NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Tenaga medis yang sedang memeriksa kondisi Indira pun kaget melihat kondisi Indira,"Luka nona sangat parah ,sepertinya tulang tangan kanan nona patah,tapi kita akan memeriksanya lebih lanjut ,mari nona kita masuk ambulance" ucap tenaga medis sambil membantu Indira berjalan.

Teman teman Indira dan Dustin terkejut ,"Apaa patah" teriak bersama teman teman Indira.Indira kaget mendengar teriakkan teman temannya."Iya nona nona,tapi untuk lebih memastikannya kita harus bawa nona ini ke rumah sakit dulu,untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut" jawab tenaga medis.

Dustin menatap Indira dengan pandangan tajam.Indira melihat ke arah dustin lalu menghembuskan nafasnya kasar ,"Ini baru prediksi awal ,belum terbukti tanganku patah atau tidak ,jadi kalian semua tidak usah khawatir,aku baik baik saja" ucap Indira.

"Bagaimana kita tidak khawatir Dira,tanganmu,dan tadi kamu terjatuh dengan sangat kencang juga" ucap Wulan."Mohon maaf untuk berbincangnya kita lanjutkan nanti ya ,kita harus membawa nona ini dulu sebelum terlambat" ucap tenaga medis.

"Kalian tidak usah khawatir ,aaaa" teriak Indira kaget karena tiba tiba dustin mengendongnya ala bridal style, Indira langsung spontan mengalungkan tangan kirinya ke leher Dustin.

"Dustin apa yang kamu lakukan ,aku masih bisa berjalan,yang sakit tanganku bukan kakiku Dustin" gerutu Indira.Dustin menatap Indira tajam ,membuat Indira langsung terdiam karena melihat kilatan amarah di mata Dustin.

Dustin yang melihat Indira sudah terdiam di gendongannya pun langsung berjalan ke arah ambulance diikuti teman teman Indira dan tenaga medis.

Sampai di ambulance ,Dustin menurunkan Indira di brangkar,tak lama tik medis langsung melakukan pertolongan pertama di dalam ambulance,Dustin pun turun dari ambulance,Dustin melihat teman teman Indira terlihat sangat khawatir ,"Kalian semua pulang saja,biar Indira aku yang temani " ucap Dustin pada teman teman Indira.

"Dustin maafkan aku ,jika saja aku tidak menyuruh teman teman Indira mengantikan blackswan,Dira pasti tidak akan terluka seperti ini " ucap Zidan.

"Ini bukan salahmu Zidan,ini karena kelalaian ku saat mengawasi Indira ,harusnya aku lebih peka lagi dalam menjaga Indira " ucap Dustin.

"Kamu yakin ingin menemani Indira sendiri ?" tanya Mala pada Dustin , Dustin mengangguk yakin ,"Hmm aku yakin,dokter nanti pasti tidak akan mengizinkan banyak orang di ruang nanti ,jadi biar aku saja ,kalian pulanglah dulu" ucap Dustin.

Teman teman Indira mengangguk ,"Besok kita akan menyusul ke rumah sakit ,tapi aku harap Dira tidak parah dan bisa pulang malam ini" ucap Zidan.

"Permisi siapa yang menjadi wali untuk nona ini ,bisa kita berangkat sekarang" ucap tenaga medis di dalam ambulance, "Oh baiklah,aku berangkat dulu" ucap Dustin . "Iya kasihan Dira sudah menunggu,pasti Dira menahan rasa sakitnya karena takut jika kita semua khawatir " ucap Wulan.

"Aku berangkat" ucap Dustin langsung naik ke dalam ambulance.

"Aku harap Indira baik baik saja " doa Zidan ,diangguki Wulan dan Mala.

Beberapa menit kemudian,ambulance yang membawa Indira telah sampai di rumah sakit ,Dustin membantu tim medis menurunkan brangkar Indira .Dustin terlihat sangat khawatir ,karena kondisi Indira tiba tiba drop ,dan wajahnya sedikit pucat .Brangkar pun didorong ke dalam rumah sakit,Dustin masih setia mendampingi Indira .

"Dira kamu pasti kuat,aku ada di sampingmu jangan takut ya " lirih Dustin sambil memegang telapak tangan Indira sambil berjalan cepat menyesuaikan kecepatan brangkar yang didorong tim medis.

Brangkar Indira telah masuk ke ruang UGD ,Dustin ingin ikut ke dalam namun dihadang oleh suster ,"Maaf pak,anda tidak boleh ikut ke dalam ,silakan tunggu diluar ya ,kami akan mengusahakan yang terbaik" ucap suster itu dan langsung menutup pintu UGD .

Dustin melihat lampu UGD telah menyala,"Dira" lirih Dustin.Dustin mengepalkan tangannya lalu meninju tembok di sampingnya hingga berdarah."Ini salahku,Dira sakit gara gara aku,memang aku pria tidak berguna ,arghhhh" teriak Dustin frustasi.

Keluarga Indira dan keluarga Dustin baru sampai di rumah sakit ,mereka semua kaget melihat Dustin yang terlihat frustasi ,bibi Dustin dan kakek Dustin pun berlari ke arah dustin.

"Ya ampun Dustin ada apa denganmu nak,kenapa kamu seperti ini" ucap bibi Dustin sambil memeluk Dustin."Dustin tidak bisa menjaga Indira dengan baik,Indira sakit gara gara Dustin bibi,Dustin marah dengan diri Dustin sendiri " ucap Dustin di pelukan bibinya.

Bibi Indira mengelus belakang kepala Dustin,"Sttt ini bukan salahmu nak,bibi yakin kamu pasti sudah mengusahakan yang terbaik " ucap bibi Dustin.

"Benar nak,putri ibu sakit bukan karenamu ,tapi karena sifat keras kepalanya ,ibu sudah menasihatinya namun putri ibu malah menghiraukan nasihat ibu,jangan salahkan dirimu nak Dustin,ibu tidak senang melihatnya" ucap ibu Indira sampai menahan air matanya agar tidak jatuh.

Kakek Indira mengangguk ,"Benar nak,jangan salahkan dirimu ,cucu kakek itu wanita yang kuat ,dia pasti tidak kenapa Napa ,saat kecil dulu bahkan lebih parah dari sekarang ,pernah indira patah kaki dan tangan sekaligus karena keras kepalanya ingin mengambil layang layang di pohon padahal kakek sudah melarangnya" hibur kakek Indira.

Dustin menatap ke arah kakek Indira ,"Tapi cucu kakek tidak menangis sedikit pun,dan ajaibnya tangan dan kakinya yang patah bisa sembuh hanya beberapa bulan saja,hebat kan ,jadi tidak usah khawatir dan menyalahkan dirimu sendiri ya " imbuh kakek Indira.

Dustin hanya menunduk terdiam.Kakek Dustin menepuk pundak Dustin dan tersenyum kecil menyemangati Dustin agar tidak terlalu khawatir.

Beberapa menit kemudian,lampu UGD mati dan dokter keluar dari ruang UGD diikuti suster dibelakangnya ,"Dengan keluarga pasien?" tanya dokter."Iya dok saya ibunya " jawab ibu Indira .

Dokter itu mengangguk ,"kami butuh tandatangan persetujuan dari ibu, karena untuk tanda persetujuan menjalankan operasi ,tangan putri ibu patah dengan parah karena dari observasi kami ,saat tangan putri ibu cidera putri ibu tetap memaksakan tangannya yang cedera untuk melakukan hal yang berat ,menjadi patahnya semakin parah" ucap dokter itu panjang lebar.

Ibu dan kakek Indira kaget , Sedangkan Dustin menjambak rambutnya kasar ,"Harusnya aku bisa menghentikan Indira untuk tidak melanjutkan lombanya ,arghhh" frustasi Dustin,bibi Dustin mengengam tangan Dustin untuk menenangkan Dustin.

Ibu Indira menangis mendengar kondisi putrinya ,"Ayah putriku ayah hiks hiks hiks" tangis ibu Indira.Kakek Indira mengelus bahu ibu Indira ,"Cucu kakek kuat ,dia akan baik baik saja ,kamu tenang saja,biar saya dok yang tanda tangan saya kakeknya" ucap kakek Indira.

Suster yang berada di belakang dokter itu pun menyerahkan surat yang harus ditandatangani ,kakek Indira menandatangani surat itu lalu menyerahkannya pada suster itu lagi.

"Terima kasih ,kami akan mengusahan yang terbaik untuk pasien ,permisi" ucap dokter itu dan langsung masuk ke dalam ruang UGD lagi.

Lampu UGD menyala kembali ,membuat ibu Indira menangis lagi,Dustin merasa bersalah melihat ibu Indira yang nampak mengkhawatirkan Indira putrinya .

Beberapa jam kemudian .......

Lampu UGD telah padam ,brangkar Indira didorong keluar dari ruang UGD ,ibu Indira melihat putrinya keluar pun langsung berjalan ke arah brangkar putrinya.Terlihat wajah Indira yang pucat dan terpasang masker oksigen ."Putri ibu kuat ya nak ,kamu pasti segera sembuh" ucap ibu Indira sambil mengelus dahi putrinya sayang.

"Operasinya berjalan dengan lancar,pasien dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat bius kemungkinan pasien akan sadar besok pagi ,dan kami akan tetap mengawasi perkembangan pasien ,pasien akan kami pindahkan ke ruang pemulihan " ucap dokter pada semua orang.

Semua orang bernafas dengan lega mendengar penjelasan dari dokter,"Terima kasih dokter" ucap kakek Indira.Dokter itu mengangguk "Dan tolong nanti untuk pendamping pasien hanya boleh satu saja karena untuk pemulihan pasien agar pasien tidak terganggu" ucap dokter.

"Baik baik dokter ,terima kasih"ucap kakek Indira.Dokter itu pun meninggalkan semua orang,tak lama brangkar Indira didorong menuju ruang pemulihan.

Di dalam ruang pemulihan ,semua orang melihat ke arah indira dengan pandangan kasihan."Sobat ,tabah ya ,Indira pasti akan segera pulih " ucap kakek Dustin menyemangati kakek Indira.

Kakek Indira tersenyum pada kakek Dustin,"Terima kasih " jawab kakek Indira."Kami pulang dulu,besok kami akan datang lagi kemari ,Dustin ayo pulang " ucap kakek Dustin.

Dustin yang berdiri di samping Indira mengelengkan kepalanya ,"Dustin tidak mau pulang kek ,Dustin ingin menemani Indira sampai Indira sadar ,baru nanti rasa bersalah Dustin hilang " ucap Dustin pada kakeknya.

Kakek dustin menghembuskan nafasnya kasar dan menatap ke arah kakek Indira,Ibu Indira tersenyum kecil mendengar perkataan Dustin,"Nak dustin pulang saja dulu ya ,biar ibu yang menunggu Indira ,nak Dustin pasti lelah kan sekarang ,besok nak Dustin bisa kembali lagi ke sini" ucap ibu Indira .

Dustin mengelengkan kepalanya ,"Tidak ibu ,Dustin tidak mau beranjak sedikitpun sebelum Indira bangun ,jika Dustin pulang Dustin akan terbayang bayang kondisi Indira dan Dustin akan tambah tidak tenang" jelas Dustin.

Kakek Indira memegang bahu ibu Indira,ibu Indira menengok ke arah ayahnya ,kakek Indira mengangguk pada ibu Indira.

"Baiklah nak Dustin bisa menemani putri ibu,jaga baik baik putri ibu ya " ucap ibu Dustin.Dustin tersenyum kecil dan mengangguk ,"Baik ibu ,Dustin akan menjaga Indira " jawab Dustin.

Semua orang tersenyum melihat keantisiasan Dustin."Baiklah ayo semua kita pulang ,besok kita akan kembali lagi Dustin ,kamu hati hati ya dan jaga dirimu dan Indira baik baik " ucap kakek Indira .Dustin mengangguk . Tak lama semua orang telah pulang ,tinggallah dustin dan Indira di ruang itu.

Dustin menatap Indira ,"Indira cepat bangun ya,jika kamu tidak bangun aku akan menikahimu saat kamu tidak sadar seperti ini,aku beri waktu kamu hingga besok pagi " ucap Dustin pada Indira yang masih tertidur.Dustin tersenyum ,"Aku sedang membayangkan saat kita menikah nanti ,kamu akan memakai gaun yang cantik dan berjalan ke arahku dengan senyum yang menghiasi wajahmu yang cantik,dan aku berharap saat hari itu tiba kamu sudah mencintaiku " ucap Dustin lagi.

"Ayo bangun Indira"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!