Demi bisa hamil, Deavenny sampai nekat mencuri benih suaminya sendiri yang tak mau memiliki anak dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
Marvel mengambil print USG yang tertera jelas tanggalnya hari ini. Ia juga melihat kelima test pack. Wajahnya nampak suram seakan merasakan hawa tak enak. “Apa istriku hamil?” gumamnya seraya menatap wajah pulas Deavenny. “Tapi dengan siapa?”
Marvel sangat penasaran dengan kebenaran dari dugaannya. Ia pun terpaksa membangunkan sang istri untuk memvalidasi supaya tidak berburuk sangka.
Duduk di tepi sofa di mana istrinya tidur, ia membelai lembut pipi wanita yang sudah menemani hari dan hatinya selama ini. “Sayang, bangun.”
“Hm ....” Deavenny enggan membuka mata karena sangat mengantuk.
“Bangun sebentar, nanti bisa dilanjut lagi.” Bagaimana bisa membuka mata kalau cara Marvel membangunkan begitu lembut, bahkan tangan justru mengusap bukannya memukul.
“Memangnya ada apa?” tanya Deavenny dengan suara gumaman yang terlontar lirih. Tapi dia tetap terpejam.
“Ini hasil USG dan testpack siapa?” Langsung saja Marvel mengajukan pertanyaan yang membuatnya sedikit merasakan takut.
Dan saat itu juga Deavenny langsung membuka mata selebar mungkin. “Eee ... itu ....” Dia sulit berpikir mencari alasan. Bahkan terlihat jelas jika sedang menyembunyikan sesuatu, dilihat dari bola mata yang terus berputar sembari ia merubah posisi menjadi duduk.
Marvel memicingkan kedua mata. Dia tahu kalau istrinya sedang ingin berbohong karena gelagat yang diperlihatkan sangat aneh. “Ini milikmu?”
“Iya.” Deavenny menjawab spontan, tapi satu detik berikutnya ia menutup mulut dan menarik kata-katanya lagi. “Bukan, itu bukan milikku.”
Tapi Deavenny sudah gagal membohongi suaminya. Sebab, Marvel lebih percaya jawaban yang pertama.
“Jangan berdusta, katakan yang sejujurnya!” Marvel mulai berbicara dengan tegas seraya berdiri. Tandanya saat ini dia sedang serius.
Deavenny menekuk wajahnya karena melihat mimik suaminya yang seperti ingin memarahi dirinya. Dia menundukkan kepala diiringi anggukan. “Iya, itu punyaku.”
“Anak siapa yang kau kandung?”
“Anak kita.”
Marvel langsung membulatkan kedua bola matanya. “Bagaimana bisa? Aku tak pernah membuang di dalam, dan selalu memakai pengaman.”
“Aku mencuri cairanmu saat pagi itu kita bercinta, dan kau tak sadarkan diri setelah minum air yang ku beri. Itu sudah ku campur dengan bubuk obat bius. Lalu aku melakukan program bayi tabung, dan kini anak kita berhasil tumbuh di rahimku.” Akhirnya, Deavenny menjelaskan dengan jujur pada suaminya. Memang dia tak pandai membohongi Marvel terlalu lama.
Marvel sampai tak bisa berkata apa-apa, mulutnya terbuka tapi tidak mengeluarkan suara apa pun. “Shitt!” Hingga hanya umpatan yang keluar. Dia merasa bodoh bisa sampai kecolongan seperti itu.
Kedua tangan Marvel menyugar rambut sekaligus menjambak. Rasanya ingin marah dengan Deavenny karena lancang melakukan hal yang sangat penting tapi tanpa diskusi. Tapi, apalah daya, dirinya tak mampu mengeluarkan amarah pada istrinya.
Pada akhirnya, Marvel mendekati dinding, meluapkan rasa kecewanya di sana dengan melayangkan tinju. “Argh ... kenapa kau lakukan itu, Dea? Berapa kali ku katakan kalau aku tak ingin kau hamil, lagi pula aku tak mempermasalahkan juga jika kita tak memiliki keturunan.”
Bukan hanya mengkhawatirkan kondisi Deavenny jika hamil dengan satu ginjal. Tapi, dia merasa sudah menodai janji dengan Tuan Dominique juga.
Deavenny segera mendekati suaminya, mencegah tangan Marvel agar berhenti memukuli dinding. Dia memeluk pria itu supaya menurunkan amarah. “Tolong, izinkan aku tetap melanjutkan kehamilan ini. Aku berjanji akan selalu berusaha menjaga kesehatan, tak akan menyusahkanmu. Jangan memintaku untuk menggugurkannya, demi apa pun, ini adalah darah daging kita yang ku buat sendiri dengan susah payah mencuri benihmu,” ucapnya diiringi tangisan penuh permohonan.
...*****...
...Emang aku ni gak demen banget liat hubungan orang adem ayem wkwkwk...