seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Malam harinya , setelah selesai makan malam
Aluna pamit ke kamar
Dia mau menghubungi Alfian
Ingin menanyakan kapan dia bisa mulai bekerja
Setelah sambungan terhubung
Tidak lama suara dari sebrang menyapa dengan lembut
...📞Mas Alfian ❤️...
"assalamualaikum sayangku"
Aluna tersenyum mendengarnya
"waalaikumsalam mas"
"ada apa Hem?" tanyanya
"kapan aku bisa mulai kerja?" tanyanya to the point
Alfian tersenyum mendengarnya, sepertinya calon istrinya ini sudah tidak sabar ingin bekerja
Alfian sudah di beritahu Ammar Kalau Aluna yang akan menjadi sekertaris baru nya.
dia tentu bahagia itu sudah jelas
hari2 nya akan sangat menyenangkan bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama calon istrinya
"terserah kamu saja sayang, besok juga boleh" jawabnya
"oke, besok pagi aku akan mulai bekerja" ucapnya lagi
"besok mas jemput"
"iya mas"
"boleh mas tanya ?" ucap Fian
"boleh mas, kenapa minta izin segala" jawabnya sambil terkekeh kecil
Alfian balas tersenyum tipis
"kapan kamu siap untuk menikah dengan mas sayang?"
Aluna tampak berpikir sejenak
" hmm... kalau 3 bulan lagi bagaimna mas?" jawabnya
"baiklah,mas setuju. Nanti kita bicarakan lagi dengan keluarga saat liburan " balas Fian
"iya mas, hm..apa boleh Luna tetap kerja setelah menikah mas" tanyanya hati2
Alfian tersenyum tipis
"boleh sayang, tapi dengan syarat ketika kamu hamil nanti ,kamu tidak mas izinkan bekerja, bagaimana?"
Aluna tersenyum puas,
"iya mas,Luna setuju" jawabnya
"ya sudah istirahat lah sudah malam, mas juga mau periksa beberapa email dulu" ucapnya
"iya mas, jangan begadang ya" peringat Aluna
"iya sayangku,"
"assalamualaikum "ucap luna
"Waalaikumsalam "
Klik, panggilan terputus
aluna menyimpan ponsel di nakas
Lalu melangkah menuju kamar mandi
Membersihkan diri sebelum tidur
......................
Pagi-pagi sekali Aluna sudah siap
Mengenakan setelan formal
Rok hitam span selutut
Kemeja putih lengan pendek dipadukan dengan blazer hitam yang elegan
Sangat pas di tubuhnya yang ramping
Menambah kesan wibawa
Rambutnya di gerai indah
Dengan makeup natural
Benar2 sempurna
Dia mengenakan jam tangan
memakai sepatu hak hitam
Lalu mengambil tas dan melangkah keluar kamar menuju ruang makan
Setelah sampai di ruang makan
Disana sudah ada Daniel Sera dan Oma Kania yang sudah rapi ,
"pagi mom,dad,Oma" sapanya lalu duduk di kursi
Semua orang menoleh heran
"loh sayang, kamu masuk kerja hari ini" ucap Oma
Aluna tersenyum tipis sambil mengoles roti dengan selai
"iya Oma, " jawabnya
Daniel dan Sera mengangguk setuju
"oh begitu, Oma selalu dukung apapun keputusan kamu sayang, semoga kamu cepat beradaptasi di sana" kata Oma tulus
"iya Oma aamiin, terimakasih" jawab Luna
"iya sayang kami juga akan selalu mendoakan kamu , " timpal Sera
"Daddy percaya padamu" ucap Daniel tersenyum bangga
Aluna mengangguk lalu tersenyum bahagia'
Langkah awal untuknya dengan doa dan semangat dari keluarga itu sangat berharga.
......................
Setelah selesai sarapan Aluna pamit berangkat ke kantor karna di depan juga Alfian sudah menunggu
Daniel menyapa calon menantu nya
Sera juga menyambut Alfian menyuruhnya sarapan
tapi Alfian sudah sarapan di rumah katanya.
aluna menyalami orangtuanya
Lalu menyalami Omanya" Oma hati2 di jalan, kalau sudah sampai rumah kabari Aluna ya" ucapnya mencium pipi omanya..
"iya sayang, kamu juga hati-hati " balasnya
Aluna melangkah menuju mobil
lalu masuk dan mobil pun melaju pelan meninggalkan halaman rumah .
Di perjalanan Alfian selalu mencuri pandang ke arah Aluna
Aluna yang menyadarinya lalu bertanya
" kenapa mas"
Alfian tersenyum tipis " hari ini kamu cantik sekali, mas sampai pangling" jawabnya
Pipi Aluna sudah memerah mendengar pujian dari calon suaminya.
"jangan gombal mas" ucap Aluna menahan senyum
" loh, mas serius sayang" jawabnya
"iya,iya" jawab Aluna
"kenapa Hem, malu ya?" tanyanya sengaja menggoda Aluna
"ih mas, udah deh jangan goda aku" ucapnya
tangannya mencubit lengan Alfian
Dia pura-pura meringis , padahal cubitan Aluna tidak terasa sama sekali.
"aw, sakit sayang?" ucapnya
aluna memutar bola matanya
Alfian yang melihat itu lalu tertawa kecil
Tidak terasa perjalan mereka di isi dengan canda tawa ,
Mobil memasuki area gedung perusahaan
Alfian memarkir mobilnya ditempat khusus
Parkir pemilik perusahaan.
dia turun dan membukakan pintu mobil untuk Aluna
Beberapa karyawan yang melihat adegan itu tersenyum
sebagian dari mereka ada yang sudah tau bahwa mereka pasangan kekasih dan sebentar lagi akan menikah
Dan ada juga yang tidak tau
karna tidak semua karyawan di undang waktu itu.
Alfian menggenggam tangan Aluna lembut lalu melangkah memasuki kantor
Aluna merasa canggung dengan tatapan para karyawan
Terlebih Alfian menggenggam tangan nya erat
"mas lepas dulu tangan aku" ucap nya berbisik
Alfian tersenyum lalu mengangguk
Dia melepaskan tangannya
Aluna lega ,tapi hanya beberapa saat setelah itu dia terkejut
Karna tangan Alfian berpindah ke pinggang nya
tubuh Aluna menegang dia menggeram kesal
"mas!" ucapnya penuh penekanan
"apa sayang?" jawabnya tanpa rasa bersalah
Aluna hanya menghela nafas berat
Semua karyawan yang berbaris di depan lobi menunduk hormat
Ada juga yang berbisik saling tanya , tersenyum kagum melihat pasangan serasi itu,
Dan ada pula yang menatap iri tidak suka melihat Aluna.
Alfian mendengar bisik2 itu,dia lalu menghentikan langkah
"dengar semua, mulai hari ini calon istriku akan bekerja di sini sebagai sekertaris pribadiku" ucapnya tegas
Setelah mengucapkan itu
mereka melangkah kembali menuju lif khusus petinggi perusahaan .
Para karyawan yang sudah lama mengagumi Alfian patah hati saat itu juga,
Tapi mereka juga bahagia karna calon istri bos mereka sangat cantik dan berkelas.
Lalu mereka membubarkan diri menuju divisi masing2
Merek tidak tau sedari tadi ada yang memperhatikan mereka dari barisan belakang para karyawan
Dia menatap sinis Aluna, 'masih lebih cantik aku' ucapnya dalam hati,
dan berlalu pergi menuju ruangan nya.
Dia adalah manager keuangan di perusahaan Hanggono group.
......................
Di dalam lif
Aluna menghela nafas panjang
"mas aku malu tau, kenapa kamu malah meluk aku terus di depan karyawan lain" ucapnya kesal bibirnya sudah mengerucut lucu
Alfian tersenyum melihatnya,
"tidak apa-apa sayang, mereka harus tau bahwa wanita cantik di sampingku ini calon istriku " jawabnya santai
wajah Aluna merona mendengar nya.
Mereka keluar dari lif
Alfian menuntun Aluna ke ruangannya
" nah ini ruangan mu sayang,dan di depan itu ruangan mas" ucap Alfian
"iya mas, hm lalu apa saja yang harus dan tidak aku lakukan " tanyanya
Lalu Alfian menjelaskan secara detail apa saja yang harus Aluna kerjakan
dari mulai menjadwalkan pertemuan2 dan meeting, semua di jelaskan
"oh iya sayang, ini yang terakhir, jadwal makan siang mas setiap hari harus dengan mu ,dan mulai hari ini mas mau kamu yang membuatkan kopi untuk mas," ucap Alfian tersenyum senang
Aluna menggelengkan kepala lalu tersenyum tipis" baiklah calon suamiku, " jawabnya
"oke kalau begitu mas keruangan dulu, kalau ada yang tidak di mengerti telpon saja ya" ucapnya lembut lalu mendekat mencium kening Aluna
" selamat bekerja sayangku" lanjutnya
Lalu keluar dan menuju ruang kerja nya.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤