NovelToon NovelToon
REINKARNASI KEDUNIA SIHIR DAN PEDANG

REINKARNASI KEDUNIA SIHIR DAN PEDANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Reinkarnasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: NOTHING TO LOSE

Berkisah tentang seorang pria berumur 23 tahun bernama Reynald, yang biasa saja kehidupannya namun di suatu hari di siang bolong ketika ia ingin pergi keuniversitas untuk belajar, ia melihat seorang wanita yang sedang melamun di jalan, lalu tiba-tiba saja ada sebuah mobil truk yang ingin menabraknya, Reynald yang tak memikirkan apapun lagi secara spontan ia berlari dan mendorong wanita tersebut, di akhir hayatnya ia bisa melihat wanita tersebut selamat, Reynald sedikit bangga dengan itu, lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap dalam hatinya ia berkata "Apa ini akhir dari kehidupan seorang perjaka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOTHING TO LOSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 PERTARUNGAN YANG MUDAH

"Bukankah Giselen sudah bilang dia tidak ingin di ganggu lalu kenapa kau justru menganggunya apa telingamu tersumbat sesuatu?" Aku yang sedikit mengejeknya.

"Cih...Kau rakyat jelata berani sekali berkata seperti itu padaku untung saja moodku hari ini lagi baik jika tidak mungkin aku sudah memberi pelajaran padamu, jadi bisakah kau menyingkir sebelum moodku berubah!!!."

Ucapnya dengan tatapan yang mengerikan namun bagiku itu tidak mengerikan sama sekali justru tatapan Brascho ingin membuatku tertawa ntah kenapa.

"Maaf tuan Duke yang telinganya kesumbat aku tidak akan menyingkir dari sini."

Ketika aku berkata seperti itu Brascho terlihat kesal, ntah kenapa aku merasa mental orang ini lemah.

"Jika seperti itu maka bertarunglah denganku yang menang akan mendapatkan Giselen."

"Apa kau gila atau apa? Kau tau Giselen bukanlah barang yang seenaknya bisa di buat taruhan."

"Cih....Ternyata rakyat jelata tidak berani, yah sayang sekali kalau begitu aku akan terus mendekati Giselen sampai dia menyukaiku." Ucapnya dengan lantang.

Aku yang mendengarnya sedikit kesal dan merasa jijik, aku rasanya ingin membunuh orang ini, aku pun kemudian melihat Giselen.

Giselen kemudian menatap balik padaku dengan senyuman seakan-akan dia berkata "Gapapa kok aku yakin kamu akan menang Reynald"

"Kau ingin bertarung bukan? Baiklah aku terima tawaranmu itu." Ucapku dengan jelas dan lantang yang membuat seisi kelas semakin heboh terkejut.

Ya bagaimana pun juga wajar saja jika mereka terkejut soalnya mereka menganggapku lemah sedangkan Brascho dia di anggap kuat.

Ya itu semua karna aku tidak menunjukan kekuatanku sebenarnya, berbeda dengan Brascho dia dari sejak awal masuk kelas dia selalu menunjukan bahwa dia bisa sihir ini itu.

Aku yang mendengar dan melihat dia menyombongkan dirinya aku merasa jijik, padahal kekuatan dia bahkan tak sebanding dengan Gisel dan Giselen.

Saat ini aku mendengar banyak orang yang membicarakanku seperti "Apa orang lemah itu berani menantang Brascho hahahha."

"Aku yakin dia akan mati jika dia berani menatang Brascho."

"Apa orang lemah itu bodoh berani sekali dia menantang Brascho."

Aku juga melihat Brascho yang sangat percaya diri dan tersenyum senang.

Akhirnya kami bertarung di depan kelas, teman-teman Brascho mereka menjaga pintu masuk kelas agar guru tidak masuk kekelas.

Ya itu semua karna sebenarnya peraturan sekolah melarang muridnya untuk bertarung. Tapi jika tidak ketahuan mungkin peraturan itu bisa di abaikan.

Aku saat ini sedang berada di sisi Gisel dan Giselen mereka seperti mengkhawatirkanku aku tidak tau kenapa tapi mungkin mereka berdua takut jika aku ketahuan bertarung dan di drop out dari sekolah mungkin ntahlah.

Aku pun tersenyum pada mereka berdua "Tenang saja semuanya akan baik-baik saja kok."

Ketika aku berkata seperti itu mereka berdua terlihat aga sedikit baikan.

Aku pun kemudian maju kedepan, didepanku saat ini ada Brascho yang tersenyum senang seakan-akan dia seperti percaya diri bahwa dia akan menang melawanku.

Aku sempat heran dari mana orang ini mendapatkan kepercayaan diri sebesar itu? Apa dia tidak mengerti apa yang di maksud diatas langit masih ada langit.

Haih jadi orang yang terlalu percaya diri seperti dia ternyata bahaya juga.

"Baiklah aku akan menghitung sampai 3 dan jika sudah sampai 3 maka pertarungan dimulai."

Brascho disini bersiap-siap sedangkan aku, aku mengupil karna merasa bosan. Dia merasa bersemangat sedangkan aku ya begitulah.

"1 2 3 MULAI!!!!"

Dan pertarunganpun di mulai Brascho dia dengan rasa bersemangatnya dia mengucapkan mantra dia mengeluarkan skilll sihir api.

Sebenarnya ketika dia mengucapkan mantra aku menguap malas itu semua karna dia membaca mantra SANGAT LAMA.

Sebenarnya ga terlalu lama sik mungkin beberapa detik tapi tetap saja lama, Gisel dan Giselen mereka berdua jauh lebih cepat.

Aku menghindari serangannya dengan sangat mudah aku hanya perlu bergerak satu langkah kekanan dan serangan Brascho meleset.

Dia terlihat sangat kesal dan marah "Beraninya kau menghindari seranganku!!!!!!!!!!." Teriaknya yang kemudian dia kembali mengucapkan sebuah mantra.

Ntah kenapa aku merasa semakin jijik pada orang ini rasanya aku ingin memberikan dia pelajaran bahwa diatas langit masih ada langit.

Aku yang sudah sangat malas dan bosan aku memutuskan untuk menyerang Brascho aku melesat dengan kecepatan tinggi kearah Brascho.

"Sangat lambat." Ucapku yang kemudian aku mencengkram kepala Brascho dan kuhempaskan ke lantai.

Seketika itu terjadi suara ledakan yang lumayan keras, lantai tempat dimana Brascho kuhempaskan menjadi sedikit cekung.

Sedangkan Brascho dia pingsan dengan darah di kepalanya, sedangkan semua orang yang melihat kejadiaann itu saat ini mereka terdiam mematung.

Apa lagi orang yang mendukung Brascho mereka terlihat sama sekali tidak percaya bahwa Brascho dikalahkan begitu mudahnya.

Aku pun kemudian tersenyum penuh makna pada mereka semua "Apakah salah satu dari kalian bisa bawa orang ini ke ruang kesehatan?" Tanyaku.

"AH yah tentu saja." Mereka yang sedang melamun itu tersadar dan segera langsung membawa Brascho ke ruang kesehatan.

Dan sedangkan sebagian orang lagi yang ada disana mereka masih terkejut dan ternganga.

Aku kemudian membetulkan lantai yang hancur tadi, ya walaupun tidak sempurna karna karpet merahnya tidak bisa aku betulkan.

Kemudian warna lantainya menjadi warna tanah. Setelah membetulkan lantai itu aku kembali ke Gisel dan Giselen dengan senyuman.

Mereka berdua membalas senyumanku, untuk beberapa alasan senyum mereka berdua seperti membuat hidupku lebih berwarna.

Dalam hatiku aku berjanji aku akan melindungi senyuman mereka berdua.

Ngomong-ngomong ntah kenapa tatapan kebencian waktu itu yang kurasakan sekarang menghilang, sekarang justru tatapan mereka ketika melihatku seperti ketakutan.

Aku tidak tau kenapa tapi moga saja itu adalah hal yang baik.

Aku Gisel dan Giselen kemudian kembali ke tempat duduk karna sebentar lagi kelas akan dimulai.

Aku dapat melihat dengan jelas bahwa sekarang mereka semua sama sekali tidak berani menatapku tidak seperti di awal masuk kelas.

"Reynald terimakasih." Ucap Giselen yang tersenyum sambil wajahnya yang berubah menjadi merah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
uwa_botak
Luar biasa
uwa_botak
abangnya damri nihh... /Facepalm/
Kopi Anget
lanjut tor biar op
Yoona
hallo semuanya, maaf author mengganggu. izin author promosi novel ku "Hanya Penonton " di tunggu kehadiran nya ❤❤

buat author semangat nulisnya
Yoona
hallo semuanya, maaf author mengganggu. izin author promosi novel ku "Hanya Penonton " di tunggu kehadiran nya ❤❤

buat author semangat nulis nya
Dapz
kekanak-kanakan nying😹
Hening Aryanti
Dia mengendus ngendus dia? Kata sepertinya diilangin deh, kebanyakan soalnya
Hening Aryanti
Mending ini antara narasi sama monolog dibedain deh, walaupun ini dalam sudut pandang MC, tapi pembaca bisa aja kebingungan, apalagi tanda bacanya sejauh ini masih kurang pas gitu
I Dw Ny Manasamadhi
aku,,menceritakan kisah sendiri maksudnya Autornya udah mati
Ridho Raziq Alvian
/Sleep/
Ridho Raziq Alvian
apa ini
Harzam zam
Luar biasa
swek lord
Naga jelek
Razali Azli
aku aku aku? langsung tak enak baca. jika guna ganti nama dari guna kata aku lebih meresap cerita.
SakaMada
sebagai jiwa yang umurnya 23 tahun yang di pindahkan di dunia lain, berkenalan dengan naga yang umurnya panjang, dimana dia masih belum mengerti apa apa tentang dunia itu, dimana hanya yang kuat bisa bertahan. Kenapa dia tidak memiliki pikiran untuk selalu menjaga sikap dan curiga kenapa langsung percaya dengan orang lain kenapa langsung membuka semua hal hal yang iya miliki? Apalagi dia umurnya 23 tahun masa belum mengerti apa apa? Apalagi sikap nya kaya bocah tolol yang pemalu dan naif?
Rizky Fadillah
huhh mc buat har3m jdi gk seru maaf thor gk jdi baca
Nurman Fatoni
anying merendah utk ditabok 😂
Ashveil
Luar biasa
Abbie Jard
kebanyakan kata ouh
Adrian Ritchief
ruuaaarrr biasaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!