NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Delon vs Ezra

Memasuki gerbang SMA Internasional High School, pagi ini terasa berbeda untuk gadis cantik itu, Clara. Selain karena perasaan kembali setelah tiga bulan lebih meninggalkan sekolah ini, ada hal lain yang membuat suasana hati gadis itu terasa berubah.

​Wajahnya yang biasanya berbinar cerah, pagi ini terlihat biasa saja bahkan cenderung sendu. Ada sisa-sisa sembab yang kentara di kelopak matanya. Cara jalannya pun berbeda. Gadis itu berusaha dengan sekuat tenaga untuk terlihat biasa saja meski sesuatu di balik seragam putih abu-abu itu terasa masih sakit.

​Namun dibandingkan rasa remuk di seluruh tubuhnya, Clara jauh lebih benci pada perlakuan Delon semalam yang benar-benar memperlakukannya seperti jalang. Semua ini tidak lain dan tidak bukan karena Aurin, menurutnya. Semua kehancuran yang gadis itu terima berasal dari sepupunya tersebut.

​"Claraaaaa, akhirnya kamu sudah balik, kami kangen banget, tahu!" Dua orang gadis yang sedang duduk di kursi langsung berdiri dan berlari ke arah pintu kelas begitu Clara masuk. Ruangan kelas Bahasa 2 adalah kelasnya Clara.

​Gadis itu hanya tersenyum semestinya, tidak terlalu excited.

​"Kalian sudah datang sejak tadi?" tanyanya basa-basi.

​"Huum, menunggu princess kebanggaan Naomi sama Yura," jawab gadis bernama tag Naomi.

​"Ayo sini, sini! Selagi guru belum masuk, ceritakan gimana selama tiga bulan di luar negeri, Cla? Asyik tidak? Kalau kataku sih pasti asyik ya, apalagi sama cowok tampan itu?" goda Yura, mengedipkan sebelah alisnya begitu mereka bertiga sudah duduk di samping Clara.

​"Biasa saja," jawab Clara.

​Di tengah obrolan mereka yang berlangsung hangat, suara cempreng yang nyaring dari arah pintu menggema. "Clara... kamu sudah pulang?" seorang gadis cantik dengan rambut dikuncir itu berjalan lebih cepat masuk, membawa tas gendongnya dan ditaruh di atas meja.

​"Mana, Aurin di mana?" tanya gadis itu, Alora Devaki, sahabat Aurin. "Dia tidak datang lagi? Sebenarnya dia sakit apa sih, Clara? Sudah hampir dua minggu lho Aurin sakit, mana tidak ada kabarnya sama sekali lagi. Kemarin aku ke rumah kalian, tapi di sana tidak ada orang... Aurin di rumah sakit atau di mana, Cla?" tanya Alora beruntun, dengan wajah yang masih sama, cemas terhadap sahabatnya itu.

​"Kata siapa Aurin sakit?" tanya Clara menelisik.

​"Absennya selama hampir dua minggu memang keterangannya sakit. Ibu Arini yang bilang langsung ke kami. Sekelas kemarin mencoba untuk kumpul dan berniat jenguk Aurin. Tapi sebelum itu, aku ingin memastikannya di rumah kalian, tapi di sana kosong. Dia sakit apa ya? Parah? Ayo dong, Clara... kasih tahu aku di mana Aurin dirawat?" desak Alora.

​Clara terdiam. Sakit? Sudah dua minggu? Bu Arini tahu dari siapa Aurin sakit? Dan berarti ada seseorang atau mungkin Aurin sendiri sempat menemui Bu Arini untuk memberitahu keterangan itu, batin Clara merasa heran.

​Aku harus cari tahu. Aku harus segera menemui Aurin, atau aku nanti selamanya berada dalam kandang cowok brengsek itu! lanjutnya membatin.

​"Clara, kok malah diam!" Alora mulai duduk di sekitar mereka.

​"Aku tidak tahu, Alora. Aurin tidak ada di rumah, dia kabur entah ke mana!" jawab Clara ketus, kemudian duduk tegak di mejanya, enggan menanggapi mereka lagi.

​"Atau... mungkinkah Aurin bersembunyi di rumah kamu, Alora?" Clara tiba-tiba menoleh, bertanya dengan penuh curiga pada Alora.

​"Menurutmu? Jangan jadi tolol lah. Logikanya aku sepanik ini bertanya tanpa tahu sesuatu, dari beberapa hari lalu seperti orang kebingungan, ya kali aku bertingkah layaknya orang tidak tahu apa-apa?!" jawab Alora dengan suara kesal, karena bukan jawaban yang dia dapat, malah tuduhan dari sepupu sahabatnya itu.

​"Huhhh!" Clara mendesah panjang.

​.

​.

​Sedangkan di sisi lain, Ezra Aditya Alastar, cowok dengan segala pesona itu baru saja turun dari motor besarnya. Sebuah senyum tipis tercetak jelas dari sudut bibirnya. Rasanya pagi ini berbeda, setelah tiga bulan tidak datang ke sekolah, Ezra kembali menyambut pagi dengan jauh lebih semangat.

​Langkahnya cepat menyusuri lorong sekolah. Tatapan siswi-siswi seperti biasa penuh kagum kepadanya. Namun cowok itu tidak pernah peduli. Satu tujuannya kali ini adalah seseorang yang sudah tiga bulan tidak pernah dia temui. Sebuah rasa tidak sabar membuncah di dada Ezra.

​Melewati ruang kelasnya sendiri, kelas XII IPA 2, langkah Ezra menuju kelas Bahasa 2. Sebelum benar-benar masuk, terlebih dahulu dia merapikan seragamnya.

​"Clara... itu Ezra datang..." Naomi yang duduk di sebelah Clara menendang kaki kursi gadis itu.

​Clara mendongak, sebuah senyum lembut tercetak jelas di wajahnya.

​"Cieh, ada apa gerangan? Apakah ada yang tidak kami ketahui selama kalian di luar negeri?"

​"Mahadahsyat, hari pertama Ezra datang kembali ke sekolah, langsung masuk kelas kita."

​Teman-teman Clara tidak berhenti berbisik. Merasa sesuatu yang aneh sekaligus takjub saat cowok seperti Ezra seperti orang kesasar, melewati ruangan kelasnya sendiri demi datang ke kelas mereka.

​Tidak hanya mereka, semua penghuni kelas itu yang sudah datang pun sama herannya dan bertanya-tanya.

​"Ezra..." panggil Clara.

​Ezra berjalan mendekat, langkahnya tegap. Tapi pandangan matanya menyisir seluruh isi kelas.

​"Clara, Aurin belum datang?" tanya cowok itu.

​"Hah, Dia datang untuk Aurin?!" kompak kedua temannya Clara, melongo.

​Anak sialan itu lagi! umpat Clara. Mendadak senyum yang tadi terbit di wajahnya sirna, berganti dengan tatapan biasa saja.

​"Enggak tahu, Za," jawab Clara masih terdengar santai.

​Ezra mengerut kening, "Kok nggak tahu, emang tadi nggak barengan datangnya?"

​"Ezra, Aurin sudah hampir dua minggu tidak datang ke sekolah," bukan Clara, tetapi Alora yang menjawabnya.

​"Dua minggu? Dia ke mana? Ada apa, sakit?" tanya Ezra dengan wajah yang terlihat cemas.

"Keterangannya sih sakit..."

"Lebih tepatnya dia kabur dari rumah, Za. Tidak tahu dia dimana sekarang, yang jelas tidak ada di rumah." jawab Clara tidak ingin Ezra terlalu cemas.

"Kabur dari rumah, kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Ezra dengan kening berkerut.

Clara belum sempat menjawab saat meja di sisi Ezra bergeser kasar.

​Brakkk!!

​Bugh!

​"Di mana kamu sembunyikan Aurin, bangsat!!"

​Tubuh Ezra yang belum siap langsung terhuyung hingga menghantam meja belakang setelah sebuah pukulan telak mendarat tepat di perutnya. Delon berdiri di sana dengan napas memburu dan mata merah penuh amarah, seolah sudah kehilangan akal sehatnya sejak tadi.

​Seluruh penghuni kelas sontak berteriak histeris. Beberapa siswi menutup mulut ketakutan, sementara yang lain buru-buru berlari keluar kelas memanggil guru.

​"Delon, berhenti!!" teriak Clara panik.

​Namun Delon sudah lebih dulu mencengkeram kerah seragam Ezra dan kembali melayangkan pukulan tanpa ampun.

​Bugh!

​"Kamu pikir saya bodoh, hah?!" bentaknya kasar. "Saya sudah cari Aurin ke mana-mana, tapi dia hilang begitu saja! Anak buah Daddy bahkan nggak bisa menemukannya!"

​Ezra menyeringai tipis sambil menghapus darah di sudut bibirnya. Tatapan matanya perlahan berubah gelap.

*****

​Detik berikutnya...

​Brakk!

​Kini gantian tubuh Delon yang dihantam keras hingga jatuh membentur lantai. Ezra bergerak cepat membalikkan keadaan, lalu mencengkeram kerah seragam Delon dengan rahang mengeras menahan amarah.

​"Saya menyembunyikan Aurin?" suara Ezra terdengar rendah dan menusuk. "Kamu waras?"

​Bugh!

​Satu pukulan lagi mendarat telak di wajah Delon.

​"Saya baru kembali, Delon!" geramnya. "Dan datang ke sini juga karena ingin menemui Aurin!"

​Delon masih berusaha melawan meski gerakannya sudah terkunci rapat. Napas cowok itu memburu penuh emosi.

​"Bullshit!!" teriaknya. "Hanya kamu, Ezra! Hanya keluarga Alastar yang bisa menyembunyikan seseorang sampai tidak bisa di temukan seperti ini oleh anak buah daddy!" Suara Delon berbisik rendah, geram.

​Ezra tertawa pendek. Namun alih-alih terdengar santai, suara itu justru terasa dingin dan merendahkan.

​"Saya tidak seobsesi kamu sampai harus memakai cara picik seperti itu," ujarnya sambil menatap Delon tajam. "Kalau saya memang menginginkan Aurin..." Ezra menjeda kalimatnya sejenak, seringai tipis kembali muncul di sudut bibirnya. "Saya bisa mendapatkannya dengan cara yang jauh lebih sehat daripada menculik dan menyembunyikannya."

"Ezra! Delon! Berhenti!" suara tegas seorang guru menggema dari depan kelas.

​Kedua cowok itu sama-sama terengah dengan wajah babak belur. Seragam mereka kusut, napas memburu, dan tatapan penuh permusuhan masih saling mengunci satu sama lain.

​Guru tersebut masuk dengan wajah datar, tetapi sorot matanya tajam penuh tekanan. Suasana kelas yang tadi ricuh mendadak sunyi seketika.

​Clara buru-buru berdiri dan menghampiri Ezra. Dengan panik ia mengeluarkan sapu tangan dari saku rok seragamnya, berniat membersihkan bercak darah di sudut bibir cowok itu.

​Namun, ​Ezra langsung menepis tangan Clara dengan kasar sebelum sapu tangan itu sempat menyentuh wajahnya.

​Tatapan cowok itu masih dingin, emosinya belum benar-benar turun.

​Clara membeku sesaat. Tangannya menggantung canggung di udara sebelum perlahan diturunkan kembali.

​"Kalian berdua, ikut ke ruangan saya sekarang!" ujar sang guru dengan nada yang sudah jelas tidak bisa dibantah.

​Ezra dan Delon sama-sama berdiri tegak. Meski wajah mereka sama-sama kacau, tak satu pun terlihat ingin mengalah.

​Delon menyeringai tipis penuh ejekan sambil menghapus darah di sudut bibirnya. Sedangkan Ezra hanya membalas tatapan itu dengan rahang mengeras.

​Permusuhan di antara mereka terasa begitu pekat, seolah jika tidak ada guru yang datang, perkelahian itu belum akan berhenti.

​Tanpa mengatakan apa pun lagi, kedua cowok itu akhirnya melangkah keluar kelas mengikuti sang guru. Namun bahkan saat berjalan berdampingan, aura panas di antara mereka masih terasa jelas hingga membuat siswa lain memilih menyingkir dari jalur lewat mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Rosita Zaky
bagisss
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!