Apa yang paling di inginkan setiap Kultivator didunia ini? Tentu saja kekuatan. Kekuatan adalah segalanya didunia ini, jika kamu tidak cukup kuat maka sesuatu yang menunggu adalah kematian. Oleh karena itu, untuk menjadi kuat semua hal akan dilakukan, meski itu harus membunuh demi sumber daya yang terbatas.
Tetapi terdapat seorang pemuda yang memiliki tujuannya sendiri, yaitu kedamaian. Dia menggunakan kekuatan sebagai alat untuk mencapainya. Setiap ayunan pedangnya akan menghancurkan kegelapan dari sisi kehidupan. Dengan pedangnya, dia akan membunuh segala musuh yang menghalangi langkahnya.
Namanya adalah Li Hui, pemuda berambut putih dengan iris emas yang setiap tatapannya akan menghancurkan mental setiap orang. Dan dengan bakatnya, dia akan memimpin setiap Kultivator melawan musuh yang sudah kelaparan selama ribuan tahun.
"Inikah akhirnya?"
Ucap Li Hui dengan pedang ditangan kirinya, memandang sedih kearah langit malam tanpa bintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Levifq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 23 Seleksi Tahap Kedua Selesai.
Di luar Portal.
Suasana diarea peserta menjadi semakin menegangkan, karena kini hanya tersisa 2 orang saja yang masih bertahan didalam portal.
"jika bocah yang dipanggil Li Hui itu bisa menyelesaikan semua cobaan ini, bisa dipastikan bahwa dialah yang akan memenangkan peringkat pertama."
"Kau benar, karena Xiao Yun yang merupakan saingan terdekatnya sudah keluar dicobaan keempat"
"tapi bagaimana dengan Xiao Que? Bakatnya berada ditingkat yang ke 5 dan juga bisa bertahan sampai cobaan yang kelima, bukankah dia bisa masuk kedalam persaingan."
"hm, sepertinya bisa. Tetapi dia harus berjuang sangat keras di seleksi yang ketiga."
Berbagai diskusi acak terdengar disekitar peserta yang membuat suasana menjadi sekin ramai dan menegangkan.
'syuung'
Akan tetapi, terdengarnya sebuah suara dari portal membuat suasana tiba-tiba berubah menjadi hening. Karena suara itu menandakan akan ada seseorang yang keluar dari dalam portal.
Dan benar saja, seseorang dengan mata berair secara perlahan berjalan keluar dari portal, orang tersebut tak lain adalah Xiao Que yang sebelumnya merupakan sumber harapan terakhir peserta-peserta yang tidak menyukai Li Hui.
"kenapa Xiao Que menangis?"
"mungkinkah dia tidak bisa melewati cobaan yang kelima?"
Beberapa spekulasi dan kemungkinan diucapkan oleh para peserta atas keluarnya Xiao Que dari dalam portal. Karena tanda yang berada diatas portal belum berganti, jadi bisa dipastikan bahwa gadis tersebut belum menyelesaikan cobaan yang kelima.
Xiao Que secara perlahan berjalan melewati kerumunan dengan kepala tertunduk, sampai akhirnya tiba disamping Xiao Yun.
"kenapa kau menangis?.." tanya Xiao Yun.
"aku berjumpa dengan ibu tadi..." balas Xiao Que yang membuat Xiao Yun tertegun.
"kau melihat ibu?! Dimana?...."
"disana..." balas Xiao Que lagi sambil menunjuk kearah portal yang seketika membuat Xiao Yun terdiam lagi.
Selang beberapa menit setelah Xiao Que keluar, tanda yang sebelumnya berwarna merah berubah menjadi warna hijau yang menandakan bahwa cobaan kelima telah diselesaikan.
"dia telah menyelesaikan cobaan kelima!"
"sial bocah itu terlalu beruntung" ucap para peserta yang tidak menyukai Li Hui.
Sementara itu dipondok bambu yang ditempati oleh patriak dan yang lainnya, juga terlihat dipenuhi kejutan kecuali patriak Qifan. Mereka tidak menyangka bahwa pada kesempatan ini akan ada seseorang yang menyelesaikan semua cobaan. Bahkan Zhu Yan hanya bisa menyelesaikan cobaan yang keempat, dan Xi Zai hanya pada cobaan yang ketiga.
Dan untuk terakhir kalinya ada orang yang mampu menyelesaikan semua cobaan, terjadi pada sekitar 20 tahun yang lalu. Dan sekarang orang tersebut telah menjadi murid inti di Royal Valley Sect.
"apakah itu benar Hui'er?" tanya Shu Juan dengan nada tak percaya.
"menurutmu siapa lagi....hanya dia yang tersisa didalam portal" balas Patriak Qifan dengan tenang. Sedangkan GrandElder hanya duduk diam sambil menatap lurus kearah portal, tetapi keduanya matanya kini dipenuhi dengan kejutan.
Disisi lain, ditempat duduk khusus para penonton, terlihat dua orang yang mengenakan jubah panjang berkerudung sedang berbisik satu sama lain.
"kita harus mendapatkan anak itu sebelum Royal Valley Sect tahu keberadaannya" ucap salah satu orang berjubah yang ternyata adalah seorang wanita.
"tapi bagaimana? Sekte ini berada dibawah naungan Royal Valley Sect" suara pria terdengar dari orang berjubah lain.
"aku juga tidak tahu, tapi patriak telah berpesan demikian, jadi kita hanya harus melakukannya. Setelah seleksi ini selesai, kita akan menemui patriak mereka, jika dia tidak menyetujuinya, akan kuberi dia pelajaran." ucap perempuan itu lagi
**
Didalam portal.
Setelah mengatakan kata perpisahan yang sesungguhnya kepada Li Fan dan Yang Yu, Li Hui langsung dipindahkan kesebuah tempat yang dipenuhi oleh warna putih.
Dan beberapa saat kemudian, sebuah titik berwarna hitam tiba-tiba muncul dihadapannya. Titik itu terus mengembang dan mengembang sampai titik tersebut berubah menjadi sebuah lingkaran yang berdiameter sekitar 2 m.
Li Hui tidak menunggu lama sebelum berjalan kearah lingkaran, karena dia tahu bahwa lingkaran tersebut adalah pintu keluar dari tempat ini. Tetapi disaat salah satu kakinya akan melangkah memasuki pintu itu, dia tiba-tiba teringat bahwa dia belum sempat berpamitan dengan Shi Hao yang merupakan satu-satunya temannya dulu.
Pandangan Li Hui langsung menggelap ketika semua tubuhnya memasuki pintu portal, tetapi hanya berselang beberapa detik, pandanganya telah kembali, dan kini dia sudah berada di arena sekte dimana semua mata peserta, tetua, dan perwakilan keluarga tertuju kearahnya.
Li Hui terlihat tidak peduli dan mulai melangkahkan kakinya kearah Zhu Fian dan Zhao Feng yang tidak terlalu jauh darinya.
"kau sungguh luar biasa saudara Hui." ucap Zhu Fian dengan semangat disaat Li Hui tiba dihadapan mereka. Dia tidak pernah membayangkan bahwa anak yang dia temui beberapa hari yang lalu, adalah anak yang sekuat ini. Meskipun dia sudah mulai menyadarinya disaat mereka berlatih bersama kemarin, tetapi dia tidak menyangka akan sejauh ini.
Di lain sisi, Zhao Feng hanya diam disebelah Zhu Fian, tetapi matanya kini menatap dengan kagum kearah Li Hui.
"baiklah para peserta sekalian, seleksi tahap kedua telah selesai dan selama seleksi ini, hanya satu orang yang mampu menyelesaikan semua cobaan." ucap tetua yang memimpin seleksi tahap kedua tadi. Meskipun dia berusaha menyembunyikannya, senyum penuh semangat tidak bisa hilang dari wajah pria paruh baya itu.
"untuk peserta yang hanya bisa menyelesaikan cobaan pertama, saya harus meminta maaf, karena anda tidak dapat melanjutkan seleksi ini" ucap tetua itu lagi.
"huft....lagi-lagi aku beruntung" ucap Zhu Fian yang membuat Zhao Feng tersenyum.
"untuk peserta yang lolos, kami akan memberikan waktu kepada Kalian untuk beristirahat selama 1 jam. Dan setelah itu, anda sekalian diharuskan berkumpul dibelakang sekte tepat waktu, jika tidak, peserta yang terlambat akan diberikan beberapa sanksi." ucap tetua itu lagi sembari membubarkan para peserta.
Li Hui, Zhu Fian, dan Zhao Feng memilih untuk meninggalkan arena dan berjalan kesebuah hutan kecil yang ada disebelah barat arena. Dulunya hutan itu adalah sebuah taman, tetapi sejak ada kejadian yang tidak sedap didengar dulu, taman tersebut tidak pernah diurus lagi hingga rerumputan liar dan pohon-pohon mulai bertumbuhan disana.
Li Hui melompat kesebuah dahan pohon kecil dan duduk disana, sementara Zhu Fian dan Zhao Feng duduk dibawah pohon itu sambil bersandar.
Entah siapa yang memulai berbicara dengan menyinggung seleksi kedua tadi, tapi kini Zhu Fian dan Zhao Feng sudah tertawa terbahak-bahak setelah mendengar cerita Zhu Fian.
Lalu disambut dengan cerita Zhao Feng yang juga menceritakan tentang cobaan kedua. Waktu itu dia dihadapkan dengan 2 orang gadis yang sangat cantik, sayangnya kedua gadis itu sudah berumur sekitar 25-30 tahun, jadi dia hanya memalingkan wajahnya dan berjalan pergi.
"hahaha, selera menghancurkan segalanya" sambut Zhu Fian sambil tertawa.
Sementara itu Li Hui hanya menjadi pendengar yang baik diatas dahan pohon, meskipun dia terkadang akan tersedak air liurnya sendiri saat mendengar cerita Mereka berdua. Tapi ada saat dimana dia akan membuka mulutnya, ingin ikut membagikan ceritanya. Tapi segera dia tutup kembali karena dia tidak ingin ditertawai dan dikatakan berbohong.
Waktu 1 jam bukanlah sesuatu yang lama bagi seorang cultivator, karena banyak cara bagi mereka untuk melewatinya dengan cepat. Demikian juga dengan hari ini, dimana langit sudah berubah menjadi warna kemerah-merahan, dan Para peserta yang lolos ketahap selanjutnya telah berkumpul di belakang sekte Bintang Biru, termasuk Li Hui dan yang lainnya.
Tempat itu adalah tempat yang pernah Li Hui kunjungi beberapa hari yang lalu, yang dikatakan dipenuhi oleh berbagai jenis binatang buas.
"jadi kau memutuskan untuk bergabung dengan kelompok kami?" tanya Zhu Fian kepada Zhao Feng saat mereka berjalan diebelakang Li Hui.
"benar...tapi jika kalian menyetujuinya."
"hahaha, tentu saja kami akan setuju,"
Entah kepribadian mereka yang sama atau faktor lain, kini kedua orang itu terlihat sangat akrab. Bahkan terkadang mereka seperti sahabat lama yang sudah sangat lama tidak bertemu.
"baiklah, perhatian semua! Sekarang kita telah berada di tahap yang terakhir, dimana kalian akan memasuki hutan dan mengumpulkan inti binatang buas. Jika masih ada diantara kalian yang ragu dengan tahap ini karena merasa terlalu berbahaya, tidak perlu khawatir karena keselematan kalian sudah terjamin. Para tetua akan menyebar kesegala penjuru hutan, dan akan membantu kalian jika berada disituasi yang berbahaya." ucap tetua
"batas waktu kalian didalam hutan dan mengumpulkan inti binatang buas adalah sampai tengah malam. Oleh karena itu, jangan membuang-buang waktu lagi, segera bentuk kelompokmu dan masuk kedalam hutan!" ucap tetua itu lagi.
Semua peserta yang sudah memiliki kelompok langsung bergegas masuk kedalam hutan. Xiao Yun yang berkelompok dengan Xiao Que dan 4 orang lainnya juga langsung berlari, tetapi dia mengalihkan pandangannya dengan sinis sejenak kearah Li Hui dan kedua temannya sebelum ikut berlari.
"ayo pergi..." ucap Li Hui sembari memulai langkahnya untuk berlari. Zhu Yan dan Zhao Feng menganggukkan kepala sebagai tanggapan sebelum ikut berlari dibelakang.
Hanya dalam beberapa detik semua peserta yang berjumlah sekitar 110 orang sudah menghilang kedalam kegelapan hutan. Pihak sekte Bintang Biru sengaja mengatur waktu seleksi tahap ketiga dengan agak petang, karena semua binatang buas akan mengalami transformasi menjadi semakin buas saat malam hari. Jadi mereka ingin memperlihatkan sedikit mengenai betapa berbahayanya dunia diluar sekte kepada generasi-generasi muda ini.
**
30 menit kemudian, langit sudah mulai semakin gelap karena matahari secara perlahan mulai turun dari singgahsananya yang membuat suasana hutan semakin mencekam dan mengerikan, tetapi hal itu tidak berlaku bagi 5 orang yang terlihat sedang berhadapan dengan seekor binatang buas.
"kalian hati-hatilah, biar aku dan saudara Mu yang melawannya. Dan kau...lindungi adik Ling" ucap seorang pemuda yang dibaluti jubah berwarna hitam dibagian atasnya, dan warna merah dibagian pinggang sampai ujung bawahnya.
Dibelakang pemuda itu berdiri sekitar 4 orang pria dan 1 orang perempuan yang berdiri diposisi paling belakang. Mereka semua berada ditingkat kedua ranah konsolidasi, tetapi pemuda yang berdiri diposisi paling depan tadi sudah berada di tingkat kedua puncak.
Sedangkan dihadapan mereka, ada seekor binatang buas yang berbentuk seperti macan, tetapi yang membuatnya berbeda adalah kedua taringnya yang sangat panjang sampai melewati rahang bawahnya.
"apakah kau sudah siap saudara Mu?.." ucap pemuda itu lagi sambil mengeluarkan dua belati yang merupakan spirit tool low tier.
"tentu saja.... Tapi apa rencanamu?" balas pemuda yang dipanggil saudara Mu itu.
"mudah saja, kita akan menyerangnya secara bersamaan. Kau menyerang dari kiri, dan aku dari kanan. Kau mengerti?"
"baiklah.. Mari jemput inti binatang buas kita yang pertama!" ucap pemuda bernama Mu itu sambil menarik pedangnya dari punggungnya.
"serang!" ucap pemuda yang berdiri disamping Lu Mu sambil menyunggingkan senyuman aneh.
ayo author semangat.