NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Tiga

Pagi itu pak Galih sengaja menunggu anak anaknya di meja makan, dia akan mengikuti ucapan temannya, sebelum semua hancur karena kebodohan dirinya.

Ares Laras dan Gibran tertegun melihat sang ayah sudah duduk manis di meja makan, biasanya ayah nya itu akan duduk di teras depan merokok sambil main HP, tapi hari ini malah duduk di ruang makan.

"Kalian sudah selesai beres beresnya, ayo kita sarapan bareng." ajak pak Galih dengan suara lunak

Namun perlakuan papanya yang aneh itu membuat ke tiga anaknya sedikit merinding, apakah papanya itu salah minum obat, atau kepalanya habis terbentur?

"Kenapa diam? cepat lah nanti kalian bisa terlambat ke sekolah." seru pak Galih lagi, dengan suara lembut, tidak ada lagi kata kata kasar yang keluar dari mulut sang ayah.

Dengan sedikit ragu ragu ke tiga anak itu mengambil tempat duduk masing masing, lalu menyantap makanan tanpa suara.

"Ares, ini jatah mingguan kamu, nanti tidak usah minta sama mama lagi." ucap pak Galih menyodorkan empat lembar uang kertas seratus ribuan.

Uhukkk....

Uhukkk.....

Ares sampai tersedak oleh makanan yang dia kunyah, gara gara melihat uang kertas merah itu di hadapannya.

Ini sih, fiks ayahnya salah minum obat, karena dengan mudahnya dia memberikan uang segitu banyaknya kepada dia, biasanya minta sepuluh ribu saja, bapaknya akan memarahinya habis habisan.

"Dan ini buat Laras sama Gibran, karena kalian masih kecil, papa akan memberi uang jajan kalian tiap hari." ucap pak Galih dengan santai nya, lalu memberi Gibran yang masih kelas tiga SD uang sepuluh ribu dan Laras lima belas ribu, ke dua anaknya ikut tertegun melihat uang hadapannya itu.

"Papa nggak salah minum obat kan? " ceplos Gibran yang sudah tidak bisa menahan mulutnya.

Pak Galih hanya bisa membuang nafas pelan, dia tau kenapa anaknya bisa bereaksi seperti itu, dia sadar semua karena salahnya.

"Papa sehat, papa juga tidak kerasukan roh halus, papa sudah menebak kalian akan bereaksi seperti ini, papa nggak masalah, karena semua memang salah papa, jadi papa terimanya." ucap pak Galih lembut.

Sementara bu Soraya yang akan melangkahkan kakinya ke ruang makan, malah mengurungkan niatnya, justru dia menggigit bibirnya agar suara kekehannya tidak terdengar, tetapi tetap saja bahunya terguncang.

"Astaga, anak ini selalu saja berkata asal." kekeh bu Soraya.

"Syukurlah klau begitu, ehhh... Tapi papa ngasih kita uang ini ikhlaskan, nggak akan memaki maki dan merendahkan kami lagi kan, klau papa akan memaki kami karena uang nggak seberapa ini, lebih baik papa nggak usah kasih kami uang, tetap lah jadi orang asing, karena kami tidak butuh uang papa." ucap Gibran menohok.

"Tidak akan, papa janji, mulai hari ini papa tidak akan berkata kasar lagi kepada kalian, kalau itu terjadi, kalian boleh memarahi atau memaki papa sepuasnya." ucap pak Galih sungguh sungguh.

"Baiklah, karena papa susah janji, uangnya aku terima, tapi awas saja klau papa ingkar janji, lebih baik kita nggak saling kenal lagi." acuh Gibran, anak laki laki ternyata mulutnya sangat pedes.

"Siap bos." ucap pak Galih ala ala militer, setidaknya salah satu anaknya sudah bisa dia dekati.

"Ambil saja uangnya bang, kak. Rugi klau di anggurin." celoteh Gibran lagi.

"Aku sudah selesai, terima kasih uangnya pa, aku berangkat sekolah dulu." ucap Ares lalu menyalami sang ayah penuh takzim.

"Aku juga." kompak Laras dan Gibran, lalu melakukan seperti apa yang kakaknya lakukan.

"Kalian hati hati." ucap pak Galih.

"Iya." sahut ketiga anaknya.

"Dek, uangnya mas taro di laci meja rias mu, mas berangkat dulu." ucap pak Galih lalu mengecup dahi sang istri.

Tentu saja kelakuan pak Galih itu membuat bu Soraya kaget setengah mati, apa apaan suaminya itu, bisa bisanya mencium dahinya seperti itu, perlakuan yang sudah lama tidak pernah dia rasakan lagi.

"Dasar orang aneh." umpat bu Soraya.

Pak Galih tersenyum dengan hati yang berbunga bunga, walau semua masih kaku, tapi setidaknya dia bisa kembali menjalin hubungan baik lagi dengan anak anak dan istrinya, Pak Galih sudah bertekad untuk memperbaiki kesalahannya, walau dia butuh waktu sedikit lama, itu tidak masalah untuknya.

"Jangan lupa di simpan uangnya ya, dek." ucap pal Galih lagi.

"Mmm.... " deham bu Soraya.

Pak Galih tersenyum tipis, dia tau istrinya masih belum bisa menerimanya.

"Nggak usah melamun, nanti pulang kerja mas cium lagi." goda pak Galih terkekeh melihat wajah kesal sang istri.

"Dasar sinting." umpat bu Soraya.

"Makasih sayang, mas juga sayang sama kamu." ucap pak Galih.

Bu Soraya hanya memutar mata malas, lalu masuk ke ruang makan untuk merapikan sisa sisa makan anak anaknya, karena tadi bu Soraya memang sedang malas sarapan.

"Dia kenapa? kesambet? " gumam bu Soraya bergidik ngeri.

1
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuut thor ..
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
akhirnya Pak Galih tau sifat aslinya emaknya....
Erna Fkpg
udah buang kelaut aja nenek kayak gitu biargk bikin orang emosi
Mei Mei
Gibran mumpung km LG adu mulut sama lampir, ya ud keceplosan aj klu lampir nampar Bu Soraya, mau lihat reaksi nya galih gimn marah apa diam biar tu galih sadar
Shee_👚
sekarang kamu sadar bukan, siapa orang yang ada di samping kamu saat kamu sakit. bukan ibumu yang kamu bela mati²an sampai menelantarkan anak istri. bener ibu emang tanggung jawab anak laki²nya sampai menutup mata. tapi tetep kalau udah berumah tangga tanggung jawab yang utama anak istri
Shee_👚
Gibran aja tau apa yang ada di otak Bu Hindun. galih yang anaknya malah gak paham ibunya gimana
Shee_👚
bagus gibran, lawan terus kasih tau yang bener itu gimana. jadi orang tua bukannya kasih tau anaknya yang bener ini malah bikin sesat😔
Shee_👚
harusnya bu Hindun malu sama gibran. anak kecil aja di paham mana yang betul dan salah
Muft Smoker
bu hindun sruh ngopi dlu deh kak author ,, biar jerniih pikiran ny ,,
Shee_👚
betul biar bapakmu sadar mana yang tulus mana yang modus
Shee_👚
nah betul itu, kasih paham pak galih biar bu Hindun sadar
Shee_👚
heran pak galih kak maaf typo🙏
Shee_👚
nauzubillah punya ibu ko ya mata duwitan amat. aku juga suka uang tapi ya gak segitunya banget. liat kondisi lah ya. lah ini orang baru sadar dah di tanyain ATM🙈
Shee_👚
salah galih, ibu mu takut kamu minta duwit dia😪
Shee_👚
lah harusnya seneng lah anaknya bertanggung jawab sama keluarganya
Ma Em
Alhamdulillah pak galih sdh sadar Semoga cepat sehat kembali pak galih benar2 sdh menyadari semua kesalahan nya dan sdh benar2 bertanggung jawab pada anak dan istrinya cuma ibunya pak galih msh egois semoga ibunya pak galih segera dapat hidayah agar hati dan pikiran nya terbuka .
Erna Fkpg
moga2 p.halih beneran sadar dan sayang sama istri dan anaknya dan GK kehasut lagi sama nenek sihir💪💪🙏
Muft Smoker
pasti nnti si petasan mercon ngadu k bpaa ny klo ibu ny di tampar nenek kebayan
Azda Syafril
semangatt pa galih.. moga lekas pulih.. biar bisa liburan dikampung halaman istri brsma anak2...💪
Shee_👚
semoga masa pemulihan pak galih cepet dan gak terlalu lama biar bisa kerja lagi. bisa ngasih nafkah dan bawa istrinya pulang kampung halaman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!