NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Lulu yang tidak berdaya hanya bisa pasrah. Ia mendengus kesal sebelum akhirnya berbalik dan pergi begitu saja

Howard menoleh ke arah Ice.

“Kembalilah bekerja. Mereka sudah pergi,” ucapnya tenang.

“Tuan Howard… terima kasih,” ucap Ice tulus.

Howard tersenyum tipis.

“Kalau memang ingin berterima kasih, panggil saja namaku.”

Setelah berkata demikian, ia memasang earphone di telinganya, lalu melangkah pergi.

Ice memandang punggung pria itu yang semakin menjauh.

"Untuk pertama kalinya... ada seseorang yang membelaku. Jadi, seperti inikah rasanya memiliki seseorang yang berdiri di pihakku?"

Perlahan, sudut bibir Ice terangkat membentuk senyum tipis.

Beberapa saat kemudian, Ice kembali masuk ke dalam toko.

“Paman Liu, maafkan aku atas keributan tadi,” ucap Ice menundukkan kepala.

Paman Liu menghela napas panjang.

“Ice, ini bukan pertama kalinya mereka datang ke sini. Paman tidak menyalahkanmu, tapi kalau mereka terus membuat keributan, pelanggan akan takut datang. Bisnis paman juga akan terkena dampaknya.”

“Paman, aku janji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi,” kata Ice.

Paman Liu menggeleng pelan.

“Ice, sepertinya kau tidak bisa bekerja di sini lagi. Ini gajimu bulan ini.”

Paman Liu menyerahkan beberapa lembar uang kepada Ice.

“Paman juga harus memikirkan keluargaku. Anakku masih sekolah, dan toko ini satu-satunya sumber penghasilan kami.”

Mata Ice memerah.

“Paman, saat ini aku belum punya pekerjaan lain. Kalau aku kehilangan pekerjaan ini, aku tidak bisa membayar sewa ataupun membeli makan.”

“Ice, paman mengerti keadaanmu.” Paman Liu menepuk bahu gadis itu. “Tapi paman benar-benar tidak bisa membantumu lagi.”

Ice hanya menggigit bibirnya.

Saat suasana diliputi kesedihan, pintu toko kembali terbuka.

Seorang pria bersetelan rapi melangkah masuk bersama dua pria bertubuh tegap.

“Siapa pemilik toko ini?” tanyanya.

“Tuan, saya pemiliknya,” jawab Paman Liu sambil berdiri.

Mark mengangguk pelan, lalu duduk di salah satu kursi.

“Bos kami ingin membeli toko keramik ini. Sebutkan harganya.”

Paman Liu langsung tertegun.

“Tuan... maaf, toko ini tidak dijual. Ini adalah usaha yang saya bangun selama lebih dari dua puluh tahun.”

Mark tidak banyak bicara. Ia mengeluarkan sebuah cek dan meletakkannya di atas meja.

“Lihat dulu nominalnya.”

Paman Liu mengambil cek itu. Sesaat kemudian matanya membelalak.

“Tuan... ini terlalu banyak.”

“Kalau masih kurang, aku bisa menambahkannya sesuai harga pasar,” ujar Mark tenang. “Anggap saja bos kami membeli toko ini beserta seluruh keramik dan perabotan di dalamnya.”

“Tapi...” Paman Liu masih ragu.

Mark menyandarkan tubuhnya ke kursi.

“Bukankah kau membutuhkan uang? Biaya sekolah anakmu, biaya hidup keluargamu... Dengan uang sebanyak itu, kau tidak perlu lagi khawatir memikirkan semuanya.”

Paman Liu kembali menatap nominal pada cek itu.

“Kalau setuju, hari ini langsung urus suratnya,” kata Mark dengan tegas.

Setelah mempertimbangkan sejenak, Paman Liu akhirnya mengangguk.

“Baik, Tuan. Saya setuju,” ucapnya.

Mendengar itu, Ice terdiam.

"Toko ini sudah dijual… jadi aku tidak bisa bekerja lagi di sini."

Ia perlahan melangkah menuju pintu dengan hati berat.

“Tunggu,” suara Mark menghentikannya.

Ice berhenti dan menoleh. “Iya, Tuan.”

“Kau karyawan di sini?” tanya Mark.

Sebelum Ice menjawab, Paman Liu segera berkata, “Dia sudah bekerja di sini selama dua tahun. Dia sangat terampil. Hampir semua vas di toko ini adalah hasil karyanya.”

Mark menatap Ice beberapa detik.

“Mulai hari ini, semua karyawan lama tetap bekerja di sini, termasuk kamu.”

Ice tertegun. “Saya… masih bisa bekerja di sini?”

“Benar,” jawab Mark.

Ia lalu melanjutkan dengan tenang, “Mulai besok, kami juga akan membangun kantin khusus karyawan di sebelah. Selain itu, gaji semua karyawan akan dinaikkan menjadi 8.000 Yuan, ditambah bonus tahunan.”

Suasana toko langsung berubah hening sejenak.

Kemudian beberapa karyawan saling menatap, sebelum akhirnya tersenyum dan bertepuk tangan pelan.

***

Di sisi lain, Lulu yang sedang berjalan pulang tiba-tiba dihentikan oleh tiga pria berpakaian gelap.

Langkahnya langsung terhenti.

“Ka-kalian siapa?” tanyanya dengan suara mulai gemetar.

Salah satu pria melangkah maju, menatapnya dingin.

“Mulai hari ini, kau tidak boleh lagi mengganggu Nona Meng.”

Lulu langsung tertegun. “Apa maksud kalian? Aku ibunya!”

Pria itu tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

“Tidak semua orang yang melahirkan berhak disebut ibu,” jawabnya datar.

Lulu mencoba mundur, tetapi jalan di belakangnya sudah tertutup.

“Ini urusan keluargaku! Jangan ikut campur!” bentaknya, meski suaranya mulai bergetar.

“Tahan dia!” perintah salah satu pria itu dengan tegas.

Dua rekannya langsung bergerak cepat dan menahan kedua lengan Lulu.

“Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan?!” teriak Lulu panik sambil meronta.

Namun genggaman itu terlalu kuat.

“Diam.” suara dingin terdengar lagi.

Plak!

Tamparan keras dilakukan oleh pria itu.

"Aahh!" jeritan Lulu yang kesakitan.

Pria itu menampar wajah Lulu berulang kali sehingga meninggalkan bekas jari di wajahnya.

Lulu langsung diam ketakutan.

Pria itu menatapnya dengan tatapan tajam. “Ice Meng bukan orang yang bisa kau sentuh. Ingat itu baik-baik.”

Lulu menelan ludah, wajahnya mulai pucat.

“Sekali kau berani menyakitinya lagi, kami tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja. Dan kalau sampai dia meneteskan air mata…” suaranya semakin rendah dan dingin, “…kami akan mencarimu sampai ke mana pun kau bersembunyi.”

***

Lulu kembali ke rumah dengan langkah gelisah. Begitu masuk, ia langsung melihat suaminya terbaring dalam kondisi lemah, wajahnya pucat menahan sakit pada kedua tangannya.

“Lowie, ada apa denganmu?” tanya Lulu panik.

“Aku tidak tahu… beberapa orang memotong jariku,” jawab Lowie dengan suara lemah.

“Ma, Papa sudah kehilangan banyak darah. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit,” ucap Ric cemas.

“Ma… kenapa wajah Mama bengkak?” tanya Nic, putra bungsu mereka, khawatir.

Lulu menarik napas tajam, lalu meledak.

“Semua ini karena anak sialan itu! Ada yang melindunginya!”

Ric mengerutkan kening. “Apa maksud Mama?”

“Tadi aku membawa mereka untuk menagih utang. Tapi mereka tiba-tiba berubah sikap… mereka bahkan pergi begitu saja. Mereka ketakutan saat melihat kalung yang dipakai Ice,” jelas Lulu.

“Kalung?” tanya Ric.

“Kalung bertuliskan HW. Aku tidak tahu apa artinya, tapi aku bisa merasakan itu bukan kalung biasa. Itu sangat mahal… bahkan bukan barang yang bisa dimiliki sembarangan orang,” jawab Lulu.

Suasana langsung hening.

Lowie yang masih terbaring memejamkan mata, lalu berkata pelan dengan nada penuh kecurigaan dan marah.

“Berarti… dia sudah menemukan orang untuk melindunginya. Dan dia mengkhianati kita.”

"Kurang ajar, dia berani melawan kita, aku akan menemuinya," ucap Ric yang beranjak dari sana.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!