NovelToon NovelToon
40 HARI MENCARI JASAD NENEK

40 HARI MENCARI JASAD NENEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."

"Jadi sekarang nenek dimana?"

"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."

"Tapi kan nenek udah meninggal!?"

Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.

Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.23. Mencoba mengalahkan kegelapan dengan kegelapan.

Elma terperanjat kaget bahkan sampai bangun dan lari dari tempat awal dia duduk karena dia mendengar suara yang membuatnya terkejut, sebuah suara laki - laki bercampur suara perempuan yang berucap tepat di telinga kiri nya.

Tapi saat Elma menoleh kesana kemari, tidak ada siapapun yang berada di tempat nya duduk tadi, hanya ada mbak Er yang juga ikut bangun karena ikut kaget dengan teriakan Elma. Yang lain pun jadi ikut terkejut kebingungan melihat Elma ketakutan.

"Kenapa, kak?!" Tanya ibunya.

"Kenapa, El?" Tanya budenya bersamaan, Elma dengan wajah pias nya masih menoleh kesana kemari.

"Ada yang nggak beres, ma, bude." Jawab Elma sambil mengusap telinga nya.

"Rumah ini nggak beres." Ucap Elma lagi. Pak Ustad yang semula masih agak tenang bahkan juga sudah mulai kelihatan khawatir..

"Sudah - sudah, Nduk.. Ayo kita kembali ke ruangan itu." Ucap pak Ustad, Elma mengangguk.

Elma, bude nya dan pak Ustad kembali ke ruangan itu lagi, di sana pak Ustad memejamkan matanya dan seperti sedang bicara dengan sosok yang tidak terlihat. Elma di sana hanya bisa diam dan memperhatikan, sampai akhir nya setelah beberapa saat pak Ustad diam, akhirnya dia selesai.

"Ruangan iki bukan ruangan sembarangan nduk, di sini lah nenek mu mencoba merantai satu sosok besar yang bisa membahayakan keturunan nya." Ucap pak Ustad.

"Hah, sosok apa?!" Tanya Elma.

"Sosok besar hitam dengan mata merah dan berbentuk seperti asap hitam, tapi ini bukan genderuwo." Jawab pak Ustad.

Sontak Elma kembali teringat dengan sosok hitam yang dia lihat saat malam dimana pakde nya meninggal, sosok yang sudah mencekik pakde nya dan kemudian hilang atau masuk ke dalam tubuh neneknya. Mengingat itu, Elma menelan ludah nya dan dia menatap wajah bude nya..

"Kenapa, nak?" Tanya budenya, Elma pun tiba - tiba berkaca - kaca karena dia kembali merasa menyesal.

"Aku pernah lihat sosok itu bude, sosok itu yang udah nyekik pakde sampai pakde meninggal malam itu." Ucap Elma, mendengar itu sontak bude nya tertegun.

"Itu benar, sosok yang nak Elma lihat itulah sosok yang di rantai oleh nenek Tri, dan kemungkinan suara yang tadi nak Elma dengar itu lah suara dari sosok itu." Ucap pak Ustad, Elma kemudian menangis sesenggukan.

Elma menangis karena hatinya kembali di penuhi rasa penyesalan karena dia tidak sempat atau belum sempat meminta maaf dan berbaikan dengan pakde nya, bahkan dia menyesal karena tidak bisa melakukan apapun saat pakde nya di cekik oleh sosok itu.

Melihat Elma yang menangis sesenggukan tentu saja bude nya tidak tinggal diam, dia mendekati Elma lalu dia memeluk Elma dengan erat sambil mengusap - usap punggung Elma. Mendapati perlakuan hangat dari budenya, semakin besar saja ganjalan di hati Elma, sehingga bukan nya merasa tenang setelah di peluk dan di tenangkan, dia malah merasa makin menyesal telah salah paham selama itu dengan pakde dan bude nya.

"Hiks! hiks! maafin aku bude, hiks! maafin aku." Ucap Elma, tangis Elma tidak bisa di bendung lagi.

"Cep toh, nduk.. kok malah koe yang menangis begini?" Ucap Budenya kebingungan.

Ruangan itu pun berubah menjadi semakin sendu setelah Elma menangis meraung - raung, ibunya Elma bahkan sampai ikut masuk ke dalam sana dan ikut membelai kepala putri sulung nya itu. Ibunya tau Elma di liputi rasa sesal karena belum sempat meminta maaf dan berbaikan dengan pakde nya.

"Dimana ibu merantai sosok itu, pak Ustad? Adakah cara untuk bisa membuat sosok itu agar tidak bisa keluar kemanapun?" Tanya ibunya Elma.

"Sosok itu.. menyatu dengan jiwa nya nenek Tri." Jawab pak Ustad.

Jawaban dari pak Ustad ini tentu membuat semua orang terkaget - kaget, apa maksud nya?

"Apa maksud nya, pak Ustad?" Tanya bude, dan dengan nafas berat.. Pak Ustad mengatakan.

"Demi agar sosok dari leluhur nya itu ndak menyakiti keturunan nya, nenek Tri mengorbankan jiwa dan raga nya untuk menjadi inang sekaligus pemutus terakhir dari ilmu yang di turunkan oleh leluhur nya." Ucap pak Ustad, semua orang tertegun.

"Tapi.. Nenek Tri juga mengambil jalan yang salah. Nenek Tri.. ngelmu, demi bisa melawan sosok kuat yang di rantainya itu. Dan seperti yang kita tau, kegelapan di lawan dengan kegelapan, tentu ndak akan menemukan titik yang baik." Imbuh pak Ustad.

"Sekarang jadi nenek Tri harus menanggung dua konsekuensi dari apa yang di perbuat nya dan dari apa yang di turunkan oleh leluhur nya, Astagfirullah.." Ucap pak Ustad.

Elma, ibunya dan bude pun terlihat sedih, sebanyak apa kesulitan yang nenek Tei tanggung sendiri selama ini pikir mereka. Bahkan semasa hidup nya, nenek Tri selalu terlihat baik - baik saja dengan wajah dan aura yang sangat memancarkan karisma.

Siapa yang tau ternyata di balik keanggunan dan wajah tenang nenek Tri.. Beliau menyimpan dan menelan sendiri kepahitan itu demi bisa agar anak dan cucu nya selamat..

"Jadi kenapa sosok itu sekarang malah keluar dan mengganggu kami, pak Ustad?" Tanya Bude.

"Iya, kalo udah di segel sama nenek kenapa dia bisa ganggu kami? Terus dimana nenek sekarang, pak Ustad?" Tanya Elma, dia menghapus air matanya.

"Karena sudah ada yang diam - diam membuat makhluk itu memiliki celah untuk keluar." Jawab pak Ustad.

"Siapa!?" Tanya Elma, dia sangat penasaran dan sekaligus ingin memaki orang yang sudah membuat sosok itu menyakiti keluarga nya.

Pak Ustad tidak langsung menjawab, tapi dia bayangan nya saat ini, atau di pengelihatan nya saat ini.. Dia melihat sebuah wajah seseorang, orang yang tidak asing berjalan masuk ke dalam ruangan itu entah lewat mana..

Orang itu juga lah yang sudah mengacak - acak apa yang sudah nenek Tri persiapkan dengan baik, orang itu yang sudah menumpahkan darah baru sehingga sesuatu yang seharus nya tersegel dengan baik akhir nya bisa lolos dan kini mencari inang baru.

"Nanti saja, kalau saat nya tepat.. Saya akan beri tahu kamu. Sekarang.. Tolong beri saya sedikit waktu, untuk mendoakan ruangan ini." Ucap pak Ustad, Elma dan yang lain mengangguk.

Elma lalu keluar bersama ibunya dan bude nya, mereka meninggalkan pam ustad yang sedang fokus berdoa.

DI TEMPAT LAIN.

Dari pertama berpencar dan melakukan pencarian sampai sore hari tiba, abah Surip dan Tian masih belum menemukan keberadaan jasad nenek Tri. Bahkan di tempat - tempat favorit nenek pun tidak di temukan keberadaan nenek Tri.

"Bapak - bapak, sudah sore.. Kita lanjutkan saja lagi pencarian nenek Tri besok." Ucap abah Surip.

"Iyo bah, kabut tebal begini jarak pandang kami juga ndak luas bah. Sejak pagi saja kita belum begitu jauh menyisir kebun." Ucap seorang bapak - bapak.

"Baiklah, kita pulang. Kita lanjutkan pencarian besok pagi, semoga besok kita mendapatkan hasil." Ucap abah Surip, dan semua orang mengangguk.

Abah Surip menatap ke segala penjuru, jika di lihat secara batin.. Sejujur nya ada banyak sekali makhluk di sana, hanya saja.. Tak satupun dari mereka memberi info, selain itu.. Keberadaan nenek Tri, begitu misterius.

"Ayo, kita pulang." Ucap abah Surip, dan mereka pun mulai berbalik arah.

Tapi.. Saat abah Surip dan para warga mulai berbalik arah, dari semak - semak, tampak sepasang kaki keriput, pucat tampak berjalan pelan.

"SREK! SREK!"

BERSAMBUNG!

1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
siapa yng memulai ritual nenek tri
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
mang udin di sesat kan oleh jin
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
elma indigo atau memang oramg yg dipilih
SENJA
hmmm gitu toh 😳😑
SENJA
bu de sama pakde orang baik 😳
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
nenek mau main kemana
neni nuraeni
aduhhh nekk dcari malh petak umpet... kan bingung tu warga nek..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
nenek... ?!? 🙀🙀🙀
Ai Emy Ningrum: mrene nduk 👻👻👻👻
total 3 replies
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
hayoo lo siapa itu, apakah nenek tri yang muncul, pagi¹ udah dibikin merinding kak thor hiiiii..
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
siapa Weh yang mencoba membangkitkan kembali sosok itu ..aduh cari gara2 aja
Nureliya Yajid
Semangat lanjut thor
Nureliya Yajid
Lanjut thor
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
lha nenek ketemu gitu
hayooo kek mana coba

nenek idup lagi
Tina Febrianti
kenapa ganti sampul Thor?
Husna
siapa kira-kira ya?
masih kerabat kah?
dlm penglihatan Elma, waktu ditunjukin nenek masih muda, ada ayah dan pakde masih kecil... ada siapa lagi ya?

ato jangan-jangan Tian??
@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
nahh kaann. udah aku duga..
@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bukan salahmu El , kmu juga nggak bsa berbuat apa2
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Siapa kiranya, orang yg sudah masuk ke ruangan itu🤔 Salsa atau justru Elma yg tanpa sadar
🌸Sakura🌸
nahkan bener ada orang lain yang masuk ke ruang it, pasti yg tau ttg nenek tri dan tau seluk-beluk rumah it
🌸Sakura🌸
kaget 😮
pasti ada yg msk tp lwt pintu lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!