NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sinar matahari pagi Los Angeles menerobos masuk melalui celah-celah gorden sutra yang sengaja dibiarkan terbuka sedikit, memantulkan kilau keemasan di atas seprai abu-abu gelap yang berantakan.

Kamar tidur utama itu masih dilingkupi kehangatan sisa pergumulan semalam. Alceena masih tertidur lelap dengan posisi meringkuk nyaman di dalam dekapan dada bidang Xander, menyembunyikan wajah cantiknya di sana.

Napasnya teratur, seolah beban dunia yang semalam menghimpitnya telah menguap bersama kepasrahan yang murni.

Xander pun demikian, sebelah lengan kekarnya melingkar protektif di pinggang ramping Alceena, memeluk wanita itu seolah dia adalah hal paling berharga yang harus dia lindungi dari dinginnya pagi.

Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama.

Tepat pukul tujuh pagi, keheningan kamar itu pecah berantakan ketika ponsel milik Xander yang tergeletak di atas ranjang berdering hebat.

Getarannya yang bising disertai nada dering yang melengking tinggi berbunyi berulang kali tanpa ampun, memaksa kesadaran Xander ditarik paksa dari tidur nyenyaknya.

Xander melenguh pelan, matanya yang berbeda warna mengerjap lambat melawan silau matahari. Dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, dia mengulurkan tangannya yang panjang, meraih ponsel itu tanpa melihat layarnya.

Pria itu menempelkan benda pipih tersebut ke telinganya dengan suara parau khas orang bangun tidur.

"Halo..."

"Kak Xander! Demi Tuhan, kau di mana sekarang?! Kenapa baru mengangkat telepon?!"

Suara panik dan terengah-engah di seberang sana langsung membuat Xander menegakkan tubuhnya. Itu adalah suara sepupunya dari Chicago. Suara yang sangat familier dengan dialek kota asalnya.

"Ada apa? Jangan berteriak sepagi ini," sahut Xander, keningnya berkerut dalam, mencoba mengumpulkan fokusnya yang masih tertinggal di alam mimpi.

"Ini soal Kak Nora, Kak Xander! Kak Nora gagal menikah! Pernikahannya batal!"

Deg.

Jantung Xander seakan berhenti berdetak di detik itu juga. Seluruh aliran darahnya mendadak berdesir dingin, membekukan setiap jengkal otot di tubuhnya. Matanya membelalak menatap lurus ke depan, sementara suaranya mendadak tercekat di tenggorokan.

"Apa... apa maksudmu?" tanya Xander, suaranya melemah namun sarat akan ketegangan yang akut.

"Pria yang akan menjadi suaminya... pria itu tiba-tiba membatalkan pernikahan mereka secara sepihak! Aku tidak tau alasan nya. Mereka tidak jadi menikah, kak!! Acara itu mungkin hancur berantakan!"

Sambungan telepon itu terputus setelah sepupunya memberikan detail kepanikan di Chicago, namun Xander sudah tidak mendengarnya lagi.

Telinganya berdenging hebat. Otaknya seolah berhenti berfungsi menghadapi informasi yang memutarbalikkan seluruh dunianya dalam sekejap.

Nora gagal menikah.

Wanita yang semalam baru saja dia tangisi, wanita yang semalam baru saja dia lepaskan secara spiritual lewat bantuan dialog Alceena... kini kembali bebas.

Ikatan yang dianggap sebagai batas suci terlarang itu runtuh sebelum sempat diikrarkan di altar.

Mendengar itu, Xander yang kemarin sudah siap melupakan mantan kekasihnya, Nora, langsung saja membuka kunci layar ponselnya dengan jemari yang bergetar hebat.

Dia buru-buru memeriksa riwayat aplikasi pesannya.

Kemarin sore, setelah ditenangkan oleh Alceena, dia memang sempat membuka blokiran nomor Nora dengan maksud untuk melihat wajah wanita itu untuk terakhir kalinya sebelum menyerah pada takdir.

Namun, apa yang dia lihat di layar ponselnya pagi ini justru membuat dunianya runtuh untuk kedua kali.

Di sana, terpampang sebuah pesan singkat dari Nora yang dikirim semalam: 'Xander, bagaimana kabarmu di LA?'

Dan yang paling mengerikan adalah, tepat di bawah pesan itu, ada catatan log panggilan keluar.

Sebuah panggilan keluar dari nomor Nora.

Deg.

Xander menahan napasnya, matanya menatap nanar rincian panggilan tersebut.

Kapan Nora meneleponnya? Atau kapan dia menelepon Nora? Dia melihat waktu yang tertera di sana dengan saksama. Tepat jam 11 malam.

Jam 11 malam adalah waktu di mana dia sedang berada di puncak pergumulan, sedang bercinta dengan Alceena di ranjang ini.

Waktu di mana dia meneriakkan nama Alceena dan memuja tubuh wanita di pelukannya itu dalam penyatuan yang panas.

"Oh, shitttt..." umpat Xander lirih, wajahnya memucat pasi. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya.

Apa... apa ponselnya kepencet sendiri saat mereka bergerak liar di atas ranjang semalam? Oh, Tuhan.

Pikiran-pikiran buruk langsung menyerang otaknya tanpa ampun. Dia tidak bisa membayangkan apa yang didengar oleh Nora di seberang telepon sana jika panggilan itu benar-benar tersambung.

Suara desahan? Suara erangan gairah? Atau suara dirinya yang sedang memuja wanita lain?

Xander memeriksa rinciannya lebih dalam, berharap itu hanya panggilan tak terjawab.

Namun harapannya hancur ketika melihat durasi panggilan keluar itu.

Ada hampir 3 menit.

Tiga menit penuh panggilan itu tersambung dan aktif, dan dia sama sekali tidak sadar Nora meneleponnya atau panggilan itu terangkat semalam karena dia terlalu larut dalam lautan gairah bersama Alceena.

Benaknya langsung dipenuhi spekulasi yang liar dan membingungkan.

Apakah Nora meneleponnya semalam untuk memberi tahu kabar pembatalan ini lebih awal?

Apakah Nora meneleponnya untuk mengajaknya kembali bersama dan melarikan diri dari Chicago, mengingat pernikahan mereka telah gagal?

Dan apa yang didengar Nora selama tiga menit itu?

Xander menurunkan ponselnya dengan perlahan, tubuhnya menegang kaku.

Dia memalingkan wajahnya ke samping, menatap mata Alceena yang ternyata sudah terbuka sejak tadi.

Gadis itu memang masih berada dalam pelukannya, menatapnya dengan tatapan sayu khas orang bangun tidur, namun ada riat kebingungan melihat perubahan drastis pada raut wajah Xander yang mendadak berubah menjadi monster dingin dalam hitungan detik.

Xander mengingat kejadian semalam sebelum mereka naik ke ranjang.

Ponselnya sempat berdering dua kali di lantai bawah saat mereka mulai berciuman di dekat dinding kaca. Dan saat itu, Alceena-lah yang memegang ponselnya untuk meredam kebisingan yang mengganggu momen intim mereka.

Semalam Juga Alceena memang mematikan ponselnya yang berdering dua kali... dia tidak menyangka bahwa itu adalah telepon penting dari Nora.

Logika Xander yang telah diracuni oleh kepanikan dan rasa bersalah yang mendalam kepada Nora mendadak berputar ke arah yang salah.

Tatapan matanya yang berbeda warna itu seketika menatap Alceena dengan kilatan penuh selidik, dingin, dan sarat akan tuduhan.

Cengkeraman tangannya di pinggang Alceena terlepas, digantikan oleh dorongan halus yang menciptakan jarak di antara mereka.

"Kau sengaja melakukannya, Alceena?" tanya Xander dengan nada suara yang rendah namun bergetar penuh ancaman, menekan setiap kata yang keluar dari bibirnya.

Alceena mengerutkan keningnya, dahi cantiknya berlipat. "Melakukan apa? Apa maksudmu, Xander?"

"Kau tidak mematikan ponselku semalam saat berada di dekat dinding kaca," tuduh Xander, matanya menyipit tajam, memancarkan aura intimidasi yang pekat.

"Kau mengangkat telepon dari Nora. Kau menekan tombol hijau dan membiarkan panggilan itu tersambung selama tiga menit saat kita... saat aku menyentuhmu!"

Alceena tertegun, matanya membelalak tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Katakan padaku, Alceena! Kau sengaja melakukannya, kan?! Kau ingin dia mendengar semuanya agar dia membenciku dan menjauh dariku, sehingga kau bisa menahanku di sini sebagai simpananmu?!"

Deg.

Alceena dibentak keras.

Suara bariton Xander menggema kuat di dalam kamar tidur yang luas itu, menghantam indra pendengaran Alceena dengan begitu menyakitkan.

Itu adalah pertama kalinya sepanjang hidup Alceena dibentak sekeras itu oleh seorang pria.

Dan yang paling menghancurkan hatinya adalah, pelakunya adalah pria yang sama yang beberapa jam lalu menyentuhnya dengan penuh kelembutan, pria yang semalam menyebut namanya berulang kali di atas ranjang ini dengan nada memuja seolah dia adalah satu-satunya wanita di dunia.

Rasa hangat dan kedamaian yang semalam dia rasakan seketika menguap, digantikan oleh rasa terkejut dan sakit hati yang teramat sangat. Dada Alceena sesak, air mata hampir saja lolos dari sudut matanya, namun egonya yang tinggi menolak untuk terlihat lemah.

Demi Tuhan, Alceena sama sekali tidak tahu kalau panggilan semalam adalah panggilan dari Nora, kekasih sekaligus sepupu pria itu.

Semalam, dalam kondisi setengah terbuai oleh ciuman panas Xander, dia hanya ingin menghilangkan gangguan suara dering ponsel.

Di otaknya, dia yakin betul telah menggeser tombol merah untuk menolak panggilan, bukan tombol hijau untuk mengangkatnya. Dia tidak memiliki niat seburuk itu untuk menjebak Xander.

Dan sekarang, pria ini menuduhnya dengan begitu kejam?

"Aku... aku tidak melakukannya!" sentak Alceena balik, suaranya bergetar menahan amarah dan tangis yang mendesak di tenggorokannya.

"Aku tidak tahu siapa yang menelepon semalam, Xander! Aku menggeser tombol merah untuk mematikannya, aku bersumpah tidak tahu—"

"Pembohong!" Ucap Xander tajam memotong kalimat Alceena tanpa mau mendengarkan penjelasan lebih lanjut.

Dengan gerakan kasar, Xander langsung melempar ponselnya ke samping hingga mendarat di atas karpet bulu di bawah nakas.

Kepercayaan yang baru semalam mereka bangun runtuh seketika di bawah ego Xander yang sedang panik.

Pria itu langsung bangun dari ranjang—ranjang yang semalam menjadi saksi bisu percintaan mereka yang begitu indah dan penuh keikhlasan—tanpa memedulikan tubuh polos Alceena yang kini menegang menahan sakit hati.

Xander menyambar celana training-nya yang tergeletak di lantai, memakainya dengan terburu-buru, dan langsung berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi, membanting pintunya dengan keras hingga menimbulkan suara dentuman yang memekakkan telinga.

Pria itu pergi meninggalkan Alceena sendirian di atas kasur yang mendingin.

Alceena termenung menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya luruh membasahi pipinya. Rasa perih di hatinya jauh lebih menyakitkan daripada rasa nyeri di tubuhnya.

Brengsek! Dia menuduhku? batin Alceena dengan kepalan tangan yang mengerat pada selimut abu-abu itu.

Lagi pula untuk apa aku melakukan hal serendah itu? Untuk mempertahankan pria asing yang baru kukenal dua hari di rumahku? Apa dia pikir aku seputus asa itu?!

Rasa terhina sebagai seorang diva besar kini bercampur aduk dengan keraguan yang tiba-tiba merayap di benaknya.

Alceena memegangi kepalanya yang mendadak terasa pening.

Astaga... apa aku benar-benar salah menggeser tombol hijau semalam karena terlalu panik dan terburu-buru? ucap Alceena dalam hati, benar-benar tidak ingat dengan pasti ke mana arah jarinya bergerak di bawah pengaruh gairah yang membakar semalam.

Kebingungan dan rasa sakit hati kini mengunci Alceena dalam keheningan pagi yang mencekam.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!