NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:44.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Arif membuka matanya perlahan dan menatap langit-langit kamar yang sangat asing.

Lampu kristal besar menggantung di atasnya memancarkan cahaya kuning yang hangat.

Dia merasakan kasur yang ditidurinya sangat empuk seperti gumpalan awan.

Arif mencoba duduk dan menyentuh dada kirinya.

Hawa panas dari Racun Api di tubuhnya sudah mereda dan kembali bersembunyi di sudut meridiannya.

"Gadis judes itu... energi Yin murninya benar-benar luar biasa," batin Arif mengingat kejadian sebelum dia pingsan.

Hanya dengan satu sentuhan kecil, gadis itu bisa memadamkan api yang nyaris membakar jantungnya.

Krieek.

Telinga Arif yang tajam menangkap suara perdebatan dari balik pintu kamar itu.

Dia turun dari kasur dan berjalan tanpa suara mendekati pintu yang sedikit terbuka.

"Ayah pasti sudah gila! Masa aku disuruh menikah dengan gembel bau tanah itu!"

Suara melengking itu milik Shinta yang terdengar sangat marah.

"Jaga bicaramu Shinta! Dia adalah dewa penyelamat nyawa Ayah!" balas Surya Liem dengan nada tegas.

Arif mengintip dari celah pintu dan melihat tiga orang sedang berkumpul di ruang keluarga lantai dua.

"Tapi Yah, lihat saja penampilannya tadi!" bantah Shinta tidak mau kalah.

"Bajunya kusam, celananya ngatung, dia bahkan terlihat seperti orang yang tidak pernah mandi sebulan!"

"Shinta, kau tidak boleh menilai orang dari luarnya saja," sela Nana mencoba menenangkan adiknya.

"Kak Nana gampang ngomong begitu karena bukan Kakak yang disuruh menikah dengannya!" sungut Shinta kesal.

"Kalau Kakak mau, Kakak saja yang menikah dengan si udik itu, aku sih ogah!"

Plak!

Surya Liem memukul meja kaca di depannya dengan cukup keras.

"Ayah tidak pernah mengajarkanmu menjadi gadis yang tidak tahu balas budi!" bentak Surya Liem.

"Nyawa Ayah ditarik kembali dari neraka oleh pemuda itu, dan ini balasanmu?"

Shinta menundukkan wajahnya tapi raut wajahnya masih sangat tidak terima.

"Tapi Ayah, aku ini kan masih kuliah, masa tiba-tiba punya suami gembel," gumam Shinta pelan.

Cklek.

Arif membuka pintu kamar lebar-lebar dan melangkah keluar.

Ketiga orang itu langsung menoleh ke arah Arif yang berdiri dengan wajah datar.

"Siapa juga yang mau menikah dengan gadis berisik dan manja sepertimu," ucap Arif dingin.

Shinta langsung melotot mendengar ucapan Arif.

"Apa kau bilang?! Berani sekali kau mengataiku berisik!" teriak Shinta menunjuk wajah Arif.

"Kenyataannya memang begitu, suaramu lebih nyaring dari ayam jantan di gunungku," balas Arif santai.

Shinta menghentakkan kakinya ke lantai karena sangat kesal.

"Tuan Arif, Anda sudah sadar? Bagaimana kondisi Anda?" tanya Nana dengan wajah khawatir.

Nana mengabaikan adiknya yang sedang tantrum dan langsung menghampiri Arif.

"Aku sudah tidak apa-apa, racun di tubuhku sudah tertidur lagi," jawab Arif.

Surya Liem berjalan mendekat dan menundukkan kepalanya sedikit di hadapan Arif.

"Tuan Arif, maafkan kelancangan putri bungsu saya," ucap Surya Liem penuh rasa bersalah.

"Dia memang agak keras kepala, tapi hatinya sebenarnya baik."

Arif menatap Surya Liem lalu beralih menatap Shinta yang sedang memalingkan wajah.

"Aku tidak butuh pernikahan, aku hanya butuh tempat tinggal untuk sementara waktu," ucap Arif jujur.

Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia mengincar tubuh Shinta untuk meredakan Racun Apinya.

Itu hanya akan membuat gadis judes ini memanggil polisi dan menuduhnya pria mesum.

"Tidak bisa begitu Tuan Arif, nyawa saya terlalu berharga jika hanya dibalas dengan tempat tinggal," tolak Surya Liem halus.

"Mulai hari ini, Tuan Arif resmi menjadi tunangan Shinta dan akan tinggal di rumah ini."

"Ayah!" jerit Shinta memprotes keputusan sepihak itu.

"Keputusan Ayah sudah bulat, atau kau mau melihat Ayah mati karena dituduh tidak tahu balas budi?" ancam Surya Liem.

Shinta langsung bungkam karena dia sangat menyayangi ayahnya yang baru saja sembuh dari kritis.

Gadis itu hanya bisa mendelik tajam ke arah Arif seolah ingin menelannya hidup-hidup.

"Terserah kau saja pak tua, aku ikut," balas Arif tidak peduli.

Selama dia bisa berada di dekat Shinta, masalah Racun Apinya akan aman terkendali.

Surya Liem tersenyum lebar mendengar persetujuan dari Arif.

Dia lalu merogoh dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam legam.

"Shinta, ini kartu hitam Ayah tanpa limit batas," ucap Surya Liem menyerahkan kartu itu.

"Bawa tunanganmu ini ke mal dan belikan dia pakaian yang pantas untuk seorang menantu Keluarga Liem."

Shinta menerima kartu itu dengan setengah hati.

"Kenapa harus aku? Kak Nana saja yang temani dia," tolak Shinta mencari alasan.

"Kakak harus mengurus administrasi rumah sakit Ayah dan menyelesaikan urusan perusahaan yang terbengkalai," jawab Nana sambil tersenyum.

"Cepat pergi, jangan membuat Tuan Arif menunggu lama," perintah Surya Liem tidak terbantahkan.

Shinta menghela nafas panjang dan memutar bola matanya malas.

"Ayo cepat ikut aku, jangan lelet!" ketus Shinta sambil berjalan mendahului Arif.

Arif hanya mengangkat bahu santai dan mengikuti langkah gadis itu dari belakang.

Brummm!

Sebuah mobil Porsche merah melesat kencang membelah jalanan ibu kota yang padat.

Shinta menyetir dengan sangat agresif seolah melampiaskan kekesalannya pada pedal gas.

Ckittt!

Mobil itu mengerem mendadak di lampu merah membuat tubuh Arif sedikit terdorong ke depan.

"Kau ini bisa menyetir atau tidak?" tanya Arif sambil memperbaiki posisi duduknya.

"Kalau kau takut, turun saja dari mobilku!" balas Shinta ketus tanpa menoleh.

"Aku tidak takut, aku cuma kasihan pada mobil ini karena disetir oleh orang bodoh," sindir Arif.

Wajah Shinta langsung memerah menahan marah mendengar sindiran itu.

"Kau! Baru saja jadi tamu di rumahku sudah berani kurang ajar ya!" omel Shinta.

"Kalau bukan karena Ayah yang memaksaku, aku tidak sudi satu mobil dengan pengemis sepertimu!"

"Pengemis yang menyelamatkan nyawa ayahmu," ralat Arif dengan nada menyebalkan.

Shinta tidak bisa membalas kata-kata itu karena itu adalah fakta yang tidak bisa dibantah.

Dia hanya bisa mendengus kasar dan kembali menginjak pedal gas saat lampu berubah hijau.

Sepuluh menit kemudian, mereka tiba di sebuah pusat perbelanjaan paling mewah di Jakarta.

Lantai marmer mal itu sangat mengkilap hingga bisa digunakan untuk bercermin.

1
brajamusti
pertanyaan yg sama yg ga bisa dijawab.. asuuuuu
Utuh Gelapung
shinta mati cari pacar baru.gitu aja repot.repot aja gk gitu.
kiyoe: kan Shinta yang punya energi yin murni kak
total 1 replies
Was pray
gak bisa apa-apa ngeyelan lagi, cewek begini kok dipiara
Was pray
alur cerita mengupas tuntas kecerobohan dan dampak percaya diri yg berlebihan dari Arif dan kebohongan tingkat dewa shinta
Abady Ehm
kalo sudah perempuan ikut campur, hancurlah semuanya, dasar cerita sampah,.....
Night Watcher
kan didepan matamu arya... kok "kudengar"?... haddduhhhh.. ni cerita minta diapain ya...?
hapus ajalah.. cerita asal tulis ini mah..🤦
Night Watcher
ini lagi... macan putih dan naga hitam kan suruhan reyhan bambang...
Night Watcher
kata suster "jangan kena air dulu dua hari", tapi mau dikompres...🤦
Night Watcher
yg mahasiswa baru kan arya, kok malah dia ngatain arif mhsw baru?🤦
Night Watcher
lah.. jelas² duduk di kursi sampingnya, masih ditanya "teman sekelas?"
ini di kantin atau di mana?
Night Watcher
gelar master itu apa gak S2 atau ditempuh setelah lulus S1 ya?
kok kembali ke...
duh bingung aku... gak pernah makan bangku kuliah sih...🤭🤭
Night Watcher
cerita dunia bawah tanah...
menyerahkan musuhnya ke pihak berwajib??? khaaahhhh..!!!
Night Watcher
ada ya jalan tol macet?😇
Night Watcher
perasaan sebelumnya reyhan dkk br muncul dr pintu kantin, tau² udah ada makanan yg penuh saus...
Was pray
kok lama lama bosan ya baca cerita ini.....
Abady Ehm
lama lama kok seperti cerita sampah ini, mana pasukan bayangan malam pelindung keluarga?....
Abady Ehm
mantap ceritanya, lanjut Thor, aku suka kata kata yg sebenarnya, gak dibuat buat,...
Risman Caniago
sekolah aja nggak pernah.....tau2 kuliah.....halu cerita nya lebih mirip dongeng bobok balita..... nggak ada bobot nih cerita.....
Adelina Lin
Saya gk suka dengan sifat Sinta yang selalu memanggil arif, dengan udik, ganti panggilan Sinta ke si arif, jangan dipanggil udik si arifnya
Was pray: Arif dan Shinta cocok jadi pasangan... yg laki laki bermulut pedas dan sering tertipu oleh truk murahan musuh2 nya, sedangkan yg wanita gak menghargai calon suaminya.... masak manggil calon suami udik. .dibilang bodoh kok statusnya mahasiswi tapi mau bilang cerdas tapi pemikirannya kayak bukan mahasiswa. ..... 😄😄
total 2 replies
kiyoe
iyaa kak biar cerita nya menantang hehe tapi next nya udah clear kok pasti
Was pray: bukan bikin cerita lebih menantang Thor, tapi menunjukan kelemahan fatal Arif yang katanya agoan tapi kenyataan nol besar... dan itu jadi alur cerita yg membosankan, segala sepak terjangnya cuma bikin orang2 terdekatnya jadi kurban
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!