Ikuti Instagram aku ya : @authoranakkost
Satu rumah dengan Bos? bagaimana mungkin?
Keenan, CEO arogan yang selalu mendapatkan apa yang ia mau termasuk wanita harus merasakan kesal saat ada satu wanita biasa bernama Cinta yang jelas-jelas menolak dan menghindari dirinya.
Harga diri Keenan tidak membiarkan hal itu, dia segera mengikat Cinta dengan sebuah kontrak dan memaksa tinggal dalam satu rumah, Keenan ingin menyelesaikan rasa penasaran nya dan kembali menjadi dirinya yang suka bermain wanita.
Tetapi apakah rasa penasaran sang Boss memang hanya sesaat? apakah benih Cinta akan muncul?
Jika penasaran bisa diikuti terus ya, terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anak Kost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayam goreng?
Tidak membutuhkan waktu lama Bram sang assisten profesional itu sudah mampu membawa Cinta kembali ke apartemen.
"Letakkan dia disitu," seru Keenan sembari memberikan kode agar meletakkan Cinta di soofa, sekarang Keenan sedang duduk di sofa menunggu kepulangan Cinta, Keenan berada dalam mood yang kurang bagus sekarang karena makian Cinta yang ia dengarkan dari Cinta.
"Nyam ... Nyam ... Nyam, ayam gorengnya banyak sekali, aku senang hahaha," Cinta mengigau karena memang saat Bram membawa dirinya, dia sudah dalam keadaan tertidur.
Keenan beranjak mendekat kearah Cinta, dilihatnya wajah Cinta yang kemerahan itu, ada sedikit air liur di mulut Cinta menambah penampakan perempuan yang sangat berantakan di mata Keenan.
"Ckck, hei, hei!"
"Plak! plak!" Keenan mencoba membangunkan Cinta dengan tamparan kecil di pipinya.
"Hmmm, kau lelaki brengsek beraninya membangunkan aku dari mimpi ayam gorengku yang nikmat, akan ku makan kau!" geram Cinta kesal karena Keenan benar-benar tidak berhenti membangunkannya.
Cinta menarik Keenan kedalam pelukannya, sampai Keenan terjerembab di atas tubuh Cinta.
"Hap! hm! maCinta, hehe," ucap Cinta saat Cinta menggigit leher Keenan, setelah melancarkan aksi yang membuat Keenan syok itu, Cinta kembali tertidur lagi.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Keenan rasanya seperti mau copot, baru kali ini ada yang menggigitnya tanpa aba-aba dan memperlakukannya seperti itu, apalagi posisinya sekarang dia sedang berada di atas tubuh Cinta.
Keenan hendak melonggarkan pelukan Cinta sedikit, lalu ia perhatikan Wajah Cinta dari mulai mata, hidung sampai bibir.
"Ternyata dia manis juga hehe," seru Keenan secara spontan.
"APA? TIDAK! TIDAK! TIDAK! aku tidak boleh jatuh kedalam sihir perempuan licik ini, tujuanku membawa dia kesini adalah agar aku bosan padanya, hmm, iya itu adalah tujuanku!" gumam Keenan menepis debaran jantungnya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Keenan makin tak beraturan sekarang saat Cinta menjilati bibirnya dihadapan Keenan, karena jarak mereka sekarang sangatlah dekat. Sampai Keenan bisa merasakan nafas dari Cinta.
Cinta sedang bermimpi menjilati ayam goreng kesukaannya, dan tanpa disadari Cinta malah menjilati bibirnya sendiri.
"Glek!" Keenan sedang menelan salivanya sendiri, baru kali ini Keenan merasakan sensasi yang seperti ini, debaran yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Brak!" Tiba-tiba Cinta terduduk dan menyingkirkan Keenan dari atas tubuhnya, hal itu mengakibatkan Keenan terjerembab jatuh ke bawah sofa.
"Dasar perempuan sial, beraninya kau melemparku kebawah, akan ku balas kau 1000 kali lipat!" teriak Keenan yang sedang merasa sangat kesal.
"Hmm, aku belum buka bajuku, aku harus tidur!" ucap Cinta dalam keadaan setengah sadar, sembari melucuti pakaian bagian atasnya termasuk bra yang ia kenakan dan kembali tersungkur ke sofa.
Melihat pemandangan yang berada di depan matanya itu membuat gairah Keenan meluap-luap, bagaimana tidak Cinta sekarang sedang tidak memakai baju di hadapan Keenan.
"Sial, kau benar-benar menggodaku wanita licik, aarggghhh!" Keenan begitu kesal karena dia merasa Cinta sedang memporak-porandakan hatinya sekarang, dan tanpa sadar ada darah keluar dari hidung Keenan.
Cinta tanpa sadar juga menarik Keenan yang berada di depan sofa tempat ia tidur kedalam pelukannya.
"Kenapa bantal ini keras?" gumam Cinta setengah sadar, tapi tidak ia hiraukan karena sekarang ia merasa sangat pusing dan mengantuk.
Keenan menahan nafasnya sebentar, matanya terbelalak dan jantungnya sudah mau copot, sekarang wajahnya benar-benar terbenam di kedua buah dada milik Cinta yang polos tak ditutupi sehelai benangpun, ditelannya salivanya berkali-kali akibat ulah Cinta ini.
"Sial, aku sudah tidak bisa menahan diri lagi. Ini salah mu gadis kecil yang licik!" ketus Keenan langsung menggendong Cinta ala bridal style ke kamarnya.
Terima kasih utk karyanya & sehat2 semangat slalu utk karya terbarunya 🙏🏼💐💪🏼