NovelToon NovelToon
MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Valencia Florence mengira penderitaannya telah usai setelah palu hakim meresmikan perceraiannya dengan Julian Edgar. Namun, sebuah fenomena misterius justru melempar jiwanya melakukan time travel kembali ke tiga tahun lalu—tepat di tahun kedua pernikahan mereka yang dingin.

Kembali menjadi Nyonya Edgar berarti Valencia harus mengulang fajar pernikahan tanpa cinta. Dia kembali menghadapi Julian, suami sedingin es yang menguburnya dalam kemewahan finansial dan fasilitas jet pribadi, namun memperlakukannya tak lebih dari sekadar pajangan rumah. Valencia sadar diri, dia hanyalah pengantin pengganti untuk mendiang saudara kembarnya, Gracia Florence, yang tewas menjelang pernikahan. Di kesempatan kedua ini, Valencia bersumpah tidak akan lagi mengemis cinta yang tidak pernah ada. Dia akan menjalani sisa waktu pernikahan ini dengan caranya sendiri, bersiap untuk pergi sebelum hatinya hancur untuk kedua kalinya.

#by_Parkha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGULANG LUKA Bab 23: Isak Tangis di Antara Kanvas

...MENGULANG LUKA...

...Bab 23: Isak Tangis di Antara Kanvas...

Suara gemericik air hujan yang meluas di luar gedung studio seolah menjadi melodi yang melengkapi keheningan dingin di ruangan tersebut. Begitu tiba dari perjalanan meninggalkan mansion keluarga Edgar, Valencia langsung mengunci diri rapat-rapat di dalam studio lukisnya. Tempat ini seharusnya menjadi perlindungan utama, sebuah tempat di mana dia bisa melarikan diri dari bayang-bayang kehidupan rumah tangganya yang menyesakkan menuju dunia yang paling dia pahami: kanvas, aroma cat, dan guratan warna.

Di tangan kanannya, sebuah kuas meliuk-liuk di atas permukaan kain kanvas yang tebal, mencoba menuangkan bentuk sketsa baru. Namun, semakin keras Valencia berusaha memusatkan seluruh fokus dan pikirannya pada garis, pencahayaan, dan komposisi warna, semakin nyaring pula gaung suara tajam Mami Sita berdentang berulang kali di dalam kepalanya.

“Kalau kamu memang tidak bisa memberikan aku cucu, biarkan wanita lain yang melakukan tugas itu. Biarkan Julian menikah lagi!”

PRANG!

Kuas di jemari lentiknya mendadak terlepas dari cengkeraman, jatuh menghantam lantai marmer dan meninggalkan bercak cat hitam yang pekat mengotori lantai.

Dada Valencia tiba-tiba naik turun dengan cepat dan tidak teratur. Rasa sesak yang amat membedah dada mendadak menyerang paru-parunya, begitu intens hingga membuatnya merasa kehabisan oksigen dan kesulitan hanya untuk meraup sekantong udara. Jemari tangannya gemetar hebat sewaktu meremas kain kemeja di bagian dadanya, berusaha meredakan denyut nyeri yang mendadak menjalar begitu pekat dari dalam ulu hatinya.

"Hah... hah..." Valencia bertumpu payah pada tepi meja tempat adonan cat, menundukkan kepalanya dalam-dalam sembari memejamkan mata erat-erat.

Topeng ketenangan, sikap dingin, dan dinding es yang dia bangun dengan begitu kokoh sepanjang pagi tadi di hadapan ibu mertuanya mendadak runtuh tanpa sisa. Pertahanan emosional yang selama ini dia bangga-banggakan jebol begitu saja. Air mata yang sejak tadi pagi dia tahan dengan seluruh kekuatannya akhirnya menetes satu per satu, membasahi kain celemek linennya, hingga berubah menjadi tangisan yang begitu pilu, pecah, dan sesenggukan.

Kaki Valencia mendadak kehilangan seluruh tumpuan. Wanita itu merosot perlahan ke atas lantai studio yang dingin dan kaku, memeluk kedua lututnya rapat-rapat ke dada. Suara isak tangisnya yang selama ini selalu dia sembunyikan kini pecah tanpa kendali, menembus setiap sudut keheningan ruangan studio lukis tersebut.

Dua tahun pernikahan yang hampa di kehidupan pertamanya dulu telah sukses menghancurkan seluruh harga diri dan martabatnya sebagai seorang wanita. Di kehidupan lalu, dia sudah mati-matian berjuang, menangis saban malam, merendahkan harga dirinya hingga ke titik terbawah, sampai akhirnya dia menyerah sepenuhnya dan menerima takdir mati dalam kegetiran. Namun, jika ini adalah kesempatan kedua... kenapa dia harus dipaksa memutar kembali waktu ke masa-masa paling kelam ini?

Kenapa kesempatan kedua yang diberikan takdir tidak membawanya ke masa depan yang sudah jauh dan bebas dari Julian Edgar? Kenapa takdir justru melemparnya kembali persis di titik di mana luka-lukanya masih begitu basah, berdarah, dan terasa teramat menyiksa?

"Kenapa..." bisik Valencia di sela isak tangisnya yang makin hebat dan tak terkontrol. Suaranya terdengar amat parau, berat, dan terputus-putus oleh napasnya yang memburu. "Kenapa... kenapa aku harus mengulang momen yang sangat menyakitkan ini lagi...?"

Wanita itu menyembunyikan seluruh wajahnya di balik lipatan kedua belah tangannya, menangis sejadi-jadinya meluapkan seluruh keputusasaan, kemarahan, dan rasa lelah yang tertahan rapat sejak pertama kali dia terbangun di masa lalu.

"Apa sebenarnya yang Tuhan rencanakan untukku? Apa salahku di kehidupan sebelumnya... sampai aku harus merasakan rasa sakit yang sama untuk kedua kalinya...?"

Pertanyaan-pertanyaan penuh kepedihan itu menguap hampa di udara studio yang pekat. Tidak ada jawaban yang datang; hanya denting halus tumpuan bulir air hujan yang makin deras menetes di balik kaca jendela besar. Di tengah studio lukisnya yang sepi dan dingin, Valencia menangis bukan karena dia merindukan atau mengharapkan belas kasih dari Julian Edgar, melainkan karena jiwanya merasa begitu lelah dan hancur memikul ingatan kelam dari dua kehidupan yang terus-menerus menyiksanya tanpa ampun.

1
Shuttttttttttt
julian, aku menunggu balasan utk si pebinor lucas
Shuttttttttttt
up lagi dongg wkwkw
Park ha: 🤭🙏 iya kak ini sambil mikir lanjutannya kwkwk
total 1 replies
Shuttttttttttt
gtu dong beb, jngan biarkan org ketiga msuk klo udah sepakat utk baikan
Shuttttttttttt
awal baca gak suka julian, tapi sekarang² kok malah kesel sma si cwek nya ini ( lupa namanya lagi ) kmu kan udah liat masa lalu dan masa depan mu bersama julian gmn, cobalah utk berpikir pake logika, klo emang mau pertahankan rumah tanggamu lakukan jangan stengah². kamu udah sadar klo cwok yg beberapa saat ini ada di smpingmu udah serang suamimu, seharusnya kmu sadar klo suamimu gak sma kmu krna pria yg ada di smpingmu, ini malah termakan rayuan dan provokasi si lucas² itu terus menerus.
Shuttttttttttt
ktanya percaya tpi bertingkah ragu terus, heran dehhh
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭 masih baru kali kak...
posisikan jadi valen ..5 tahun di abaikan.. trus di kasih kesempatan.. trus tiba2 gini lagi polanya... walaupun julian di kehidupan kali ini gk salah..emang urus kerjaan tapi valen kan gk tau detailnya..gk ngerti🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Shuttttttttttt
cerita nya bguss, aku sukaa 😍 semangat kk outhor
gina altira
malam pertama yang tertunda
𝐀⃝🥀Weny
seharusnya itu yang kamu lakukan dari dulu tuan Edgar 😏
𝐀⃝🥀Weny: dan masih dikasih kesempatan lagi😊
total 3 replies
Murnia Nia
aku suka cerita novel ini semangat tuk author nya semoga makin sukses ya
Park ha: makasih kak🤭🤭♡♡♡♡♡♡
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
semoga keputusan Valencia kali ini bisa membuatnya bahagia selamanya😊
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya, malam pertama di dua tahun penantian😂
𝐀⃝🥀Weny
kasih kesempatan Julian untuk menghapus lukamu Valencia 😊
Park ha: /Scowl//Scowl//Scowl//Scowl//Scowl/
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
yeee... benerkan, dari pada mengawali mending memperbaiki karena sesungguhnya mereka masih sama² cinta tapi yang satu gengsi😁
Park ha
🤭🤭🤭
Mamana Kenzo
lanjutttt
gina altira
semangat mengejar Valencia, tuan Edgar
gina altira
Julian mulai ga stabil nih 🤭
gina altira
aku dukung Valencia
gina altira
Julian manusia yang paling egois
Park ha: sabar🤭🤭🤭 tar kita hukum julian seberat2nya
total 1 replies
Park ha
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!