NovelToon NovelToon
BAYANG BAYANG MASA LALU

BAYANG BAYANG MASA LALU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dinarta Firdaus

Enam tahun membina rumah tangga, Kirana merasa pernikahannya dengan Aris adalah definisi kebahagiaan yang sempurna. Namun, semua hancur saat Kirana menemukan kenyataan bahwa Aris kembali menjalin hubungan rahasia dengan Sarah, mantan kekasihnya yang dulu gagal dinikahi karena terganjal restu. Alih-alih menangis dan meminta cerai begitu saja, Kirana memilih jalan yang lebih gelap: menghancurkan Aris dari dalam dengan mendekati Bimo, sahabat karib sekaligus rekan bisnis Aris. Sebuah permainan ego, pengkhianatan, dan cinta yang keliru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinarta Firdaus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIBAWAH TEMARAM LAMPU

Bar yang dimaksud Kirana bernama “The Alchemist”, sebuah bar bergaya klasik yang terletak di rubanah sebuah bangunan tua berarsitektur kolonial. Untuk mencapainya, mereka harus menuruni tangga semen yang sempit dan remang-remang. Begitu pintu kayu berat bar dibuka, aroma kayu ek, tembakau premium, dan alkohol langsung menyambut indra penciuman mereka.

​Suasana di dalam bar sangat sunyi. Pencahayaan didominasi oleh lampu neon berwarna merah tua dan biru safir yang redup, menciptakan ilusi bahwa tempat ini berada di luar dimensi waktu dan realitas Jakarta yang bising. Hanya ada beberapa pengunjung yang duduk terpisah di bilik-bilik pojok, dan alunan musik jazz instrumental bertempo lambat mengalun dari piringan hitam di sudut bar, menambah kesan melankolis yang pekat.

​Bimo memilih sebuah meja di sudut yang paling terisolasi, di balik sebuah pilar beton besar. Kirana melepas blazer-nya yang sedikit basah, menyisakan gaun rajut tanpa lengan berwarna hitam yang melekat pas di tubuhnya. Kulit bahunya yang putih tampak berkilau di bawah temaram lampu merah bar, membuat Bimo harus beberapa kali mengalihkan pandangannya agar tidak terlihat terlalu lancang.

​Seorang pramusiang datang dan meletakkan daftar menu. "Kamu mau minum apa, Kirana? Sesuatu yang hangat?" tanya Bimo.

​"Aku butuh sesuatu yang kuat malam ini, Bim. Sesuatu yang bisa membuat kepalaku berhenti berpikir," jawab Kirana, menatap Bimo dengan pandangan yang sayu namun tajam. "Beri aku Negroni."

​Bimo mengernyitkan kening. Negroni adalah campuran dari gin, campari, dan sweet vermouth—sebuah minuman dengan kadar alkohol tinggi dan rasa pahit yang pekat. Kirana yang ia kenal biasanya hanya meminum white wine atau koktail buah yang manis. Perubahan ini menunjukkan seberapa besar kerusakan psikologis yang sedang dialami wanita ini.

​"Aku pesan Negroni satu, dan sebuah Scotch on the rocks untukku," ucap Bimo kepada pramusiang.

​Setelah minuman disajikan, Kirana langsung mengambil gelasnya. Ia tidak menyesapnya perlahan; ia meminumnya dalam satu tegukan besar yang cukup berani. Rasa pahit dan sensasi terbakar langsung menjalar di tenggorokannya, membuat pipinya yang pucat perlahan-lahan merona kemerahan.

​"Kirana, pelan-pelan. Alkohol bukan cara yang baik untuk menyelesaikan masalah," tegur Bimo lembut, menjangkau tangan Kirana yang memegang gelas kosong untuk menghentikannya memesan lagi.

​Kirana membiarkan tangan Bimo menyentuh tangannya. Ia tidak menariknya kembali. "Lalu dengan cara apa lagi, Bimo? Dengan cara menangis di kamar kosong sementara suamiku sedang memeluk wanita lain di sebuah vila mewah di Bali?"

​Kirana tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar seperti pecahan kaca yang berserakan. "Kamu tahu, Bim... malam ini, sebelum dia berangkat, dia mencium keningku. Dia bilang dia sangat mencintaiku. Dia bilang aku adalah jangkar hidupnya. Dan di saat yang sama, di dalam saku jasnya, ada tiket pesawat untuk Sarah. Bagaimana bisa seorang manusia hidup dalam kebohongan yang begitu menjijikkan tanpa merasa bersalah sedikit pun?"

​Bimo mencengkeram gelas Scotch-nya dengan kuat. "Aris sudah egois sejak dulu, Kirana. Tapi aku tidak pernah menyangka dia akan menjadi sekejam ini padamu. Dia telah menghancurkan hal terbaik yang pernah ada dalam hidupnya."

​"Dan aku? Apa yang kulakukan selama enam tahun ini, Bim?" Kirana memajukan tubuhnya, wajahnya kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari Bimo. Pengaruh alkohol mulai membuat binar matanya terlihat lebih liar dan emosional. "Aku melepas karierku. Aku menolak tawaran beasiswa ke Paris. Aku memilih memasak untuknya, mencuci pakaiannya, menunggunya pulang setiap malam seperti anjing peliharaan yang setia. Dan ini balasannya?"

​Sebutir air mata sejati—kali ini benar-benar sejati karena rasa sakit yang murni—lolos dari pelupuk mata Kirana, jatuh membasahi punggung tangan Bimo yang masih memegang tangannya.

​Melihat air mata itu, benteng pertahanan profesional Bimo runtuh berkeping-keping. Rasa iba, rasa bersalah karena telah menyembunyikan rahasia Aris di awal, dan rasa cinta yang telah ia pendam selama bertahun-tahun di dasar hatinya meledak menjadi satu kekuatan yang tidak bisa ia bendung lagi.

​Bimo bergerak pindah ke sisi sofa yang sama dengan Kirana. Ia menggunakan jemarinya untuk mengusap air mata di pipi Kirana dengan sangat lembut, seolah-olah ia sedang menyentuh sebuah mahakarya yang sangat rapuh.

​"Jangan menangis untuk pria seperti dia, Kirana. Dia tidak layak mendapatkan satu tetes pun air matamu," ucap Bimo, suaranya bergetar hebat oleh intensitas emosi.

1
Ara putri
mampir ya kak. Jika berkenan mampir juga keceritaku TUAN AYAZ, TOLONG BERHENTI!
Dinarta Firdaus: baik kakak terimakasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!