WARNING AREA 21+
HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!
Jian Gabriella.
Wanita berusia 22 tahun itu bekerja di sebuah perusahaan besar milik Ardy Tamajaya. Akibat kecerobohanya dalam bekerja, ia sampai melakukan sebuah keselahan besarnya yang merugikan perusahaan dengan nominal yang tidak sedikit.
Saat mengetahui hal itu, Ardy marah marah besar padanya. Pria itu akan membawa Jian ke jalur hukum. Jian sempat memohon agar dirinya tidak sampai di penjara dengan bersimpuh di kaki pria tersebut. Dan ia rela melakukan apa saja agar dirinya tidak di penjara.
Akankah Jian menuruti syarat yang di ajukan oleh Ardy untuk One Night Stand bersamanya?
Follow ig @wind.rahma
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Baik untuk Alana
Pagi ini Jian kembali bekerja setelah 2 hari diam di Apartemen untuk mengurusi bosnya yang maksa. Dan sepagi ini pria itu sudah tidak ada di Apartemen. Entah ada urusan pekerjaan atau pergi lagi bersama kekasihnya. Jian tidak mau tahu soal itu.
"Akhirnya kau sudah kemabali, Jian," suara yang berasal dari Daven membuat Jian sedikit terkejut saat baru saja keluar dari gedung Apartemen.
Daven tahunya Jian sedang pulang ke rumah. Jadi pada saat melihat wanita itu sudah kembali ke Apartemen, dia terlihat sangat senang. Lihat saja dari senyum yang mengembang di bibirnya saat ini.
"I-iya, Dav."
"Ayo!" ajak pria di hadapannya.
"Kemana?"
"Berangkat ke kantor bersama. Memangnya kemana lagi?" goda pria itu.
"Aku naik ojek online saja, ya, Dav. Aku segan jika setiap hari harus numpang."
Daven tertawa kecil mendengar ucapan Jin. Ekspresi wajah wanita itu begitu menggemaskan. Jadi ia tidak tahan untuk tidak menyubit pipi gemoy itu lagi.
"Tidak perlu segan, Jian! Sudah berapa kali aku katakan jika aku sama sekali tidak merasa di repotkan. Ayo, nanti terlambat!" bujuk Daven.
Jian melirik jam tangan berukuran kecil yang melingkar di pergelangan tangannya. Jika ia harus menunggu untuk memesan ojek online terlebih dahulu, maka membutuhkan waktu lama. Akhirnya ia menerima ajakan Daven untuk yang terakhir kali ini saja.
"Lain kali jangan tolak ajakan aku lagi, ya, Jian!" punta Daven ketika mereka sudah dalan perjalanan.
"Tapi-"
"Aku akan senang jika kau menerima ajakanku," ucap Daven memotong kalimat wanita di sampingnya.
Jian memandang wajah Daven yang tampak fokus menyetir, bibir pria itu sama sekali tidak melunturkan senyuman. Ia sulit mengartikan kebaikan Daven. Pria itu memang ingin memperlakukannya dengan baik sebagai teman atau memang ada maksud tertentu. Tapi rasanya tidak mungkin juga.
"Daven ..." panggilnya, lirih.
"Hem?" Daven menoleh sekilas. "Ada apa?"
"Mmm ... Aku boleh tanya sesuatu padamu?"
"Iya, tanya apa?"
Jian diam sejenak, ia sedikit ragu menanyakan hal ini pada Daven.
"Mmm ... Apa kau ... Kau sudah punya kekasih?"
Pria itu refleks mengerem mobilnya mendadak. Ia terkejut mendengar pertanyaan Jian.
"Aku ... Aku minta maaf! Aku salah tanya, ya? Aku mengganggu fokus menyetirmu, ya? Maafkan aku, Daven!" ucap Jian merasa bersalah.
Daven memandang wajah Jian dengan senyum manisnya. Wanita itu tampak lucu sekali.
"Tidak, Jian. Kau tidak salah. Aku hanya merasa aneh, kenapa kau menanyakan hal itu padaku?"
Jian mendongakkan wajahnya. "Aku ... Hanya ingin tahu saja. Memangnya tidak boleh, ya?"
Daven tertawa kecil mendengr nada bicara Jian yang seperti anak kecil. Terdengar lucu dan menggemaskan.
"Aku masih lajang, Jian. Bahkn aku masih perjaka. Memangnya kenapa?"
"Benarkah?" Ada binar bahagia di wajah Jian saat Daven mengatakan perihal setatusnya.
"Ya. Memangnya kenapa?" tanya Daven penasaran.
"Tidak. Aku hanya ingin tahu saja, Daven," jawabnya.
Daven memandangi wajah Jian lebih sering di banding jalanan yang ada di depannya setelah kembali melajukan mobil. Wanita itu tampak senang sejali usai dirinya memberi jawaban atas pertanyaannya. Entah apa yang membutnya senang seperti itu, tapi yang pasti Daven merasa Jian mulai nyaman berada di dekatnya sampai dia menanyakan statusnya segala.
Sementara Jian sudah tidak sabar lagi untuk memberitahu hal ini pada Alana. Temannya itu pasti akan senang sekali mendengar kabar baik ini. Perlahan ia akan membantu Alana dekat dengan pria di sampingnya ini.
Bersambung...
___
Sekali lagi, jejak atas dukungan kalian adalah semangatku untuk terus menulis.😊
Follow IG @wind.rahma
semoga lebih hot dan menantang
Jian..saranku..krn kau wanita kuat..lebih baik kau pergi dri kehidupan Bosmu..dan Daven..krn klo ini berlnjut kau akan hamil dn hidupmu rumit..klo kau dgn devan kasian sahabatmu ...dan kau kan sdh main jungkat jungkit dgn bosmu sehrsnya Bosmu yg bertanggung jawab bukan Daven...saran sih..tpi ya tetep manut Mak Thor nya alur nya 🤣🤣🤣🤣