana nasib Elang selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prinsip Pribadi

"Aku lagi nggak bercanda, El! Kamu kalau mau ngajak cewek ke rumah itu harus punya alasan yang jelas. Jangan sampai orang tua kamu salah menilai! Aku bukan barisan penggemar kamu yang langsung bahagia kamu tawari posisi jadi pacar apa istri!" ujar Nindya sewot. Berbicara dengan Elang membutuhkan lebih banyak energi daripada bicara dengan Daniel.

"Aku nggak pernah bawa cewek ke rumah ini selain Mayra, posisi dia juga cuma teman! Kamu panjang bener ngomongnya? Butuh oksigen tambahan nggak? Kamu ngos-ngosan," ujar Elang cuek, dengan alis naik bergantian.

Nindya melotot bersamaan dengan Dewa tiba di ruang tamu, dengan pakaian rapi dan bau wangi maskulin anak muda. Mengangguk sopan pada Nindya lalu menatap Elang dengan ekspresi masam.

"Selain nonton … apalagi tugasku, Mas?" Dewa hampir menggerutu di depan Nindya. Bisa-bisanya Elang menyuruhnya menemani Mayra sementara Elang malah pulang ke rumah dengan wanita lain.

Elang menjawab, "Nggak ada, tapi terserah kamu kalau mau ajak dia jalan-jalan, anterin Mayra pulang jangan lebih dari jam sembilan malam!"

"Kayaknya nggak sampai malam, abis nonton, makan, langsung pulang. Aku ada acara sama teman-teman baru. Aku pinjem motor lagi ya, Mas!" Dewa cengengesan karena ada maunya. Dia tidak mungkin minta dibelikan motor hanya untuk kegiatan club.

Elang memberikan kunci, surat kendaraan dan juga karcis parkir rumah sakit. "Nih, ambil sendiri. Parkir utara."

"Mas Elang dari rumah sakit? Bu Dosen sakit apa?" tanya Dewa kaget, matanya seketika meneliti wajah Nindya yang terlihat sehat. "Jangan-jangan Bu Dosen hamil?!"

"Berangkat sana, nggak usah kepo urusan orang!" usir Elang malas. Matanya mengisyaratkan tidak ingin diganggu. Nindya hanya bisa tertegun mendengar kalimat terakhir adik Elang.

Dewa meringis pamit, "Besok kan Minggu, motornya balik Senin ya di kampus?"

"Hm," jawab Elang singkat.

Nindya heran, bagaimana Elang bisa menyuruh adiknya menemani Mayra nonton dan jalan-jalan dengan seenak jidatnya?

Tiba-tiba isi surat mama Elang yang masih disimpannya terlintas di kepala. Diam-diam Nindya mengambil kesimpulan kalau Elang menyayangi Mayra dengan cara yang unik. Mungkin karena gadis itu adalah wasiat mamanya, sehingga Elang perlu menjaganya sampai dia bisa menentukan pilihannya sendiri nanti.

Namun, Nindya tidak ingin membahasnya sekarang, waktunya kurang tepat. Dia lebih ingin membahas Elang dan keluarganya.

"Monggo diminum!" Dua gelas jus jeruk disajikan bersama makanan ringan untuk menemani Elang yang sedang ngobrol serius dengan Nindya.

Nindya mengucapkan terima kasih pada asisten rumah tangga keluarga Elang, mengangguk ramah saat wanita itu pergi ke dalam lagi.

"Kenapa kamu nggak tinggal di sini aja, El! Mau ke kampus nggak terlalu jauh, apalagi kamu punya kendaraan pribadi. Buat apa kamu keluar biaya buat sewa tempat kalau rumahmu masih terjangkau jaraknya dari kampus. Apalagi kamu bilang yang tinggal di sini cuma tiga orang, tadi kamu juga bilang punya kamar di atas?"

Elang mengedikkan bahu, tidak bersedia menjawab jujur. "Ya nggak apa-apa. Apa salahnya belajar hidup mandiri?"

Nindya tertawa, ekspresi Elang tidak bisa membohonginya. Dia seorang dosen, sedikit banyak mengerti mengenai psikologi pendidikan. Dia biasa mempelajari perilaku anak didiknya. Mencarikan solusi bagi yang bermasalah atau hanya untuk mengetahui kalau mereka ada dalam situasi belajar yang baik atau tidak.

"Aku pendengar yang baik jika kamu mau bercerita, jika kamu tidak terbuka padaku dalam segala hal, bagaimana aku bisa mengenalmu lebih dalam? Sebuah hubungan dibangun dengan kepercayaan, El! Kalau kamu nggak percaya sama aku, bagaimana aku bisa percaya sama kamu?"

"Aku membawamu ke rumah ini untuk memberikan kepercayaan kalau aku serius. Aku ingin kamu tau latar belakangku. Kenal dulu dengan keluargaku, cerita yang lain bisa menyusul. Aku janji!"

"Kapan?" tanya Nindya tak sabar. Dia benar-benar ingin tau alasan Elang tidak tinggal di rumah orang tuanya.

"Sore ini, aku akan menceritakannya, tapi tidak di sini, di suatu tempat!" jawab Elang yakin. Matanya menatap ke arah mobil yang baru masuk halaman. "Mereka datang, aku akan kenalkan kamu sama papa!"

Nindya seketika memperbaiki duduk dan ekspresi wajahnya. Tak lama, dua orang masuk ke rumah, sedikit terkejut melihat Elang di rumah sedang mengobrol bersama wanita muda.

"Kamu baru datang, El? Dewa bilang tadi dia sendirian di rumah, ini siapa?" tanya Papa Elang dengan kerutan di dahi, memperhatikan Nindya yang sedang mengulas senyum ramah dan santun.

Elang menjawab, "Dewa baru aja keluar, belum sepuluh menit!"

Nindya berdiri untuk bersalaman dengan orang tua Elang, memperkenalkan diri. "Saya Nindya, Pak! Saya dosen pembimbing penelitian Elang di kampus."

Ekspresi terkejut semakin terlihat di wajah orang tua Elang. Matanya menatap Nindya yang terlalu muda untuk profesi dosen, lalu berpindah menyoroti Elang yang justru tanpa ekspresi. "Apa anak saya bermasalah di kampus?"

Nindya menjawab, "Tidak, Pak! Saya berkunjung karena …."

Elang menyela, memutus jawaban Nindya sebelum dosennya melanjutkan kalimat dan memberi alasan yang tidak ingin didengarnya, "Nindya pacar El, Pa! Tapi dia memang dosen pembimbing di kampus. Kesini karena mau kenalan sama papa, sama ibu!"

Nindya sedikit salah tingkah dengan situasi canggung yang diciptakan Elang. Untungnya orang tua Elang tidak bertanya hal-hal yang sifatnya pribadi, tapi lebih ingin tau soal penelitian dan kegiatan-kegiatan Elang di kampus. Suasana kikuk segera terurai, Nindya terbawa keramahan ibu Dewa yang juga banyak bercerita tentang putranya.

Elang tersenyum menawan saat Nindya menatapnya dengan mata mengancam. Suaranya tidak keluar saat menenangkan Nindya, "Sorry!"

Kecerdasan dan profesi Nindya sebagai dosen muda nyatanya menarik perhatian kedua orang tua Elang. Mereka antusias berbicara akademik dan hal-hal remeh mengenai tabiat anak-anak kampus.

Segera saja obrolan berpindah ke meja makan karena Elang mengeluhkan perutnya yang keroncongan. Elang mengajak Nindya makan bersama orang tuanya. Dia tau dosennya lapar karena belum makan siang, dan waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.

Elang yakin, setelah berkenalan dengan orang tuanya, dosen pembimbingnya itu akan mengomel padanya lebih panjang. Ya, tapi setidaknya tidak dalam kondisi perut kelaparan. Karena, sudah menjadi tugas Elang sebagai pria untuk mengenyangkan perut wanitanya.

Semacam prinsip pribadi!

***

1
Diana Dwiari
Vivian.,.
Diana Dwiari
JD gitu ya pemikiran cowo kalo ngejar wanita yg dcintai.....
Diana Dwiari
kaj salahmu sendiri,mau dinikahi tapi malah tetep kekeh sama Daniel....ya jelas kecewa lah
mama fia
Bagus kak..
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks 🙂🙏
total 1 replies
Satrya Oy
selalu seru dan asyik alur ceritanya..Mantaaab..👍👍👍
nanik sriharyuniati
Luar biasa
Ulil Baba
slamete neng dunia ilusi
Ulil Baba
dulu th 2023 dah baca skrg absen
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kah? thanks 😁🙏
total 1 replies
Ulil Baba
panaaasssss pakkk RT
Rommy Wasini Khumaidi
Kecewa
Rommy Wasini Khumaidi
Buruk
nia kurniawati
Luar biasa
Titin Kartini
mas al...
ech mas el kamu buakn hanya meracuni otak nindya tp smua pembca kayanya 🤣🤣🤣👍🏻👍🏻🙏🏻
Titin Kartini: gak ngapa2in sich...!!! tp bkin otak pembacanya treveling kmna2 😁😁kren👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻d tunggu sllu karya slajutnya apa lgi yg gendre supranaturalnya 😁suka bikin merinding2 gmna gtu 😂
sukses sllu mas 👍🏻👍🏻🙏🏻🙏🏻
total 2 replies
indah aca
ayoooo budal goreng ikan
indah aca
cadra kirana udah...horor campur2...maaf aq baca e lompat2
indah aca
embohlaaaaah sekarepmu AL
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: hahaha knp kak?
total 1 replies
indah aca
bojo mana bojo
indah aca
dulu aq g bosen2 baca bsl rendra-anggi
sekarang g bosen2 baca elang-nindya...kalian bner2 writer andalan...dibaca berulang2 aq e sek baper ajah.
Ika ajha
real
Rin's
Pipian po
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!