Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.
Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.
Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.
Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Investor Datang
Pagi itu suasana Blackwood Ranch jauh lebih sibuk daripada biasanya. Sejak pukul tujuh pagi, para pekerja sudah mondar-mandir membersihkan arena utama. Rumput dipangkas lebih rapi dari biasanya, pagar kayu dicat ulang, dan setiap sudut kandang dibersihkan hingga berkilau. Tribun kecil yang biasanya hanya digunakan saat latihan kini dihiasi bunga serta spanduk para sponsor. Beberapa pelayan mansion sibuk menyiapkan ruang pertemuan dengan teh hangat dan hidangan ringan, sementara staf administrasi membawa setumpuk dokumen, proposal kerja sama, dan laporan perkembangan seluruh kuda milik Blackwood Ranch.
Hari ini para investor dan sponsor akan datang. Bukan investor biasa, mereka adalah orang-orang yang selama bertahun-tahun menjadi sumber pendanaan Blackwood Ranch. Sebagian memiliki saham di peternakan itu, sebagian lagi adalah pemilik ranch besar dari berbagai negara yang menjalin kerja sama bisnis dengan keluarga Blackwood. Ada yang berasal dari Texas, Argentina, hingga Inggris—nama-nama besar di dunia equestrian yang sekali mengangguk dapat mendatangkan keuntungan jutaan dolar, dan sekali menggeleng dapat menghancurkan reputasi yang dibangun selama puluhan tahun. Dan semua orang tahu...mereka datang untuk satu alasan. Star.
Kuda hitam berdarah juara yang digadang-gadang menjadi andalan Blackwood Ranch di Autumn Equestrian Cup tahun ini. Jika Star menang, nilai jual garis keturunannya akan melonjak berkali-kali lipat. Kontrak pembiakan akan berdatangan, sponsor baru akan berebut bekerja sama, dan nama Blackwood Ranch akan kembali berdiri di puncak dunia equestrian. Namun jika Star kalah...kerugian mereka bisa mencapai jutaan dolar. Bukan hanya uang yang dipertaruhkan. Melainkan nama besar keluarga Blackwood.
Selama beberapa generasi, keluarga itu dikenal sebagai penghasil kuda-kuda juara. Mereka tidak pernah gagal mengirimkan perwakilan terbaik dalam setiap kompetisi besar. Tetapi kali ini keadaan berbeda. Star memang memiliki bakat luar biasa.
Sayangnya...ia juga menjadi mimpi buruk seluruh ranch.
Kuda itu menolak hampir semua pelatih. Ia menyerang para pekerja, menjatuhkan Noah beberapa kali, bahkan membuat pelatih senior yang didatangkan khusus menyerah dalam waktu singkat. Semakin dekat hari kompetisi, semakin sulit Star dikendalikan. Karena itulah kedatangan para investor hari ini terasa seperti sidang penentuan nasib. Mereka ingin melihat sendiri.
Apakah Blackwood Ranch benar-benar masih memiliki harapan...atau justru sedang menyembunyikan sebuah kegagalan besar di balik kemegahan nama mereka.
Dan Edward Blackwood sangat memahami hal itu.
Sejak pagi ia sudah berdiri di depan jendela ruang kerjanya, memandang arena utama dengan wajah tegang. Di bawah sana, para pekerja terus bergerak tanpa henti. Tidak seorang pun berani bersantai.
Karena semua tahu...jika hari ini berjalan buruk, maka bukan hanya Star yang dipertanyakan. Melainkan masa depan seluruh Blackwood Ranch.
Ellara berdiri di depan kandang sambil menyikat surai seekor kuda muda ketika Harold berjalan tergesa-gesa.
"Wah, hari ini benar-benar mengerikan."
Ellara mengangkat kepala. "Kenapa?"
"Investor datang."
"Lalu?"
Harold memandangnya seolah Ellara baru saja mengatakan sesuatu yang bodoh.
"Lalu Star sedang dalam mood buruk."
Ellara langsung berhenti menyikat. "Masih?"
Harold menghela napas. "Bahkan lebih buruk."
Arena utama dipenuhi orang. Pria-pria berjas mahal duduk di tribun VIP. Beberapa wanita elegan ikut hadir.
Di salah satu sisi, Bianca duduk di samping ayahnya.
Sementara di tengah tribun utama...Edward Blackwood berdiri dengan tongkat kayunya. Pria berusia enam puluhan itu masih terlihat berwibawa. Tatapan matanya tajam, rahangnya keras, dan kehadirannya saja sudah cukup membuat para pekerja gugup.
Edward memandang arena. Lalu berkata pelan pada Noah, "Aku tidak ingin ada kesalahan hari ini."
Noah mengangguk. "Tidak akan."
Edward menyipitkan mata. "Kudamu sedang bermasalah."
"Aku bisa mengatasinya."
"Kuharap begitu."
Noah tidak menjawab. Karena sebenarnya...ia tidak yakin.
Di tengah arena...Star sudah dipersiapkan. Tubuh hitamnya mengkilap, surainya tersisir rapi, pelananya baru. Namun matanya...gelisah. Ia menghentakkan kaki ke pasir. Satu kali, dua kali, lalu mendengus keras.
Beberapa investor mulai saling berpandangan.
"Apa dia selalu seperti itu?"
"Tidak."
"Dia terlihat tidak nyaman."
Edward mengerutkan dahi. Sementara Noah berjalan mendekati Star. Ia mengusap leher kudanya.
"Tenang."
Star mengibaskan kepala.
Noah mencoba lagi. "Kita hanya perlu menunjukkan latihan biasa."
Namun Star justru semakin gelisah. Noah menaiki pelana. Seluruh arena menjadi sunyi. Semua mata tertuju pada mereka, termasuk Edward. Termasuk Bianca. Dan...Star tiba-tiba melonjak.
"Whoa!"
Tubuh besar itu berdiri dengan dua kaki belakang. Noah menarik tali kekang. Berusaha mengendalikannya. Tetapi Star mengamuk. Ia berlari liar mengelilingi arena, mengibaskan kepala, menolak semua perintah. Suasana tribun mulai gaduh.
"Apa yang terjadi?"
"Itu Star?"
"Dia tidak pernah seperti ini."
Noah mengatupkan rahang. Ia mencoba sekali lagi.
Percuma. Star kembali melonjak. Dan...
Brak!
Noah terjatuh. Seluruh arena terdiam. Edward berdiri. Bianca menutup mulutnya. Beberapa investor tampak terkejut. Noah segera bangkit. Tidak terluka, tetapi wajahnya berubah dingin. Karena untuk kedua kalinya...Star menjatuhkannya. Dan kali ini...di depan semua orang penting.
"Pelatih Harold." Edward bersuara dingin.
"Coba."
Harold menelan ludah. Tetapi ia tetap maju, puluhan pasang mata mengawasinya. Ia menaiki Star dengan hati-hati. Awalnya tenang. Lalu...
Brak!
Harold jatuh bahkan lebih cepat daripada Noah. Beberapa investor menghela napas kecewa. Salah satu dari mereka bahkan berdiri.
"Tuan Blackwood." Nada suaranya tajam.
"Apakah ini lelucon?"
Edward menoleh. Pria tua itu memasang wajah datar.
"Apa maksud Anda?"
"Kami datang untuk melihat calon juara. Tetapi yang kami lihat..."Ia menunjuk Star.
"...adalah seekor kuda yang tidak bisa dikendalikan."
Investor lain ikut berbicara. "Autumn Equestrian Cup tinggal dua bulan. Jika kondisinya seperti ini...Bagaimana kami bisa mempertahankan investasi?"
Wajah Edward mengeras. Ia tidak suka dipermalukan.
Terlebih di ranch miliknya sendiri. Saat itulah...sebuah suara terdengar dari belakang.
"Permisi..."
Semua orang menoleh.
Ellara. Ia baru saja datang dari kandang utama. Tangannya masih membawa kotak obat. Begitu melihat keramaian di arena, ia berhenti. Lalu matanya membulat.
"Noah!"
Noah mengibaskan pasir dari bajunya. "Aku tidak apa-apa."
Ellara menatap Star. Kuda hitam itu masih berdiri di tengah arena. Napasnya memburu, telinganya bergerak gelisah. Tetapi...begitu melihat Ellara...
Star berhenti bergerak. Arena mendadak sunyi. Kuda itu mengangkat kepala. Lalu berjalan.
Perlahan menuju Ellara. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah. Hingga berhenti tepat di depannya.
Star menundukkan kepala. Membiarkan Ellara mengusap lehernya. Dan...ia tenang, benar-benar tenang. Semua orang membeku.
Investor yang tadi marah sampai mengernyit. Harold berkedip. Bianca memandang Ellara, lalu Star dan Noah. Untuk pertama kalinya...ia merasa ada sesuatu yang tidak ia ketahui.
Ellara sendiri tampak bingung. "Kau kenapa?"
Ia mengusap surai Star. Kuda itu mendengus pelan. Lalu menggesekkan kepalanya ke bahu Ellara. Persis seperti biasanya. Seolah tidak pernah mengamuk beberapa menit lalu.
Seorang investor berdiri.
"Apa..." Ia memandang Noah. "...yang baru saja terjadi?"
Noah diam. Karena ia juga tidak punya jawaban. Investor lain tertawa sinis.
"Jangan bilang..." Ia menunjuk Ellara. "...harapan Blackwood bergantung pada gadis itu?"
Suasana langsung membeku. Ellara menegang. Noah mengeraskan rahangnya.
"Tidak." Jawabnya cepat.
Tetapi pria itu justru tertawa. "Lalu kenapa Star hanya tenang di dekatnya?"
Tidak ada yang menjawab. Karena semua orang melihatnya sendiri. Dan tidak ada yang bisa menyangkal. Edward Blackwood perlahan berdiri. Tatapannya tertuju pada Ellara. Bukan marah, tetapi tajam, sangat tajam. Ia memandang gadis itu cukup lama. Lalu menoleh pada Noah.
"Ayo ke ruang kerja." Suaranya datar.
Namun Noah tahu. Ayahnya sedang marah. Ruang kerja Edward terasa dingin. Pintu baru saja tertutup ketika tongkat kayu pria tua itu menghantam lantai.
Brak!
"Kau sedang memikirkan sesuatu yang bodoh."
Noah berdiri tenang. "Ayah—"
"Aku mengenalmu." Edward memotong. "Kau berpikir menjadikan gadis itu bagian dari latihan Star."
Noah diam. Dan diamnya...sudah menjadi jawaban.
Edward tertawa dingin. "Kau gila?"
"Ayah."
"Tidak!" Suara Edward meninggi.
"Kita bicara tentang Autumn Equestrian Cup!" Investor, Media, keluarga Laurent, dan kau ingin mempertaruhkan semuanya pada seorang pekerja kandang?!"
Noah mengangkat kepala. "Star memilihnya."
Edward membeku sesaat. Lalu wajahnya berubah semakin dingin. "Kuda tidak memilih. Kitalah yang mengendalikan mereka."
Noah mengepalkan tangan. "Tapi Star—"
"Cukup!" Edward menghantam meja.
"Aku tidak peduli seberapa hebat gadis itu. Aku tidak peduli Star menyukainya. Tetapi dengarkan aku baik-baik." Tatapan tajam pria tua itu menusuk Noah. "Jangan pernah berpikir...membawanya ke kompetisi."
Hening.
Noah tidak menjawab. Namun justru itulah yang membuat Edward semakin marah. Karena untuk pertama kalinya...ia melihat sesuatu di mata putranya.
Keraguan. Dan lebih buruk lagi...keyakinan. Seolah Noah mulai mempertimbangkan hal yang bahkan tidak boleh dipikirkan. Sementara di luar ruangan...Ellara berdiri sendirian di dekat kandang Star. Tidak tahu bahwa dalam satu sore...dirinya baru saja menjadi pusat konflik terbesar yang pernah terjadi di Blackwood Ranch. Dan ini...baru permulaan.