NovelToon NovelToon
Dark Chocolate

Dark Chocolate

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Perjodohan / Romantis / Cintamanis / Patahhati
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Chayahuda

Cinta yang tulus terkadang harus rela melepaskan, meski hati tak pernah benar- benar siap.
Tiga tahun menjalani pernikahan, Elma akhirnya menyadari jika Maxime tidak pernah tulus mencintainya. Perjodohan dua keluarga itu nyatanya harus hancur karena bedanya prinsip, kerasnya ego dan kesalahpahaman yang dipendam.
Akankah Elma sanggup bertahan atau justru memilih melepaskan pria tersebut. Lantas bagaimana dengan Maxime! Akankah pria itu menyadari perasaannya.

#cintabutuhperjuangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chayahuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIBALIK NAMA BESAR LAURENT

Evelyn Laurent menghadapi masalah hukum akibat melanggar kontrak eksklusif dengan Vellora Management. Enam bulan sebelum kontraknya berakhir, ia diam-diam menjalin kerja sama dengan agensi lain dan menerima pekerjaan komersial tanpa persetujuan agensi sebelumnya. Vellora kemudian mengajukan tuntutan ganti rugi dalam jumlah besar. Namun, Elma menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam perhitungan kerugian dan kewajiban agensi yang belum dipenuhi. Elma berencana menemui pihak agensi untuk meninjau tuntutan tersebut dan mencari celah hukum agar Evelyn tidak harus membayar ganti rugi yang tidak memiliki dasar kuat.

Elma benar- benar kelelahan menghadapi kasus ini, ia baru pulih dan harus langsung berhadapan dengan kasus yang rumit. Elma menatap layar ponsel yang masih menyala, Evelyn baru saja mengirimnya pesan.

Evelyn: Pokoknya kamu harus menyelesaikan masalah ini. Aku tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun.

Elma menghela napas, Ia menatap pesan tersebut beberapa detik. "Selalu saja begitu," gumamnya.

Bagi Evelyn, setiap masalah seolah memiliki satu penyelesaian sederhana yaitu menyerahkannya kepada Elma, karena baginya Elma adalah dewi penyelamat didalam hidupnya

Elma tiba di kantor Vellora Management tepat sepuluh menit sebelum jadwal pertemuan.

Ia mengenakan setelan kerja berwarna abu-abu gelap dengan kemeja putih sederhana. Rambutnya tertata rapi, sementara sebuah tas kerja hitam berada di tangan kirinya.

Penampilannya tidak berlebihan, tetapi cukup memperlihatkan kesan profesional dan berwibawa.

Seorang staf resepsionis menyambut kedatangannya.

"Selamat pagi, apakah Anda memiliki janji dengan pihak manajemen?"

"Pagi. Saya Elma Laurent. Saya memiliki jadwal pertemuan dengan direktur legal dan bagian manajemen terkait perkara Evelyn Laurent."

"Baik, Nona Laurent. Silakan menunggu sebentar."

Tidak lama kemudian, seorang perempuan berusia sekitar empat puluh tahun menghampirinya.

"Selamat pagi. Saya Diana, kepala bagian legal Vellora Management."

Elma berdiri dan menjabat tangannya. "Elma Laurent. Senang bertemu dengan Anda."

"Silakan ikut saya. Direktur kami sudah menunggu."

Mereka berjalan menuju ruang rapat di lantai atas. Di dalam ruangan, sudah terdapat tiga orang. Seorang direktur perusahaan, seorang manajer artis, dan seorang pengacara yang ditunjuk untuk menangani perkara tersebut.

Setelah saling memperkenalkan diri, Elma mengambil tempat duduk dan pertemuan dimulai tanpa banyak basa-basi.

"Pertama-tama, kami menghargai kehadiran Anda sebagai perwakilan hukum Nona Evelyn Laurent," ujar direktur perusahaan.

"Terima kasih. Saya juga berharap pertemuan ini dapat membantu kedua belah pihak menemukan penyelesaian yang sesuai dengan ketentuan hukum dan perjanjian yang berlaku."

Pengacara agensi kemudian membuka sebuah map. "Kami telah mengirimkan surat tuntutan kepada klien Anda. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian, Nona Evelyn memiliki kewajiban untuk menjalankan kontrak eksklusif selama tiga tahun. Namun, berdasarkan bukti yang kami miliki, klien Anda telah melakukan kerja sama dengan perusahaan lain tanpa persetujuan tertulis dari pihak kami."

Elma mengangguk.

"Saya sudah membaca surat tuntutan tersebut."

"Apakah klien Anda menyangkal telah melakukan kerja sama dengan pihak lain?"

"Tidak." Jawaban Elma membuat beberapa orang di ruangan itu saling melirik.

Ia membuka map di hadapannya. "Klien saya tidak menyangkal adanya kerja sama tersebut. Namun, pengakuan terhadap suatu tindakan tidak serta-merta berarti seluruh tuntutan yang diajukan pihak Anda dapat diterima tanpa pemeriksaan lebih lanjut."

Pengacara agensi menyipitkan matanya. "Apa maksud Anda?"

"Maksud saya sederhana. Kita sedang membicarakan dua hal berbeda. Pertama, apakah benar telah terjadi pelanggaran kontrak? Kedua, apakah jumlah ganti rugi yang diajukan benar-benar sesuai dengan kerugian yang dapat dibuktikan?"

Elma mengeluarkan salinan surat tuntutan. "Saya ingin meminta penjelasan mengenai beberapa komponen perhitungan dalam dokumen ini."

Ia menunjuk salah satu halaman. "Di sini terdapat biaya kompensasi atas pembatalan sejumlah kegiatan promosi. Namun, berdasarkan jadwal yang tercantum dalam dokumen yang Anda berikan, beberapa kegiatan tersebut belum memiliki persetujuan akhir dari klien saya."

Diana membuka dokumennya. "Jadwal tersebut telah disampaikan kepada pihak Evelyn melalui manajernya."

"Disampaikan tidak selalu berarti disetujui" Ucap Elma." Apakah Anda memiliki bukti persetujuan tertulis dari klien saya untuk setiap kegiatan yang dimasukkan dalam perhitungan kerugian ini?"

Ruangan mendadak hening.

Pengacara agensi membuka laptopnya. "Kami akan memeriksa kembali dokumen tersebut."

Elma mengangguk tenang. "Silakan. Saya juga menemukan beberapa hal lain yang perlu diklarifikasi."

Ia membuka halaman berikutnya. "Kontrak menyebutkan bahwa pihak agensi berkewajiban memberikan laporan pembayaran dan rincian pendapatan komersial kepada klien saya secara berkala. Namun, berdasarkan dokumen yang saya terima, terdapat beberapa laporan yang tidak pernah disampaikan."

Direktur perusahaan mengerutkan kening. "Apakah Anda memiliki bukti mengenai hal itu?"

"Tentu." Elma mengeluarkan beberapa lembar surat elektronik yang telah dicetak.

"Ini merupakan salinan permintaan laporan keuangan yang dikirimkan pihak Evelyn kepada manajer kontraknya. Ada tiga permintaan yang tidak mendapatkan tanggapan memadai."

Diana mengambil dokumen tersebut.

Elma melanjutkan dengan suara tenang. "Saya tidak mengatakan bahwa kegagalan pihak agensi memenuhi kewajiban tertentu otomatis menghapus pelanggaran yang dilakukan klien saya. Namun, fakta ini tetap relevan dalam menilai pelaksanaan kontrak oleh kedua belah pihak dan besaran tuntutan yang diajukan."

Pengacara agensi menutup mapnya sejenak. "Kami memahami keberatan Anda. Namun, pelanggaran eksklusivitas tetap merupakan persoalan serius. Kami memiliki bukti bahwa klien Anda telah menandatangani kontrak dengan perusahaan lain ketika perjanjian bersama kami masih berlaku."

"Saya tidak pernah mengatakan sebaliknya."

"Kalau begitu, kami berharap pihak Anda dapat memahami bahwa tuntutan ini memiliki dasar."

Elma menatapnya lurus. "Saya memahami dasar tuntutan Anda. Yang sedang saya pertanyakan adalah ketepatan jumlahnya."

Tidak ada nada tinggi dalam suaranya. Tidak pula terlihat kegugupan di wajahnya. Ia tidak datang untuk mencari pembenaran atas kesalahan kliennya. Ia datang untuk memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada bukti, bukan tekanan.

"Bagaimana jika kita langsung membicarakan penyelesaian?" tanya direktur perusahaan.

"Itu juga tujuan saya datang ke sini. Tetapi sebelum membicarakan angka, saya ingin kedua belah pihak menyepakati terlebih dahulu komponen kerugian yang memang dapat dibuktikan."

Elma menutup mapnya. "Klien saya bersedia bertanggung jawab atas kewajiban yang secara hukum memang harus dipenuhi. Namun, kami meminta agar perhitungan ganti rugi ditinjau ulang, termasuk mempertimbangkan kewajiban pihak agensi yang belum terlaksana."

Pertemuan berlangsung hampir dua jam. Tidak semua persoalan berhasil diselesaikan hari itu. Pihak agensi meminta waktu untuk memeriksa kembali dokumen internal mereka dan berjanji memberikan tanggapan tertulis.

Sebelum meninggalkan ruangan, Elma berdiri dan merapikan berkasnya. "Saya berharap pertemuan berikutnya dapat menghasilkan angka penyelesaian yang lebih rasional. Klien saya ingin perkara ini selesai tanpa perlu berkembang menjadi sengketa terbuka. Namun, saya juga ingin menegaskan bahwa penyelesaian damai harus didasarkan pada kesepakatan yang adil bagi kedua belah pihak."

Direktur perusahaan mengangguk. "Kami akan mempertimbangkan seluruh keberatan yang Anda sampaikan."

"Terima kasih. Saya menunggu tanggapan resmi dari pihak Anda." Elma menjabat tangan mereka satu per satu sebelum meninggalkan ruangan.

Di dalam mobil, Elma baru saja menyelesaikan panggilan telepon ketika nama Evelyn muncul di layar ponselnya. Ia mengangkat panggilan tersebut.

"Bagaimana hasilnya?"

"Pertemuan sudah selesai."

"Lalu?"

"Pihak agensi akan memeriksa ulang perhitungan ganti rugi."

"Jadi, aku tidak perlu membayar?"

Elma memejamkan mata sejenak.

"Kak, apakah Kakak mendengarkan apa yang aku katakan?"

"Ya, tapi aku ingin tahu hasilnya."

"Belum ada keputusan akhir. Mereka masih harus memeriksa beberapa dokumen. Yang jelas, ada kemungkinan nominal tuntutan bisa dinegosiasikan."

Evelyn terdengar mengembuskan napas lega.

"Syukurlah. Aku tahu kamu pasti bisa mengurusnya."

"Tunggu dulu. Jangan terlalu cepat merasa lega."

"Apa lagi?"

"Jika setelah pemeriksaan ternyata pelanggaran yang Kakak lakukan memang menimbulkan kerugian yang dapat dibuktikan, Kakak tetap harus bertanggung jawab."

Nada suara Evelyn berubah.

"Elma, kamu ini sebenarnya membela siapa?"

Elma terdiam beberapa saat.

"Aku membela kepentingan hukum Kakak. Bukan membenarkan semua tindakan Kakak."

"Seharusnya kamu bisa membuat mereka membatalkan tuntutan itu."

"Kakak menginginkan sesuatu yang bahkan belum tentu bisa dibenarkan secara hukum."

"Jadi, kamu tidak bisa membantu?"

"Aku sedang membantu. Tapi aku tidak akan memalsukan fakta, menghilangkan bukti, atau menjanjikan kemenangan yang tidak bisa aku pertanggungjawabkan."

Evelyn tidak segera menjawab.

Elma melanjutkan dengan suara lebih tegas.

"Dan satu hal lagi, Kak. Mulai sekarang, jangan pernah menandatangani kontrak apa pun sebelum membacanya dengan benar. Aku tidak mungkin terus-menerus membereskan persoalan yang sebenarnya bisa Kakak hindari."

"Elma, kamu tidak perlu bicara seperti itu kepada kakakmu sendiri."

"Justru karena Kakak adalah keluargaku, aku masih bersedia membantu. Tetapi hubungan keluarga bukan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Elma mengakhiri panggilan. Ia meletakkan ponselnya di samping kursi, kemudian meminta sopir melanjutkan perjalanan menuju kantor.

Elma Laurent bukan perempuan yang mudah menyerah hanya karena keadaan sedang tidak berpihak kepadanya. Ia mungkin sedang menghadapi banyak persoalan, tetapi ia tidak pernah kehilangan kemampuan untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Baginya, nama Laurent bukan jaminan kemenangan dan nama Sinclair juga bukan tameng untuk melindungi dirinya.

Ia ingin setiap orang menghormatinya karena kemampuannya, bukan karena nama keluarga yang berada di belakangnya. Dan Elma akan membuktikan pada semua orang jika ia mampu menyelesaikan tugasnya tanpa bantuan siapapun.

☆

1
Heni Utami
bagus , sayangnya ngegantung belum selesai,
Chayahuda: Makasi,,,
Ceritanya masih berlanjut kok,,,
Sabar ya,,,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!