NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Membujuk Istri

Rahma yang saat ini berada di rumahnya, di ruang tamu terlihat gelisah karena sejak tadi berusaha untuk menghubungi Aisyah dan tetap saja Aisyah tidak mengangkat teleponnya.

Rahma juga menelpon menantunya dan menanyakan kabar Aisyah dan ternyata Aisyah juga melakukan hal yang sama kepadanya, Kaivan tidak bersama Aisyah tetapi Aisyah berada di rumah sakit karena Kaivan mendapat laporan dari adiknya.

"Ya Allah, pasti Aisyah sangat kecewa sekali dengan apa yang telah terjadi, dia pasti kaget karena ayahnya telah menamparnya di depan wanita yang dia benci, kenapa harus putriku yang menanggung semua ini ya Allah, kasihan Aisyah ya Allah, ini belum ada apa-apanya dan bagaimana jika dia mengetahui yang sebenarnya, mungkin dia akan merasa dipermainkan," Rahma terus kepikiran tentang putrinya yang tidak baik-baik saja.

"Lalu Kaivan, kenapa tadi dia seperti membela Kamila, aku juga memperhatikan di saat hari pernikahan Aisyah, Kaivan bahkan mencium punggung tangan Kamila, apa Kaivan mengetahui bahwa Kamila adalah istri kedua dari Mas Dharma, dan dia hanya berusaha bersikap biasa saja,"

"Tetapi bukan itu yang aku lihat, aku melihat bahwa tatapan Kamila kepada Kaivan seolah-olah ada sesuatu hal yang membuatnya bahagia, ya Allah lagi-lagi perasaan hamba tidak tenang, semoga semua baik-baik saja dan tidak ada sesuatu hal yang semakin menyakiti putri hamba," batin Rahma.

****

Aisyah memilih berada di rumah sakit, dia memang bertugas hari ini tetapi tidak sampai malam, hanya karena marah, kecewa kepada suaminya yang tidak mengerti dirinya membuat Aisyah memilih untuk menenangkan diri.

Amira baru saja berbalas pesan dengan kakaknya yang mana Amira saat ini berdiri di balik tembok dan melihat bagaimana kegiatan Aisyah hanya memeriksa hasil medis para pasien.

"Sepertinya mereka memang bertengkar, tetapi apa yang membuat Aisyah sampai semarah itu, dia tidak pulang ke rumah dan padahal hari ini tidak ada shift malam," batin Amira terlihat begitu penasaran tetapi ini adalah urusan rumah tangga sahabatnya dengan sang kakak yang tidak seharusnya Amira ikut campur.

Amira menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, kemudian memberanikan diri menghampiri Aisyah dengan duduk di hadapan Aisyah yang terlihat masih menyibukkan diri memeriksa laporan-laporan medis pada pasien.

"Aisyah sudah hampir pukul 11.00, kamu yakin tidak pulang dan memang seorang istri boleh tidak pulang ke rumahnya, apa suaminya tidak menunggu?" tanya Amira sangat hati-hati berbicara.

"Kakak kamu sepertinya tidak peduli kepadaku, dia juga pasti sibuk merangkai kata untuk menenangkan wanita itu," ucap Aisyah.

Amira mengerutkan dahi mendengar pernyataan Aisyah seperti memiliki arti.

"Wanita mana maksud kamu? Memang ada wanita di sekitar Kakak?" tanyanya.

"Sudahlah Amira jangan menggangguku, aku sedang tidak ingin berbicara apapun," ucap Aisyah benar-benar tidak mau membuat Amira bingung harus bagaimana menghadapi temannya.

*****

Kaivan ternyata tidak tinggal diam, istrinya sedang ngambek, menunggu di rumah dan tidak kunjung pulang, apalagi ponselnya juga tidak direspon Kaivan akhirnya ke rumah sakit.

Aisyah juga masih tetap sibuk dengan pekerjaannya, berada di koridor rumah sakit yang terdapat meja dan memeriksa hasil medis tersebut tanpa henti.

"Dokter Aisya!" suster menghampirinya membuat Aisyah mengangkat kepala.

"Ada apa Suster?" tanya Aisyah.

"Ada yang ingin bertemu dengan dokter," jawab suster itu dan belum sempat bertanya siapa yang ingin bertemu, Aisyah sudah melihat orang yang dimaksud oleh suster tersebut yang tiba-tiba saja muncul dan tak lain adalah Kaivan.

"Baiklah dokter kalau begitu saya permisi dulu," ucap suster menundukkan kepala dan kemuliaan langsung pergi.

Kaivan menghela nafas, menghampiri Aisyah yang membuat Aisyah melanjutkan pekerjaannya dan mengabaikan Kaivan yang sudah berdiri di depannya.

Kaivan usaha untuk tenang dan berpikir bagaimana cara membujuk istrinya yang sudah pasti marah besar kepadanya.

"Kamu masih marah kepada saya?" tanya Kaivan.

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya.

"Aisyah apa boleh bersikap seperti ini kepada suami?"

Kaivan berusaha lembut berbicara.

"Saya minta maaf sudah melakukan hal itu kepada kamu, sungguh Aisyah saya tidak bermaksud, saya hanya tidak ingin istri saya berbicara kasar kepada orang yang lebih tua, sepengetahuan saya istri saya adalah wanita yang sangat lembut, saya merasa bersalah ketika dia menikah dengan saya dan karakternya berubah tiba-tiba dan artinya saya telah salah membimbingnya," ucap Kaivan mempunyai cara yang begitu banyak untuk membujuk Aisyah.

"Jadi benar kamu tidak akan memaafkan saya?" Kaivan lagi-lagi berusaha.

Kaivan menghela nafas dan kemudian tiba-tiba saja duduk di lantai, bersandar pada dinding dengan satu kakinya ditekuk dan tangannya berada di atas satu lututnya membuat Aisyah melihat dengan apa yang dilakukan suaminya.

"Kakak sedang apa di sana?" tanya Aisyah dengan dahi mengkerut.

"Menunggu istri selesai bertugas," jawab Kaivan dengan santai.

"Sebaiknya pulang dan jangan ganggu Aisyah. Kerjaan Aisyah banyak dan harus lembur," tegas Aisyah

"Sampai jam berapa?" tanya Kaivan.

"Sampai besok pagi!" jawabnya dengan menekan suaranya.

"Baiklah kalau begitu saya akan menunggu sampai besok pagi di sini," sahut Kaivan.

"Kak!" Aisyah mengerutkan dahinya dengan keputusan suaminya.

"Pekerjaan saya di kantor sudah selesai dan tidak mungkin membiarkan istrinya bekerja sendirian, lihatlah lorong ini sangat sepi, dan bagaimana jika tiba-tiba ada seseorang yang berniat jahat, jadi lebih baik saya menunggu di sini," ucap Kaivan

"Kakak nggak usah cari penyakit dan sebaiknya pergi jangan mengganggu Aisyah!" tegas Aisyah.

"Kalau saya mencari penyakit dan saya juga memiliki istri dokter, penyakit itu bisa ditangani oleh dokter, bisa dicegah, jadi apa yang harus saya khawatirkan," sahut Kaivan benar-benar santai.

"Kakak kenapa keras kepala seperti ini? apa maunya sebenarnya?" tanya Aisyah.

"Kamu sedang tidak ada kegiatan malam? kamu terpaksa melakukan kegiatan malam karena marah kepada saya dan agar tidak bertemu dengan saya, lalu kamu mau sampai kapan melakukannya, satu hari dua hari atau selama berminggu-minggu? mendiamkan suami tidak akan menyelesaikan masalah," ucap Kaivan.

"Itu karena Kakak keterlaluan!" tegas Aisyah menekan suaranya menyalahkan suaminya.

"Kakak memiliki keluarga yang harmonis, Papa tidak mengkhianati pernikahannya, tidak berselingkuh dan tidak memiliki anak dari wanita lain. Aisyah mengalami semua itu, mental Aisyah diacak-acak sejak remaja, Aisya pikir menikah dan suami Aisyah bisa menjadi orang untuk menenangkan, memberi dukungan dan ternyata tidak. Kakak justru marah dan seolah-olah mengerti apa yang terjadi," ucapnya kembali menangis meluapkan rasa amarahnya dan kekecewaannya kepada suaminya.

Kaivan kemudian berdiri dan mendekati Aisyah. Kaivan berdiri di samping Aisyah dan membawa Aisyah kedalam pelukannya, memeluk dirinya sampai akhirnya Aisyah memeluk pinggangnya dan Kaivan merasakan bagaimana bergetarnya tubuh istrinya.

"Maafkan saya Asiyah, saya berbicara seperti itu kepada kamu, karena memang benar saya tidak mengalami apa yang kamu rasakan, saya mungkin terlalu lancang berbicara seperti itu, hanya saja saya tidak ingin istri saya melakukan sesuatu hal yang tidak pantas," ucap Kaivan dengan lembut mengusap-usap kepala Aisyah.

"Saya tidak mungkin lebih mementingkan perasaan orang lain dibandingkan kamu. Kamu sudah menjadi tanggung jawab saya Aisyah," lanjut Kaivan.

Hiks, hiks, hiks, hiks.

Aisyah hanya terus menangis, mungkin kemeja suaminya itu sudah basah dengan luapan kekecewaannya dan banjirnya air matanya.

Bersambung.....

1
Oma Gavin
terlalu sombong jadi orang biarkan saja aisyah merasakan akibat kesombongan yg merasa bisa melakukan apa saja tanpa bantuan orang lain orang waras melek saja butuh orang lain apalagi dia buta
falea sezi
klo jd aisyah mending cerai najis aja di jadiin ban serep setelah Sindy meninggal🤭
falea sezi
pergi aisyah😕
Herman Lim
moga Aisyah dpt donor mata lagi dan berkumpul lagi sama kaivan
Herman Lim
bgs u buta selama nya aja
Oma Gavin
cindy ingin bisa segera melihat karena dia terobsesi untuk kembali mendapatkan kaivan mimpi terus saja cindy seperti ibumu karmila yg egois
Herman Lim
gimn bayi Aisyah klo dia dah operasi mata lagi apa Masi aman
Oma Gavin
itu lebih baik dan adil ngga ada lagi yg perlu diperdebatkan tinggal kaivan silahkan mata aisyah segera dikembalikan ke cindy dan nikahi cindy ending gitu aja ngga perlu ribet dan saling menyalahkan
Herman Lim
lanjut Thor
Herman Lim
kaivan di ty cinta aja ga BS jawab dasr laki2 ga becus😔
Haura Az Zahra
👍👍👍
Herman Lim
ribet bgt serius ntah gimn akhir nya puyeng aku min 😔
Oma Gavin
cerita nya makin ruwet mbundet ngga relevan udah salah satu tokoh utama nya dibikin mati saja biarkan aisyah mati dan kembali mata cindy dan dharma pada cindy biar kaivan dan karmila bahagia
Oma Gavin: bener kak ceritanya jadi bertele-tele
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa bisa cindy hidup lagi lantas siapa yg dikubur di makam cindy banyak drama dan aisyah kembalikan saja mata cindy sekarang sudah ketemu biar impas
Herman Lim
lanjut kak kasian Aisyah yg begitu hancur
Milla
next kk
Oma Gavin
pergi yg jauh aisyah tinggalkan kaivan dan ayahu yg penuh kebohongan
Fauziah Rahma
poor aisyah
Herman Lim
nah kaivan u bakal bgs kejer klo Aisyah bakalan pergi jauh 😔
Herman Lim
kaivan kamu bakal menyesal TDK blg ke Aisyah soal mata Cindy dan pasti Aisyah mikir klo kamu nikahi dia karna ada mata Cindy di tubuh nya 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!