Selamat datang di novelku kak, jangan lupa klik♥️+ komen+vote ya🙏🏻
Kira- kira bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling berharga dalam hidup kita. ?
mala maharani putri. seorang gadis berusia 23 tahun harus menelan pil pahit tepat di hari ulang tahunnya yang ke 23, gadis itu kehilangan kedua orang tuanya dan semua hal yang dia miliki. bagaikan jatuh di timpa tangga.
Hingga pada suatu hari mala terpaksa menerima tawaran seorang ceo untuk menjadi istri kontraknya dalam jangka 1 tahun.
Bagaimana jika cinta itu tumbuh di antara mereka?
Ikuti kelanjutan ceritanya di " Istri kontrak sang ceo"
Happy reding,♥️
Baca sampai akhir ya. Mohon maaf jika masih banyak Typo dan bab yang kurang masuk akal😂. Ini karya pertama saya , 🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Nara
Hari ini adalah hari pernikahan Anara dengan Andra, Seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya, jika Nara dan Andra akan melangsungkan pernikahan setelah acara pernikahan Mala dan Devan,
Pestanya memang akan di gelar semewah mungkin, karena ini adalah pernikahan pertama dalam keluarga besar Winarto,
Seperti yang sudah di ketahui sebelumnya, jika memang mereka bertemu tepat di acara pernikahan Mala dan Devan, Bahkan Nara sempat tidak percaya jika orang tuanya benar-benar masih hidup dan saat ini ada untuk menyaksikan pernikahan pertamanya,
Tak menyangka jika hari ini dirinya akan menikah dengan laki-laki yang selama ini selalu ada untuknya.
.Apalagi setelah semua yang telah terjadi pada Nara, Andra yang memang sahabatnya sejak SMP, Namun Mereka harus Berpisah selama 2tahun karena Andra harus melanjutkan kuliahnya di luar negeri,
Hingga akhirnya mereka di pertemuan kembali dalam keadaan Nara yang sedang depresi, Namun Andra selalu telaten dalam mengurus Nara yang keadaannya selalu naik turun, apalagi wanita itu juga sering histeris karena trauma yang di sebabkan oleh laki-laki yang sudah menghamilinya.
" Bismillah, Semoga hari ini berjalan dengan lancar, Aku janji bakal jadi istri yang baik untukmu Andra, Hanya kamu satu-satunya laki-laki yang selalu bisa menerima aku juga kekurangan ku" Lirih Nara dalam batin.
" Kak!!" Panggil Mala yang berhasil membuyarkan lamunannya,
" Eh mala, Bagaimana penampilan kakak?"
" Wah, kak Nara cantik sekali, Aku sampai pangling liatnya kak, Ini benar-benar kak Nara, Kakakku?" Ucap Mala yang memang sangat pangling pada Nara kakaknya.
" Menurutmu siapa lagi Mala! Iyalah ini aku Nara kakak kamu"
" Masyaallah kak, sumpah kak Nara cantik banget"
" Terimakasih dek. Oia Andra sudah datang apa belum?"
" Udah kak. kak Andra sudah datang, Tapi masih siap-siap sih kak, Soalnya baru saja sampai"
" Oh ya sudah, Kakak grogi dek, Biar bagaimanapun ini kan pernikahan pertama kakak"
" Gak perlu grogi kak. Bismillah semua pasti berjalan dengan lancar,
" Amin, Makasih ya, Kakak titip satria"
" Kalo soal satria kak Nara tenang saja. Serahkan semuanya pada mala"
Tak lama akhirnya alundra datang membawa satria dan menyuruh Nara agar segera turun, Sebab acara sudah mau dimulai. Akhirnya Nara juga Mala turun bersama dengan alundra, Berjalan dengan sangat perlahan, Karena gaun cantik yang membalut tubuhnya cukup terasa berat di badan Nara yang mungil, persis seperti Mala,
Hanya saja Mala lebih cantik dan lebih pintar di bandingkan dengan Nara. Sesampainya di tempat ijab qobul, Ternyata Andra sudah menunggu di sana, Seperti yang sudah di tebak oleh Mala,
Semua orang akan sangat terpukau dengan penampilan Nara, saat ini semua pasang mata tertuju pada Nara. Wajah cantik nya berhasil membuat para undangan terhipnotis untuk beberapa saat. Apalagi Andra yang memang selama ini tidak pernah melihat Nara secantik ini.
" Masaya Allah.. Cantik sekali Nara" lirihnya dalam batin.
Nara pun sudah sampai di tempat ijab qobul dan duduk di samping Andra, setelah beberapa saat akhirnya Penghulu memulai acaranya,
Sah...
Ucap semua tamu undangan yang menghadiri acara pernikahan Nara dan Andra, pestanya terlihat begitu mewah, karena memang orang tua Nara juga mala adalah salah satu konglomerat terkaya SE Asia. yang menghadiri juga bukan orang-orang sembarangan, Melainkan para pengusaha-pengusaha sukses yang sudah menjadi kolega keluarga Winarto.
Setelah acara ijab qobul selesai, dilanjutkan dengan sesi sungkeman dan sesi foto. Di sisi lain mala sedang asik mengurus baby satria bersama Devan, sebab wanita itu sudah memutuskan untuk memaafkan Devan dengan syarat tidak boleh mengulangi lagi,
Setelah semua acara selesai, akhirnya para tamu undangan pun sudah berpulangan,
Sedangkan Mala dan Devan memutuskan untuk bermalam di hotel Java mayora yang ada di gedung itu, Karena memang hari sudah mulai larut akhirnya mala membersihkan diri untuk segera tidur.
Namun keinginan nya buat segera tidur di buyarkan oleh Devan yang sudah mulai nakal memeluk Mala yang sedang mengganti pakaian..
" Maafkan aku sayang, Aku tidak bermaksud buat kamu kecewa"
" Iya mas, Lupakan saja semua yang sudah terjadi, kita. Isa memulai semuanya dari awal" Jawab Mala dengan membalas pelukan yang di berikan oleh Devan..
" Sayang, Apa kamu mau menjadi istriku yang seutuhnya malam ini"
" Maaf mas, bukannya aku tidak mau, tapi aku kan masih datang bulan, Besok lusa baru bersih"
" Ya sudah sayang, aku akan sabar menunggu sampai besok lusa"
" Iya mas, Kalo gitu aku tidur duluan mas, rasanya hati ini aku begitu lelah,"
Tanpa menunggu jawaban Devan, wanita cantik itu pun segera tertidur lelap, tidur hanya dengan menggunakan Daleman tentunya semakin membuat Devan tidak sabar untuk segera menjamah istri mungilnya.
namun mau tidak mau devan harus bisa sabar menunggu sampai mala suci, karena memang dalam islam tidak di perbolehkan menggauli istri yang sedang datang bulan,
" Astaghfirullah, melihat Mala seperti ini kenapa rasanya gairahku semakin naik saja, Selamat tidur sayang, Aku tunggu besok lusa" Ucap Devan serta mencium lembut kening Mala yang sudah tertidur pulas..
Tak terasa akhirnya pagi pun datang, jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 pagi, Hari ini Devan juga mala harus menghadiri meeting di sebuah restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotel tersebut,
Oleh karena itu pria tampan itu pun memutuskan untuk berangkat meeting dari hotel saja, Namun sebelum itu Devan meminta Vino untuk mengantarkan semua berkas yang mau di bawa meeting ke tempatnya.
" Halo vino, tolong antar kan semua berkas untuk meeting ke hotel Javana ya, Nanti aku berangkat meeting langsung dari sini, Kebetulan tempat meeting nya tidak terlalu jauh dari hotel tempat aku juga Mala menginap."
" Oke siap laksanakan bos, Bagaimana sama mala, Aman kan?"
" Ya begitulah vin, Biarpun masih terlihat marah tapi setidaknya Mala sudah memaafkan ku"
" Ya syukurlah kalo begitu bos, Baik-baik Lo sama dia"
" Iya bawel" Devan pun segera mengakhiri panggilan telfonnya..
" Devan-devan, semoga saja hubungan Lo sama mala gak di ganggu lagi sama Adelia" Gumam vino
semangat thor
saya undur diri
apalagi Devan tidak salah cuman di jebak sama pelakor
lanjuut thoorr.. jngan lama2 up nya