NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 : TARGET GAGAL

Angkasa membaca chat terakhir Jingga tiga kali.

BAKMI BUMI JAWA

Sial.

Jam di warung Bumi menunjukkan jam 16.47.

Di pangkuannya Damar masih anteng main mobil-mobilan kayu yang baru dibelikan Angkasa kemarin.

"Ayah Angit! Polisi sama pencurinya tabrakan!" Damar ketawa ngakak.

Angkasa tidak bisa ketawa.

Tangannya gemetar.

"Umi!" panggil Angkasa setengah berbisik dari balik gorden.

Bumi yang lagi mengaduk bumbu di depan, langsung nengok.

“Ada apa Langit?

"Bintang sama anak-anak kantor mau ke sini sore ini! Traktiran!" Bumi langsung diam.

Sutil di tangannya jatuh ke wajan.

 Cesss.

"APA?! Sekarang?!"

"Iya! Chat dari Jingga! Sekarang gimana?" Bumi panik setengah mati. Warungnya kecil. Dapur dan rumahnya cuma sekat gorden tipis. Kalau Bintang masuk, habis.

“Sebaiknya kamu pulang saja, tidak enak jika dia dan anak buahmu liat kamu  lagi jaga Damar di sini.” Bumi bukan karena takut ketahuan. Tapi lebih ke menjaga marwah Angkasa sebagai Dirut di kantornya.

“Tapi Damar …?”

“Udah gak apa-apa, cepat pulang.”  Usirnya halus. Mematikan kompor. Lalu akan memgambil Damar dari pangkuan Angkasa.

“Tapi, mereka banyak. Umi yakin bisa sendiri?”

“Ada Azizah di sini. Biar dia yang jaga Damar.” Jawab Bumi memastikan ia akan baik-baik saja melayani pembeli.

“Ayah … Ayah Angit. Mau main sama ayah.” Rengek Damar yang memang sudah sangat akrab dengan suami Bintang itu.

Angkasa menahan langkahnya, menoleh ke Damar lagi.

“Pulang!” Seru Bumi tegas.

“Ayah mainnya belum selesai! Mobil polisi masih kejepit!"

"Ssshhh, jagoan. Kita main petak umpet ya. Sekarang kita umpet dulu." Rayu Angkasa pada Damar yang masih tidak rela Angkasa pergi.

Hanya.

Baru selangkah kaki Angkasa menuju pintu belakang, suara klakson mobil terdengar dari depan warung.

"TELOLET! SAMPE, BU!" Suara anak magang cowok paling berisik.

Rombongan Bintang sudah sampai.

Angkasa melipir lewat samping, menghindar untuk bertemu rombongan Bintang dan anak - anak Gudang.

Angkasa memang berhasil tidak terlihat oleh para pegawainya. Tetapi tidak dengan mobilnya yang terparkir tidak jauh dari situ sangat Bintang kenal. Bintang yakin, suaminya memang sedang ada di dalam.

“Misi …” Terika Mentari melihat warung itu sepi.

Bumi tergopoh-gopoh ke depan.

“Iya … silahkan.”

“Bakminya masih ada bu? Tanya mereka sambil mencari tempat duduk.

“Iya … iya. Masih. Sebentar saya siapkan. Silahkan tulis pesanan di sini. Ini daftar menunya.” Bumi terlihat gugup. Apalagi saat matanya bersirobok dengan Bintang.

"Stt... kok bu bosa ajak kita ke warung kecil gini ya? Gak berkelas banget." Bisik salah satu anak gudang menyenggol temannya.

"Ya emang enak kali." Balas yang di senggol.

"Tali sumpah kecil n gak ada apa-apanya gini amat sih." Lanjutnya lagi.

"Sa diem gak?" yang di senggol sudah melotot ke temannya.

"Ada apa?" tanya Bintang melihat di pojok ada yang kasak kusuk.

"Ah... gak ada apa-apa bu." udah pamer senyum aja dua orang tadi.

Kemudian.

“Hai mbak Bumi.” Sapa Bintang ramah.

“Ibu … ayah hilang.” Celaka, Damar mana tau arti main petak umpet. Ia sudah mengikuti Angkasa ke belakang, lalu masuk ke kamar dan ruang lainnya. Tapi tidak menemukan Angkasa.

“Hu …hu .uu.  Ayah Angit, gak ada di dalam bu. Huuhu..hu.” rengek Damar menjadi-jadi.

"Tadi... tadi. Ayah masih di dalam rumah bu. Tapi ilang." Lanjut Damar mulai tantrum.

“Iya … nanti kita cari sama-sama. Ibu sedang sibuk ya. Sama kak Azizah dulu.” Bumi menenangkan Damar.

“Gak mau, maunya sama ayah Angit, bu. Hu…hu.”

“Azizah, tolong bawa adik jajan di depan dulu. Pulangnya main dulu di taman.” Perintah Bumi karena ia butuh ketenangan saat memasak.

Damar di pelukan Azizah, dengan tangan dan kaki yang masih meronta. Tidak suka di ajak Azizah, maunya sama Angkasa.

“Gak mau ka Azizah, maunya sama ayah.” Masih saja Damar tantrum mencari Angkasa.

"Kenapa ayah pergi bu, Damar gak nakal sama ayah bu. Damar sayang ayah." Sudah dalam gendongan Azizah tetap saja Damar menangis dan berteriak-teriak.

Fix.

Angkasa tentu baru saja hilang dari tempat itu.

“Anaknya rewel ya bu?” Tanya Mentari.

"Kasian. Anaknya rewel. Mau sama ayahnya ya bu." celetuk gemas anak gudang

Melihat Damar di larikan paksa oleh Azizah.

“Ah .. Oh. Tidak. Eh, iya. Maaf.” Jawab Bumi gugup.

“Biasa, anak-anak tuh paling suka main sama ayahnya. Dengerkan tadi panggil panggil ayahnya.” Celetuk yang lain lagi.

“Iya, di tinggal ayahnya ya bu?” Tanaya mereka lagi.

“Hah .. i… iya. Barusan tadi main.” Jawab Bumi tidak ada pilihan. Karena orang yang datang semua punya mata dan telinga. Semua mendengar kalo tadi Damar merengek memanggil ayah. Hanya… syukurlah panggilan Damar pada Angkasa adalah Ayah Angit.

Bintang menatap tajam pada Bumi.

Tidak bersuara.

Juga tidak ikut kepo seperti anak-anak magang yang ia bawa. Padahal ia tau betul yang di tangisi Damar adalah kepergian suaminya.

“Ini bu pesenan kami.” Jingga sudah memberikan secarik kertas pesanan mereka ke Bumi.

“Baik delapan porsi, ya? Mohon di tunggu.” Bumi menerima kertas itu dan membacanya.

“Delapan! 1 satu setengah porsi. Dua Bakmi biasa, Empat Bakmi pedas nampol, satu lagi pedas sedang. Nggih?” Baca Bumi pada deretan pesanan itu.

“Minumnya es jeruk 3, jeruk hangat 2, teh panas 1, duanya teh manis. Baik. Segera di buatkan.” Lanjut Bumi berjalan ke area masak.

Cukup cekatan tangan Bumi mengerjaknya. Pertama ia merebus mie nya terlebih dahulu. Sementara itu ia menyiapkan minuman lalu mengantarkan ke meja.

“Gak ada cemilan kerupuk atau kacang gitu bu?” Tanya salah satu dari mereka lagi.

“Maaf, belum. Kami baru buka. Masih belajar jualan, permisi.” Pamit Bumi yang akan melanjutkan pekerjaannya mengaduk bakmi pesenan mereka.

“Tempat cuci tangan di mana bu?” tanya Jingga.

“Pamit, mbak. Di depan.” Sahutnya sopan sambil menunjuk dengan ibu jarinya.

Jingga ke depan.

Jauh kedepan, kebablasan.

Sengaja.

Karena ia sempat melihat mobil Angkasa parkir tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang.

“Kassa.” Bisiknya sendiri.

Bersambung …

Kecewa nih pemirsa gagal mergokin Angkasa.

Sabar ya, akan ada waktunya nanti.

Panggil temen yang lain donk biar seru.

Makasih yaa

1
bunda n3
pokoknya sampe angkasa paham 😄
bunda n3
ga sekalian aja itu 50 panggilan tak terjawab🤣
🌼EmeLBy🌼: tunggu gebrakan Angkasa selanjutnya yaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
🌼EmeLBy🌼
Tanda apa yaaaa🤭😄😄
@alfaton🤴
semoga angkasa ga bisa menemukan bintang......dan tresno iku jalaran saka kulino.......waktu yang singkat di Sidoarjo membawa nuansa indah bintang dan Devan.....Biru pun sudah akrab dengan Bintang......sama seperti damar sama ayah sangit...
@alfaton🤴
Bintang jadi bersinar nih lihat Devan cekatan......mungkinkah bintang jatuh ke Devan..... kalau lihat bintang jatuh pertanda apa ya thor😂😂😂😂
Eka Burjo
si Angkasa pasti blingsatan kek cacing kepanasan 😂🤭
@alfaton🤴
jangan ketemuan dulu Bintang sama angkasa Thor.....atau kirimin tuh biru ke angkasa......emang cuman angkasa doang yang bisa sama anak kecil.....bintang juga bisa kok.....nih sama biru......atau mungkin bintang berjodoh dengan Devan ya🤔🤔🤔😅😅😅😅 angkasa sama bumi🏃🏃🏃
🌼EmeLBy🌼: siaaap readers fanatik ku😍
total 1 replies
bunda n3
semoga aja video call, langsung lihat bintang ngurus bayi orang😄
bunda n3
anaknya dirawat bintang aja devan
bunda n3
mungkinkah devan ditekan sama seseorang?
Retno Anggiri Milagros Excellent
Lanjut 🙏😍
Retno Anggiri Milagros Excellent
Biar gNtian Angkasa kepi...😂
Retno Anggiri Milagros Excellent
MasyaAllah lapangan pekerjaan jadi ART 🤭❤️😂
Retno Anggiri Milagros Excellent
Mungkin Devan masih sedih ya? atau istrinya datang ? 🤭
@alfaton🤴
mungkinkah bintang berjodoh dengan Devan??????.......ayo tang bantu Devan biar kelar pekerjaan nya.....
@alfaton🤴
n'toon ku cuman muncul 👍 doang thor
🌼EmeLBy🌼
OTW
Aryati Ningsih
coba dibikin gantian Bintamg yg momong Biru ..kira kira Angkasa cemburu apa gak ya🤭
@alfaton🤴: kayaknya ga cuman cemburu tapi ngamuk😂😂😂😂😂
total 1 replies
@alfaton🤴
mungkin Devan masih berkabung mau beresin rumtangnya dulu .....semoga saja Devan orangnya amanah dalam kerja sama
bagus Tang......biarkan angkasa merasakan kesendiriaannya tanpa bintang......masihkah Bintang diperlukan atau semakin bebas dengan para wanitanya......
Eka Burjo
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!