NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Usai

Celia saat ini bersama dengan Bagas ternyata masih melanjutkan aktivitas mereka dengan bekerja kelompok di rumah Celia. Keduanya tampak duduk di atas lantai dengan beberapa peralatan prakarya mereka yang diletakkan di atas meja.

Keduanya tampak kompak mempersiapkan tugas yang diberikan Bu Tati yang tak kunjung dikumpulkan oleh keduanya karena memang masih memiliki waktu.

"Ya ampun anak-anak pintar pulang sekolah langsung kerja kelompok!" Ratih tiba-tiba datang dengan membawakan mereka makanan.

"Biar tambah semangat perut harus diisi agar otak semakin encer," ucap Ratih.

"Alfian kamu jangan salah fokus dengan ubi goreng, ini ubi goreng terenak dan kamu harus berterima kasih kepada Bunda karena diberi kesempatan untuk menikmati ubi goreng dari tangan Bunda," ucap Ratih dengan percaya diri.

"Terima kasih Bunda," sahut Alfian dengan tersenyum, nada suaranya begitu lembut membuat Celia mengerutkan dahi justru sangat jijik dengan Alfian terlalu lebay berbicara dengan ibunya.

"Sama-sama Alfian, Bunda yakin kamu akan ketagihan dengan makanan yang dimasak di rumah ini," ucap Ratih.

"Sudah pasti Bunda," sahut Alfian dengan tersenyum lebar.

"Isss, anak gemes," Ratih ternyata semakin tidak bisa mengendalikan dirinya dan bisa-bisanya mencubit pipi Alfian membuat Celia semakin jijik.

"Bunda benar-benar senang kamu sering-sering datang ke rumah untuk kerja kelompok dengan Celia, Bunda senang melihat kamu di rumah ini," ucap Ratih.

"Iya Bunda, lagi pula Celia yang memaksa saya untuk kerja kelompok," ucap Alfian.

"Eh jangan sembarangan nuduh, sejak kapan gue maksa untuk kerja kelompok," sahut Celia dengan kesal.

"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar, yang penting sekarang kalian berdua fokus untuk mengerjakan tugas kalian agar cepat selesai. Bunda mau lanjut ke belakang untuk beres-beres," ucap Ratih.

"Iya-iya Bunda," sahut Celia dengan ikut-ikutan mengusir Ratih karena menurutnya akan semakin banyak kesempatan Alfian untuk mencari perhatian dari Ratih.

"Dasar paling pintar caper depan nyokap gue," sahut Celia.

"Sama aja kayak elu juga paling pintar caper depan nyokap, bokap gue," sahut Alfian.

"Issss," sahut Celia dengan kesal.

Keduanya memang kerap kali bertengkar, meski kompak mengerjakan miniatur tersebut dan sudah pasti ada pertengkaran kecil yang menggemaskan.

Tidak terasa miniatur rumah-rumahan yang di kerjakan Celia dan Alfian akhirnya selesai juga.

"Wau, ternyata benar-benar cantik!" puji Celia menatap miniatur rumah 2 lantai tersebut, terlihat begitu indah yang tidak lupa dengan taman dan juga terparkir satu mobil.

"Semoga suatu saat nanti bisa memiliki rumah seperti ini, rumah besar yang cantik, asri dan nyaman untuk ditempati," ucapnya.

"Lo mau punya rumah seperti ini?" tanya Alfian.

"Ya, tetapi sudah pasti butuh perjuangan dan harus nabung yang banyak, beda kayak elu, rumah kayak gini besok juga pasti bisa dibeli, enak banget jadi orang kaya," ucap Celia.

"Lo ngerasa jadi gue enak?" tanya Alfian.

Celia mengangguk-anggukan kepala.

"Lo salah besar Celia, menjadi anak yang tumbuh di kehidupan keluarga yang memiliki bisnis sehingga semua yang ada tidak seenak pandangan orang-orang, karena semua sudah dimiliki oleh keluarga gue dan otomatis mereka harus mempertahankannya, Mama dan Papa terus bekerja keras dan lupa akan tugas dan kewajiban mereka sebagai orang tua,"

"Tidak terus berada di rumah dan seperti yang pernah gue katakan sama lo, mereka baru ada ketika ada masalah yang terjadi," jelas Alfian ingin menekankan bahwa sebenarnya kehidupannya tidaklah seenak yang dikatakan Celia.

"Jangan-jangan lo sebenarnya sengaja buat masalah di sekolah agar orang tua lo datang ke sekolah?" tebak Celia.

"Karena jika tidak ada masalah dan kepala sekolah tidak akan memanggil nyokap atau bokap gue, jadi hidup dalam keluarga seperti gue tidak ada enaknya dan hidup seperti lo jauh lebih enak dan beruntung," ucap Alfian.

"Tetapi, Kan, lo masih punya kedua orang tua yang lengkap," sahut Celia.

"Meski lengkap, tetapi tidak terlihat itu sama saja tidak berguna," jawab Alfian membuat Celia seketika terdiam.

Celia tampak begitu sendu mendengar kembali cerita Alfian dan Alfian juga tampak nyaman bercerita.

*****

Hasil kesenian yang telah diberikan Bupati kepada Alfian dan Celia akhirnya selesai, tugas tersebut akhirnya mereka kumpulkan dengan membawa keruangan guru kesenian.

"Bagus, ibu suka melihat hasil kesenian kalian benar-benar sempurna dan memiliki niat yang besar, Ibu juga suka mendengar penjelasan dari kalian dan kerjasama diantara kalian yang benar-benar kompak, itu artinya kalian berdua bertanggung jawab atas tugas yang telah Ibu berikan," ucap Tati memberikan komentarnya pada tugas tersebut.

"Jadi bagaimana Bu, hukuman kita tidak akan ditambah lagi?" tanya Alfian.

"Kalian sudah bertanggung jawab atas hukuman yang telah Ibu berikan dan dengan begitu kalian terbebas dari hukuman," jawab Tati.

"Alhamdulillah..." sahut Celia mengucap syukur dan Alfian juga merasa lega.

"Alfian, Celia jadikan ini sebagai pelajaran untuk kalian dan terus bertanggung jawab, PR adalah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan di rumah dan bentuk tanggung jawab yang harus diselesaikan, jangan biasakan untuk meninggalkan tugas dan dengan sengaja tidak mengerjakannya .... kamu mengerti Alfian!" penegasan itu ditujukan lebih kepada Alfian.

"Iya-iya Bu," sahut Alfian.

"Baiklah kalau begitu sekarang kalian boleh kembali ke dalam kelas," sahut Tati.

"Baik Bu, kalau begitu kami permisi!" ucap Celia berpamitan yang disusul oleh Alfian.

"Alhamdulillah Akhirnya tugas kita berdua selesai juga, gue sekarang bener-bener lega, dengan begitu kita berdua tidak akan ada kerja kelompok bersama lagi dan darah tinggi akan mulai menurun," ucap Celia.

"Heh, jangan pikir gue senang kerja bareng sama lo," sahut Alfian.

"Ya gue juga enggak," sahut Celia tampak sewot dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Alfian membuat Alfian geleng-geleng kepala.

******

"Gue tadi lihat Alfian dan Celia membawa hasil tugas kelompok mereka untuk dikumpulkan pada Bu Tati, artinya tugas mereka sudah selesai dan mereka berdua tidak akan dekat-dekat lagi," sahut Kania.

"Baguslah kalau begitu, terkadang kedua orang itu benar-benar sangat menyebalkan, apalagi Alfian, terlalu effort untuk mengerjakan tugas dari Bu Tati," sahut Valery.

"Padahal gue sudah usaha menyembunyikan tugas Celia agar dia yang kena hukum, eh si Alfian juga tugasnya entah di mana," celetuk Yogi.

"What!" pekik Kania dan Valery sama-sama terkejut.

"Lo barusan bilang apa? Lo yang nyembunyiin tugas Celia?" tanya Valery memastikan.

"Ya namanya juga kesal," sahut Yogi dengan santai.

"Jadi itu semua ulah kalian?" tiba-tiba saja terdengar suara yang membuat mereka semua melihat keadaan suara tersebut dan tak lain itu adalah Alfian.

Diego tiba-tiba panik mendapat tatapan tajam dari Alfian.

Bersambung....

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!