NovelToon NovelToon
GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eka Sugairti

Kesialan dapat menimbulkan keajaiban??

Benarkah itu??

Kisah seorang gadis berusia 18 thn bernama Gaby Debbara Fernando, gadis yang diusir oleh ayahnya karena kesalahan yang entah apa itu. Kecelakaan yang membuatnya harus masuk rumah sakit, justru malah menimbulkan keajaiban dalam kehidupannya. Bagaimana tidak??

Kecelakaan yang dialaminya mungkin merupakan kecelakaan yang paling beruntung, sebab ia dapat bertemu dengan Ardiaz Sunjaya.

Ya...Pengusaha muda yang sukses bernama Ardiaz Sunjaya, siapa yang tidak mengenalnya. Ardiaz pria tertampan sedunia ini jatuh cinta pada seorang gadis biasa??

Begitu banyak gadis cantik dari kalangan atas, namun ia hanya jatuh cinta pada Gaby.

Penasaran dengan perjuangannya??

Langsung baca aja yak...

Jangan lupa like, vote, rate ya...

Kalo ada saran dan masukan silahkan ajukan di kolom komentar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sugairti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 23

Pagi hari yang cerah, Gaby terbangun dari tidurnya. Gaby merentangkan kedua tangannya keatas, seluruh tubuhnya terasa pegal ia meregangkan kembali otot-otot tubuhnya.

Setelahnya Gaby bersiap dan merias diri kemudian turun kelantai bawah untuk sarapan pagi.

"Selamat pagi nona," seperti biasa Anny menyapa dan menyiapkan sarapam untuk Gaby setiap pagi.

"Wah hari ini nona tampak cantik sekali," puji Anny.

"Terima kasih," ucap Gaby dengan tulus.

"Hari ini, nona yakin ingin pergi kekampus?" Tanya Anny sedikit mengkhawatirkan kondisi Gaby. Apalagi setelah kejadian Gaby diculik dan hampir terbakar, hati Anny hancur berkeping-keping saat mendengar kabar bahwa Gaby telah diculik.

"Iya, tapi bibi tidak perlu khawatir. Aku pasti baik-baik saja," jawab Gaby dengan tersenyum manis.

Anny membuang nafas gusar. Ia tahu jika Anny memaksa Gaby untuk tidak pergi pun usahanya pasti akan sia-sia karena Gaby betekad keras untuk pergi.

"Tetap saja, saya khawatir." Ucap Anny lirih, ia mencoba menahan air matanya yang tak lama lagi akan jatuh.

"Ah, bibi. Aku mohon jangan menangis," pinta Gaby menyadari bahwa Anny sedang bersedih.

"Itu benar," sontak suara tersebut mengejutkan Anny dan Gaby yang berada dimeja makan.

Seorang pria datang kerumah Gaby bersama dua orang pengawal kepercayaannya.

"Kau boleh pergi, tapi harus bersama mereka." Ucapnya sambil menunjuk kearah dua orang pengawal.

"I-itu tidak perlu tuan, saya pasti akan baik-baik saja." Tolak Gaby yang merasa tidak nyaman apabila harus pergi bersama pengawal.

"Kau tidak bisa menolak," tegas Ardiaz.

"Lihatlah Anny, dia selalu mengkhawatirkanmu." Lanjutnya dengan menunjuk Anny.

"Itu benar nona, akan lebih aman apabila nona pergi bersama pengawal." Jawab Anny setuju dengan usulan dari Ardiaz.

Gaby menghela nafas panjang, ia terpaksa menerima dan pergi bersama kedua pengawalnya.

"Terima kasih tuan," ucap Anny dengan tulus setelah Gaby berangkat pergi.

"Tidak masalah, dia adalah gadisku. Dia milikku, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya." Jawab Ardiaz dengan ekspresi dingin.

"Tuan, ini minumlah." Anny menyodorkan segelas teh hangat kehadapan Ardiaz.

Tanpa pikir panjang Ardiaz meminum teh tersebut. Barulah ia tersadar setelah meminum setengah dari teh tersebut.

"Ini... bukankah ini?" Ucap Ardiaz menatap cangkir yang berisi teh jahe.

"Itu benar, saya membuatkan teh jahe untuk meningkatkan stamina tuan." Jawab Anny sambil tersenyum hangat.

Ardiaz masih memperhatikan cangkirnya lalu tersenyum kecil.

Gaby sampai dikampusnya.

Kedatangan Gaby mengejutkan banyak orang.

"Sepertinya kabar tentangku telah tersebar." Batin Gaby.

Gaby menatap semua orang yang ada dikampusnya dengan tajam, kemudian pandangannya terhenti kesalah satu pojok yang terdapat tiga orang gadis sedang membicarakannya

"Hey, bukankah itu Gaby?" Tanya siswi pertama.

"Iya itu dia, kenapa dia masih hidup?" Jawab siswi kedua.

"Bukankah Shany bilang dia telah membakarnya?" Ucap siswi ketiga.

"Apakah dia hantu?" Bisik siswi kedua.

"Hey kau ini, hantu mana yang berani keluar disiang bolong begini?" Jawab siswi ketiga sambil menyenggol lengan siswi kedua.

Gaby melangkah mendekati ketiga gadis yang sedari tadi membicarakannya diikuti para pengawal Gaby.

"Aduh... mulut kalian itu, ya. Bisakah ditutup?" Ucap Gaby dengan tatapan tajam yang mengerikan.

Sontak ketiga gadis tersebut merinding ketakutan melihat tatapan Gaby yang begitu tajan dan menyeramkan.

"Jika kalian tidak ingin mati maka tutup mulut kalian. Jika kalian ingin mati, dengan senang hati hari ini akan aku kabulkan." Ancam Gaby sambil berbisik tegas kepada ketiganya.

"Ti-tidak... ka-kami... akan tutup mulut...," jawab ketiga gadis dengan bersamaan.

Gaby tersenyum dingin lalu pergi meninggalkan mereka.

"Shany, lihatlah. Itu Gaby," Qilla menunjuk Gaby yang sedang berjalan kearahnya.

"Si*l kenapa gadis itu belum mati juga!!" Ucap Shany sambil menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya.

"Halo Shany Shanzoora," sapa Gaby dengan nada mengejek.

"Kau... kenapa kau masih hidup!?" Teriak Shany kesal.

"Seharusnya kau sudah mati terbakar api!!" Lanjutnya.

Shany tak dapat menahan amarahnya lebih lama lagi, ia beranikan dirinya untuk menampar wajah Gaby. Shany melayangkan tangannya hendak menampar Gaby, namun kedua pengawal yang berada dibelakang Gaby melangkah maju dan melindungi tubuh kecil Gaby dengan tubuh mereka yang kekar.

"Ah si*l pengawal itu." Batin Shany membatalkan serangannya untuk menampar Gaby.

"Tidak ada yang bisa menyakiti nona Gaby!!" Tegas kedua pengawal tersebut.

"Hey, apa masalahmu. Apa kau tahu siapa aku!?" Ucap Shany dengan kesal.

"Kami tidak peduli, dari mana kau berasal dan dari keluarga mana kau dilahirkan. Tujuan kami hanya untuk melindungi nona Gaby!!" Ucap salah seorang pengawal Gaby.

Gaby mengangguk setuju pada perkataan pengawalnya lalu melangkah maju menerobos tubuh kekar kedua pengawal tersebut.

"Shany, aku rasa kau berhenti sejenak untuk melukaiku. Lalu setelah kau merasa sehat, kau bisa datang padaku lagi!!" Tegas Gaby sambil berjalan melewati Shany dan Qilla. Pengawal yang bersama Gaby tersenyum dingin kearah Shany dan Qilla lalu menyusul Gaby pergi dari tempat mereka semula.

"Gadis sia*an itu. Kenapa dia selalu saja menang!!" Ucap Shany sambil menghentakkan kakinya ketanah dan melipatkan tangannya didepan dada.

Pelajaran pertama telah usai, kini berganti untuk waktu istirahat. Siswa-siswi pergi berhamburan keluar dari kelas menuju tempat yang mereka tuju. Sementara Gaby tetap berada dikelas karena merasa malas untuk pergi kekantin atau keluar dari kelas.

Seorang pria masuk kedalam kelas lalu duduk disamping Gaby. Pria itu adalah Bryan. Bryan duduk disamping Gaby sambil memakan sepotong roti yang ia bawa dari bekal makan siangnya.

"Halo gadis cantik," sapa Bryan dengan mulut penuh.

"Ish, kenapa dia datang kesini?" Batin Gaby kesal setelah melihat Bryan duduk disampingnya.

"Siapa kau?" Tanya Gaby berpura-pura lupa.

"Oh? Kau lupa padaku ternyata." Ucap Bryan menelan roti tersebut.

"Perkenalkan, namaku Bryan Sha...,"

"Oh jadi kau," sela Gaby memotong perkataan Bryan.

Bryan tersenyum menanggapi ucapan Gaby yang memotong perkataannya.

"Apa kau sudah ingat?" Tanya Bryan sambil melahap kembali rotinya.

"Sepertinya begitu," jawab Gaby santai sambil membaca buku novel.

Bryan mengangkat kedua alisnya lalu merebahkan kepalanya kebahu Gaby. Sontak hal itu membuat Gaby terkejut lalu dengan cepat menyingkirkan kepala Bryan yng bersandar dibahunya.

"Kau ini... tidak sopan," ucap Gaby sambil mendorong kepala Bryan.

"Aku lelah. Aku hanya ingin meminjam bahu mu saja untuk kujadikan bantal," jawab Bryan dengan santai.

"Tapi itu tidak sopan!!" Tegas Gaby kesal.

Gaby mengambil buku novelnya lalu berjalan meninggalkan kelasnya. Bryan mengikuti Gaby dari belakang, melihat Gaby yang keluar dari kelasnya sontak kedua pengawal tersebut mengikuti Gaby pergi. Langkah Bryan berhenti saat melihat kedua pengawal Gaby pergi bersama Gaby. Niatnya untuk mengejar Gaby ia urungkan karena takut akan menimbulkan masalah saat ia bertemu dengan kedua pengawal Gaby.

"Sepertinya aku masih harus bersembunyi...," batin Bryan menatap kepergian Gaby.

1
Ratna Fika Ajah
Thor, kok yo masalah trus yo yo.
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Alifah Azzahra💙💙
Mampir yah Thor 🥰
Nur Syamsi
waduh mna body guar tuan Rogad
Nur Syamsi
author bikin Ardiaz sembuh belum merasakan kebahagiaan bersama isterinya
Nur Syamsi
kapang Gabynya bahagia author terlalu banyak orang yg jahat padanya.....bahagiain Thor Gabynya
Nur Syamsi
ulat bulu Tdk punya malu, dsar
Nur Syamsi
haa sesak baca ketiga persahabatan kepala klan....
Nur Syamsi
author jgn pisahin Ardiaz ma Gaby, biarkan mrk bahagia bersama adik angkatnya yg menolong dr tabrak lari ...🙏🙏
Nur Syamsi
akhirnya....luluh jg Gabynya....
Nur Syamsi
Nikah betulan saja author Tdk usah nikah kontrak, masalah kakeknya Gaby nti Ardiaznya yg tanggung jawab....
Nur Syamsi
tidak adek tidak kakak sama" liciknya makanya jangan buat tantangan dan meremehkan orang Shani,
Nur Syamsi
Roger membuat Kanjian menahan kencingnya 🤣🤣🤣
Nur Syamsi
dasar Tio iblis ...
Nur Syamsi
siapa pria misterius it
Nur Syamsi
Ardias terjatuh Krn ngantuk at lelah Krn penyakitnya
Nur Syamsi
hati hati Gaby mrk turunan mafia
Nur Syamsi
kenapa Ardiaz Tdk merekomendasikan Gaby ntuk kerja di perusahaannya saja ya
Nur Syamsi
penyakit dan Surat dg pengirim misterius,
Nur Syamsi
Brian Brian ternyata sama liciknya ma si adik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!