#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. memasak untuk keluarga song.
Baru masuk rumah Xiaohui sudah menghirup aroma yang membuat perutnya berbunyi.
"Baunya wangi sekali bikin lapar, apa yang di buat Lan-jie ya, pasti enak!." Ucapnya ia berlari masuk kedalam menuju kedapur.
"Lan jiejie aku pulang...! Apa yang kamu masak, harum sekali." Ucapnya saat melihat song Xinglan.
"Rahasia! Mandilah setelah itu kita makan bersama, ini sesuatu yang belum pernah kamu makan." Ucap Song Xinglan sambil mengusap kepala Song Xinghui.
"Baiklah, aku mandi terlebih dahulu, aku tidak sabar memakannya!." Ucapnya dengan antusias ia berlari lagi menuju kebelakang ke arah sumur untuk membersihkan dirinya.
Setelah itu ia menghampiri yang lainnya keluar, mereka istirahat di luar karena lelah bekerja, ia membawa minuman yang sudah ia campur dengan air spiritual.
"Zufu, Nainai, ayah, ibu, bibi paman, para gege minumlah aku sudah membawa air untuk kalian." Ucap song xinglan sambil memberikan air kesetiap orang.
"Terimakasih Lanlan, hanya anak perempuan yang berbakti, ia tahu kita kelelahan,." Ucap Jing Meiru neneknya dengan senyuman dibibirnya ia senang memiliki cucu perempuan.
"Terimakasih meimei." Ucap Song Xinghe dan Song Xingwei.
"Iya, sungguh beruntung kita memiliki Lanlan dirumah, tahu saja kalau gege haus!." Ucap Song Xingfeng dengan santai.
Tak!!! Bahunya di pukul oleh ibunya dengan kuat.
"Apa maksudmu, meminta meimei mu melayanimu!." Ucap Li Roulan marah kepada Song Xingfeng.
"Aduuh ini sakit ibu!, bukan begitu maksudku, mana mungkin aku meminta meimei melayaniku, dia adalah adik perempuan kesayanganku, aku hanya bisa memanjakannya." Ucapnya lagi.
"Baguslah kalau kamu tahu." Balas Li Roulan lagi, lalu ia juga ikutan minum air yang telah di berikan oleh putrinya.
Sedangkam para lelaki lainnya, tidak mencampuri berdebatan ibu anak itu, mereka hanya menikmati minuman yang diberikan song xinglan.
"Hem! Aku merasa setiap lanlan memberikan air selalu enak dan segar, dan tubuhku kembali bertenaga." Ucap Song Weimin paman song Xinglan
"Iya aku juga merasakannya seperti itu, selama lima hari ini kakiku tidak lagi sakit saat bekerja di ladang." Ucap Song Heng, juga merasakan perubahan ditubuhnya.
"Apa yang kalian tahu itu keberkahan yang dimiliki Lan Lan kita, jangan berbicara macam-macam lagi, cukup rasakan saja, jika ada yang membicarakan ini lagi, kalian berhadapan denganku, bagaimana ada yang salah paham tentang Lanlan kita, bila mendengar cerita kalian." Ucap Jing Meiru sambil menasehati para lelaki itu, gara-gara cerita mereka yang asalan berbahaya untuk cucu perempuannya.
"Iya ibu kami paham." Ucap mereka bersamaan, mereka juga mengerti maksud Jing Meiru berbicara seperti itu, jika ada mendengar pembicaraan mereka pasti ada salah paham mendengar itu, maka putri mereka pasti dalam bahaya.
Song Xinglan hanya tersenyum mendengar obrolan mereka.
"Nainai tahu cara melindungiku, tidak salah lagi keluarga ini sangat baik pada, ini juga keberuntunganku masuk kedalam keluarga ini." Gumamnya ia terharu juga bahagia, ia sudah berjanji untuk membahagiakan keluarga ini.
"Nainai, ayok masuk untuk membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu kita makan bersama soalnya aku sudah masak, sesuatu yang belum kalian lihat." Ucapnya dengan lembut menghampiri neneknya.
"Lihatlah... hanya cucu perempuan yang baik!! Ayo-ayo masuk aku sudah lapar, ingin merasakan masakan cucu perempuanku." Ucapnya mengajak yang lainnya juga.
Tidak lama setelah itu mereka selesai membersihkan diri. Mereka duduk bersama untuk makan, song xinglan sudah mengisi mangkuk semua orang.
"Jiejie makanan apa ini, aku belum pernah melihatnya, apakah ini bisa dimakan, walaupun aromanya menggoda tapi aku jadi ragu...! Ucap Song Xinghui, yang lainnya juga ingin tahu mendengar jawaban dari song xinglan.
"Bisa di makan, ini nama ubi rebus, ini telur rebus kalian pasti tahu, dan sayur yang aku cari di pinggiran gunung,... .... .... .... " song memberitahu semua jenis masakannya, semua orang mendengarkannya sambil terkejut dan tidak percaya, karena yang nama uni ini mereka pernah melihatnya di gunung tetapi warga kalian tidak berani mengambilnya karena takaut beracun.
"Mengapa diam saja ayo makan, kalian belum percaya juga ya, sini aku yang duluan makan." Ucap lalu ia mencoba semua makanan itu sedikit.
"Lihat...! Tidak ada yang terjadi sesuatu padaku, semua aman ini adalah makan yang enak." Ucap Song Xinglan lagi.
"Aku tidak tahan lagi, saat lan-jie makan tidak ada yang terjadi padanya berarti itu aman." Ucap Xiaohui ia langsung melahap makanan yang ada di mangkuknya.
"Wah!!! Enak sekali..." ucapnya dengan mata berbinar lalu ia makan dengan cepat, menghabisi semua yang ada dimangkuknya, lalu ia mengambil dua telur rebus.
Melihat Xiaohui makan lahap yang lainnya juga tidak tahan, mereka juga memasukkan kedalam mulutnya, sekali kunyah mata mereka juga berbinar.
Tak lama setelah itu terjadi keheningan hanya terdengar dentingam sumpit dan sentok saat mengambil makanan, tak terasa semua makan habis tanpa tersisa.
"Huf! Baru kali ini aku makan sekenyang ini." Ucap Xiaohui, lalu ia mendapatkan tonjolan dari ibunya.
Tuuk!!!
"Emang selama ini kamu tidak makan, seperti kamu tidak pernah makan saja." Ucapnya, Xiaohui hanya cengengesan saja.
Saudara yang lainnya juga merasakan sama seperti xiaohui tetapi tidak berani buka suara, mereka tidak mau merusak harga diri di depan adik perempuan pikir mereka.
"Xiaohui jika kamu suka, jiejie akan memasak lagi untukmu, tetapi ada syaratnya..!." Ucap Song Xinglan lagi.
"Wah benar jiejie, apa syarat aku akan turuti semaunya, asalkan aku bisa makan enak setiap hari." Ucapnya senang dan gembira hanya Lan-jie yang sayang padanya pikirnya sambil tersenyum senang.
"Lanlan jangan selalu memanjakan, nanti dia ngelunjak!." Ucap bibinya Ning Qingru.
"Tidak apa-apa bibi kita keluarga." Balasnya lalu ia melihat song Xinghui yang menanti jawabannya dengan mata yang berbinar, xinglan hanya mengacak rambutnya.
"Syaratnya kamu tidak boleh nakal selalu membantu keluarga daan jujur." Ucap song xinglan lembut.
"Iya aku tidak nakal jiejie mendengarkan semua perintah jiejie, saat jiejie masak aku akan bantu jalakan api, juga cari kayu bakar." Ucap Song xing hui senang ia menerima syarat dari song xinglan.
"Baiklah, ada satu syarat lagi apa kamu sanggup.!" Ucap Song Xinglan lagi.
"Katakan jiejie aku pasti sanggup, cepat jiejie katakan..!" Ia mendesak song xinglan secara mengatakan syaratnya.
"Jangan malas belajar ingat itu.." ucap song xinglan dengan tegas.
"Belajar, aku kan sudah berhenti sekolah jiejie untuk apa lagi belajar." Ucap Song Xing Hui.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁