NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Menemukan Senina

Pagi hari Pak Cipto sudah terbangun karena dia akan melaksanakan salat Subuh dan seperti biasa dia akan mengambil air wudhu di kamar mandi terlebih dahulu, ia sebenarnya tadi ingin menghampiri kamar Senina karena ingin membangunkan sang Putri terlebih dahulu agar ikut melaksanakan salat subuh seperti para warga yang lain di desa ini.

Namun karena melihat pintu kamar sang anak masih tertutup rapat maka Pak Cipto mengurungkan niat tersebut, yang jelas dia tidak ingin bertengkar ketika masih subuh seperti ini dengan Senina, sebab anak dia selalu menolak ketika akan diajak untuk melaksanakan salat subuh seperti itu karena memang dia jarang melaksanakan ibadah.

Akan selalu ada saja alasan yang keluar dari mulut Senina, jadi Pak Cipto sudah hafal sehingga dia memutuskan untuk pergi saja langsung masuk ke dalam kamar mandi dan berwudhu, lebih lagi ini sudah terlambat sehingga nanti dia malah kesiangan pergi ke masjid bersama dengan para warga lain di sekitar sini.

"Kok pintu kamar mandi terkunci rapat seperti itu ya?" batin Pak Cipto.

Sebab biasanya pintu kamar mandi selalu terbuka namun kali ini malah tertutup rapat seperti itu sehingga ada rasa curiga di dalam hati Pak Cipto ini, tapi ada rasa senang juga karena dia berpikir bahwa kemungkinan Senina sudah bangun untuk melaksanakan salat subuh juga bersama dengan dia.

"Ah Alhamdulillah dia mau bangun seperti ini sehingga pasti mau melaksanakan salat subuh." Pak Cipto berkata sambil tersenyum lebar.

"Aku yakin dia pasti bisa berubah pikiran seperti itu, pasti anak itu akan menjadi lebih baik lagi nanti nya." Pak Cipto berpikir terlalu jauh tentang sang anak.

Lama Pak Cipto menunggu untuk sang gadis keluar dari dalam kamar mandi itu karena dia berpikir mungkin saja ada ritual lain yang perlu dilakukan oleh Senina, tapi karena tidak ada suara air gemericik yang turun membasahi lantai maka ada pikiran termasuk dari dalam diri pria setengah baya ini.

"Tapi kenapa dari tadi tidak ada suara Air yang jatuh ya?" Pak Cipto segera mendekati pintu kamar mandi untuk mendengar lebih jauh.

"Na! Kamu ada di dalam tidak?" Pak Cipto mencoba untuk memanggil Senina.

Hening, sama sekali tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi itu sehingga perasaan orang tua ini semakin cemas saja. takut bila ada sesuatu yang terjadi kepada sang anak karena dia sendiri juga tidak pernah menemukan bahwa Senina ini untuk melakukan salat subuh, selama ini dia selalu saja marah bila di bangunkan oleh sang ayah.

"Na gantian ya, Ayah mau berwudhu karena akan segera pergi ke masjid." Pak Cipto kembali mengetuk pintu kamar mandi itu.

Tapi memang sama sekali tidak ada suara sehingga mau tidak mau pria tua ini memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mandi itu saja, perasaan senang di dalam hati kini berubah menjadi ketakutan karena dia tidak mau bila terjadi sesuatu kepada sang anak.

Braaaaak.

Braaaaak.

Dua kali tendangan yang begitu kuat menghantam pintu tersebut hingga akhirnya pintu kamar mandi itu jebol karena memang tidak terlalu kuat dan terbuat dari plastik, Pak Cipto terdiam karena tidak tahu harus berkata apa serta harus mengambil tindakan apa ketika melihat isi kamar mandi yang telah berubah menjadi darah.

"Apa ini semua?" tanya Pak Cipto dengan suara gemetar karena tidak percaya.

"Senina? kamu kenapa bisa begini, Nak!" Pak Cipto menangis dan memeluk mayat sang anak yang terlampir di bak mandi itu.

"SENINAAAAAAA......

"Jangan tinggalkan Ayah seperti ini, kamu kenapa melakukan tindakan bunuh diri?!" jerit Pak Cipto.

Orang tua ini malah mengira bahwa yang di lakukan oleh sang anak itu adalah tindakan bunuh diri, dia sama sekali tidak mengetahui bahwa Ini semua adalah kematian yang sangat mengerikan karena pembalasan dendam dari seseorang atas apa yang telah dia alami saat masih menjadi manusia dulu, ini semua memang berhubungan dengan Senina.

"Kau dengar tidak itu suara pak Cipto berteriak ya?" Marvin menatap Maman yang ada di sebelah dia.

"Mana? aku tidak mendengar ada suara kok." Maman menajamkan pendengaran karena ingin tahu juga.

"Eh itu sambil menangis, Ayo kita datangi karena siapa tahu saja sesuatu terjadi pada keluarga mereka." Marvin segera menuju arah belakang karena dia juga kasihan.

"Gimana kita mau masuk ke dalam rumah karena rumah dia saja terkunci kok sepertinya." Maman mencoba untuk membuka pintu depan.

"Langsung dari belakang saja karena suara itu berasal dari arah belakang kok." Marvin memanggil Maman yang masih sibuk di pintu depan saja.

"SENINAAAAAA KENAPA KAMU TINGGALKAN AYAH SEPERTI INI." suara pak Cipto kembali terdengar karena dia begitu berduka.

"Senina! apa yang terjadi pada gadis itu?" Maman menatap Marvin yang masih kebingungan.

"Astaga kita tidak bisa pula mau masuk ke dalam ini kalau Pak Cipto tidak membuka pintu terlebih dahulu." Marvin tidak tahu bagaimana untuk masuk ke dalam rumah ini.

Mana mungkin juga Pak Cipto masih sempat untuk membuka pintu karena saat ini saja dia memeluk erat tubuh sang anak di dalam kamar mandi, untuk bergerak membukakan pintu agar ada orang yang menolong tentu saja tidak terpikir sedikit saja di dalam otak Pak Cipto itu.

"Pak, tolong buka pintu ini dulu biar kami juga bisa membantu di dalam sana." Maman berusaha untuk mengetuk pintu belakang.

"Hais mana mungkin dia mau membuka pintu karena saat ini saja pasti sedang berduka." Marvin mengambil apa saja untuk membuka paksa pintu tersebut.

"Kau mau mendobrak pintu ini malahan?" Maman mundur karena dia juga agak ngeri.

Marvin tidak menjawab lagi karena dia langsung mengambil tindakan setelah mendapatkan linggis yang ada di sebelah kursi tadi, tanpa berpikir dua kali dia mencongkel pintu rumah milik Pak Cipto karena yang bagian belakang memang terlihat cukup mudah untuk dibuka secara paksa dari luar.

Krieeeeeett, Krieeeeeet.

"Nah kena kau!" Marvin bersorak senang karena pintu itu terbuka dan dia langsung membuka lebar.

"Astaga subuh begini malah mencongkel pintu rumah orang." Maman mengeluh sesaat namun akhirnya mengikuti Marvin masuk juga.

"Pak, Pak Cipto sampeyan ada di mana?" Marvin masih berusaha mencari keberadaan Pak Cipto yang ada di dalam kamar mandi.

"Heh sepertinya ada di dalam kamar mandi itu beliau." Maman menarik pundak Marvin.

Maka kedua Abang dan Adik ini segera mendatangi kamar mandi itu untuk melihat apa yang telah terjadi, saat mereka telah sampai sana maka keduanya juga terpaku karena tidak percaya setelah melihat keadaan Senina yang tergeletak begitu saja penuh dengan lumuran darah segar.

Selamat malam, hari ini kita up tujuh bab ya besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Nurr Tika
kau tunggu gilaranmu mil
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Aditya hp/ bunda Lia
biarin ajah Ga si Jamil mah bentar dia juga bakalan mati sama Airin
ρυтяσ kang'typo✨
takut kan Yoga😏😏mana teman'y sudah metong 1
ρυтяσ kang'typo✨
mereka kan ka" beradik g ada yang waras Nit, kalo beneran lagi waras mah emang tenang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
👍👍👍👍cakeeeep... terus teror mereka 1/1 Airin
Ela Jutek
gak caya kau Mil, paling ntar kau target selanjutnya
Ayuk Witanto
apa kau masih mau bungkam yoga...liatlah temanmu sudah mati
Ayuk Witanto
karna Judit sudah ketemu malaikat maut
Raffaza Direzky87
makhlum kakak nya ratu ular, adiknya aja kadang² juga gila apalagi kakaknya 😁
Eli Rahma
ngomong Ga..sebelum didatangi Airin lg
Nuralipah Alipah
sore mak, udah yoga cepet ngomong dari pada keburu dibunuh airin
Eli Rahma
Rani nya lg mode bijak Nit..😆
Nurr Tika
yoga mending km ngomong ke aldo
Nurr Tika
iya bner ran awasi trs airin tkutnya membunuh orang yg ga bersalah
Nurr Tika
jangan sampe meninggal rin biar merasakan pa yang kmu rasakan
Nurr Tika
💪 ya do semoga tulangnya ketemu semua
Nurr Tika
lanjut
Laila Amalia
lanjut Thor..
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah iya si Fitra kan lagi ngerasain di bunuh perlahan2 sama Airin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!