.Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...... Hallo kakak readers semua kali ini saya VicaChu alias VICALDO kembali hadir membawa cerita baru yang akan menemani Kaka selama bulan Ramadhan, dengan kisah percintaan yang seru, semoga kita semua selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT Aamiin Allahhumma Aamiiin 👏👏😊
Cerita kali ini mengisahkan tentang seorang Gadis cantik yang super jutek judes dan keras kepala bernama Annisa Rhamadania berumur 23 tahun.
Suatu hari karena sikap nya yang cuek dan terkesan dingin ke semua cowok di kampusnya, membuat Rangga Putra Dijaya Kaka kelas Senior Annisa merasa terusik harga dirinya sebagai cowok super uwwu di kampus, ternyata malah di abaikan dan di cuekin oleh seorang Annisa mahasiswi baru yang terkenal jutek.
Perdebatan pun sering terjadi diantara keduanya hingga membuat Rangga, berniat jahat dengan menyuruh teman teman tongkrongan nya untuk menculik dan mengerjai Annisa dengan berpura pura hendak memperkosanya.
Petaka tersebut mempertemukan Annisa pada seorang pria tampan yang bernama Azzam, seorang dosen sekaligus ustadz di pesantren.
Akankah Azzam mampu merubah Annisa menjadi seorang muslimah yang baik????
Yuk simak cerita kami ya kakak readers.
Happy reading 🤗😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicaldo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kagetnya Rangga Melihat Kembalinya Annisa
Jam istirahat telah tiba, seusai menyelesaikan tugasnya yang tertunda dan menumpuk, Annisa segera bergegas mencari Sinta sahabat karibnya.
Sinta masih ada didalam kelas menunggu sang dosen yang belum selesai menerangkan materi. Semua mahasiswa mahasiswi tampak mulai menguap, pertanda telah sangat lelah dengan mata kuliah hari itu, begitu juga dengan Sinta.
" Oke sampai disini, jika ada yang belum jelas silahkan ditanyakan. Jika tidak ada kelas kita akhiri." ucap sang dosen.
Tak ada yang mengangkat tangan untuk bertanya, maka dosen pun segera meninggalkan kelas, dengan membawa setumpuk map ditangan nya.
Gadis yang terlihat kusut karena lelah,.seusai mengikuti kelas, berjalan keluar meninggalkan kelas, Annisa yang sembunyi dibalik pintu tiba tiba datang mengagetkan Sinta.
" Dorrr...." suara Annisa mengagetkan Sinta.
" Eh kira kira dong kalau ngagetin orang, sok kenal aja sih. " ujar Sinta setengah sewot, merasa kaget.
Kesal karena dikagetkan Sinta nyelonong pergi tanpa melihat siapa yang baru saja mengagetkannya.
" Yakin gak mau lihat gue nih. Ya udah gue pergi lagi deh." celetuk Annisa mencoba menghentikan langkah sahabatnya.
" Sepertinya tak asing lagi suara itu." gumam Sinta, mulai menghentikan langkahnya.
Sahabat karib Annisa itu pun menoleh ke sumber suara, berjalan mendekat penuh penasaran.
Sesampainya tepat dihadapan Annisa yang sedang mengenakan hijab tertutup itu, Sinta melihat sekujur tubuh Annisa dari atas sampai kebawah. Wajahnya mulai mendekat menatap mata Annisa.
Sementara Annisa dalam hati sudah ingin tertawa keras, melihat tingkah sahabatnya yang lucu tersebut.
" Yaa Allah Sinta ini gue Nisa temen lu, masa gak ngenalin gue sih." ujar Annisa mencubit kedua pipi Sinta.
" Auwww.... sakit tahu, eh beneran lu ini Nisa? "
" Suara sama mata sih mirip, tapi masa iya Nisa sahabat gue berubah drastis seperti ini." ujar Sinta kembali.
Tak perduli Sinta percaya atau tidak, Nisa langsung memeluk tubuh sahabatnya tersebut dengan erat. " Uuuuuu... aku kangen lu sayangku,."
Didekap erat tubuh Sinta, sampai Sinta merasa kehabisan nafas.
" Yaa Allah iya bener ini Nisa sahabat gue yang super judes. Alhamdulillah Yaa Allah telah Engkau kembalikan temen barbar ku." kali ini Sinta yang berganti mendekap erat tubuh Annisa.
Keduanya saling berpelukan melepas kangen, setelah berhari hari terpisah oleh keadaan. Sinta menangis sesenggukan sembari bibirnya tak henti mengucap syukur, kepada Allah, atas kembalinya sahabat karibnya.
Setelah saling melepas kangen, dua sahabat ini duduk di depan kelas Sinta. Annisa bercerita panjang lebar mengenai kejadian yang menimpanya beberapa waktu kemarin.
Rangga dan Leo yang masih merasa penasaran apakah gadis berhijab tertutup itu adalah Annisa, tampak sedang menguping pembicaraan Annisa dan Sinta dari semak yang ada di dekat kelas Sinta.
" Begitulah ceritanya Sin, syukur Alhamdulillah berkat kejadian mengerikan waktu itu, Allah mengubah jalan hidupku dan merubahku sehingga membuat diriku menjadi seperti sekarang yang kamu lihat saat ini." ucap Annisa menggenggam tangan Sinta.
" Yaa Allah sayang, ternyata begitu ceritanya, pantesan om Amir melarang gue bercerita kepada siapapun tentang berita hilangnya lu. Rupanya cowok brengsek itu yang berulah. Sayang, ayo kita balas mereka, jangan biarkan mereka seenak jidatnya berkeliaran di kampus kita ini." ucap Sinta penuh emosi, tangannya mengepal meninju tangan kirinya.
Annisa yang dulunya dikenal cuek judes jutek atau bahkan bar bar, kali ini terlihat berbeda.
" Sinta, kita tidak boleh dan tidak perlu membalas dendam pada mereka. Justru gue sangat bersyukur pada Rangga, berkat dia Allah telah merubah takdir hidupku. Dari aku seorang gadis yang barbar, semena - mena, sekarang bisa terarah mengenal siapa penciptaku, pemilik raga ini yang sebenarnya." ucap Annisa lembut dan santun.
" Masya Allah Nisa sayang, sejak kapan lu pandai berkata bijak seperti ini. Huaaaa..... Oh My God, sungguh besar kuasaMU mampu merubah takdir hidup sahabat ku ini." tukas Sinta kembali memeluk Annisa.
" Eh bentar sayang, ngomong ngomong mereka kan gak tahu kalau lu masih hidup, terus sekarang tiba tiba muncul, gimana kalau mereka culik lu lagi." timpal Sinta kembali.
" Sinta denger ya omongan gue, gue yakin mereka gak akan berani lakuin hal itu lagi, mengingat ancaman yang sudah papa berikan." jawab Annisa.
" Masya Allah baik bener lu Nis." ucap Sinta.
Rangga dan Leo yang telah mendengar semua ucapan Nisa. Sesaat keduanya terdiam dibalik semak yang ada dipinggir kelas Sinta.
Tiba tiba Rangga keluar dari persembunyiannya dan menghampiri kedua gadis yang baru saja selesai berceriita.
" Nisa maafin gue, hukumlah gue, atau laporin ke polisi juga boleh, tapi tolong maafkan semua kesalahan yang pernah gue lakuin ke kamu." ucap Rangga menghina. Sorot matanya dipenuhi rasa penyesalan.
" Eh brengsek, berani beraninya sih lu datang kemari. Pergi gak, atau gue teriak nih biar lu digebukin." ancam Sinta yang terlihat geram, melihat kehadiran Rangga dan Leo yang tiba tiba.
Sinta bahkan hendak berteriak kencang meminta pertolongan, namun tangan Nisa keburu menutup rapat mulut Sinta dengan telapak tangannya.
" Gak ada yang perlu dimaafkan, pergilah !! anggap saja kita impas. Jangan pernah ganggu kehidupanku lagi." tukas Annisa berlalu pergi menarik tangan Sinta, meninggalkan dua orang laki laki yang sedang dipenuhi dengan rasa penyesalan.
" Pliss Nisa maafin gue, gue bersedia menyerahkan sisa hidup gue asal kamu maafin ." teriak Rangga tak perduli dengan beberapa pasang mata yang sedang memperhatikannya.
Tetap dan terus melangkah, kedua gadis itu pun pergi menuju perpustakaan. Tak menghiraukan teriakan Rangga.
Di ruang perpustakaan, sosok yang sudah tak asing lagi bagi Nisa baru baru ini. Tengah duduk menghadap laptop dengan ditemani tumpukan buku diatas meja.
Nisa tertegun ingin menyapa, namun ia ragu dan takut semua teman temannya akan tahu tentang hubungannya dengan sang dosen.
" Ayo kita duduk disana." seru Sinta menunjuk arah Azzam yang tengah menatap layar laptop.
Nisa mematung, menolak ajakan Sinta. Hingga suara mereka membuat beberapa pengunjung melihat ke arah mereka.
Begitu juga dengan Azzam spontan melihat ke arah dua orang gadis yang berdiri mematung sambil berisik, membuat ketenangan para pembaca terganggu sesaat.
Nisa membungkuk kan badannya meminta maaf pada semua pengunjung, lalu pergi memilih duduk di pojokan yang terlihat lebih sepi.
Azzam berhenti sejenak dari menatap laptopnya mencari kehadiran sosok gadis yang berhasil membuatnya luluh.
Antar iya dan tidak, dalam hatinya Azzam menggumam ingin menyapa calon istrinya. Namun keadaan tidak mengizinkan nya.
Dan siang itu mereka saling terdiam seolah tak saling kenal duduk berjauhan dan berkecamuk dengan pemikiran masing masing.
******
JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA
JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS SEMUA DI KOLOM KOMENTAR YANG ADA
JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘