NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Bersandar

Dalam kabin mobil, suasana kembali terasa canggung. Baik Seroja maupun Ryu tak ada yang menjawab pertanyaan Jordi.

Hingga akhirnya--

"Sudah siang," kata Ryu memecah suasana. "Cari restoran terdekat."

Jordi mengamati jalan di depannya. "Kalau gak salah ingat gak jauh dari sini ada restoran kecil di rest area, Bos."

"Ya udah, ke sana aja," putus Ryu.

Tak lama kemudian mobil berbelok ke restoran di rest area. Setelah memesan makanan, Ryu pergi ke toilet.

"Kamu kerja sama Ryu sebagai apa?" tanya Seroja menatap Jordi yang baru selesai menegak setengah botol air putih.

"Asisten, sekaligus sekretaris, Nyonya," sahut Jordi ringan.

"Aku gak biasa dengan panggilanmu," ujar Seroja jujur.

"Ya, terus panggil apa?" tanya Jordi sambil mengusap tengkuknya canggung. "Panggil nama nggak sopan."

"Ya, tapi jangan nyonya juga," ujar Seroja.

Jordi menautkan alisnya, mencoba mencari panggilan yang cocok. Tiba-tiba ia menjentikkan jarinya.

"Aku tahu. Bagaimana kalau kakak ipar saja? Soalnya usia Bos lebih tua tiga bulan dariku," ujarnya tertawa kecil.

"Itu lebih baik," sahut Seroja tersenyum tipis.

"Seroja."

Suara itu membuat keduanya menoleh. Seorang pemuda dengan kemeja lengan panjang yang dipadu celana kain berwarna hitam berhenti di dekat meja mereka.

Seroja menatap pria itu, berusaha mengingat. "Apa kita pernah bertemu?"

"Aku sedih sekali. Kamu bahkan sudah melupakanku," ujar pria itu dengan wajah lesu.

Seroja memandangnya lebih lama. Pemuda itu memiliki garis rahang tegas, mata sedikit sipit, dan hidungnya mancung. Mirip-mirip artis Korea atau China.

"Kamu Evan?" tebak Seroja akhirnya.

Pemuda itu langsung tersenyum lebar. "Akhirnya kamu mengingatku."

Tanpa permisi, apalagi menunggu dipersilakan, Evan langsung duduk di dekat Seroja. Ia meletakkan botol minumannya di atas meja.

Jordi kembali meneguk air mineralnya, tapi jelas memerhatikan keduanya.

"Kenapa aku macam jadi obat nyamuk," gumamnya lirih, nyaris tak terdengar.

"Kamu ke mana saja?" tanya Evan. "Tiba-tiba menghilang gitu aja."

"Aku pulang kampung," sahut Seroja dengan suara tenang.

"Kenapa pulang kampung?" tanya Evan. Ia melirik Jordi sekilas, seolah baru menyadari kehadiran pemuda itu. "Aku sudah bilang, kalau kesulitan nyari kerja kamu bisa hubungi aku."

Bibir Seroja bergerak samar. "Aku gak suka nyari kerja berdasarkan koneksi. Aku ingin bekerja sesuai kemampuanku."

"Tuan Evan!"

Tiga orang itu menoleh. Seorang pria tampak terburu menghampiri Evan.

"Mereka sudah tiba di lokasi, Tuan."

"Oh, oke," ucap Evan melirik jam di pergelangan tangannya, lalu menoleh ke Seroja. "Sorry, aku ada kerjaan. Nanti kita ketemu lagi," ucapnya lalu beranjak pergi.

Namun baru beberapa langkah, pemuda itu berhenti dan menoleh.

"Seroja." Ia mengangkat tangan, lalu membuat gerakan jempol dan kelingking di dekat telinga dan bibir, seolah memegang telepon di telinga. "Kontakku masih yang dulu."

Evan mengedipkan sebelah matanya genit, sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya.

Jordi menatap punggung Evan yang kian menjauh. Sedangkan Seroja hanya tersenyum kecil melihat pemuda itu menghilang di balik pintu.

Tanpa mereka sadari, Ryu yang hendak kembali ke meja mereka melihat Evan yang tersenyum dan mengedipkan mata pada Seroja.

"Kakak ipar," panggil Jordi. "Sahabat atau... mantan?" tanyanya hati-hati.

"Hanya teman," sahut Seroja santai.

Dua orang pelayan membawa makanan pesanan mereka bersamaan dengan Ryu yang kembali dari toilet.

Langkah Ryu sedikit melambat saat melihat botol minum isotonik yang isinya masih setengah di meja mereka.

"Botol minuman siapa?" tanyanya datar sambil duduk.

Jordi langsung melirik Seroja sekilas sebelum menjawab,

"Temannya Kakak Ipar."

Ryu mengangkat satu alis tipis. Bukan hanya karena panggilan Jordi pada Seroja yang berubah, tapi juga siapa yang baru duduk di meja mereka.

"Teman?" ulang Ryu.

"Teman lama," sahut Seroja ringan, mulai mengambil sendoknya.

Jordi mengamati keduanya. Meski Seroja terlihat tenang, tapi gesturnya saat mengambil sendok tadi sedikit kaku.

Dan Ryu?

Jordi melihat kilatan mata majikannya itu. Meski hanya sekilas, tapi sorotnya saat melihat botol minuman isotonik itu menajam.

Ia terlalu lama mengenal Ryu hingga hafal setiap gestur yang mewakili perasaan pria itu. Hal kecil yang mungkin luput, atau sulit dilihat orang lain. Tapi tidak baginya.

"Roman-romannya..." gumam Jordi. "Ehem.. Ehem..." Pemuda itu pura-pura membersihkan tenggorokannya.

Baik Ryu maupun Seroja tak ada yang merespon.

Ryu mulai makan dengan tenang. Namun entah kenapa... wajah pria yang sempat mengedipkan mata pada Seroja tadi terus teringat di kepalanya.

Seroja meliriknya sekilas. Dalam hati bergumam, "Apa tadi dia lihat Evan?"

 

Usai makan, mereka melanjutkan perjalanan. Seperti sebelumnya, Jordi-lah yang menghidupkan suasana.

Hingga akhirnya mata Seroja terlihat sayu dan napasnya mulai teratur. Tanpa sengaja kepalanya tersandar di lengan Ryu.

Refleks Ryu menoleh. Dahinya berkerut samar.

"Tidur?" pikirnya.

Untuk sesaat Ryu terdiam. Ia memandang wajah lelah Seroja. Wajah tanpa make-up berlebihan, tapi membuatnya enggan berpaling.

Mobil sedikit bergoyang karena kontur jalan yang tidak rata. Ryu refleks menahan kepala Seroja agar tak terantuk. Perlahan pria itu menggeser posisi duduknya, menyandarkan Seroja di dadanya.

Ia bisa mencium aroma shamponya. Biasa saja, sama sekali tidak istimewa. Tapi entah mengapa terasa menenangkan.

Dari kaca spion, Jordi melihat semuanya dalam diam. Sudut bibirnya terangkat tipis.

"Nggak salah lihat, nih?" gumamnya dalam hati.

Ia pernah melihat Clara tertidur di samping Ryu. Pemuda itu tidak menyandarkan Clara di dadanya, tapi mengatur posisi kursinya.

Lalu apa yang Ryu lakukan dengan Seroja? Apa karena kursi tak bisa diubah posisinya sebab bagasi penuh... atau memang sengaja membiarkan gadis itu dekat dengannya?

 

Saat matahari mulai condong ke ufuk barat, mobil itu akhirnya melambat di depan gerbang sebuah rumah mewah. Perlahan pagar besi itu terbuka secara otomatis.

Mobil melaju memasuki pekarangan yang dihiasi bunga warna-warni yang bermekaran.

Di kiri dan kanan jalan masuk, tanaman hijau tertata rapi. Tampak segar saat terkena cahaya matahari sore.

Mobil itu akhirnya berhenti tepat di depan pintu utama rumah.

Jordi menoleh ke belakang. Seroja masih terlelap, bersandar di dada Ryu. Dan majikannya belum bergerak dari tempat duduknya.

Jordi bergegas keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang bagian belakang.

Ryu menggendong Seroja ala bridal style. Ia keluar dari mobil dengan hati-hati, berusaha tak membangunkan gadis dalam pelukannya.

Para pelayan yang melihatnya memasuki rumah menunduk hormat. Mereka sempat melirik gadis dalam gendongan majikan mereka.

Di ruang tengah, Ryu melihat neneknya yang berjalan dengan tongkatnya. Bibir wanita tua itu melengkung saat melihat Seroja dalam gendongan Ryu.

"Nek," panggil Ryu pelan. "Di kamar mana aku tidurkan dia?"

Nenek Hanifah menatap cucunya sedikit lebih lama dari biasanya. Lalu wanita tua itu tersenyum samar.

“Kamar kalian sudah Nenek siapkan.”

 

...🔸🔸🔸...

...“Kadang rasa nyaman datang bukan dari kata cinta, tapi dari seseorang yang diam-diam memastikan kita baik-baik saja.”...

...“Beberapa hubungan tumbuh bukan karena rayuan, melainkan karena kepedulian kecil yang terus berulang.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
mery harwati
Jordi tolong terima kopi online ku ya, biar otakmu tetep waras disaat bosmu mulai oleng gegara Seroja 🤣💪
mery harwati
Jadi inget sama Vexia & Rayno dalam novel Istriku Badas 🤣
Hampir mirip kisahnya, istri yang disembunyikan tapi bikin penasaran suami dengan segala tindakannya
Apakah Seroja masih ponakan Vexia ya 🤭😃
Anonim
Perbincangan pagi di meja makan - lutut Nenek rasanya tidak terlalu sakit lagi. Terima kasih untuk Seroja dari Nenek yang telah diterapi.

Seroja mau lanjut kuliah, Nenek senang mendengarnya - antusias mendukung Seroja kuliah lagi.

Ryu menawari Seroja pakai mobilnya, disuruh pilih yang Seroja suka. Setelah bertanya Seroja apa bisa bawa mobil.

Seroja malah pilih naik motor. Padahal motor Ryu motor sport wkwkwk.

Ryu mendengar Seroja mau pakai motor sport miliknya sampai hampir tersedak buburnya.

Yang ngajarin Seroja naik motor sport Tony. Nah lho - Ryu cemburu tuh 😄
Siti Jumiati
penasaran kelanjutannya...
lanjut kak nana... 💪🙏
Siti Jumiati
lanjut kak... 🙏
Anonim
Paginya Seroja merasa gulingnya berbeda. Gulingnya terasa lebih keras dan wangi gulingnya tidak seperti wangi gulingnya.

Lucu juga nih Seroja. Meraba tubuh Ryu dari atas ke bawah - yang dikira gulingnya dan mengendus aromanya pula 😄.

Kebayang bagaimana Ryu menegang ketika diraba tubuhnya dan diendus Seroja wkwkwk.

Ryu turun ranjang menuju kamar mandi, repot menjinakkan ularnya yang menegang tuh.
Anonim
Ryu dan Seroja tidur seranjang.

Kebiasaan Ryu tidur bertelanjang dada. Seroja tertegun sejenak melihatnya. Jantungnya mulai tak karuan.

Dalam hati dua insan yang sudah sah sebagai pasabgan suami istri berbeda.

Dalam hati Seroja - apa Ryu bakal minta haknya sebagai suami.

Dalam hati Ryu yang ditanya kenapa tidak pakai baju - apa tubuhku gak bagus. Kenapa dia tidak terpesona sama sekali.

Perbincangan mengalir - mereka mulai tidur.
Dew666
💃💃💃
Anitha Ramto
Ryuh mulai Protektif suruh nyelidiki Seroja,,
Dek Sri
lanjut
Hanima
Kerennn Seroja👍
partini
aku kira di ryu menunggu Seroja pergi dengan motor sport nya, semoga pas pulang nanti side by side pas di lampu merah brrummmm
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Baru-nya ya Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Wahhh Bahaya nih! bisa berantem nih nanti mereka! 😁😁😁🙏
Diana Dwiari
ahirrrr cemburu ya ryu
Fadillah Ahmad
Widih... Badas juga nih zcewek? Kaywk Vexia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Lah, emangnya kamu bisa memakai Motor Sport Seroja? 😁😁😁 Kok, aku ragu, ya? Kamu itu nggk sama Kaysk Vexia! beda jauh tau! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
"Pilih saja yang kamu suka" 😂😂😂 Iya deh.. Si paling Kaya! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Istri yang perhatian 😂😂😂

Bagus Seroja... Lanjutkan lah lagi kuliahmu itu! Sayang loh, kslau nggk di lanjutkan!:😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sama-sama nenek! 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!