NovelToon NovelToon
Membual Demi Kejayaan Sekte!

Membual Demi Kejayaan Sekte!

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fat Kitten

Bai Ren, transmigrator dari Bumi, dipindahkan ke dalam dunia novel beladiri yang penuh dengan para kultivator.

Di dunia yang asing namun familiar itu, Bai Ren diberikan misi untuk membangun sekte terkuat dengan cara membual.

[Ding!!]

[Hadiah penyelesaian tiba!]

[Satu bualan Anda akan dikonversi menjadi kenyataan!]

Apa yang akan kamu lakukan jika bualanmu menjadi kenyataan?

Tentu saja, aku akan semakin rajin membual!

Semakin banyak membual, semakin kuat jadinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Keluarga Jiang (7)

"Duel? Mengapa aku harus berduel dengan bocah itu? Dia bahkan tidak akan mampu menahan satu pukulan pun dariku."

Wu Gou dengan tegas menolak pria cantik itu yang merupakan salah satu dari rombongan yang dibawanya.

Perkataannya mungkin agak terlalu dilebih-lebihkan, tapi ketika Patriark keluarga Sun mencoba melihat basis kultivasi Wu Gou, ia akhirnya mengetahui bahwa kesombongannya itu memiliki dasar.

Saat ini basis kultivasi Wu Gou berada pada ranah Martial Spirit bintang empat puncak, jauh lebih kuat daripada Jiang Diyi yang baru berada di ranah Martial Spirit bintang tiga puncak.

Jika Jiang Diyi diberi waktu setidaknya lima tahun lagi, maka keduanya mungkin akan berada di level yang sama jika mengacu pada bakat dan potensi Jiang Diyi. Satu-satunya keunggulan Wu Gou adalah dia lebih tua dan telah berkultivasi sedikit lebih dulu dibanding Jiang Diyi.

Tapi sayangnya, duel harus ditentukan sekarang dan tidak ada jalan keluar.

"Tuan muda, meskipun duel ini hanya formalitas, tapi kau harus tetap menunjukkan dominasimu di sini. Kau harus menunjukkan pada calon wanitamu jika kau lebih perkasa dibanding pria pilihannya."

Pria cantik itu terus memanasi Wu Gou sekaligus memprovokasi Jiang Diyi secara tersirat lewat kata-kata yang dikeluarkannya.

Patriark keluarga Sun tahu jika ini adalah jebakan yang dirancang dengan baik.

'Mereka membuat situasinya terlihat seperti hanya putriku yang mereka inginkan, padahal sejatinya mereka juga mengincar Jiang Diyi.'

'Sejauh yang aku tahu, sama sekali tidak ada friksi antara dua keluarga kami dengan sekte Heaven Splitting, lalu kenapa?'

'Apa yang menjadi tujuan mereka sebenarnya?'

Patriark keluarga Sun tenggelam dalam pikirannya, berusaha keras menebak apa niat asli orang-orang yang menerobos ke dalam kediamannya.

"Hei, bocah! Aku menantangmu untuk duel! Silakan kau atur aturan duelnya, apa pun akan kuterima! Satu hal yang kuminta adalah, pemenangnya mendapatkan Sun Meili!"

Wu Gou menyerukan tantangannya pada Jiang Diyi secara terbuka.

Sebagai orang yang lebih kuat, ia memberi keuntungan pada Jiang Diyi tentang menentukan aturan duel, dan Jiang Diyi yang mendapat tantangan duel tersebut, merasa harga dirinya tersenggol atas ucapan Wu Gou.

Jiang Diyi yang sedari tadi diam menyaksikan drama tak terduga yang dilakoni oleh Wu Gou, kemudian berdiri dan menyuarakan isi pikirannya.

"Mengapa aku harus berduel denganmu?! Sun Meili bukanlah alat yang bisa dipertaruhkan! Selain itu..."

Jiang Diyi menoleh pada Sun Meili dan meraih tangannya.

"Nona yang cantik ini telah menerima lamaranku! Bahkan tanpa berduel pun aku telah mengalahkanmu di sini!"

Jiang Diyi mengambil provokasi Wu Gou dan mengembalikan provokasi itu kembali padanya.

Wu Gou yang diejek seperti itu, merasa harga dirinya terinjak saat ia dipermalukan lewat kata-kata.

Tak cukup sampai di situ, Jiang Diyi mengangkat tangan Sun Meili dan mengecupnya tepat di depan mata Wu Gou.

Terbakar oleh amarah, Wu Gou melepaskan auranya dan melesat menghampiri Jiang Diyi.

Para pengawal mencoba menghalanginya, tetapi tak ada satu pun yang bisa menahannya.

Ketika tinju Wu Gou berjarak sejengkal darinya, Jiang Diyi menarik Sun Meili ke balik punggungnya dan menepis tinjuan itu dengan tangannya.

Efek benturan itu menyebabkan qi menyebar ke area sekitar.

Memanfaatkan momentum, Jiang Diyi melancarkan serangan balasan yang memaksa Wu Gou mengambil jarak darinya.

"Pergilah ke ayahmu, biar aku yang mengurus orang ini."

Melihat ekspresi serius di wajah Jiang Diyi, Sun Meili mengangguk dan menjauh dari tempat yang tampaknya telah menjadi arena duel.

Jiang Diyi menahan getaran di lengan kirinya yang dipakai untuk menahan tinjuan Wu Gou barusan.

'Orang ini tidak cuma besar mulut rupanya.'

Dari satu pertukaran itu Jiang Diyi dapat merasakan jika lawannya jauh lebih kuat darinya. Satu-satunya yang bisa Jiang Diyi lakukan sekarang adalah mengerahkan segala yang ia punya tanpa memikirkan perbedaan ranah di antara mereka.

"Tuan muda, ini pedangmu."

Jiang Diyi menerima senjata pribadinya yang dibawakan oleh pelayannya.

Jiang Diyi menghunus pedangnya dan melakukan sikap bertahan sementara Wu Gou tersenyum menatapnya.

"Jadi kau pada akhirnya menerima tantanganku, ya?"

Tatapannya kemudian beralih pada Sun Meili sebelum kembali pada Jiang Diyi.

"Kuharap kau memberikan perlawanan yang menarik!"

Menghentakkan kakinya, Wu Gou sekali lagi melesat dan menutup jarak dengan Jiang Diyi.

Pukulan demi pukulan dilancarkan Wu Gou pada Jiang Diyi yang hebatnya mampu menepis setiap pukulan tersebut menggunakan pedangnya.

"Seperti yang kuharapkan, insting bertarungmu sungguh luar biasa!"

Wu Gou memuji keterampilan bertarung Jiang Diyi yang bisa membaca pola serangannya.

"Kalau begitu, bagaimana dengan ini?"

Dalam sekejap, Wu Gou merubah posturnya dari meninju menjadi menendang yang membuat Jiang Diyi agak tertegun di tengah pertarungan mereka.

Atas perubahan gerakan tersebut, Jiang Diyi gagal menghalau serangannya dan terhuyung mundur beberapa meter ke belakang saat ia ditahan oleh para rombongan keluarga Jiang.

""Tuan muda!!""

"Aku tidak apa-apa, kalian semua mundurlah. Ini bisa jadi berbahaya jika kalian terlalu dekat."

Sama seperti Sun Meili, para rombongan itu berbondong-bondong menjauh atau himbauannya.

Kali ini intensitas pertarungan semakin meningkat.

Wu Gou terus menggempur habis Jiang Diyi dengan tinjuan-tinjuan yang dilayangkannya sementara Jiang Diyi dengan sulit menahan setiap serangan yang mendatanginya.

Semakin lama pertarungan berlangsung, semakin terkuras stamina Jiang Diyi yang tampak jelas ketika satu demi satu pukulan Wu Gou berhasil menembus pertahanannya.

Pada kali ini, giliran Jiang Diyi yang menjaga jarak dari Wu Gou.

Jiang Diyi mengambil napas kala ia mencoba beristirahat sejenak setelah digempur habis-habisan oleh Wu Gou.

Dari sudut pandang penonton, apa yang ditampilkan Jiang Diyi sudah sangat memukau di mana ia dapat bertahan begitu lama menghadapi lawan yang memiliki kekuatan satu ranah di atasnya.

Tapi secara faktual, Jiang Diyi ditekan secara dominan oleh Wu Gou yang sama sekali tidak membiarkan Jiang Diyi melancarkan satu pun serangan balik terhadapnya.

"Oh? Apa kau sudah kelelahan? Aku bahkan belum serius, loh!"

Wu Gou memainkan perang psikologis terhadap Jiang Diyi yang kelelahan.

"Sudah selama ini dan kau masih belum bisa menjatuhkanku?! Ternyata keahlianmu tidak setinggi omonganmu, ya?!"

Jiang Diyi membalas ejekan Wu Gou dengan ejekan lainnya.

Wu Gou yang niatnya memancing, justru terpancing oleh perkataan Jiang Diyi.

"Ck, ck, akhirnya duelnya akan selesai juga."

"Bocah itu tidak sadar jika Tuan muda memberinya muka agar tidak terlalu mempermalukannya di hadapan keluarganya, tapi sayangnya bocah itu tidak menghargainya dan malah menyulut emosi Tuan muda."

Pria berbadan kekar dan pria cantik yang menikmati pertarungan itu, menyampaikan pemikiran mereka ketika pertarungan telah mencapai akhir.

"Aku ingin tahu apakah mulutmu masih bisa bicara jika aku melakukan ini?"

Pada saat itu, Wu Gou memusatkan seluruh qi miliknya pada kepalan tangannya.

"Teknik itu!!"

Pria berbadan kekar terkejut melihat teknik yang hendak dikeluarkan Wu Gou.

"Sepertinya Tuan muda bertindak terlalu berlebihan. Tapi hasil ini adalah hasil terbaik yang bisa kita harapkan yang memudahkan rencana kita ke depannya."

Sambil menggelengkan kepalanya, pria cantik itu mengipasi dirinya saat ia memikirkan rencana demi rencana yang tersusun di dalam kepalanya.

"Teknik ini bernama 'Heaven Splitting Fist', berbanggalah karena teknik inilah yang menghancurkan jalan kultivasimu!"

""Tuan muda Jiang!!""

Pukulan yang terselimuti qi tebal itu menghantam keras perut Jiang Diyi hingga ia terpental jauh dan menabrak dinding hingga hancur sampai tubuhnya terkubur oleh puing-puing.

Karena pukulan tersebut, core milik Jiang Diyi hancur dan vitalitasnya melemah.

1
RMQ
kasih lima lagi kalau bisa🤣🤣🤣
RMQ
3 hari nunggu cuman 1 chapter thor🗿🗿
Karenina
Nice
verto
wah ta k lah
RMQ
minimal 5-10 chapter sehari🤭😄🤣🤣🤣
RMQ
thor kalau ceritanya bikin penasaran banyak kan chapternya lah thor biar gak mati penasaran pula aku dibuatnya🗿
RMQ
lama juga updatenya🗿1 chapter aja thor🗿
Fat Kitten: sabar, dicicil dulu chapternya🤣
total 1 replies
RMQ
gak ada update lagi ya thor🗿🗿🗿
RMQ
lanjutkan ceritanya jangan setengah setengah kalau buat cerita thor🔥🔥
Nanaa
Seruuu!!
Karenina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!