NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Wajah lorengnya berubah menjadi sangat merah dan urat di lehernya menonjol keras.

"Hawa panas yang sangat brutal mengalir di dalam darahku," geram Kael menahan sakit sekaligus nikmat.

Luka sayatan di mata kiri Kael tiba-tiba memancarkan cahaya merah terang.

Jaringan otot yang mati di sekitar mata itu perlahan bergerak menyambung kembali.

Bola mata yang sebelumnya buta kini mendapatkan kembali kejernihannya dalam hitungan detik.

Kael membuka kedua matanya lebar-lebar dan menatap Garro dengan pandangan yang sangat jelas.

"Mataku yang buta karena racun iblis ini bisa melihat lagi," ucap Kael dengan suara bergetar keras.

"Bukan hanya itu, inti darah harimauku sekarang mendidih menuju tahap evolusi."

Aura buas keluar dari pori-pori Kael meskipun ditekan oleh sistem kedai.

Garro yang berada di depannya juga mengalami peningkatan massa otot yang signifikan.

"Tuan Reza, makanan Anda benar-benar adalah anugerah dari dewa alam," kata Garro menundukkan kepalanya.

"Kekuatan fisikku bertambah dua kali lipat hanya dari beberapa potong daging."

Reza berjalan mendekati meja mereka dengan ekspresi tenang dan penuh wibawa.

"Syukurlah kalau makanan sate ini bermanfaat untuk suku kalian," ucap Reza ramah.

"Bahan daging yang saya gunakan hari ini memang spesial."

Kael segera berdiri dan menempelkan kepalan tangannya ke dada kanannya sebagai bentuk hormat tertinggi.

"Suku Harimau Putih kini memiliki hutang nyawa pada Tuan Reza," ucap Kael sangat serius.

"Penglihatan ini adalah harta yang lebih berharga dari nyawa saya sendiri."

Kael merogoh kantong kulit beruang di pinggangnya yang berukuran cukup besar.

Dia mengeluarkan sebuah batu kristal berwarna merah pekat seukuran kepala bayi.

Batu itu berdenyut perlahan seolah memiliki detak jantungnya sendiri di dalam.

"Ini adalah inti jantung raja naga tanah yang kami buru bulan lalu," kata Kael meletakkan batu raksasa itu di meja.

"Saya harap benda ini cukup untuk menukar dua porsi daging dewa yang kami makan tadi."

Reza melangkah maju dan meletakkan telapak tangannya di atas batu merah yang hangat itu.

Ting.

Suara notifikasi Sistem langsung terdengar nyaring melaporkan nilai barang tersebut.

"Inti jantung monster legendaris tingkat raja terdeteksi," lapor Sistem di kepala Reza.

"Nilai tukar total adalah lima ribu Poin Sistem dan uang tunai lima puluh juta rupiah."

Reza harus menggigit bagian dalam pipinya agar tidak berteriak kegirangan mendengar angka gila tersebut.

Pendapatannya hari ini langsung melampaui hasil kerja kerasnya selama berhari-hari di dunianya.

"Konversi sekarang juga," perintah Reza dalam hatinya tanpa basa-basi.

Batu merah raksasa itu langsung melebur menjadi cahaya merah yang terserap ke dalam tangan Reza.

Kael dan Garro mengangguk paham melihat proses pemindahan benda sakti tersebut.

"Bayaran Anda sangat lebih dari cukup, Ketua Kael," kata Reza tersenyum lebar.

"Sisa bayaran ini akan saya simpan sebagai deposit untuk kedatangan kalian berikutnya."

"Terima kasih banyak atas kemurahan hati Tuan Reza," jawab Kael membungkuk sekali lagi.

"Kami harus segera kembali ke suku untuk melaporkan evolusi kekuatan ini."

Kedua manusia hewan itu berjalan ke arah pintu keluar dengan langkah yang sangat ringan.

Begitu mereka melangkah keluar dari kedai, raungan buas langsung terdengar menggema ke seluruh penjuru hutan.

Mereka berlari menembus pepohonan kering dengan kecepatan setara angin kencang.

Reza menghela napas lega dan menutup setengah pintu kedainya.

Dia berbalik dan melihat Lyra dan Bao sedang membersihkan sisa piring kotor di meja.

"Kerja bagus kalian berdua," puji Reza pada kedua stafnya itu.

"Hari ini kita tidak akan kedatangan banyak pelanggan, jadi kita bisa bersantai dan mengobrol."

Bao mengangguk dan kembali berdiri di sudut dapur sambil menyilangkan tangannya.

"Bos, apakah besok kita akan membuka kedai di dunia anda lagi?" tanya Lyra sambil mengelap meja.

Raut wajah Reza seketika berubah menjadi sedikit lebih serius mendengar pertanyaan tersebut.

"Benar Lyra, besok kita akan kembali menghadapi pelanggan dari duniaku," jawab Reza menyandarkan tubuhnya ke dinding.

Pikiran Reza langsung melayang pada masalah yang sedang menunggunya di Bumi.

Dia sangat yakin bahwa Hendra tidak akan tinggal diam melihat mantan kokinya sukses besar meraup puluhan juta setiap hari.

Pria licik itu pasti akan menggunakan segala cara kotor untuk menghancurkan reputasi kedai ini.

Bisa jadi Hendra akan mengirim preman bayaran untuk membuat keributan dan menakut-nakuti pelanggan.

"Bao, aku punya tugas khusus untukmu besok saat kita berada di duniaku," ucap Reza memanggil asistennya itu.

"Apa pun yang Bos perintahkan, saya siap melaksanakannya," jawab Bao berjalan mendekat.

"Jika ada orang asing yang sengaja membuat keributan atau melempar barang, biarkan saja," perintah Reza tegas.

"Kau jangan pernah memukul atau menyerang mereka dengan kekuatan fisikmu."

Bao mengerutkan keningnya karena merasa perintah itu bertentangan dengan insting pelindungnya.

"Mengapa saya tidak boleh melumpuhkan mereka, Bos?" tanya Bao bingung.

"Orang-orang pembuat onar pantas mendapatkan pelajaran dari pisau tumpul saya."

"Di duniaku ada hukum yang sangat ketat," jelas Reza menepuk bahu Bao.

"Jika kau memukul mereka, kita yang akan dipenjara karena pasal penganiayaan berat."

Lyra ikut mendengarkan penjelasan itu dengan wajah cemas.

"Lalu siapa yang akan melindungi kedai ini dari orang jahat itu Bos?" tanya Lyra polos.

"Sistem bangunan ini yang akan mengurus mereka semua tanpa menyisakan bukti kekerasan," senyum Reza penuh misteri.

"Kita hanya perlu berdiri dan menonton pertunjukan komedi dari mereka."

Reza kini merasa sepenuhnya siap menyambut kedatangan orang-orang suruhan Hendra esok hari.

Dia justru penasaran melihat bagaimana Sistem absolut ini menghukum preman yang berani melanggar zona aman mutlaknya.

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!