NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:184.3k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

​Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

​Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

​Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

(Spin OFF dari series Novel sistem analisis nilai )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik

Pak San mendengus kasar, ia meletakkan kaca pembesar teknisnya ke atas meja dengan dentuman kecil. "Ganti unit baru? Mas, sombong itu ada batasnya. Ini flagship terbaru, harganya hampir tiga puluh juta. Kamu pikir jadi sales OMNI sebulan bisa beli ginian?"

Wanita itu, yang bernama Luna Wijaya, menatap Naufal dengan sanksi. "Mas, tolong jangan bercanda. Saya nggak butuh ganti rugi unit, saya butuh datanya sekarang! Saya bisa digebukin anak kantor kalau data-data itu hilang! Duh! Kalau Mas cuma mau cari perhatian, mending jangan di sini."

Pak San jadi kalang kabut, Luna sering datang kesini bisa dibilang pelanggan tetap. Dia gak bisa buat pelanggan dia hilang karena ulah bocah entah berantah, jadi dia ambil sikap terlebih dahulu.

“Woi bocah! Udah sana pergi biar aku yang urus, jangan rusak bisnis orang!”

Naufal tidak terpancing. Ia justru melangkah maju, tangannya dengan tenang meraih ponsel lipat itu dari meja Pak San. "Kak dan pak San tenang saja, satu jam lagi presentasi kan? Pak San butuh dua hari, sedangkan saya cuma butuh waktu buat memanaskan solder. Kalau saya gagal, Kakak nggak rugi apa-apa karena kondisinya memang sudah mati. Tapi kalau berhasil, Kakak bisa menyelamatkan karier Kakak."

Pandangan Naufal yang tajam dan tenang membuat Luna terdiam. Ada sesuatu yang sangat meyakinkan dari pemuda ini. Lagian logika dari pria itu ada benarnya juga, daripada nunggu dua hari mending main resiko sekarang atau dia digebukin karena gak jadi presentasi sama bos.

"Pak San, pinjam alatnya. Anggap saja ini tes buat 'riset' saya tadi," pinta Naufal.

Pak San mengibaskan tangan, kesal sekaligus penasaran. 

 “Oke. Saya tanya sekali lagi, paling nggak kamu ada basis Teknisi kan?”

 “Lihat saja pak, kemampuan saya. Gini gini saya pintar analisis barang.”

"Terserah! Tapi kalau meledak atau makin parah, jangan bawa-bapak nama toko saya!"

Naufal duduk di kursi teknisi. Di matanya, sistem mulai melakukan pemindaian laser secara virtual.

[Proses Perbaikan Dimulai...]

[Identifikasi: Capacitor C12 pada jalur distribusi daya mengalami arus pendek (Short).]

[Solusi: Angkat komponen C12, ganti dengan part dari logic board Samsara seri lama yang ada di kotak rongsokan.]

Tangan Naufal bergerak dengan presisi yang mengerikan. Ia tidak terlihat seperti pemula. Dengan bantuan Kemampuan Memahami Part Tingkat Tinggi, ia mengiris segel pelindung mesin dengan sekali gerak.

Pak San yang awalnya mencibir, kini mulai memajukan kursinya. Matanya membelalak. "Eh? Kamu tahu letak kapasitor dayanya tanpa skema?" Yang dilakukan anak ini benar! Tidak ada gerakan cacat ataupun asal-asalan, itu terlihat seperti dia memahami mesin semuanya. 

“K-kok bisa! Lo kerja jadi sales kan? Bukan teknisi hp?!”

Naufal tidak menjawab. Ia mengambil sebuah papan mesin tua dari kotak rongsokan yang baru saja ia beli, mencabut sebuah komponen kecil dengan solder uap, dan memasangnya ke mesin Samsara Z-F 5 milik Luna dengan akurasi mantap.

[Proses Jumper Jalur Fleksibel: Selesai.]

[Status: Arus Listrik Normal.]

Hanya butuh waktu sepuluh menit. Naufal merakit kembali bodi tipis ponsel lipat itu dan menekan tombol power.

[Ding!]

[Logo 'Samsara' Muncul di Layar Utama.]

"Hah?! Nyala?!" Luna memekik, tangannya menutup mulut karena tidak percaya.Hebat-hebat dia ubah pandangan tentang pria di hadapannya, ternyata dia jago juga.

Ponsel itu masuk ke layar kunci. Luna segera merebutnya dan memasukkan sandi. Begitu terbuka, semua file presentasi dan data proyek senilai ratusan juta itu masih utuh di sana.

"Mas... ini... kok bisa?" Luna masih gak percaya. Itu mustahil, hampir gak mungkin karena kalau ma diperbaiki manapun resiko hilang data gede kalau teknisi gak profesional.

Pak San berdiri dari kursinya, mendekat dan memeriksa hasil solderan Naufal yang sangat rapi—bahkan lebih rapi dari pengerjaan pabrik. 

"Kamu bukan sales biasa. Teknik  kamu itu level Master. Nggak mungkin anak  sales biasa bisa punya tangan sedingin ini. Kamu siapa sebenarnya.”

“Naufal pak.”

“Saya gak tanya nama koclok!”

Naufal meletakkan pinset dan berdiri, merapikan kembali seragam OMNI-nya. "Sudah saya bilang, Pak San. Ini cuma masalah kecil dan serahkan sama suara."

Luna menatap Naufal dengan pandangan yang benar-benar berbeda. Rasa curiga tadi hilang sepenuhnya, berganti dengan rasa kagum dan syukur yang luar biasa. "Mas, kamu baru saja menyelamatkan hidup saya. Nama saya Luna, saya manajer operasional di Arka Group. Tolong, ini kartu nama saya, ada nomor saya juga. Saya berhutang besar sama kamu."

[Ding!]

[Misi Tersembunyi: 'Penyelamat Korporat' Selesai!]

[Hadiah: Hubungan Relasi dengan Arka Group (Level 1) & Bonus status karisma +50]

Naufal menerima kartu nama itu. Arka Group adalah raksasa properti dan distribusi di kota ini. Ini adalah "ikan paus" yang jauh lebih besar dari Pak Hendro.

"Sesuai kesepakatan kita tadi, Pak San," Naufal menoleh ke arah Pak San yang masih syok. "Saya butuh akses ke suplai komponen Bapak. Saya mau beli part-part high-end dengan harga teknisi, bukan harga konsumen. Dan saya mau Bapak jadi mentor sekaligus suplier utama saya kalau nanti saya mulai 'memproduksi' sesuatu."

Pak San menghela napas panjang, lalu tertawa sambil menepuk punggung Naufal. Ini gila! Puluhan tahu dia kerja di dunia industri HP, baru kali ini dia nemu seorang sales penuh ambisi.

Memproduksi sesuatu? Apa bahkan dia ingin menciptakan brand baru.

Ia gak bisa berhenti tertawa.

"Sialan kamu, Mas. Ternyata saya yang kena 'sales' sama kamu. Oke, deal! Dengan kemampuan kayak gitu, bodoh kalau saya nggak kasih akses ke kamu. Kamu mau bangun brand sendiri, kan? Datang ke sini kapanpun kamu butuh mesin. Aku nunggu kamu sukses suatu hari nanti.”

Luna masih berada di sana menatap Naufal penuh kagum, barusa dia hanya merendahkan pria itu. Namun sejak saat dia memperbaiki ponsel miliknya dan melihat bagaimana raut wajah keseriusan dari Naufal membuat sesuatu dari hatinya bergejolak.

Ia jarang tertarik terhadap pria, namun naufal terlihat berbeda.

[Ding!]

[Analisis target aktif : Luna Wijaya!]

[Tingkat ketertarikan ke tuan rumah naik drastis!]

[Tingkat ketertarikan 60% (ketertarikan tingkat awal]

“Hah?” Naufal melongo. Kenapa dia malah menarik perhatian wanita karir begini.

“Mas naufal,” panggil Luna tiba-tiba.

“Iya kak?”

“Di kartu saya ada nomor saya juga tadi … itu … anu.”

“Iya kenapa mbak?”

Luna tampak sedikit salah tingkah, jemarinya memilin ujung kemeja kerjanya yang rapi. Keangkuhan manajer operasional yang tadi ia tunjukkan saat menghina Naufal benar-benar luntur tak berbekas.

​ "Itu... kalau Mas Naufal ada waktu luang, atau mungkin mau bahas soal kerja sama distribusi dengan Arka Group, jangan sungkan hubungi saya ya? Secara pribadi juga... eh, maksud saya, secara profesional saya sangat berterima kasih!" Luna berucap dengan nada yang sedikit lebih tinggi dari biasanya, mencoba menutupi kegugupannya.

​Naufal tersenyum simpul. [Tingkat Ketertarikan: 60%]. Itu mirip seperti punya Siska, namun di depannya bukan cewe mulut pedas, tapi mbak-mbak wanita karir dengan bodi semok dan dia gak munafik menarik perhatian.

​"Tentu, Mbak Luna. Pasti saya hubungi secara pribadi juga gue gazz kak,” jawab Naufal dengan nada santai, seolah tidak menyadari rona merah tipis di pipi wanita di depannya.

​Luna mengangguk cepat, lalu bergegas pergi karena teringat sisa waktu presentasinya yang tinggal sebentar lagi. "Saya duluan ya, Mas! Pak San, makasih!"

​ Setelah Luna menghilang di balik pintu ruko, Pak San langsung menyenggol lengan Naufal dengan sikunya sambil tertawa lebar.

​ "Wah, parah kamu, Fal! Bukan cuma mesin Samsara yang kamu benerin, hati manajer Arka Group juga kamu 'jumper' jalurnya! Hahaha!" Pak San menggeleng-gelengkan kepala. 

"Jarang-jarang Luna Wijaya sekaku itu sama cowok. Dia itu terkenal dingin dan galak di kalangan pria."

Naufal hanya terkekeh pelan. "Kebetulan aja itu, Pak. Fokus saya sekarang bukan ke sana."

****************

A/N : Author bawa novel baru lagi nih, jangan lupa dibaca juga gays

Judul : Sistem Petani : Mengubah Sampah Menjadi cairan Dewa

Sinopsis:

Aris adalah definisi pecundang di mata dunia. Dipecat dari pekerjaan kasarnya, dikhianati oleh kekasih yang paling ia cintai, dan dihina oleh teman-teman sekolahnya saat reuni karena hanya mengendarai motor butut. 

Satu-satunya harta yang ia miliki hanyalah sebidang tanah warisan kakeknya di pinggiran kota.

Namun, harapan Aris hancur saat ia kembali. Tanah yang ia impikan menjadi tempat tinggal yang tenang, telah berubah menjadi gunung sampah ilegal—sebuah "borok" kota yang dikuasai mafia dan oknum korup.

Di titik terendah hidupnya, sebuah suara dingin bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Petani Sultan Diaktifkan!]

[Misi Pemula : bersihkan 10 KG sampah]

[Hadiah : alat penyulingan esensi emas]

[Mulai Proses Penyulingan... Menghasilkan: Cairan Dewa Tingkat 1!]

Satu tetes cairan itu mampu mengubah tanah beracun menjadi Lahan Surgawi. 

. Satu tetes lagi mampu membuat tanaman mati tumbuh kembali dengan khasiat luar biasa,

dengan cairan ini dia aka menjadi petani sultan!

1
Cui Lan Seng
aneh..kondisi emergency...masak ibunya ga nemenin dan malah percaya sama yg bukan dokter
Cui Lan Seng
ga pakai notaris???🤭😄
Cui Lan Seng
wih..training kok jam 23? kalo celebration sih ok
Manusia Biasa: pernah kejadian ini kak di real life/Smile/ sales hp pulang aja jam 10 kadang 11 malam. kalau ada panggilan dadak bisa
total 1 replies
Yoda putra Alam
harus ny tu botol kasih adik ny jg biar tambah encer otak adik ny...ini koq🤔
YaN Nie
Sistem nya kemana?
Kok ngga ngejelasin siapa Siska?
Mungkin Sistem nya ngantuk kebanyakan makan ayam bakar 😛
Manusia Biasa: gak asik bos masa apa apa dijelasin😂
total 1 replies
YaN Nie
Bantuin biaya ibunya SaTRIa donk
Rugi punya duit banyak tapi pelit
Nyumbang nya kalo ada Cashback doang 😜🤪
Manusia Biasa: aman dibantuin kok 😂 orang gaji disana juga banyak
total 1 replies
Sunan Arrasy
sistem analisis nilai, kehidupan sang raja teknologi wkwk
Manusia Biasa: siapp
total 3 replies
Sunan Arrasy
buat story Noval season 2 dong
Hardian Junior
👍👍👍👍👍
ラマSkuy
Thor kalo merek kendaraan mending pake asli aja Thor soalnya novel lain pun kalo merek kendaraan atau pakaian pasti pake merek asli yang ada didunia nyata biar kerasa lebih wah 👍👍
ラマSkuy: iya Thor merek sama serinya harus sama biar kita sebagai pembaca bisa membayangkan seberapa wahnya 👍
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎𝙔𝘖𝙐𝙉𝙂🏡s⃝ᴿ
kira kira siapa nih yang diajak sama mas owner 🤭🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎𝙔𝘖𝙐𝙉𝙂🏡s⃝ᴿ
wah mau dapat reward dari sistem lagi nih Naufal 😭🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎𝙔𝘖𝙐𝙉𝙂🏡s⃝ᴿ
Naufal dikelilingi cewe cantik 😭🤣🤣
Wega Luna
jadi penasaran cerita novel mu yg lain Thor 😄, kayaknya seru deh
Manusia Biasa: gaz baca kak. saran saya yang sistem petani itu ada rangking 12 fiksi pria dijamin menarik
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 Naufal suka bikin baper anak orang,
Wega Luna
Thor,,, cerita mu bener bener berbeda dari sistem sistem yg lain🤭🤭, sekarang jadi tahu dunia sales,.😄
Wega Luna
Thor Omni plesetan dari merek apa yh ? lupa🤣🤣,
Manusia Biasa: oppo 😁
total 1 replies
Didin Setyawan
bukan temannya yg tangannya cedera😄
dhani satria
aduhhhhhhhh kok bunyinya kaya nda asing tu peluitnya...../Facepalm/
dhani satria
mengintili....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!