NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 SO ASIK

Bee, Cristal, Jelita, dan Kriss akhirnya duduk di satu meja. Kriss duduk tepat di depan Bee.

Sedangkan Jelita sengaja memilih duduk di samping Cristal.

Begitu makanan datang, Bee langsung menikmati makan siangnya dengan tenang, Sesekali ia ikut menanggapi candaan Kriss.

"Bee."

"Hm?"

"Nanti kalau sudah magang jangan lupa traktir ya."

Bee terkekeh. "Belum juga mulai kerja."

"Kan nanti."

"Kalau nanti lihat nanti."

Kriss langsung memegang dadanya. "Sadis."

Bee hanya tertawa kecil.

Di sisi lain, Jelita terus berusaha mencari perhatian Cristal.

"Cristal."

"Iya?"

"Kamu biasanya pulang sama Bee terus ya?"

"Enggan juga. Hanya sesekali." Balas Cristal santai sambil menikmati makanan miliknya

"Wah, pasti seru."

" Biasa aja."

"Kalau nanti kita magang bareng juga pasti seru."

Cristal hanya tersenyum tipis. " Sudah pasti " Jawabannya terdengar sopan, tetapi tetap menjaga jarak.

Jelita tidak menyerah Ia kembali mengajak Kriss berbincang. "Kriss, kamu jurusan apa?"

"Manajemen."

"Wah, sama dong."

"Iya."

"Kamu sama Bee sudah lama berteman?"

Kriss mengangguk. "Cukup lama."

"Pantas akrab."

"Iya."

Percakapan itu terus berlangsung. Namun Kriss tetap lebih banyak memperhatikan Bee daripada Jelita.

Sedangkan Bee sendiri tampak tidak terlalu memikirkan tingkah Jelita. Ia hanya menikmati makanannya sambil sesekali ikut menimpali obrolan mereka.

Jam pulang kuliah akhirnya tiba.

Bee dan Jelita pulang menggunakan mobil keluarga Luwis. Sepanjang perjalanan, Jelita kembali bercerita tanpa henti tentang kampus, teman-teman baru, dan berbagai hal yang ia alami hari itu.

Bee hanya sesekali mengangguk sambil tersenyum.

Sesampainya di rumah.

Bee lebih dulu masuk, Begitu melihat Mamah Lana duduk di ruang keluarga, Bee langsung tersenyum seperti biasanya. "Mah."

Mamah Lana menoleh. "Bee, kamu pulang."

Bee sempat terdiam. Hanya sesaat, Biasanya... Mamah Lana selalu menyapanya dengan panggilan penuh kasih.

"Sayang..."

"Putri Mamah..." Atau sekadar mengusap kepalanya.

Namun kali ini... Hanya satu kata. " Bee."

Meski senyumnya masih terukir, ada sedikit rasa sesak yang kembali muncul di dadanya. Namun Bee buru-buru mengusir perasaan itu. "Iya, Mah."

Bee tetap tersenyum hangat. "Bee masuk kamar dulu ya."

"Iya."

Mamah Lana mengangguk pelan.

Bee pun melangkah menuju lantai atas.

Tak lama kemudian Jelita masuk ke ruang keluarga dengan wajah ceria. "Mamah."

"Iya, Sayang."

Jelita langsung duduk di samping Mamah Lana sambil memeluk lengannya dengan manja. "Hari ini seru sekali."

"Oh ya?"

"Iya." Jelita mulai menceritakan kegiatan kuliahnya.

Tentang dosen, Tentang teman-teman baru, Tentang makan siang bersama Bee dan Cristal.

Lalu tanpa sadar wajahnya berubah sedikit berbinar. "Mah."

"Hm?"

"Tadi aku ketemu Kak Juna."

Mamah Lana tersenyum kecil. "Oh?"

"Iya."

"Dokter Juna?"

Jelita langsung mengangguk semangat.

"Iya mungkin. Aku gak tau" ucap jelita "Orangnya ganteng ya, Mah."

Mamah Lana terkekeh pelan. "Memang."

"Terus dia tinggi."

"Iya."

"Terus..."

Jelita tersipu malu. "Dia kelihatan keren."

Mamah Lana memperhatikan perubahan ekspresi putrinya, Lalu tersenyum jahil. "Jangan-jangan..."

Jelita langsung menunduk."Apa?"

"Kamu menyukai Kak Juna itu?"

Wajah Jelita langsung memerah. Beberapa detik kemudian ia mengangguk pelan. "Iya."

Mamah Lana tertawa kecil. "Baru bertemu sudah suka?"

"Kan boleh suka dulu." Jawaban polos itu membuat

Mamah Lana kembali tertawa. Sebenarnya ia sangat mengenal keluarga Juna. Mereka sudah bertahun-tahun menjadi sahabat keluarga.

Bahkan tidak jarang kedua keluarga makan malam bersama atau pergi berlibur bersama, Karena itulah Mamah Lana cukup mengenal sifat Juna.

"Kalau soal Juna..." Mamah Lana mengusap rambut Jelita. "Dia memang anak yang baik."

"Tapi...Dia juga sangat dingin."

Jelita tersenyum penuh percaya diri. "Gak apa-apa. Aku suka dengan laki-laki yang Dingin "

Mamah Lana hanya tersenyum melihat semangat putrinya.

Beberapa saat kemudian, Jelita kembali teringat sesuatu. "Mah."

"Iya?"

"Hari ini dosen mengumumkan tempat magang."

"Oh ya?"

"Bee sama Cristal sudah diterima di salah satu perusahaan."

Mamah Lana mengangguk. "Itu bagus. "

"Tapi..." Jelita memainkan ujung bajunya. "Aku juga ingin magang di tempat yang sama."

Mamah Lana menatapnya. "Kenapa?"

"Supaya aku sama Bee tetap bersama." Jawab Jelita dengan nada pelan. "Aku juga ingin belajar di perusahaan yang bagus."

Jelita menggenggam tangan Mamah Lana. "Mamah bisa bantu aku?"

"Maksudmu?"

"Tolong carikan jalan supaya aku bisa masuk ke perusahaan tempat Bee magang."

Mamah Lana terdiam sejenak. Ia tahu Bee diterima di sana karena kemampuan dan prestasinya, Bukan karena bantuan keluarga.

Namun melihat wajah Jelita yang penuh harap, ia tidak tega menolak mentah-mentah. "Mamah akan coba cari tahu dulu."

Jelita langsung tersenyum lebar. "Benarkah?"

"Iya."

"Tapi Mamah tidak bisa menjanjikan apa pun."

"Yang penting Mamah mau mencoba." Jelita langsung memeluk Mamah Lana dengan erat. "Terima kasih, Mah."

Mamah Lana membalas pelukan itu sambil tersenyum. Namun jauh di dalam hatinya, muncul perasaan ragu, Ia berharap keinginannya untuk membahagiakan Jelita...

Tidak akan kembali membuat Bee merasa semakin tersisih di rumah yang selama ini juga ia anggap sebagai rumahnya.

1
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!