aku ke kota untuk mencari kerja, tapi nyatanya malah mendapat suami !!!
bagaimana bisa aku mendadak jadi seorang mama dan istri seorang CEO kaya?
di usiaku yang baru menginjak 18 tahun aku harus menikahi duda tampan nan kaya yang terpaut usia 10 tahun dariku, aku sangat menyayangi anak itu, juga menyayangi ayahnya, tapi apakah suami ku juga mencintaiku???
Follow ig author bunda dan kakak sekalian sebangsa dan setanah air : @unchiha.sanskeh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sahabat katanya
" pak bagas hati hati ya"
seperti biasa aku mengantarnya keluar saat dia mau berangkat kerja, aku membawa tas kantornya.
" iya, nina hari ini aku akan ke kota B sama erik untuk rapat. jadi kamu tidak perlu ke kantor siang ini ya"
" jadi bapak tidak pulang?"
" tidak, aku pulang kok"
" jam berapa?"
" jam 20.00 tidak lembur, di kota B cuma sampai sore saja, terus lanjut tanda tangan berkas di kantor, tidak apa apa kan? "
huh syukurlah, aku jadi paranoid begini karna obrolan ku kemarin dengan mba renatta.
flashback on
dia mengajak ku makan di restoran dekat rumah, dia begitu anggun, sangat cantik, langsing, badannya tinggi, aku berasa minder saat jalan bareng dia.
" mba renatta mau bilang apa?"
" ah kamu buru buru sekali, kenapa kita tidak minum dulu?"
" mm, maaf"
aku jadi malu, tapi jujur saja aku benar benar tidak karuan karna mba renatta, dia mau bilang apa memang nya?
" nina begini, aku langsung saja ya, apa kamu dan bagas saling mencintai?"
uhuk uhuk uhuk, aku langsung tersedak karna pertanyaan mba renatta.
bagaimana ini, aku harus jawab apa, aku sangat mencintai pak bagas, tapi selama ini pak bagas belum pernah sekali pun bilang mencintai aku. tapi perilaku nya kepadaku, seperti ada kasih sayang di dalamnya, apa aku bilang saja kami saling mencintai?
aku bergumam dalam hati, kepalaku tertunduk dan tangan ku dingin meremas kuat kedua lututku.
baiklah aku sudah memutuskan aku akan bilang..
"begitu ya? jadi posisi kita sama ya nina, hanya kamu yang mencintai bagas kan?"
eh, kenapa dia tiba tiba ambil kesimpulan begitu, padahal aku baru mau jawab, tapi dia sudah menyela ku duluan.
" jadi nina, karna posisi kita sama, kita sama sama berjuang ya,"
" kita berdua perempuan yang sama sama mencintai laki laki yang sama, haha lucu yaa, tapi kamu lebih unggul nih, kamu sudah jadi istrinya, tapi kamu jangan tenang dulu, aku gak bakal ngasih kendor lo haha"
dia ngomong apa sih, dia tertawa kecil, bercanda canda, seakan tidak ada masalah sama sekali dengan omongan nya.
" nina mungkin kita saingan, tapi kita juga teman ya? ayo kita sama sama berjuang ya"
dia mengambil tangan ku dan menggenggam nya, dan tersenyum, aku tidak berkedip saat melihatnya, kenapa dia bisa begitu santai saat secara terang terangan ingin merebut suami orang.tapi jujur saja dia memang sangat cantik, bagaimana aku bisa bersaing dengan nya?
malam nya aku langsung bilang ke pak bagas, kalau mba renatta menemui ku, tapi aku tidak bilang tentang apa yang kami bicarakan.
"pak bagas tadi mba renatta ke rumah"
aku mengantarkan kopi, dan duduk di sampingnya saat dia membaca koran di ruang kerjanya.
" benarkah? dia ngapain?"
" dia bilang mau nemuin nina"
"oh ya? kalian ngobrol apa?"
dia mengganti posisi duduk nya mengarah ke samping menghadap ku
" tidak ada, hanya obrolan perempuan biasa"
" benarkah? bagus sekali kalau begitu, kalian bisa akrab, temanku bisa jadi teman nina juga"
pak bagas tersenyum, dia kelihatan senang sekali aku dan mba renatta ngobrol, apa pak bagas berharab aku bisa akrab dengan mba renatta, karna aku mau di madu?
aduhhh, aku jadi mikir kemana mana.
*****
" syukurlah, semoga mereka bisa akrab, jadi nina tidak sendirian saat aku kerja, dia bisa ajak renatta jalan jalan atau semacamnya, setidak nya dia memiliki teman sekarang"
batin ku dalam hati, aku sangat senang saat mendengar mereka ngobrol berdua, renatta memang orang yang mudah akrab, dari kecil aku dan erik bisa akrab dengan nya juga karna karakter easy going nya. yah syukurlah, aku benar benar senang.
dia memang harus memiliki teman, sesekali harus refreshing, hari hari nya hanya terisi untuk mengurus kami berdua dio, dan urusan rumah tangga lain.
aku sudah bilang buat pakai pembantu, jangan kan 1 aku bisa perkerjakan 10 orang lebih jika dia mau, tapi wanita ku memang beda, dia benar benar mama dan istri terhebat dan terbaik yang pernah ada.
bahkan istri pertama ku saja tidak pernah menyentuh urusan dapur atau rumah tangga lain, bi sri dan 8 pembantu lain yang membantunya dulu.
flashback off
" aku berangkat ya"
dia mencium keningku, dan masuk mobil.
" mari nyonya"
pak An membungkuk ke arahku, saat setelah dia menutup pintu mobil pak bagas. aku membalas pak An dengan menundukkan kepalaku.
mereka pun berangkat, tapi pikiranku masih kacau, mba renatta kemarin secara terang terangan mendeklarasikan perang dengan cara halus. sahabat apanya?.
*****
tidak akan ada yang tahu jalan kita di depan namun siapa sangka sahabat kata pak bagas? dia adalah awal semua ini, banyak salah paham setelah kata sahabat datang. semua orang tersakiti, kapal tempat kami mengarungi lautan rumah tangga, terancam hancur karna karang. ini adalah awal sebelum kehancuran kami di mulai.
entah seperti apa akhirnya, begitu banyak karang mengancam di depan, namun selamanya tetap tidak akan berubah saya mencintai kamu, sekarang, dan selamanya tetap mencintai kamu.