NovelToon NovelToon
Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Putri asli/palsu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Dibuang oleh keluarga sendiri. Dikhianati oleh orang yang paling ia percaya. Dan kehilangan segalanya karena ulah mereka.
Reyna pernah menjalani hidup seperti itu sampai kematian menjadi satu-satunya akhir yang tersisa.

Namun ketika membuka mata, ia justru kembali ke masa lalu. Kali ini, Reyna tahu siapa yang akan mengkhianatinya.

Mereka mengira Reyna masih gadis naif yang mudah dimanfaatkan, namun mereka salah.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, Reyna akan merebut kembali apa yang menjadi haknya, melindungi orang-orang yang dulu gagal ia selamatkan, dan membongkar satu per satu kebusukan yang pernah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Jarum jam di dinding kantor Vincent berdetak dengan suara yang seolah memekakkan telinga di tengah keheningan malam. Pukul 23:45.

Di dalam ruangan kecil yang berbau kopi murah dan kertas tua itu, atmosfer terasa begitu tegang hingga seolah bisa dipotong dengan pisau. Vincent duduk di depan komputer tuanya, jari-jarinya menari di atas keyboard dengan kecepatan yang luar biasa. Layar monitor memantulkan cahaya biru ke kacamata bacanya, menerbitkan barisan kode dan dokumen legal yang rumit.

Reyna duduk di sofa usang di sudut ruangan, menatap layar laptop yang ia pinjam dari Vincent. Secangkir kopi hitam yang sudah dingin berada di tangannya, namun ia tidak meminumnya. Fokusnya sepenuhnya tertuju pada angka-angka yang berkedip di layar.

"Bagaimana progresnya, Vincent?" tanya Reyna, suaranya tenang namun memiliki urat ketegangan yang halus.

"Hampir selesai, Reyna," jawab Vincent tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. "Sesuai dengan klausul rahasia dalam wasiat mendiang Ibu Elena, saham yang kau miliki di holding company memiliki hak veto mutlak atas setiap distribusi dividen dan perpindahan aset cair di atas lima miliar rupiah. Aku sedang menyusun surat perintah pembekuan sementara dan mengirimkannya langsung ke server pusat bank sentral serta auditor internal Arland Group."

Vincent menelan ludah, tangannya sedikit gemetar saat mengklik file terakhir. "Jika kita mengirim ini sebelum tengah malam, sistem akan mengunci rekening operasional Richard secara otomatis. Dia tidak akan bisa memindahkan sepeser pun ke rekening perusahaannya yang lain, apalagi ke rekening luar negeri."

"Kirimkan," perintah Reyna.

"Tapi Reyna, setelah ini... Richard akan meledak. Dia akan menggunakan seluruh pengaruhnya untuk mencoba membatalkan ini di pengadilan besok pagi. Ini adalah deklarasi perang terbuka."

Reyna menatap pantulan wajahnya di layar laptop yang gelap. "Biarkan dia meledak, Vincent. Biar dia tahu rasanya tanah di bawah kakinya tiba-tiba amblas. Kirimkan sekarang."

Vincent mengangguk tegas. Jari telunjuknya menekan tombol Enter.

Sending... 100% [Transaction Verified by Central Bank Authority.]

Account Status: FROZEN. Pukul 23:58.

Reyna menghela napas panjang yang sudah lama ia tahan. Bahunya yang tegang perlahan turun. Langkah pertama dalam balas dendamnya telah dieksekusi. Tidak ada darah yang tumpah, tidak ada teriakan yang terdengar, namun di dunia finansial, ini adalah tebasan pedang yang mematikan.

***

Di sisi lain kota, di dalam ruang kerja mewah mansion Arland, Richard Arland sedang menuangkan anggur merah mahal ke dalam gelas kristalnya. Ia tersenyum tipis, menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 23:59.

Di sofa kulit, Julian duduk dengan gelisah, sementara Clarissa memijat bahu Richard dengan lembut.

"Papa, apakah Reyna benar-benar tidak akan menandatangani dokumen itu?" tanya Clarissa dengan suara merdu yang dibuat-buat, matanya berkedip polos. "Aku takut dia akan melakukan hal bodoh. Dia selalu sangat emosional sejak Mama meninggal."

"Tenanglah, Sayang," Richard tertawa pelan, meneguk anggurnya. "Reyna itu seperti anjing tanpa gigi. Dia mungkin menggonggong siang tadi, tapi pada akhirnya dia akan kembali merangkak memohon kasih sayangku. Tengah malam ini, aku akan memindahkan seluruh dana cadangan ke rekening *offshore* atas nama Julian. Setelah itu, Arland Group secara teknis akan kosong, dan kita bisa memaksanya menandatangani kebangkrutan."

Julian tersenyum licik. "Terima kasih, Pa. Setelah ini, aku dan Clarissa bisa..."

BIP. BIP. BIP.

Notifikasi dari laptop Richard di atas meja berbunyi nyaring. Itu adalah notifikasi otomatis dari bank sentral mengenai status rekening utama perusahaan.

Richard meletakkan gelasnya dan membuka laptop itu, bersiap untuk melihat saldo yang siap ia transfer. Namun, alih-alih melihat angka hijau yang familiar, layar itu menampilkan kotak peringatan berwarna merah menyala.

ACCESS DENIED. [ACCOUNT FROZEN BY MAJORITY VETO AUTHORIZATION.]

FUNDS TRANSFERRED TO ESCROW TRUST: ELENA ARLAND ESTATE.

Wajah Richard memucat. Darah seolah surut dari wajahnya dalam sekejap. Ia mengklik layar itu berulang kali, mencoba memaksa sistem, namun pesan yang sama terus muncul.

"Tidak... tidak mungkin!" Richard berteriak, suaranya parau dan penuh ketidakpercayaan. Ia meraih gelas kristalnya dan membantingnya ke perapian marmer. Pecahan kaca berhamburan ke segala arah. "Siapa yang melakukan ini?! Bagaimana bisa ada hak veto?!"

Julian melompat dari sofa, wajahnya panik. "Pa! Apa yang terjadi? Dana kita..."

"Dibekukan!" raung Richard, dadanya naik turun dengan napas memburu. "Semua dana operasional, semua cadangan dividen... dikunci masuk ke rekening kepercayaan mendiang Elena! Hanya ada satu orang yang memiliki akses ke otoritas itu!"

Clarissa mundur selangkah, wajahnya yang tadi manis kini pucat pasi. "Papa... maksud Papa, Reyna? Tapi dia tidak tahu apa-apa tentang hukum perusahaan! Dia bahkan tidak mengerti cara membaca neraca keuangan!"

"Dia tidak perlu mengerti!" Richard mencengkeram rambutnya sendiri, matanya menyala oleh amarah yang membakar nalar. Ia meraih ponselnya dari saku jas dan menekan nomor Reyna dengan jari yang gemetar karena murka.

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!