Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Garuda di Dadaku, Barcelona di Kakiku
Gemuruh di Stadion Hang Day, Hanoi, malam itu terasa berbeda bagi Riski. Meski tidak semegah Camp Nou atau seatmosferik Gelora Bung Karno, mengenakan jersi Merah Putih di turnamen resmi Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) memberikan getaran emosional yang luar biasa. Ini adalah momen pembuktian bagi Riski yang baru saja membuat gempar dunia lewat debutnya di Barcelona.
Indonesia tergabung di Grup B yang dianggap sebagai "Grup Neraka" bersama Thailand, Australia, Myanmar, Laos, dan Kamboja. Publik tanah air menaruh harapan setinggi langit pada pundak remaja 16 tahun bernomor punggung 10 ini. Mereka ingin melihat apakah "Sihir Bau-Bau" yang melegenda di La Masia bisa membawa Garuda Muda terbang tinggi.
Riski berdiri di lorong pemain. Ia bisa merasakan tatapan para pemain lawan, terutama tim Australia dan Thailand yang juga sedang bersiap. Mereka menatapnya dengan campuran rasa penasaran dan waspada. Di sisi lain, rekan-rekan setimnya seperti Pandi Lestaluhu dan Hanif Sjahbandi tampak lebih termotivasi hanya dengan kehadiran Riski di samping mereka.
Tepat saat Riski melangkah keluar menuju lapangan hijau, layar biru sistem muncul dengan bunyi denting yang familiar.
[Ding! Misi 'Sang Penyelamat Bangsa' Aktif!]
[Nama Misi: Debut Merah Putih di ASEAN]
[Tujuan: Cetak 3 Gol (Hattrick) dan berikan 2 Assist dalam laga pembuka!]
[Hadiah Misi:]
Atribut Khusus: 'National Hero Aura' (Meningkatkan mentalitas rekan setim sebesar +15%)
Stats 'Shooting' meningkat +5 Poin
Uang Cash Rp 50.000.000 (Otomatis masuk ke Inventory)
Riski menarik napas dalam. Pertandingan pertama adalah melawan Myanmar. Ia tahu, di level junior, tim-tim Asia Tenggara memiliki determinasi dan fisik yang sangat ulet. Namun, dengan statistik yang baru saja meningkat 10 poin pasca Derby Catalan, Riski merasa berada di dimensi yang berbeda.
Babak Pertama: Panggung Sang Matador
Peluit dibunyikan. Indonesia langsung menekan. Riski ditempatkan sebagai playmaker bebas oleh pelatih Eduard Tjong. Hanya butuh waktu tujuh menit bagi Riski untuk membungkam keraguan.
Menerima bola di lini tengah, Riski dikepung oleh dua gelandang Myanmar. Dengan satu gerakan body feint yang sangat cepat (Dri: 67), ia meloloskan diri dan melepaskan umpan terobosan cungkil yang melewati kepala bek lawan. Bola jatuh tepat di kaki Pandi Lestaluhu yang langsung mencetak gol. 1 Assist terkunci.
Menit ke-25, Riski memutuskan untuk menunjukkan kelas individunya. Ia menggiring bola dari sisi sayap kanan, menusuk ke tengah, dan melepaskan tendangan knuckle ball dari jarak 30 meter. Bola menukik tajam ke pojok bawah gawang yang membuat kiper Myanmar hanya bisa terpaku. Gol pertama Riski untuk Indonesia.
Teriakan suporter Indonesia yang hadir di stadion terdengar sangat nyaring. Mereka seolah tidak percaya melihat kekuatan tendangan (Sho: 67) dari seorang remaja yang badannya tidak terlalu besar, namun memiliki tenaga bak pemain senior Eropa.
Babak Kedua: Hujan Gol di Hanoi
Memasuki babak kedua, dominasi Riski semakin tak terbendung. Di menit ke-55, ia melakukan aksi individu melewati tiga pemain lawan di dalam kotak penalti dan dengan tenang menceploskan bola ke tiang jauh. Gol kedua terkunci.
Selang sepuluh menit kemudian, Riski kembali melayani rekan setimnya. Sebuah umpan silang akurat dari sisi kiri ia arahkan tepat ke kepala Saddil Ramdani yang muncul dari lini kedua. 2 Assist terkunci.
Satu gol lagi untuk melengkapi misi. Myanmar mulai bermain kasar untuk menghentikan Riski. Di menit ke-82, Riski dilanggar keras tepat di depan kotak penalti. Ia mengambil sendiri tendangan bebas tersebut. Dengan teknik melengkung ala La Masia, bola melewati pagar betis dan menghujam pojok atas gawang. Hattrick!
[Ding! Misi Berhasil!]
[Seluruh Target Tercapai: 3 Gol & 2 Assist]
Skor berakhir 4-3 untuk kemenangan dramatis Indonesia. Meski pertahanan Indonesia sempat goyah, kehadiran Riski menjadi pembeda mutlak yang memastikan tiga poin pertama.
Setelah pertandingan, Riski tidak langsung merayakan kemenangan. Di ruang ganti, ia membuka sistemnya untuk mengklaim hadiah. Sensasi dingin yang menenangkan menyelimuti pikirannya saat atribut 'National Hero Aura' aktif.
Statistik Riski (Usia: 16 Tahun - Pasca Debut AFF U-19):
Pac (Speed): 60
Sho (Shooting): 72 (+5 dari misi)
Pas (Passing): 64
Dri (Dribbling): 67
Def (Defending): 62
Phy (Physical): 65
Overall: 65.0
Informasi Keuangan & Aset (Inventory):
Saldo Sebelumnya: Rp 200.000.000
Hadiah Misi: Rp 50.000.000
Total Saldo Saat Ini: Rp 250.000.000
Aset Tetap: 1 Jet Pribadi, 1 Rumah di Catalunya, 1 Apartemen di Barcelona.
Malam itu, di hotel tim, Riski menatap jersi Merah Putih bernomor 10 yang ia sampirkan di kursi. Ia tahu, kemenangan melawan Myanmar hanyalah permulaan dari grup yang sangat berat. Esok, lawan yang lebih tangguh seperti Thailand dan Australia sudah menanti.
"Baru langkah pertama," bisik Riski. Ia kemudian memejamkan mata, memulihkan energi untuk pertempuran berikutnya demi membawa lambang Garuda terbang lebih tinggi di langit Asia Tenggara.