Vella mariska, wanita berusia 24 tahun yang belum pernah pacaran. Tiba-tiba dilamar oleh seorang duda kaya yang bercerai karena istrinya memilih pergi bersama pria lain bernama davin.
Duda itu bernama bima argantara, Cucu dari surya argantara seorang pebisnis sukses. Merupakan pria yang sudah sangat mapan dan tentunya tulus mencintai vella. Diawal pernikahan mereka baik-baik saja. Namun ketentraman itu tak berlangsung lama. Mantan istri bima kembali dan mengganggu hubungan mereka. Mantan istri bima mengetahui rahasia yang selama ini telah disembunyikan kakek surya dari semua orang. Yaitu tentang masalah kebakaran di pabrik milik ayah vella 22 tahun lalu, yang merenggut nyawa ibu vella. Dia menggunakan itu untuk memecah hubungan bima dan vella. Dia tidak rela melihat vella yang hidup bahagia bersama mantan suaminya. Sementara dirinya hidup sengsara karena setelah bercerai dari bima, davin malah menikahi perempuan pilihan orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Di kantornya, haris (papa kiara) sedang menyiapkan beberapa file untuk meeting dengan klien barunya. Sekertarisnya memberitahu bahwa klien sudah menunggunya di ruang meeting. Haris langsung bergegas menuju kesana, karena dia tak mau klien barunya itu lama menunggu. Dia memasuki ruangan untuk meeting.
"Selamat siang, maaf kalau menunggu lama. Loh kamu??!"
Haris sangat kaget setelah mengetahui siapa klien barunya. Dia adalah davin, pacar anaknya yang dulu tidak dia restui karena miskin.
"Apa kabar calon papa mertuaku sayang?" Sapa davin dengan santai
"Saya baik, tapi maaf jangan panggil saya seperti itu." Jawab haris.
"Ow..ow..ow jangan terlalu kaku gitu dong, silahkan duduk. Mari kita bahas apa yang perlu di bahas hari ini." Ucap davin lagi dengan santai
Ternyata davin ingin bekerjasama dengan perusahaan papa kiara. Dia menanamkan modal yang lebih besar dari yang diberikan kakek surya. Haris tergiur dengan itu. Dia pun langsung menyetujuinya tanpa pikir panjang. Meeting pun selesai, davin akan berpamitan.
"Gimana? Apakah saya sudah pantas menjadi menantu anda?" Tanya davin dengan sedikit tertawa
"Sebenarnya kamu memang pantas, tapi sayang sekali anak saya sudah menikah." Jawab haris
"Minta saja kiara cerai dengan suaminya." Ucap davin
Haris langsung melotot mendengar perkataan davin. Namun davin malah tertawa sekencang-kencangnya.
"Hahahaha... Bapak kenapa tegang sih, saya hanya bercanda. Tenang saya tidak akan ganggu rumah tangga mereka. Kalau begitu saya permisi" Ucap davin lagi yang kemudian langsung meninggalkan tempat.
"Anak itu ternyata bisa kaya juga, Coba dari dulu begini. Aku nggak akan menghalangi hubungan kiara dengannya." Ucap haris
...----------------...
Kakek surya terus kepikiran tentang vella. Akhirnya dia menyuruh orang untuk memantau vella di rumah sakit.
"Aku bertanggung jawab atas peristiwa 22 tahun yang lalu. Aku akan menebus semua kesalahan almarhumah istriku pada keluarga vella." Ucap kakek surya
Orang suruhan kakek surya memantau vella dari kejauhan. Saat ini terlihat vella sedang kebingungan, dia baru saja keluar dari ruang administrasi rumah sakit.
"Astaga, belum sehari penuh ayah dirawat biayanya sudah segini. Untung aku ada tabungan. Tapi, Kalau setiap hari bayar segini uangku nggak akan cukup lagi." Keluh vella
Mengetahui itu orang suruhan kakek surya menelfonnya. Kakek surya pun menyuruh untuk mengurus semua itu. Saat vella pulang untuk mengambil uang, orang suruhan kakek surya pergi ke ruang administrasi rumah sakit. Dia melunasi tagihan hari itu dan juga menanggung seluruh biaya selama pak arman di rawat disana, sesusai dengan perintah kakek surya.
"Halo pak, saya sudah melaksanakan sesuai perintah bapak. Sekarang mbak vella masih pulang kerumah. Selanjutnya saya harus apa?" Ucap orang suruhan kakek lewat telfon.
"Oke, kamu coba ikuti vella kerumahnya. Siapa tau fia ada kesulitan lain." Ucap kakek surya
"Baik pak."
...----------------...
Butik kiara hari ini lumayan ramai, Sesekali dia ikut melayani customer disana. Desi datang ke butik kiara. Mereka langsung cipika-cipiki. Kiara mengajaknya masuk ke dalam ruangannya.
"Beb elo abis nikah kelihatan makin cantik aja. Oh iya gue lupa elo kan istrinya bima argantara, pengusaha muda yang super kaya." Ucap desi dengan berekspresi
"Apaan sih lo, Makanya elo tuh cepet nikah." Ucap kiara
Desi langsung terfokus pada kalung yang dikenakan kiara. Dia mendekat dan langsung memegang kalungnya.
"Gila!! ini kan kalung limited edition itu beb... Lo kok udah punya aja." Ucap desi terkagum-kagum
"Suami gue lah yang beliin." Ucap kiara berbangga diri
"Gue kasihan deh sama suami lo, Bisa-bisanya dia dapet istri selicik elo gini hahaha..." Ucap desi
"Dia aja yang terlalu bodoh. Percayaan banget sama gue. Asal lo tau gue belum malam pertama sama dia dan itu nggak akan pernah terjadi." Ucap kiara
Desi hanya terheran-heran mendengarkan ucapan temannya itu. Dia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan kiara terhadap suaminya.
"Secepat mungkin gue akan menguasai harta bima, minimal dapat setengah sahamnya di hotel. Setelah itu gue bakal ninggalin dia dan nikah deh sama davin." Ucap kiara lagi
"Gue doain deh semoga lo berhasil. Oh iya gue kesini mau belanja tau, ada barang baru nggak? temenin yuk." Desi mengajak kiara keluar dari ruangan untuk menemaninya memilih baju model terbaru.
...----------------...
Bima sedang berada di kedai kopi dekat kantor kakeknya. Dia duduk merenung ditemani secangkir kopi di meja. Dia kepikiran tentang istrinya, Saat ini bima mulai meragukan kejujuran kiara. Saat itu fadly juga berada disana. Melihat bima duduk sendirian disana, dia menghampirinya. Fadly datang dari arah belakang bima, dia menepuk pundaknya.
"Hey bro, ngapain? sendirian aja disini?" Sapa fadly
"Eh elo fad, sini duduk." Bima menyuruhnya duduk. Akhirnya mereka mengobrol santai.
Fadly sedang menunggu maminya yang sedang arisan bersama teman-temannya di restoran seafood seberang jalan sana. Dia merasa jenuh menunggu mamanya disana. Dia melihat kedai kopi di seberang jalan dan memutuskan untuk menunggu disana. Sampai disana dia malah bertemu dengan bima.
"Kenapa bro, muka lo kok kayak orang banyak pikiran gitu?" Tanya fadly
"Enggak kenapa-kenapa kok fad," Jawab bima dengan senyum yang seperti terpaksa
Fadly malah jadi menduga-duga kalau bima sedamg bertengkar dengan istrinya. Bima menyangkalnya, karena memang dia tidak sedang bertengkar dengan kiara.
"Oh iya lo udah (isyarat tangan) gitu belum sama istri lo?" Tanya fadly dengan penasaran
"Apaan sih pertanyaan elo tuh, itu privasi tau." Jawab bima
Fadly pun tertawa, dia menebak kalau bima belum melakukannya dengan kiara. Itu terlihat dari ekpresinya saat menjawab pertanyaanya. Bima pun mengaku kalau dia memang belum malam pertama dengan kiara, karena kiara sedang haid. Fadly memesan kopi sama seperti yang dipesan oleh bima. Mereka pun terus asyik mengobrol sampai akhirnya bima bercerita tentang sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya sekarang.
"Sebenarnya gue meragukan istri gue sendiri." Ucap bima, Fadly agak kaget mendengarnya. Namun, dia masih diam dan mendengarkan seluruh cerita dari bima.
"Dulu pas sebelum nikah, gue liat ada bekas merah di lehernya. Semalem gue juga liat hal yang sama. Tapi itu bukan bekas gatal alergi atau digigit nyamuk. Lo paham kan maksud gue apa?" Ucap bima
"Jadi elo menduga istri lo ada main dibelakang elo gitu?" Tanggap fadly
"Gue sih nggak bisa nuduh dia selingkuh gitu aja. Tapi perasaan gue tuh bener-bener nggak enak fad." ucap bima lagi
Fadly pun teringat sesuatu. Dia menceritakan pernah melihat seorang perempuan yang dilamar di mall, ciri-cirinya mirip sekali dengan kiara. Namun, saat itu dia hanya melihat dari belakang jadi dia tidak bisa memastikan apa benar itu kiara. Bima menjadi semakin yakin kalau memang ada sesuatu yang istrinya tutupi darinya. Fadly memberikan saran padanya untuk tetap diam dulu, sebelum benar-benar mendapatkan bukti yang jelas kalau kiara berselingkuh.
...----------------...
Pada malam hari, vella baru kembali ke rumah sakit. Karena ternyata banyak pelanggan jahitan ayahnya yang datang kerumah untuk mengambil pesanannya. Vella juga menyelesaikan beberapa baju yang harus selesai hari ini. Untungnya dia mewarisi keahlian ayahnya itu. Urusan dirumah selesai, dia pun kembali untuk melihat keadaan ayahnya. Namun saat sampai disana, ternyata ayahnya sudah tidak ada diruangn itu. Vella pun kebingungan, Dia langsung bertanya pada suster disana.
"Sus, ayah saya yang dirawat disini tadi dimana? Kok nggak ada?" Tanya vella dengan panik. Dia langsung berfikiran buruk, dia berfikir ayahnya sudah meninggal.
"Pasien tadi sudah sadar dan kondisinya lumayan membaik jadi sekarang dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap suster
Mendengar itu, vella sangat lega dia tak henti-hentinya berucap syukur. Suster mengantarkannya ke kamar dimana ayahnya di rawat sekarang.
"Sebelah sini mbak, silahkan. Kalau begitu saya permisi." Ucap suster
"Tunggu sus, ini beneran kamar ayah saya?" Ucap vella dengan nada heran
"Iya mbak, silahkan di cek masuk ke dalam. Saya permisi dulu."
Vella langsung masuk ke dalam, Melihat ayahnya yang sudah sadar, dia langsung memeluknya. Vella sangat bersyukur ayahnya ada lagi bersamanya.
"Maafin ayah ya nak, ayah jadi ngrepotin kamu." Ucap pak arman lirih
"Udah ayah jangan mikirin apa-apa dulu, yang penting ayah sembuh dulu." Ucap vella sambil menggenggam tangan ayahnya.
Ada satu suster yang masuk dengan membawa meja dorong berisi obat yang harus diminum oleh pak arman. Suster juga membawakan makan malam untuknya. Saat ini vella masih bingung dengan kamar yang ditempati ayahnya sekarang. Akhirnya dia bertanya pada suster.
"Sus kamar ini kok bagus banget kaya hotel aja, apa nggak mahal?" Tanya vella dengan polosnya
"Ini kamar vip mbak, biaya rawat permalamnya sekitar 4juta." Ucap suster menjelaskan.
"Haaa apa?! 4 juta sus? Saya nggak akan sanggup bayar kalau segitu. Apa nggak ada kamar lain?"
Pak arman yang mendengarnya pun jadi ikut panik dan mengajak vella untuk pulang saja.
"Vell, kita pulang aja kalau gitu. Ayah udah sembuh kok. Ya sus saya boleh pulang sekarang ya," Ucap pak arman
"Enggak bisa pak, bapak masih dalam pantauan dokter. Bapak juga belum pulih. Tenang saja semua biaya rumah sakit sudah dibayarkan." Ucap suster
"Loh siapa sus?" Tanya vella
"Untuk itu silahkan ditanyakan kepada pihak administrasi ya, Saya permisi dulu. Kalau ada apa-apa bisa pencet bel itu." Ucap suster
Vella pun bertanya-tanya siapa yang sudah membayarkan biaya rumah sakit ayahnya. Bahkan sampai memasukkan ayahnya ke kamar vip. Yang baiyanya sangat mahal baginya.
"Siapa yang menanggung semua biayanya? Apa mungkin pak fadly??" Ucap vella dalam hati
Setelah ayahnya tertidur vella pergi ke ruang administrasi dan akhirnya dia mengetahui bahwa kakek surya yang membayar semua biayanya.
"Kenapa kakek surya sampek segininya, Apa karna dia hampir nabrak aku dua kali waktu itu. Tapi masak cuma karna itu? Ini nominal banyak banget loh apalagi kalau ayah satu minggu disini udah habis berapa juta?? Aku harus temuin kakek surya besok."
Vella berniat menemui kakek surya besok, Dia ingin berterimakasih sekaligus bertanya apa alasannya membantu sampai segitunya.
sekarang saatnya kiara yang dapat karmanya 😠
langsung terbuka semua rencana mereka sih ini
mantap dah
singkirkan semua penghalang
hempaskan wanita gak tau diri itu