NovelToon NovelToon
Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fuji Lisa

Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manjanya bayi gede

"Sayang peluk," rengek Reyhan yang sudah duduk di ranjang sembari merentangkan tangannya.

"Bentak Mas, aku belum selesai." Balas Jessica yang sedang memakai scincare dan body lotion dimeja rias.

"Aaaaaaaa sayang, jangan pelit sama suami. Dosa! sini cepet peluk."

"Kamu yang kesini, aku mager kalo jalan," balas Jessica sembari merentangkan tangannya pasrah. Jika tidak dituruti, bayi jumbonya ini pasti menangis dan itu akan membuat Jessica bertambah pusing.

"Yey! mau kamu di korea pun kalo aku mau peluk bakal aku samperin. Rela deh demi memeluk dirimu seorang."

"Halah."

"Mau di kiss dong," ujar Reyhan sembari memonyongkan bibirnya kearah Jessica.

Cup

"Gak nempel. Itu namanya nyium angin sayang," ucap Reyhan.

"Iya ayang, sini ayang kalo mau lagi," ucap Jessica dengan nada dialaykan yang membuat Reyhan terkekeh dan menggigit gemas hidung mancung milik istrinya.

"Ini sayang, mau dicium lagi dong sayang."

Cup

"Udah Mas, ini udah lebih dari 5 menit. Pake bajunya sana."

Reyhan menurut, lalu mulai memakai kaos yang sudah disiapkan Jessica tadi.

"Sayang."

"Hm?"

"Sayang."

"Hm?"

"Sayangggggggggggggggggg!!!!!!!!"

"Apa sih?!" Sewot Jessica kesal.

"Kalo dipanggil itu jangan ha em ha em, dipanggil tuh 'apah sayangh' gitu lohh. Sumpah gaada manis manisnya jadi istri." sewot Reyhan.

"Mendesah itu namanya."

Reyhan terkekeh, "Tau aja, coba ulangin jawabnya."

"Ada apa sayangku, cintaku, bayiku, segala galaku??"

"Ga kenapa napa sih, cuman pengen manggil aja," ucap Reyhan santai tanpa dosa.

Untung saja kesabaran Jessica berkali kali lipat. Jika tidak, pasti tubuh Reyhan sekarang sudah hancur melebur.

"Gatau lagi kalo istrimu bukan aku."

"Kenapa?"

"Udah dibuang ke jurang mungkin."

Reyhan tertawa lalu duduk di sofa sembari melihat istrinya yang sedang memakai parfume.

"Capekkk," ujar Jessica lalu langsung meloncat kearah kasur dan rebahan santai disana.

"Aish, kalo kamu rebahan di kasur tu rasanya pengen ngurung aja deh," ujar Reyhan dan langsung memeluk erat tubuh sang istri.

"Halah,"

"Sayang."

"Hm?"

"Aaaa sayang."

"Kenapa sayangku cintaku, hm?"

Reyhan menyengir, "Gitu dong kalo dipanggil."

"Yaudah kenapa manggil aku?"

"Laper, tapi makannya disuap sama kamu," balas Reyhan dengan nada manja dan menggesek- gesekan hidung mancungnya di dada Jessica.

"Yaudah yuk turun."

"Suapin tapi."

"Iyaaaaaaaaa."

Keduanya turun untuk menuju ruang makan.

"Mau pake lauk apa?" Tanya Jessica.

"Ayam aja gausah pake sayur." Jawab Reyhan.

"Gaboleh! harus pake sayur."

"Ck, aku gasuka sayur sayang." Rengek Reyhan.

"Kalo mau aku suapin harus makan sayur."

"Aaaaa sayanggg, gamauu. Ga enak pahit," rengek Reyhan sembari memeluk tubuh sang istri dari belakang.

"Apanya sih yang pahit? orang sayur enak banget kok, apalagi ini bibi masaknya dibikin sop. Gamau tau, pokoknya kalo mau disuapin aku pake sayur!" balas Jessica dengan tangan yang mengambil lauk pauk serta sayur di piring Reyhan.

"Tapi jangan banyak banyak."

"Ya segini."

"Itu banyakkkkk, sayangg." Rengek Reyhan.

"Astaghfirullah, cuman segini kok banyak itu darimananya sihhh, Mas?" kesal Jessica. Bagaimana tidak? sayur yang ia ambil tadi hanya satu centong sayur yang berukuran sedang, dan Reyhan sudah merengek itu kebanyakan? ck dasar, otot aja yang gede tapi sayur gasuka.

"Dari hatimu yang cantik."

"Udah ayok buruan duduk, aku udah ngantuk pengen cepat tidur."

Reyhan mendengus, tetapi tak urung untuk duduk disebelah istrinya. Dan Jessica pun menyuapi bayi jumbonya yang kadang kadang mulutnya komat-kamit jika Jessica menyuapi sayurnya saja.

"Banyakin nasinya, jangan sayurnya."

"Tinggal mangap aja apa susah nya sih, Mas?" kesal Jessica embari memasukkan satu sendok kedalam mulut Reyhan.

"Ywa twapi swayurna hangan dibwanyakin."

"Biar sehat."

"Aku udah sehat."

"Iya biar tambah tambah sehat."

"Ak----"

"Makan sendiri!" potong Jessica sembari menaruh piringnya didepan Reyhan.

"Aaaaa sayang jangan gituuuu! yaudah yaudah iya pake sayur yang banyak-banyak. Sini duduk lagi suapin aku lagi," rengek Reyhan dengan manja. Matanya saja sudah memerah sekarang dan matanya juga sudah berkaca-kaca. Jessica yakin jika dirinya tidak menuruti Reyhan, beberap detik kemudian pasti suaminya akan menangis.

"Kalo aku gamau gimana?" Ucap Jessica sengaja menjaili suaminya.

"Harus mau," ucap Reyhan dengan bibirnya yang sudah melengkung kebawah siap-siap menangis.

Jessica tersenyum kecil lalu menggeleng. Ia bermaksut untuk membuat lelaki itu kesal dan berakhir menangis. Salah sendiri sudah membuat dirinya kesal karna tidak mau makan sayur.

"Aaaaa sayang jangan gitu, hiks."

"Nangess," ejek Jessica.

"Ya kamu gamau nyuapin aku, hiks."

"Kamu disuapin protes terus sih. Makanya kalo disuapin itu anteng, nurut sama aku! yaudah sini adep sini." Jessica kembali mengambil piring Reyhan dan mulai menyuapkan sesendok nasi serta lauk kedalam mulut Reyhan.

"Hapus dulu air matanya, masa makan sambil nangis, minum biar ga keselek," ujar Jessica ketika Reyhan masih sesegukan dengan air mata yang masih ada di pipi.

"Hapusin hiks..." pinta Reyhan dengan wajah setengah memohon dan setengah manja.

Jessica menurut, ia meraih tisu dan membersihkan sisa sisa air mata yang masih bedada di pipi suaminya.

"Udah tua jangan nangisan, malu ih sama anak kecil."

"Pengen pelukk," pinta Reyhan yang masih sesegukan sembari merentangkan tangannya lebar lebar.

"Makan dulu, peluknya nanti."

"Aaaaaaaaa sayangg, pengen sekaranggggggg," rengek Reyhan lagi dan lagi.

Jessica menghela nafasnya lelah. Benar benar sudah seperti ibu ibu muda yang sedang mengurus anaknya.

"Jangan rewel, udah hampir malem. Udah aaaa buka mulutnya, makan dulu."

Reyhan mendengus tetapi tak urung untuk membuka mulutnya, karna kalo Jessica marah bisa bisa dirinya tidak dapat jatah pelukan dan nenen.

"Jangan galak kayak tadi, aku takut," lirih Reyhan dengan mata memerah.

"Ya habisnya Mas ngeselin. Coba aja nurut sama aku, pasti aku gaakan marah." Balas Jessica.

"Yaudah jangan ngomel, aku kan jadi sedih kalo kamu ngomel-ngomel terus."

"Iya engga ngomel, natapin kamu aja kalo gitu." Goda Jessica.

Reyhan tersipu malu, ia menutup wajahnya sembari senyam senyum sendiri. Sangat langka sekali modelan yang seperti Reyhan ini.

"Jangan gitu ish, aku baper huftt."

Jessica masih setia menatap suaminya. Ia ingin lebih tau bagaimana reaksi Reyhan ketika ia menatap lama lelaki itu.

"Aaaaaa sayanggg! aku udah meleleh, tolongg bekukan akuu dikulkas!!!!" ujar Reyhan dengan memalingkan wajahnya kearah samping dan sesekali melirik istrinya yang masih menatapnya.

"Halah alay, udah adep sini lagi. Habisin makannya, nanggung tinggal dua suapan lagi."

Setelah makan mereka memutuskan ke kamar lagi dan tidur.

Seperti biasa bayi besar Jessica pasti kalau tidur selalu sambil menyusu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!