NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20 di ragukan

“harap para pendukung diam,” ucap MC berulang kali mencoba menenangkan kegaduhan yang semakin sulit dikendalikan.

Padahal sejak awal panitia sudah mengingatkan semua pendukung agar tidak membuat keributan selama perlombaan berlangsung. Bahkan karena ada peserta dari SMK, panitia sengaja membuat aturan yang lebih ketat. Mereka khawatir anak-anak SMK akan membuat onar seperti stigma yang selama ini melekat pada mereka. Namun kenyataannya justru berbeda. Yang membuat keributan malah para pendukung dari SMA unggulan Karya Bangsa.

Beberapa panitia sampai harus turun langsung ke tribun untuk menenangkan keadaan. Setelah cukup lama, suasana akhirnya perlahan kembali tenang. Anak-anak SMK yang sejak tadi duduk di tribun hanya memandang sinis ke arah para pendukung Yulia. Sebenarnya mereka sudah terpancing emosi, tetapi mereka masih mengingat pesan Nadia untuk menjaga sikap dan tidak membuat masalah.

Setelah suasana benar-benar tenang, MC mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Dia memastikan semua orang bisa mendengar pengumuman terakhir dengan jelas. Pria itu menghela napas panjang sebelum akhirnya membuka amplop hasil perlombaan.

“untuk juara pertama olimpiade matematika tahun ini di raih oleh Nadia Salsabila dari SMK Nusantara”

“HORE... HORE... HORE...”

Tiba-tiba tribun SMK Nusantara meledak.

Anak-anak SMK yang sejak tadi diam langsung melompat dari kursi mereka. Tepuk tangan, siulan, dan teriakan kemenangan menggema memenuhi aula. Beberapa bahkan sampai berpelukan karena terlalu bahagia.

Sementara itu, Nadia hanya menyunggingkan senyum tipis. Tidak ada teriakan atau selebrasi berlebihan. Dia hanya duduk santai sambil menatap ke depan.

“ini tidak bisa,,,dia pasti curang” Rini berteriak dengan lantang.

“ya tidak mungkin anak berandalan juara,,ini enggak bener” Rina ikut berteriak.

Suasana yang sempat tenang kembali ricuh. Banyak orang mulai berbisik-bisik. Sebagian terkejut, sebagian lagi penasaran dengan protes yang tiba-tiba muncul.

Di kursinya, Yulia menggertakkan gigi begitu keras hingga rahangnya terasa nyeri. Dadanya naik turun menahan amarah yang hampir meledak. Lagi dan lagi orang-orang yang dia andalkan gagal menjalankan tugas.

Sekolah Karya Bangsa bahkan sudah menyiapkan pesta besar untuk menyambut kemenangan Yulia. Selama ini Yulia selalu menjadi juara dalam berbagai kompetisi. Karena itu mereka tidak percaya saat namanya bahkan tidak masuk sepuluh besar.

“bu ini tidak mungkin yulia selama ini selalu juara di berbagai pertandingan tidak mungkin dia di kalahkan oleh anak yang kemarin membuat onar” ucap Ibu Siwi, guru pembimbing Yulia.

“saya tahu betul keseharian nadia, dia itu pekerjaanya hanya maen ps, berantem, tidak pernah belajar, dia enggak pernah kursus apapun, enggak mungkin dia menjuarai ini,,ini pasti curang” Rini langsung menyerang.

Diki yang berdiri di dekat panggung tetap terlihat tenang. Wajahnya tidak menunjukkan tekanan sedikit pun meski banyak orang mulai memprotes hasil perlombaan.

Tiba-tiba Yulia berdiri lalu berjalan mendekati panitia. Wajahnya terlihat sedih dan matanya mulai berkaca-kaca.

“sudah tidak usah protes, walau perlombaan ini ga masuk akal aku terima,,enggak masalah,,,mah,,ka ga usah protes,,kita tahu nadia banyak pendukungnya,,,kalau kita ngeyel nanti keluarga kita akan susah,,, ”

Ucapan itu terdengar seperti usaha menenangkan keadaan. Namun siapa pun yang mendengarnya tahu kalimat tersebut justru menyiram bensin ke dalam api yang sudah menyala.

“enggak bisa begitu yulia, ini ga bener,,kamu siang malam belajar, bahkan di bombing oleh guru yang berkualitas kamu enggak mungkin kalah,,,ini pasti curang”

Rina mengelus kepala Yulia dengan penuh kasih sayang. Yulia langsung memeluk pinggang Rina sambil menangis. Air mata mengalir membasahi pipinya sehingga membuat banyak orang semakin bersimpati.

“kalian dari kemarin ya, membela terus nadia, dari awal pendaftaran sampai sekarang kalian terus membela nadia,,kalian jangan takut sama bekingan nadia, kalian bersama kita” ucap Ibu Siwi langsung menuduh.

“apa kalian punya bukti kalau kami curang, semua proses kalian lihat sendiri, peserta juga mengerjakan sendiri sendiri, dan soalnya baru di buat tadi pagi oleh beberaa professor kami punya bukti visualnya” jelas Diki dengan tenang.

“ini enggak masuk akal,,,nadia itu enggak pernah belajar enggak mungkin dia jadi juara”

“anda siapanya nadia, sepertinya anak sangat mengenal nadia?” tanya Diki.

“dia anak pembantu di rumah saya” jawab Rina dengan lantang.

Kalimat itu membuat suasana mendadak hening beberapa detik.

Rahang Nadia langsung mengeras. Ada rasa perih yang menusuk dadanya saat mendengar dirinya disebut seperti itu di depan ratusan orang. Namun wajahnya tetap datar. Dia tidak menunjukkan emosi sedikit pun.

“oh anda iri sama nadia karena anak pembantu jadi juara, sedangkan anak anda enggak jadi juara” ucap Diki menusuk.

Wajah Rina langsung berubah merah.

“mamah saya enggak iri, mamah saya sedang memperjuangakan keadilan, nadia jadi juara itu sama sekali tidak masuk akal”

“maaf pak diki,” ucap Ibu Siwi dengan nada lebih sopan dibanding yang lain. “sepertinya nilai nadia dan yulia ini tertukar, tolong periksa operatornya”

Ucapan itu langsung membuat aula kembali riuh.

Bagi banyak orang, alasan tersebut terdengar paling masuk akal. Bagaimanapun juga, mereka sulit menerima kenyataan bahwa seorang siswi dari sekolah yang sering dipandang sebelah mata bisa menjadi juara olimpiade nasional.

“sudahlah daripada ribut mending kita buktikan”

Semua orang langsung menoleh ke sumber suara.

Ternyata yang berbicara adalah Prof. Hengki.

Kerumunan otomatis menyingkir memberi jalan. Wibawa profesor itu membuat banyak orang memilih diam dan mendengarkan.

“saya akan memberi soal yang sama pada nadia dan yulia dan kalian akan mennyaksikan langsung bagaimana kedua anak ini mengerjakan soal,,semua akan di rekam secara live”

“nah itu lebih baik prof” ucap Ibu Siwi percaya diri.

Dia sangat yakin Yulia akan menang. Selama bertahun-tahun dia melihat sendiri bagaimana padatnya jadwal belajar Yulia. Hampir setiap hari gadis itu dibimbing guru-guru terbaik.

“yah kami setuju” ucap mereka semua.

Panitia segera menyiapkan dua papan tulis besar di atas panggung. Prof. Hengki lalu menuliskan soal yang sama pada kedua papan tersebut. Begitu soal selesai ditulis, banyak guru langsung mengernyit.

Mereka bahkan harus membaca ulang beberapa kali untuk memahami isi soal itu.

“gila ini soal rumit sekali” ucap seorang guru matematika.

“aku bisa mengerjakannya paling cepat 1 jam” ucap seorang guru lagi.

Suasana kembali tegang. Semua orang duduk di tempat masing-masing sambil menatap panggung tanpa berkedip. Nadia dan Yulia berdiri di depan papan tulis, menatap soal matematika yang memenuhi papan.

“baiklah kita akan mulai, saya beri waktu 5 menit” ucap Prof. Hengki.

Mendadak aula kembali riuh.

Bahkan para guru terlihat saling berpandangan. Soal serumit itu biasanya membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan, sementara sekarang hanya diberi waktu lima menit.

“saya sanggup” ucap Nadia percaya diri.

Suara Nadia terdengar jelas di tengah keheningan.

Bahkan Yulia sendiri belum sempat mengatakan sanggup atau tidak. Namun Nadia sudah lebih dulu menyatakan kesanggupannya tanpa ragu sedikit pun.

1
Suanti
semoga aja nadia dan aldo selamat ada yg tolong biar bisa kembali kermh buat balas dendam 🤭
Anonim
Bales nadia jangan kalah,lawan si rina n the genk tuh
Anonim
Hati hati nadia,jaga nadia thor
Anonim
Kurang ajar si rangga ni bukan nya kasih tahu yg sebenar nya ke nadia,ayo nadia balas mereka semua suatu saat💪
adelina rossa
jelas nih nadia anaknya rangga sama selingkuhanya ...
Anonim
Ayo semangat nadia,semoga aldo bantuin nadia bisa ikut olimpiade y thor😍
Anonim
Si rini goblok ,bukan nya kasian sama nadia ade nya malah ngatain bikin malu,buat nadia cepet keluar dari rumah itu thor buat nadia bersinar 😍
siswati etty
semangat terus Nadia .....keren
libas saja mereka si pecundang
Anonim
Gila,,nadia keren aku suka aku suka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!