Sang kekasih yang dinanti Ternyata mengingkari janji. Kesetiaan Cempaka hanya berbuah duka berbunga nestapa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar bahagia
Satu bulan setelah Samudera mengantarkan Cempaka, bersama Mawar dan Randu.
Hari itu kira-kira jam sembilan pagi, di jalan yang menuju ke kampung hilir, nampak seorang pemuda tampan dan tinggi tegap tengah berjalan dengan langkah yang mantap hendak menuju ke kampung Hilir, ke rumahnya bu Sekar dan pak Jati. Orangtuanya Cempaka.
Tak salah lagi!... Pemuda itu adalah Samudera.
Waktu itu belum banyak kendaraan umum seperti yang sekarang ini kita lihat.
Apalagi kendaraan pribadi. Yang mempunyai sepedah pun bisa di hitung dengan jari, hanya beberapa orang saja. Apalagi motor dan mobil.
Ini kisah terjadi tahun delapan puluhan, di sebuah kampung yang lumayan agak terpencil.
Samudera pun belum punya kendaraan bermotor. Jadi dia berjalan kaki untuk sampai ke rumahnya Cempaka. Sang pujaan hati, pelipur lara.
"Aku harus menyampaikan kabar bahagia ini pada Cempaka, bahwa aku sudah lulus dan di terima waktu tes masuk ABRI" Gumam Samudera.
"Dia kan sangat mendambakan mempunyai suami seorang ABRI. Pastinya dia sangat sangat senang bahagia sekali, tunggu aku sayang, sebentar lagi harapanmu akan terpenuhi" Gumamnya lagi dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan yang teramat sangat.
"Karena cintaku padamu, aku rela digunduli rambutku ini, demi kasih sayangku padamu, aku ikhlas menjalani pendidikan abri yang katanya berat itu. Semua ini aku lakukan karena aku begitu mencintaimu, sejak aku melihatmu pertama kali. Aku sudah tidak sabar ingin segera menyampaikan kabar bahagia ini. Tunggu aku kasih" Gumamnya, matanya menatap sebuah rumah yang sudah terlihat olehnya.
Tiada lain, yaitu rumahnya Cempaka yang jaraknya tingal beberapa meter lagi.
Setelah berada di depan pintu pagar halaman rumah itu, dia menyeka sedikit keringat yang membasahi dahinya.
Sebelum dia mengucapkan salam kepada yang punya rumah.
"Assalamualaikum..." Ucapnya dengan lantang.
"Semoga saja dia ada di rumah, sekarang kan hari minggu, sekolah libur. Kalau dia tidak berangkat jalan-jalan , pasti dia berada di rumah" Pikirnya.
"Assalamualaikum... Kok! Belum ada yang nyahut, jangan-jangan...
Dia lagi enggak ada di rumah" Samudera nampak begitu cemas.
Dia menatap sekeliling halaman rumah itu, lalu berjalan ke arah pintu samping.
"Assalamualaikum..." Dia mengucapkan salam kembali untuk yang ketiga kalinya.
"Waalaikumsalam..." Terdengar suara seorang perempuan yang menjawab salam itu dari arah belakangnya Samudera.
Diapun segera membalikkan badannya, ternyata bu Sekar yang baru pulang dari warung.
"Eh ibu, ma'af bu mengganggu, ibu dari mana?" Tanya nya sopan.
"Habis dari warung, ayo masuk nak!... Sepertinya Cempaka lagi jemur baju di atas" Ujar bu Sekar sambil membukakan pintu samping, lalu dia masuk ke dalam di ikuti oleh Samudera.
"Duduk dulu nak, nanti ibu panggilkan Cempakanya, tunggu sebentar ya" Bu Sekar segera beranjak menuju ke belakang untuk memanggil Cempaka yang tengah berada di atas, sedang menjemur pakaian.
"Cempaka!... Masih di atas?... Sudah beres belum jemur bajunya?... Tuh ada yang nyari" Bu Sekar memanggilnya setengah berteriak.
"Iya bu, sebentar lagi bu, ini tinggal dua baju lagi. Ada siapa bu?" Teriaknya bertanya balik.
"Lihatlah sendiri, pasti kamu kaget" Ujar bu Sekar, malah menggodanya.
"Bikin penasaran saja, aku turun bu, Alhamdulillah jemur bajunya sudah beres" Ucapnya sambil menuruni anak tangga, dia tak sabar ingin segera mengetahui siapa yang datang mencarinya.
"Mana bu, orang yang...
Belum selesai Cempaka mengucapkan kata-katanya, matanya sudah bersirobok dengan sosok pemuda ganteng, yang memiliki tatapan mata yang teduh, yang kini tengah menatapnya sambil tersenyum manis memamerkan giginya yang berjejer rapi di sana.
"Samudera!..." Serunya girang.
"Hai Cempaka!... Aku tidak mengganggumu, kan? Semoga saja aku datang di sa'at yang tepat" Ujar Samudera menanyakan pendapatnya Cempaka.
"Tidak!... Sama sekali tidak menggangu, kau datang di waktu yang tepat, sa'at aku ada di rumah" Sahur Cempaka menggodanya.
"Alhamdulillah... Apa kabarnya?"
Tanya Samudera berbasa-basi.
"Alhamdulillah kabar ku baik, kau sendiri?" Cempaka balik bertanya.
"Aku sangat baik dan lebih baik lagi, apalagi setelah melihatmu"
Samudera sedikit bercanda.
"Syukurlah kalau begitu!" Cempaka lalu duduk di hadapannya, setelahnya dia menyajikan secangkir teh tawar dan satu toples kue kering.
"Ini berbincangnya di sini saja?...
Ajak di ruang tamu dong, nak!... Masa di dapur?" Ujar bu Sekar.
"Mau di sini atau di depan ngobrolnya?" Cempaka malah bertanya kepada tamunya.
"Di sini juga enggak apa-apa, enggak ada yang di rahasiakan ini" Sahut Samudera.
"Di depan saja biar tenang. Sebentar lagi, bocah-bocah adik-adiknya Cempaka pasti datang habis bermain, pasti mereka pada ribut. Ayo!... Di depan saja, masa tamu di dapur?" Ujar bu Sekar Keukeuh.
"Iya bu... Ayo, Sam!... Kita pindah ke depan!" Cempaka segera membawa nampan yang berisi dua cangkir teh dan satu toples kue kering nya, untuk di bawa ke ruang tamu.
"Kau lagi sibuk enggak?" Tanya Samudera setelah mereka duduk saling berhadapan.
"Enggak, biasa saja sibuk dengan pekerjaan rumah. Memangnya ada apa?" Cempaka bertanya penasaran.
"Aku punya kabar gembira buatmu!" Ucap Samudera dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Oh... Ya?... Kabar apakah itu?... Aku jadi ingin segera mendengarnya" Goda Cempaka.
Dia menatap Samudera dengan tajam. Dengan muka yang serius ingin segera mendengar kabar gembira itu.
"Kau ingin punya suami seorang ABRI kan?"Tanya nya serius juga.
"Iya, betul sekali. Aku selalu merasa tersihir dan begitu terpesona setiap melihat ABRI. Apalagi kalau ABRI nya itu satu pasukan sedang baris berbaris, dan dengan seragam yang lengkap dengan segala atribut kepangkatannya, aduuh...
aku sukaaa sekali. Aku ingin sekali agar Allah memberikan aku jodoh seorang anggota ABRI.
Aku berharap agar suamiku itu seorang anggota ABRI" Cempaka mengungkapkan keinginannya itu dengan mata yang berbinar-binar penuh harapan.
"InsyaAllah keinginanmu akan terpenuhi" Sahut Samudera dengan nada bicara yang semangat.
"Betulkah itu?... Bagaimana caranya?... Ayo cepat katakan!... Aku enggak sabar ingin segera mengetahui caranya agar aku bisa menjadi Isterinya seorang anggota ABRI" Cempaka sedikit merengek karena tidak sabar.
"Aku sudah daftar menjadi anggota ABRI, dan aku di terima. Tinggal mengikuti pendidikannya saja, yang akan di mulai beberapa hari lagi" Tutur Samudera dengan muka yang begitu bahagia tak terkira.
"Benarkah itu?... Kamu tidak sedang membohongi aku kan?...
Kamu tidak bercanda kan?" Cempaka belum merasa yakin dengan kabar bahagia itu.
"Iya benar, buat apa aku jauh-jauh datang ke sini berjalan kaki lagi kalau hanya untuk membohongi kamu" Ucap Samudera meyakinkan.
"Kau kan ingin punya suami seorang ABRI?... Makanya waktu itu, setelah mengantarkan kamu ke sini, aku mencari informasi tentang pendaftaran ABRI. Eh... ternyata ada dan beberapa hari lagi akan segera di tutup waktu pendaftarannya. Aku segera menyiapkan berkas-berkasnya dan segera ikut mendaftar. Dan...
Dengan izin Allah SWT, aku di terima"Lanjutnya lagi memberikan penjelasan kepada Cempaka yang tengah memperhatikannya dengan serius.
"Karena itu, aku segera ke sini menemuimu sebelum aku berangkat mengikuti pendidikannya. Kau senang kan mendengarnya?" Tuturnya lagi di ikuti dengan pertanyaan.
"Tentu saja aku senang, aku sangat sangat bahagia sekali. Semoga ini semua kabar baik bagiku, bu!... Ibu!..." Cempaka terlonjak kegirangan.
Dia segera berlari ke dapur, menghampiri ibunya. Dan segera menyampaikan kabar bahagia itu. Lalu dia memeluk ibunya sambil melompat-lompat kegirangan.
"Syukurlah ibu senang mendengarnya. Aduuh!.... Cempaka!... Nanaonan ieu teh?...
Saking senangnya sampai ajrag-ajragan sagala ieu budak"
Bu Sekar geleng-geleng kepala di buatnya.
Namun, dia tidak melepaskan pelukan anaknya, karena diapun merasa senang dengan adanya kabar itu.
Penjelasan ( bahasa Sunda)
Nanaonan : Apa-apaan
Ajrag-ajragan : Lompat-lompat
Sagala. : Segala
Ieu budak : ini anak.
Like n koment mendarat !
semamgatt yaa..