MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA Bab 1: Sangkar Emas dan Gaun yang Salah

...MENGULANG LUKA...

Bab 1: Sangkar Emas dan Gaun yang Salah

Pencahayaan temaram dari lampu meja rias memantulkan bayangan seorang wanita yang tampak begitu asing sekaligus familier bagi Valencia Florence. Ketika kesadarannya pulih sepenuhnya, hal pertama yang dia rasakan adalah dinginnya permukaan kursi beludru di bawahnya dan pantulan matanya sendiri di cermin marmer yang megah.

Valencia tersentak. Dia menunduk, menatap tubuhnya sendiri, dan seketika rasa dingin menjalar di punggungnya. Punggungnya mendadak kaku bukan karena pendingin ruangan, melainkan karena keterkejutan yang luar biasa.

Dia mengenakan sepotong gaun tidur tipis. Lingerie satin hitam dengan potongan dada rendah dan aksen brokat yang sangat minim melekat ketat di tubuhnya. Pakaian itu memperlihatkan lekuk kulitnya dengan jelas. Desainnya sengaja dibuat untuk satu tujuan: menggoda.

"Apa... apa-apaan ini?" bisik Valencia dengan suara bergetar.

Rasa mual dan benci pada diri sendiri tiba-tiba bergejolak di dada Valencia. Ingatan terkelamnya terkunci pada pakaian ini. Ini adalah momen bodoh yang paling ingin dia hapus dari sejarah hidupnya. Hari ini adalah hari di mana Julian Edgar pulang setelah tiga bulan lamanya mengabaikannya demi urusan dinas di luar negeri.

Julian memang hanya pulang ke rumah utama setiap tiga bulan sekali. Pria itu biasanya menetap selama satu minggu penuh ketegangan, lalu pergi lagi seolah mansion ini hanyalah hotel persinggahan. Selama dua tahun pernikahan, Valencia dibiarkan membusuk dalam kesepian dan rasa tidak diinginkan.

Di hari ini, tiga tahun lalu, Valencia yang malang dan naif sengaja membeli lingerie ini. Dia merendahkan harga dirinya dan membuang martabatnya demi mengemis perhatian dari seorang suami yang jelas-jelas tidak pernah mencintainya.

Valencia memegangi kepalanya yang mendadak pening. Jantungnya bertalu-talu menghantam rongga dada.

"Aku di mana? Ruangan ini..."

Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar utama yang sangat luas dan mewah itu. Desain interior klasik Eropa yang maskulin dan aroma parfum kayu cendana yang mahal menegaskan identitas pemiliknya. Ini adalah kamar Julian Edgar.

"Kenapa penampilanku seperti ini? Apa ini mimpi buruk?" Valencia mencengkeram tepi meja rias hingga buku-buku jarinya memutih. "Kenapa aku harus memimpikan momen ini lagi? Kenapa harus ingatan yang terlampau menyakitkan ini?"

Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Padahal baru beberapa bulan lalu dia akhirnya bisa bernapas lega, resmi bercerai dan lepas dari belenggu pria itu setelah lima tahun pernikahan yang bagaikan neraka.

Namun kini, takdir justru melempar jiwanya berputar balik tiga tahun ke belakang—terjebak kembali di tahun kedua pernikahan mereka, di malam yang paling memalukan ini.

Klek.

Gagang pintu kuningan yang berat itu berputar. Detik berikutnya, terdengar derit halus saat pintu besar itu terbuka.

Valencia membeku di tempat duduknya. Matanya terpaku pada ambang pintu.

Di sana, berdiri seorang pria yang sangat dia kenali. Sosoknya tinggi menjulang, sekitar 190 sentimeter, dengan postur tubuh tegap berbalut setelan jas formal hitam yang tampak sedikit kusut karena perjalanan jauh. Wajahnya adalah pahatan sempurna dengan rahang tegas dan tatapan mata yang luar biasa dingin.

Julian Edgar. Pria yang beberapa bulan lalu resmi menjadi mantan suaminya di masa depan, kini berdiri tegak di hadapannya dalam balutan waktu yang berputar balik.

Julian tidak langsung melangkah masuk. Dia hanya berdiri di ambang pintu sambil melonggarkan simpul dasinya dengan gerakan perlahan. Sepasang manik mata gelapnya bergerak turun, menilai penampilan Valencia yang hanya berbalut kain tipis dari atas kepala hingga ujung kaki.

Tidak ada binar gairah di sana. Tidak ada pula rasa rindu setelah tiga bulan berpisah. Tatapan Julian penuh dengan pandangan merendahkan, seolah-olah dia sedang melihat sebuah pajangan murah yang sedang mencoba dengan putus asa untuk menarik perhatian pemiliknya.

Episodes
1 MENGULANG LUKA Bab 1: Sangkar Emas dan Gaun yang Salah
2 MENGULANG LUKA Bab 2: Tamparan Kenyataan
3 MENGULANG LUKA Bab 3: Benteng yang Runtuh
4 MENGULANG LUKA Bab 4: Ujian di Balik Selimut
5 MENGULANG LUKA Bab 5: Balasan di Balik Selimut
6 MENGULANG LUKA Bab 6: Meja Makan dan Kanvas Kosong.Bayangan Bibir yang Tercemar
7 MENGULANG LUKA Bab 7: Pertemuan yang Dipercepat
8 MENGULANG LUKA Bab 8: Rahasia di Balik Kecelakaan
9 MENGULANG LUKA Bab 9: Penolakan Ego
10 MENGULANG LUKA Bab 10: Bayangan di Kamar Remang
11 MENGULANG LUKA Bab 11: Rencana Kebebasan Mandiri
12 MENGULANG LUKA Bab 12: Interogasi Larut Malam
13 MENGULANG LUKA Bab 13: Batas yang Mengabur
14 MENGULANG LUKA Bab 14: Jarak yang Tak Terjangkau
15 MENGULANG LUKA Bab 15: Sabotase Pagi Hari
16 MENGULANG LUKA Bab 16: Pembatas dan Diagnosa Konyol
17 MENGULANG LUKA Bab 17: Diagnosa Akhir dan Bayangan Penyesalan
18 MENGULANG LUKA Bab 18: Kemenangan Telak dan Penantian Senja
19 MENGULANG LUKA Bab 19: Goresan Kanvas dan Ruang Bahagia
20 MENGULANG LUKA Bab 20: Keputusan yang Dingin
21 MENGULANG LUKA Bab 21: Ruang Tidur yang Asing
22 MENGULANG LUKA Bab 22: Bisikan Beracun di Meja Makan
23 MENGULANG LUKA Bab 23: Isak Tangis di Antara Kanvas
24 MENGULANG LUKA Bab 24: Undangan yang Menjebak
25 MENGULANG LUKA Bab 25: Jamuan Serigala
26 MENGULANG LUKA Bab 26: Badai di Dalam Mobil
27 MENGULANG LUKA Bab 27: Penolakan yang Membekukan
28 MENGULANG LUKA Bab 28: Sentuhan yang Terlambat
29 MENGULANG LUKA Bab 29: Bisikan di Ambang Pintu
30 MENGULANG LUKA Bab 30: Bisikan di Tengah Malam
31 MENGULANG LUKA Bab 31: Sinyal yang Salah
32 MENGULANG LUKA Bab 32: Terjebak di Ujung Pagi
33 MENGULANG LUKA Bab 33: Sarapan dan Keputusan Dingin
34 MENGULANG LUKA Bab 34: Bayangan Cemburu dan Batas Profesional
35 MENGULANG LUKA Bab 35: Tamu yang Tak Diundang
36 MENGULANG LUKA Bab 36: Batas yang Runtuh
37 MENGULANG LUKA Bab 37: Penolakan Hati dan Panik yang Terlambat
38 MENGULANG LUKA Bab 38: Retakan yang Kian Menganga
39 MENGULANG LUKA Bab 39: Murka Sang Penguasa
40 MENGULANG LUKA Bab 40: Kembalikan Pilihanmu
41 MENGULANG LUKA Bab 41: Perangkap Sang Serigala
42 MENGULANG LUKA Bab 42: Pertahanan yang Meredup di Bawah Bayang Malam
43 MENGULANG LUKA Bab 43: Dalam Pelukan Serigala
44 MENGULANG LUKA Bab 44: Semesta yang Bergeser
45 MENGULANG LUKA Bab 45: Teka-teki Garis Waktu
46 MENGULANG LUKA Bab 46: Bunga yang Akhirnya Mekar
47 MENGULANG LUKA Bab 47: Puncak Pembuktian
48 MENGULANG LUKA Bab 48: Meleburnya Benteng Terakhir
49 MENGULANG LUKA Bab 49: Pagi dan Lembaran Baru
50 MENGULANG LUKA Bab 50: Keputusan Sang Penguasa
51 MENGULANG LUKA Bab 51: Bayangan dari Masa Lalu
52 MENGULANG LUKA Bab 52: Di Balik Senyum Sang Mitra
53 MENGULANG LUKA Bab 53: Janji di Meja Makan
54 MENGULANG LUKA Bab 54: Benih-Benih Keretakan
55 MENGULANG LUKA Bab 55: Di Antara Dua Bayangan
56 MENGULANG LUKA Bab 56: Bayangan di Bawah Lampu Galeri
57 MENGULANG LUKA Bab 57: Peta Catur yang Terbuka
58 MENGULANG LUKA Bab 58: Bayangan di Ambang Pintu
59 MENGULANG LUKA Bab 59: Di Antara Kehangatan dan Keraguan
60 MENGULANG LUKA Bab 60: Keputusan yang Berat
61 MENGULANG LUKA Bab 61: Celah yang Terbuka
62 MENGULANG LUKA Bab 62: Di Bawah Langit Kelabu London
63 MENGULANG LUKA Bab 63: Jamuan di Bawah Bayang-Bayang
64 No CONTROL Bab 64: Realita di Layar Ponsel
65 MENGULANG LUKA Bab 65: Kepulangan dan Jarak yang Sunyi
66 MENGULANG LUKA Bab 66: Percikan Cemburu di Galeri
67 MENGULANG LUKA Bab 67: Di Atas Lapisan Es yang Tipis
68 MENGULANG LUKA Bab 68: Di Balik Pintu Mobil
69 MENGULANG LUKA Bab 69: Dinding Tanpa Suara
70 MENGULANG LUKA Bab 70: Celah yang Membesar
71 MENGULANG LUKA Bab 71: Topeng yang Terkelupas
72 MENGULANG LUKA Bab 72: Jebakan dan Bayangan Neraka
73 MENGULANG LUKA Bab 73: Dingin yang Membunuh
74 MENGULANG LUKA Bab 74: Di Antara Reruntuhan dan Sunyi
75 MENGULANG LUKA Bab 75: Di Balik Bayangan Pembalasan
76 MENGULANG LUKA Bab 76: Pagi, Janji, dan Tembok Kaca
77 MENGULANG LUKA Bab 77: Kehangatan di Antara Retakan
78 MENGULANG LUKA Bab 78: Jaring di Balik Kemenangan Semu
79 MENGULANG LUKA Bab 79: Poin Buta di Papan Catur
80 MENGULANG LUKA Bab 80: Keheningan yang Mewaspadai
81 MENGULANG LUKA Bab 81: Badai di Lantai Bursa
82 MENGULANG LUKA Bab 82: Retaknya Sang Manipulator
83 MENGULANG LUKA Bab 83: Pulang ke Pelukan yang Sama
84 MENGULANG LUKA Bab 84: Hangat di Antara Uap Air
85 MENGULANG LUKA Bab 85: Dalam Deru Air
86 MENGULANG LUKA Bab 86: Penyerahan Utuh
87 MENGULANG LUKA Bab 87: Setelah Badai Berlalu
88 MENGULANG LUKA Bab 88: Sisa-Sisa Ambisi yang Hancur
89 MENGULANG LUKA Bab 89: Perang di Ranah Publik
90 MENGULANG LUKA Bab 90: Kehadiran yang Dinantikan
91 MENGULANG LUKA Bab 91: Nama yang Tertulis di Langit
92 MENGULANG LUKA Bab 92: Racun dari Masa Lalu
93 MENGULANG LUKA Bab 93: Benteng Perlindungan Mutlak
94 MENGULANG LUKA Bab 94: Lukisan dan Ngidam Pertama
95 MENGULANG LUKA Bab 95: Di Antara Aroma Cat dan Teh Chamomile
96 MENGULANG LUKA Bab 96: Ular di Balik Senyuman Polos
97 MENGULANG LUKA Bab 97: Terjebak dalam Sandiwara
98 MENGULANG LUKA Bab 98: Beban Tanpa Nama
99 MENGULANG LUKA Bab 99: Permainan Pasif-Agresif
100 MENGULANG LUKA Bab 100: Perangkap Tanpa Celah
101 MENGULANG LUkA Bab 101: Di Balik Topeng Kepolosan
102 MENGULANG LUKA Bab 102: Jarak di Tempat Tidur yang Sama
103 MENGULANG LUKA Bab 103: Dusta Pertama
104 MENGULANG LUKA: Bab 104: Kehangatan di Atas Badai
105 MENGULANG LUKA Bab 105: Aroma Pertama
106 MENGULANG LUKA Bab 106: Instruksi CEO dan Perhatian Sang Nyonya
107 MENGULANG LUKA Bab 107: Garis Merah di Meja CEO
108 MENGULANG LUKA Bab 108: Jebakan yang Terkunci
109 MENGULANG LUKA Bab 109: Musang Berbulu Domba
110 MENGULANG LUKA Bab 110: Taktik dan Mata-Mata Tanpa Suara
111 MENGULANG LUKA Bab 111: Bukti di Atas Meja Hitam
112 MENGULANG LUKA Bab 112: Kehangatan Dalam Pelukan
113 MENGULANG LUKA Bab 113: Kehangatan Sebelum Badai
114 MENGULANG LUKA Bab 114: Sudut Ruang Praktik
115 MENGULANG LUKA Bab 115: Umpan di Ujung Telepon
Episodes

Updated 115 Episodes

1
MENGULANG LUKA Bab 1: Sangkar Emas dan Gaun yang Salah
2
MENGULANG LUKA Bab 2: Tamparan Kenyataan
3
MENGULANG LUKA Bab 3: Benteng yang Runtuh
4
MENGULANG LUKA Bab 4: Ujian di Balik Selimut
5
MENGULANG LUKA Bab 5: Balasan di Balik Selimut
6
MENGULANG LUKA Bab 6: Meja Makan dan Kanvas Kosong.Bayangan Bibir yang Tercemar
7
MENGULANG LUKA Bab 7: Pertemuan yang Dipercepat
8
MENGULANG LUKA Bab 8: Rahasia di Balik Kecelakaan
9
MENGULANG LUKA Bab 9: Penolakan Ego
10
MENGULANG LUKA Bab 10: Bayangan di Kamar Remang
11
MENGULANG LUKA Bab 11: Rencana Kebebasan Mandiri
12
MENGULANG LUKA Bab 12: Interogasi Larut Malam
13
MENGULANG LUKA Bab 13: Batas yang Mengabur
14
MENGULANG LUKA Bab 14: Jarak yang Tak Terjangkau
15
MENGULANG LUKA Bab 15: Sabotase Pagi Hari
16
MENGULANG LUKA Bab 16: Pembatas dan Diagnosa Konyol
17
MENGULANG LUKA Bab 17: Diagnosa Akhir dan Bayangan Penyesalan
18
MENGULANG LUKA Bab 18: Kemenangan Telak dan Penantian Senja
19
MENGULANG LUKA Bab 19: Goresan Kanvas dan Ruang Bahagia
20
MENGULANG LUKA Bab 20: Keputusan yang Dingin
21
MENGULANG LUKA Bab 21: Ruang Tidur yang Asing
22
MENGULANG LUKA Bab 22: Bisikan Beracun di Meja Makan
23
MENGULANG LUKA Bab 23: Isak Tangis di Antara Kanvas
24
MENGULANG LUKA Bab 24: Undangan yang Menjebak
25
MENGULANG LUKA Bab 25: Jamuan Serigala
26
MENGULANG LUKA Bab 26: Badai di Dalam Mobil
27
MENGULANG LUKA Bab 27: Penolakan yang Membekukan
28
MENGULANG LUKA Bab 28: Sentuhan yang Terlambat
29
MENGULANG LUKA Bab 29: Bisikan di Ambang Pintu
30
MENGULANG LUKA Bab 30: Bisikan di Tengah Malam
31
MENGULANG LUKA Bab 31: Sinyal yang Salah
32
MENGULANG LUKA Bab 32: Terjebak di Ujung Pagi
33
MENGULANG LUKA Bab 33: Sarapan dan Keputusan Dingin
34
MENGULANG LUKA Bab 34: Bayangan Cemburu dan Batas Profesional
35
MENGULANG LUKA Bab 35: Tamu yang Tak Diundang
36
MENGULANG LUKA Bab 36: Batas yang Runtuh
37
MENGULANG LUKA Bab 37: Penolakan Hati dan Panik yang Terlambat
38
MENGULANG LUKA Bab 38: Retakan yang Kian Menganga
39
MENGULANG LUKA Bab 39: Murka Sang Penguasa
40
MENGULANG LUKA Bab 40: Kembalikan Pilihanmu
41
MENGULANG LUKA Bab 41: Perangkap Sang Serigala
42
MENGULANG LUKA Bab 42: Pertahanan yang Meredup di Bawah Bayang Malam
43
MENGULANG LUKA Bab 43: Dalam Pelukan Serigala
44
MENGULANG LUKA Bab 44: Semesta yang Bergeser
45
MENGULANG LUKA Bab 45: Teka-teki Garis Waktu
46
MENGULANG LUKA Bab 46: Bunga yang Akhirnya Mekar
47
MENGULANG LUKA Bab 47: Puncak Pembuktian
48
MENGULANG LUKA Bab 48: Meleburnya Benteng Terakhir
49
MENGULANG LUKA Bab 49: Pagi dan Lembaran Baru
50
MENGULANG LUKA Bab 50: Keputusan Sang Penguasa
51
MENGULANG LUKA Bab 51: Bayangan dari Masa Lalu
52
MENGULANG LUKA Bab 52: Di Balik Senyum Sang Mitra
53
MENGULANG LUKA Bab 53: Janji di Meja Makan
54
MENGULANG LUKA Bab 54: Benih-Benih Keretakan
55
MENGULANG LUKA Bab 55: Di Antara Dua Bayangan
56
MENGULANG LUKA Bab 56: Bayangan di Bawah Lampu Galeri
57
MENGULANG LUKA Bab 57: Peta Catur yang Terbuka
58
MENGULANG LUKA Bab 58: Bayangan di Ambang Pintu
59
MENGULANG LUKA Bab 59: Di Antara Kehangatan dan Keraguan
60
MENGULANG LUKA Bab 60: Keputusan yang Berat
61
MENGULANG LUKA Bab 61: Celah yang Terbuka
62
MENGULANG LUKA Bab 62: Di Bawah Langit Kelabu London
63
MENGULANG LUKA Bab 63: Jamuan di Bawah Bayang-Bayang
64
No CONTROL Bab 64: Realita di Layar Ponsel
65
MENGULANG LUKA Bab 65: Kepulangan dan Jarak yang Sunyi
66
MENGULANG LUKA Bab 66: Percikan Cemburu di Galeri
67
MENGULANG LUKA Bab 67: Di Atas Lapisan Es yang Tipis
68
MENGULANG LUKA Bab 68: Di Balik Pintu Mobil
69
MENGULANG LUKA Bab 69: Dinding Tanpa Suara
70
MENGULANG LUKA Bab 70: Celah yang Membesar
71
MENGULANG LUKA Bab 71: Topeng yang Terkelupas
72
MENGULANG LUKA Bab 72: Jebakan dan Bayangan Neraka
73
MENGULANG LUKA Bab 73: Dingin yang Membunuh
74
MENGULANG LUKA Bab 74: Di Antara Reruntuhan dan Sunyi
75
MENGULANG LUKA Bab 75: Di Balik Bayangan Pembalasan
76
MENGULANG LUKA Bab 76: Pagi, Janji, dan Tembok Kaca
77
MENGULANG LUKA Bab 77: Kehangatan di Antara Retakan
78
MENGULANG LUKA Bab 78: Jaring di Balik Kemenangan Semu
79
MENGULANG LUKA Bab 79: Poin Buta di Papan Catur
80
MENGULANG LUKA Bab 80: Keheningan yang Mewaspadai
81
MENGULANG LUKA Bab 81: Badai di Lantai Bursa
82
MENGULANG LUKA Bab 82: Retaknya Sang Manipulator
83
MENGULANG LUKA Bab 83: Pulang ke Pelukan yang Sama
84
MENGULANG LUKA Bab 84: Hangat di Antara Uap Air
85
MENGULANG LUKA Bab 85: Dalam Deru Air
86
MENGULANG LUKA Bab 86: Penyerahan Utuh
87
MENGULANG LUKA Bab 87: Setelah Badai Berlalu
88
MENGULANG LUKA Bab 88: Sisa-Sisa Ambisi yang Hancur
89
MENGULANG LUKA Bab 89: Perang di Ranah Publik
90
MENGULANG LUKA Bab 90: Kehadiran yang Dinantikan
91
MENGULANG LUKA Bab 91: Nama yang Tertulis di Langit
92
MENGULANG LUKA Bab 92: Racun dari Masa Lalu
93
MENGULANG LUKA Bab 93: Benteng Perlindungan Mutlak
94
MENGULANG LUKA Bab 94: Lukisan dan Ngidam Pertama
95
MENGULANG LUKA Bab 95: Di Antara Aroma Cat dan Teh Chamomile
96
MENGULANG LUKA Bab 96: Ular di Balik Senyuman Polos
97
MENGULANG LUKA Bab 97: Terjebak dalam Sandiwara
98
MENGULANG LUKA Bab 98: Beban Tanpa Nama
99
MENGULANG LUKA Bab 99: Permainan Pasif-Agresif
100
MENGULANG LUKA Bab 100: Perangkap Tanpa Celah
101
MENGULANG LUkA Bab 101: Di Balik Topeng Kepolosan
102
MENGULANG LUKA Bab 102: Jarak di Tempat Tidur yang Sama
103
MENGULANG LUKA Bab 103: Dusta Pertama
104
MENGULANG LUKA: Bab 104: Kehangatan di Atas Badai
105
MENGULANG LUKA Bab 105: Aroma Pertama
106
MENGULANG LUKA Bab 106: Instruksi CEO dan Perhatian Sang Nyonya
107
MENGULANG LUKA Bab 107: Garis Merah di Meja CEO
108
MENGULANG LUKA Bab 108: Jebakan yang Terkunci
109
MENGULANG LUKA Bab 109: Musang Berbulu Domba
110
MENGULANG LUKA Bab 110: Taktik dan Mata-Mata Tanpa Suara
111
MENGULANG LUKA Bab 111: Bukti di Atas Meja Hitam
112
MENGULANG LUKA Bab 112: Kehangatan Dalam Pelukan
113
MENGULANG LUKA Bab 113: Kehangatan Sebelum Badai
114
MENGULANG LUKA Bab 114: Sudut Ruang Praktik
115
MENGULANG LUKA Bab 115: Umpan di Ujung Telepon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!