NovelToon NovelToon
Berniat Menceraikan Suami, Malah Hamil Anak Dosenku

Berniat Menceraikan Suami, Malah Hamil Anak Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Nikah Kontrak
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: isd

Niat mau bercerai setelah selesai Kkn, eh pas Kkn mereka malah buat dede bayi. Apakah mereka akan jadi bercerai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pamit

Tidak ada tangisan histeris ataupun luapan emosi yang meledak-ledak dari Arsen. Namun, justru keheningan dan sikap diamnya membuat siapa pun yang melihatnya bisa merasakan betapa hancurnya pria itu.

Perlahan, Arsen mulai melangkah mendekati tubuh Dafa. Langkah demi langkah terasa begitu berat, seolah ada beban tak kasatmata yang menahan kakinya agar tidak bergerak lebih jauh.

Sesampainya di dekat tubuh Dafa, ia berlutut dengan gerakan kaku. Tangannya terangkat sedikit, seakan ingin memastikan sendiri keadaan mahasiswa tersebut. Namun, sebelum sempat menyentuhnya, tangan itu justru berhenti di udara.

Rahang Arsen mengeras. Wajahnya menegang, sementara kedua matanya mulai memerah karena menahan sesuatu yang enggan ia perlihatkan kepada orang lain.

“Maaf...” bisiknya nyaris tanpa suara.

Hanya satu kata, tetapi tersimpan penyesalan yang begitu dalam di baliknya.

Pikirannya dipenuhi berbagai kejadian yang berlangsung sejak pagi. Ia teringat keputusan yang diambilnya, terutama ketika memerintahkan para mahasiswa untuk membersihkan sungai tersebut.

“Aku yang menyuruh kalian membersihkan sungai ini...” lanjutnya dengan suara serak.

Ucapan itu terdengar seperti pengakuan kepada dirinya sendiri, bukan ditujukan kepada orang-orang di sekitarnya.

Tidak ada seorang pun yang secara langsung menyalahkan Arsen atas kejadian tersebut. Namun, tanpa perlu mendengar tuduhan siapa pun, rasa bersalah telah lebih dahulu menggerogoti hatinya.

Untuk pertama kalinya, pria yang selama ini dikenal sebagai dosen tegas, dingin, dan sulit didekati itu tampak begitu rapuh. Di hadapan tubuh Dafa yang tak lagi bernyawa, ia bukan lagi sosok dosen yang selalu mampu mengendalikan keadaan, melainkan seseorang yang harus berhadapan dengan kehilangan dan penyesalan yang begitu menyakitkan.

Tidak jauh dari sana, Keira berdiri membisu sambil memperhatikan Arsen.

Dadanya terasa sesak melihat keadaan pria tersebut. Meski kekecewaan terhadap sikap Arsen sebelumnya masih tertinggal di hatinya, pemandangan di hadapannya membuat perasaannya kembali kacau.

Ia masih mengingat bagaimana Arsen bersikap kepadanya ketika dirinya berada dalam bahaya. Luka itu belum sembuh, dan kekecewaan tersebut belum benar-benar hilang.

Namun, melihat Arsen yang kini berlutut dengan wajah penuh penyesalan membuat hatinya tak mampu tetap tenang.

Tanpa disadari, air mata kembali membasahi pipi Keira. Kesedihannya bukan hanya karena kehilangan Dafa, melainkan juga karena menyaksikan sisi rapuh seorang pria yang selama ini selalu berusaha terlihat kuat.

Sore itu, tangisan dan kesedihan menyelimuti seluruh tepian sungai. Tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain menerima kenyataan pahit bahwa Dafa telah pergi untuk selamanya.

Sejak peristiwa tersebut, suasana KKN berubah sepenuhnya. Semangat yang semula memenuhi hari-hari mereka kini lenyap tanpa bekas. Tidak ada lagi gelak tawa, canda, ataupun antusiasme seperti ketika mereka pertama kali tiba di desa itu.

Kegiatan KKN yang baru berjalan selama dua minggu akhirnya dihentikan lebih awal dari jadwal semula. Keputusan tersebut diterima oleh seluruh mahasiswa tanpa penolakan. Mereka menyadari bahwa kondisi psikologis semua orang belum memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan seperti biasa.

..

Hari kepulangan akhirnya tiba.

Satu per satu mahasiswa mulai mengemasi barang bawaan mereka. Wajah-wajah murung menghiasi suasana pagi itu. Hampir tidak ada percakapan panjang di antara mereka, hanya terdengar suara koper yang diseret, langkah kaki, dan beberapa obrolan pelan.

Tidak seorang pun benar-benar bisa melupakan kejadian yang telah merenggut nyawa salah satu teman mereka.

Di halaman rumah Pak Salim, seluruh mahasiswa berkumpul untuk berpamitan sebelum meninggalkan desa tersebut.

Arsen berdiri di bagian depan dengan ekspresi datar seperti biasanya. Wajahnya kembali terlihat dingin, seolah-olah ia telah mengunci rapat semua emosi yang sempat diperlihatkannya di tepi sungai.

Namun, di balik sikap tenangnya, penyesalan atas kejadian yang menimpa Dafa masih tersimpan jauh di dalam hati.

“Terima kasih banyak karena kalian sudah bersedia membantu dan memberikan banyak hal untuk desa ini,” ujar Pak Salim tulus.

Arsen mengangguk singkat sebelum menjawab, “Justru kami yang harus berterima kasih kepada Bapak.”

Nada bicaranya terdengar sopan, tetapi tetap mempertahankan kesan dingin yang melekat padanya. Tidak ada senyum ataupun ekspresi hangat yang menghiasi wajahnya.

Setelah percakapan singkat itu berakhir, Arsen berbalik dan berjalan menuju kendaraan tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Sementara itu, Keira memilih menghampiri Pak Salim secara diam-diam sebelum benar-benar meninggalkan tempat tersebut. Wajahnya masih tampak lelah, tetapi ada sesuatu yang ingin ia sampaikan kepada pria paruh baya itu.

“Pak Salim, saya minta maaf, ya,” ucap Keira lirih.

Pak Salim menoleh dan menatapnya dengan lembut.

“Memangnya kamu salah apa, Keira?”

Keira menundukkan kepala. Kedua tangannya saling bertaut, sementara bibirnya bergerak ragu sebelum akhirnya menjawab.

“Kalau selama tinggal di sini saya banyak merepotkan Bapak dan keluarga...”

Mendengar itu, Pak Salim menggeleng pelan. Sebuah senyum tipis muncul di wajahnya.

“Tidak ada yang perlu kamu minta maafkan, Nak. Bapak tidak pernah merasa direpotkan oleh kalian.”

Keira mengangkat wajahnya perlahan.

Pak Salim kemudian menatapnya lebih dalam. Ada keseriusan dalam sorot matanya, seolah-olah ia ingin menyampaikan sesuatu yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Suamimu...” Ia berhenti sejenak, memilih kata-kata yang tepat. “Arsen sedang sangat terpukul sekarang, Keira. Bapak bisa melihatnya.”

Keira terdiam. Nama pria itu kembali memenuhi pikirannya, membuat perasaannya yang semula berusaha ia tenangkan kembali bergejolak.

“Jangan tinggalkan dia,” lanjut Pak Salim dengan suara pelan, tetapi penuh makna.

Keira tidak segera menjawab. Ia hanya menatap Pak Salim dalam diam, mencoba mencerna nasihat yang baru saja didengarnya.

Ia tahu bahwa Arsen sedang menghadapi kesedihan dan rasa bersalah yang besar. Namun, ia juga tidak bisa begitu saja melupakan luka yang telah ditorehkan pria itu di hatinya.

Beberapa saat berlalu sebelum akhirnya Keira menganggukkan kepala secara perlahan.

Anggukan itu menjadi jawaban singkatnya kepada Pak Salim, meskipun jauh di dalam hati, ia sendiri belum sepenuhnya memahami keputusan apa yang akan diambilnya kelak.

...

Like

Komen

Vote

Love you all

1
Praja Nasution
lanjut trus thor!
Hosniyah Niyah
mantap lanjutkan Thor, cerita x bagus ❤❤❤💞💞💞🥰🥰🥰👌👌👌👍👍👍
Praja Nasution
Arsen ini 😭😭
Praja Nasution
❤❤❤
Praja Nasution
Kasihan kmu Kevin❤
Praja Nasution
Itu mahasiswa nya gak ada yang curiga sama sikap Arsen ke Keira kah? 😭
Praja Nasution
gengsi + gengsi, kpn jadi pasangan akur itu? 🤣
Praja Nasution
sengaja banget sih kamu Keira buat Arsen cemburu🤣
Praja Nasution
barang apa ya itu🤣🤣
Praja Nasution
cuek² gitu, ternyata Arsen perhatian yaaw🤭
Praja Nasution
bagus thor
Feronika Sari
pls update lgsung 5 eps kaa huhu seru bgt
isd: nanti author usahain ya, tapi kayaknya paling banyak 3 eps aja ya 😭😭
total 1 replies
Praja Nasution
lanjut terus ya thor
Praja Nasution
❤💪❤
Praja Nasution
❤❤❤
Praja Nasution
💪💪💪
Praja Nasution
bagus ❤
Feronika Sari
kaa sering up dong huhu galau nunggunya
isd: tiap hari author bakalan up kok, tenang aja jangan galau, intinya stay aja beb, dan jan lupa dukung author terus ya, Love you all❤😭
total 1 replies
Praja Nasution
😍😍❤
Praja Nasution
❤😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!