Aira Maharani seorang gadis yang baru saja lulus sekolah SMU itu, terpaksa menikah dengan seseorang atas perintah ayahnya dengan pengaruh ibu tirinya. Namun dalam pernikahannya dia tak pernah mendapat perlakuan yang baik dari suaminya, dan dalam pernikahannya yang sudah berjalan 3 tahun lamanya tak dapat keturunan seperti yang diinginkan suaminya Aira kerap mendapat hinaan dari suaminya. Dan pada hari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun dia mendapat kabar bahwa suaminya telah menduakannya. Dan madu yang dibawah masuk oleh suaminya ke dalam rumahnya adalah saudara tirinya sendiri. Akankah Aira bisa bebas dari hinaan dan siksaan dari suaminya. Dan akankah Aira akan hidup bahagia bersama suamindan madunya, atau suaminya akan berubah menyayangi dan menghormatinya.
Halo... saya pendatang baru, butuh dukungan dari kalian semua. Dan . . Dan jangan lupa untuk meninggalkan Like 👍kalian, terus comment ✍️ kalian juga ya.... Biar saya lebih semangat lagi, hadiah 🎁 dan vote ✌️dari kalia juga ku tunggu 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katrina jaeyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasrat yang tersalurkan
"Wah ku pikir anda adalah orang yang sudah berumur dan kolot sehingga tak pernah menunjukkan jati diri anda. Ternyata anda masih sangat mudah dan juga sangat cantik." puji seorang pebisnis yang ikut mengerumuni aira.
"Hahaha... Anda bisa saja, tapi terima kasih atas pujiannya." ucap aira sambil tertawa.
"Lalu kenapa selama ini anda bersembunyi dan hanya mewakilkan pada arsitek Anang saja? Sehingga kami hanya mengenal dia." tanya seorang pebisnis lainnya lagi.
"Tidak ada, dulu saya ada di perusahaan cabang. Jadi akan sangat jauh dan merepotkan jika saya harus bolak balik sana dan sini." jelas aira bohong dengan pernyataan itu.
Stelelah sekian lama berbicara dan bercengkerama dengan banyak orang aira pun dibawah oleh sang pemilik hotel untuk dikenalkan dengan temannya.
"Nah, ini dia non Aira dia adalah Daniel pebisnis dan juga teman saya." ucap pemilik hotel mengenalkan aira dan juga daniel.
"Oh, halo tuan Daniel saya Aira." sapa aira basa basih yang berusaha terlihat tegar dan berani.
"Ya halo Aira, kita juga ada kerja sama bukan? 🙂" balas daniel yang tau kalo aira berusaha melawan rasa takutnya pada dirinya.
"Maaf saya permisi dulu." ucap aira menghindari tatapan daniel, dan di pergi ke arah toilet.
Dag dig dug
"Gila jantungku tak bisa berhenti." gumam aira memegangi dadanya di depan cermin wastafel.
"Aku sudah berusaha, namun masih ada rasa takut, tapi benar kata yunita aku harus melawan dan harus jadi kuat demi putriku Kayla." gumam aira lagi meyakinkan dirinya.
"Heh, Aira aku tak percaya kau bisa kembali lagi. Pria mana yang menyimpanmu sehingga kau bisa berubah jadi seperti ini." cibir anggel pada aira yang juga ada didalam kamar mandi itu.
"Kenapa? Apa kau mau mengenalnya, atau ingin aku kenalkan padanya supaya kau juga bisa jadi sepertiku. Hem?" balas aira dari perkataan anggel dengan nada yang juga mencibirnya.
"Aira, jadi kau berani melawanku sekarang? Apa karna kau sudah berubah. Jangan harap kau bisa kembali.!!" kesal anggel yang mendapat perlawanan balik dari aira.
"Jangan main tangan kak Anggel, karna aku tak suka jika wajahku ini disentuh oleh tanganmu." ucap aira sambil mendekat pada anggel dan memegang tangan anggel yang akan menamparnya.
Aira pergi melewati anggel namun sebelum dia benar - benar keluar dari kamar mandi aira berbalik "Apa suamimu tak lagi tergoda olehmu? Karna dia akan membangun gedung untuk istrinya namun bukan atas dirimu." ledek aira sambil tersenyum dan menghilang dibalik pintu.
"Aira.!! Lihat saja aku pasti menghancur kanmu." geram anggel yang sudah memiliki rencana untuk menghancurkan aira.
Setelah dari kamar mandi aira tak kembali lagi kedalam pesta melainkan pulang dengan taxi online. Dan didalam taxi aira merenung kalo dia bisa menghadapi anggel makan dia juga harus bisa menghadapi orang tuanya, ibu tirinya dan juga suaminya. Aira membulatkan hati untuk tak lagi menghindari mereka, dan aira akan menghadapi mereka satu persatu, karna dia ingin jadi kuat demi putrinya.
****************************************
****************************************
Dalam rapat untuk pembangunan gedung di kantor daniel semua orang yang bersangkutan hadir termasuk aira sebagai arsitek utamanya dia juga ikut hadir. Semua pembahasan yang dilakukan oleh wakil daniel yang menjelaskan seperti apa pembangunan gedung itu nantinya, aira sudah mencatat semuanya.
Tak lama kemudian daniel dan irwan masuk kedalam ruang rapat. Daniel pun menjelaskan dia ingin seperti apa gedung yang akan dibangun nanti, dan aira menggambar setiap apa yang diucapkan oleh daniel. Setelah semuanya selesai aira menunjukkan gambarnya pada daniel, dan disetujui oleh daniel. Lalu daniel menyerahkan sisanya pada irwan untuk membahas kelanjutannya, dan dia beranjak pergi meninggalkan ruang rapat.
"Baiklah saya akan menyerahkan masalah bahan bangunan pada teman saya Anang yang lebih mengetahui akan bahan yang bagus dan cocok untuk model yang diinginkan oleh bos anda." ucap aira menjelaskan pada pihak daniel.
"Baiklah bu aira, kalo begitu kami akan menyerahkan seluruhnya sama anda dan juga teman anda pak Anang." jawab orang - orang yang dari pihak daniel.
"Syukurlah bu aira mereka tak begitu sulit dihadapi." bisik anang yang dijawab dengan anggukan dan senyum dari aira.
"Oh iya pak Anang ada yang ingin saya konfirmasikan selaku anda adalah penanggung jawab bahan bangunan tolong ikuti saya untuk melihat contoh bahannya habis ini, bisa kan pak Anang.?" permohonan dari pegawe daniel yang tiba - tiba meminta anang ikut dengannya setelah selesai rapat.
Saat semua orang berjalan di lorong setelah rapat anang yang fokus bicara dengan 2 pegawe daniel dan tak memperhatikan aira yang berjalan di belakangnya. Tiba - tiba saja tangan aira ditarik oleh seseorang masuk kedalam sebuah ruangan dan dia dibekap di situ.
"Aaargh, ergm.!" mata aira membulat saat dia melihat siapa orang yang menariknya.
"Apa yang anda lakukan?!" aira mendorong daniel menjauh dari tubuhnya dan berusaha keluar, namun pintu itu tak bisa dibuka.
"Aaaaargh.! teriak aira yang
mendapatkan tarikan lagi, dan dengan cepat daniel mengunci pergerakan aira. Tangan aira diikat dengan dasinya lalu daniel meletakkan tubuh aira di atas mejah serta menyingkap baju bawah aira dan langsung melakukan penyatuannya dengan aira.
"Ruangan ini dekap suara sayang tak ada yang dengar suaramu, keluarkan suara sexymu sayang aku ingin dengar." bisik daniel dengan suara beratnya dan nafas memburunya saat dia berusaha menikmati permainannya.
Aira yang sudah terjebak dan terbobol tak berontak lagi, dia membiarkan daniel bermain di tubuh bawahnya dengan tenang. Dan lama namun pasti permainan daniel semakin gesit sehingga membuat aira menahan pergerakan tubuhnya dengan berpegangan pada atas meja yang digunakan daniel untuk merebahkan tubuh aira dan bermain. Yang ternyata itu adalah ruang rapat juga, namun untuk rapat besar.
Nafas daniel terengah - engah menatap aira yang membalas tatapannya dengan dingin. Karna merasa kesal ditatap dingin oleh aira daniel langsung mellu - mmat bibir aira dengan ganas. Saat dirasa aira tenang daniel melepas tautannya dengan bibir aira, dan terlihat aira terengah - engah karna kehabisan nafas. Lalu daniel menyelesaikan permainannya dan mendapat kenikmatannya yang selama ini dia tahan.
"Kamu selalu nikmat sayang, aku suka dengan milikmu yang mampu membuatku selalu ketagihan dan puas." bisik daniel ditelinga aira saat dia merasakan sisa - sisa kenikmatannya.
Setelah daniel menjauh aira berusaha melepas ikatan ditangannya dengan menggigitnya, melihat itu membuat daniel kasihan dan setelah daniel merapikan bajunya dia membantu aira melepas ikatan itu, serta meminta maaf pada aira.
"Maafkan aku sayang, tapi kamu masih istriku dan itu adalah hak ku." ucap daniel memegang tangan aira yang disana meninggalkan bekas hasil ikatan dari daniel.
"Sudah puas kamu.!!" ucap aira dengan membentaknya dan merapikan bajunya.
"Berikan kuncinya, aku gak mau terkurung di sini denganmu." ucap aira dengan dingin yang lagi - lagi itu membuat daniel kesal.
"Jangan lupa kamu masih istriku, dan aku tak akan pernah membiarkanmu bersatu dengan rekan kerjamu itu." geram daniel dan langsung meraup bibir aira lagi saat mereka berdiri tepat didepan pintu.
"Bu Aira?" panggil seseorang yang melihat aira berciuu - mman dengan daniel, karna dengan sengaja daniel membuka pintu yang tadi terkunci.
"Ah." sontak aira terkejud dan mendorong tubuh daniel, lalu lari keluar tanpa menghiraukan anang yang memanggilnya.
"Aaaarrgh.!!" teriak aira saat dia ada didalam taxi. Sehingga membuat supir taxi itu terkejud.
"Ada apa bu?" tanya supir taxi itu, yang terkejud mendengar aira teriak.
"Ah, maaf. Tidak apa pak saya hanya merasa kesal dengan sesuatu saja." ucap aira pada supir taxi
Sementara disisi lain anang yang melihat adegan itu masih merasa bingung, dia menatap daniel yang tersenyum puas karna hasratnya yang selama ini dia tahan telah tersalurkan, serta orang yang selalu dia rindukan bisa dia jamah lagi.
****************************************
****************************************
"Aaaaaarrgh.!! Aira berteriak sejadi jadinya didalam kamar mandi rumahnya sambil mengguyur tubuhnya dengan shower dan membersihkan sisa - sisa cairan dari daniel.
Aira menangis karna merasa kesal dengan dirinya yang tak bisa melawan daniel dan mengalahkan orang itu. Aira merasa bisa menghadapi anggel dan juga ibu tirinya namun tidak dengan daniel. Sudah 2 jam lamanya aira derada didalam kamar mandi hingga kulitnya keriput.
Saat makan malam bersama dengan yunita dan juga kayla aira tak berani cerita pada yunita kalo daniel telah menyentuhnya dengan paksa saat rapat selesai di kantor daniel. Aira memilih bungkam dengan kejadian itu, karna dia gak mau membuat sahabatnya menjadi cemas dengan rasa takutnya.
"Iya, aku harus bisa mengatasi semua ini, aku pasti bisa." tekad aira yang disuarakan dalam hatinya.
****************************************
****************************************
Sementara daniel dalam rumahnya merasa sangat bahagia, dia selalu tersenyum senyum sendiri karna dia merasa puas dengan penyaluran yang telah terlampiaskan. Wajah daniel terlihat sangat cerah dan juga sangat puas.
Anggel yang melihat daniel terlihat sangat bahagia merasa curiga, dia langsung menghubungi seseorang dari telpon lalu dia mencari daniel yang sejak datang ke rumah tak terlihat dan juga tak mencarinya.