bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemburu
Dan sementara aku sesampainya di sekolahan, sambil mengendarai motor ku, tak sengaja aku melihat elina sedang asik ketawa menolong lelaki itu, mereka tanpak begitu terlihat asik, tanpa banyak kata aku langsung menghampirinya, dan menghentikan motor ku di dekat mereka, elina langsung terdiam saat melihat kedatanganku, dan tanpa banyak tanya aku langsung turun dari motor dan langsung menghampiri dan menghajar lekaki yg sedang dengan elina itu, aku menghajarnya dengan keras sampai lelaki itu terjatuh, saat aku akan memukul lagi lelaki itu, elina menahan ku.
" Maksud loe apaan hah deketin cewe gue, berani beraninya loe dekatin cewek gue.." ucap ku menatap lelaki itu yg terjatuh di pukul oleh ku, dan sementara elina terus menahan ku.
Dan ada beberpa teman teman sekolah elina melihat kejadian itu, dan memperhatikan ku sambil membicarakan ku, entah membicarakan apa.
" Udah cukup, kamu apa apaan sih, kamu mau jadi jagoan hah, maen pukul pukul aja, mau jadi jagoan kamu, bikin malu tau gak.." ucap elina dengan kesal kepadaku.
" Kok kamu bela dia lin..? " Ucap ku kepada elina.
" Bukan nya aku bela dia, kan bisa kamu tanya dulu baik baik, gak haru datang datang maen pukul pukul aja, dia bukan siapa siapa kok, kemu berubah sekarang kang, egois, agresif tau gak...." ucap elina, lalu elina berjalan meninggalkan ku.
" Lin bukanya gituh lin, aku cuma gak rela aja kamu deket deket sama cowok lain lin.." ucap ku sambil memperhatikan elina berjalan pergi, Dan sementara lelaki itu bangun dari jatuh nya dan menatap ku sambil menahan sakit di wajahnya.
" Apa loe liat liat, mau gue hajar loe, awas aja loe kalau sampe berani deketin cewe gue lagi.." ucap ku dengan kesal kepda lelaki itu, lelaki itu terus menatap ku, kemudian ia berjalan pergi meninggalkan tempat itu, dan sementara aku langsung berjalan mengejar menyusul elina.
" Lin tunggu lin, aku kesini mau jelasin soal kajadian semalem lin..." ucap ku, elina terus saja berjalan tidak memperdulikan ku, lalu aku menahanya.
" Apaan sih kamu pegang pegang ah.." ucap elina dengan kesal menangkis tangan ku saat aku mencoba menahan nya, lalu aku berdiri di hadapanya menghentikan langkah kakinya, dan aku berkata di depan wajahnya.
" Dengerin dulu penjelasan aku lin.." aku.
" Gak, gak ada penjelasan semuanya udah cukup jelas dengan apa yg aku lihat, belum puas kamu nyakitiin perasaan aku.." elina.
" Lin dengerin dulu aku ngomong, aku gak ada maksud buat nyakitin perasaan kamu lin, semalem itu gak seperti apa yg kamu liat lin, gak seperti apa yg kamu kira lin, sumpah aku aku gak kenal cewek itu lin, aku cuma mau nolong temen aku doang lin gak ada maksud apa apa lin, sumpah aku gak bohong lin, plis percaya sama aku lin, kalau kamu gak percaya kamu bisa tanya temen temen aku, udah dong marahnya, beneran aku gak kenal sama sekali cewek itu lin, dan aku gak ada maksud apa apa sama cewek itu lin.." ucap penjelansan ku.
" Gak, aku gak percaya.." ucap elina, lalu ia berjalan lagi meninggalkan ku, dan sementara aku hanya diam melihat ia berjalan meninggalkan ku, sesekali ia menoleh ke arah ku dengan raut wajah kesalnya.
( Kok malah diem sih, kejar kek, rayu apa kek, nyebelin banget sihh..) Dalam hati elina.
" Lin aku gak bakal ngejar kamu, kamu salah jalan lin, kamu mau kemana itu..?!!! " Ucap ku dengan lantang. Elina langsung menghentikan langkah kakinya saat menyadari ternyata ia salah jalan. Lalu dengan perasaan malu dan kesal ia memutar arah dan berjalan kembali ke arah ku, sementara aku menertawainya.
" Makanya jangan marah marah teruss, udah jangan marah lagi ah, nanti cepet tua lohh.." ucap ku dengan tersenyum.
" Apaa sih gak jelas.." jawab elina sambil berjalan melewati ku, dan aku pun berjalan mengikutinya ke tempat biasa ia menuggu jemputan papahnya, saat di tempat biasa elina menunggu jemputan, elina mencoba menelpon papahnya.
" Mending sama aku aja pulangnya, yuk aku anter yuk.." ucap ku sambil berdiri di sebelahnya.
" Gak makasih.." jawab elina dengan cuek sambil mencoba menelpon papahnya itu, kemudian papahnya elina mengangkat telponya itu.
" Pah cepetan jemput aku.." ucap elina kepada papahnya di telpon, lalu tanpa elina sadari aku mendekati dan menguping pembicaranya itu.
)) elina maaf ya, hari ini papah gak bisa jemput kamu, papah lagi sibuk, masih banyak urusan di kantor, kamu pulang sendiri aja ya naik taxi..(( jawab papannya di telpon.
" ichhh,,nyebelin banget sih.." ucap elina dengan kesal mematikan telponya.
" Ehemm, yakin gak mau pulang sama aku aja.." ucap ku mengejek elina.
" Gini amat sih ah, ichh yaudah ayo cepetan ah.." ucap elina dengan masih kesal.
" Yaudah yuk.." ucap ku, dan akhirnya pun elina mau di antar pulang oleh ku, aku pun pergi mengantarkan elina.
Dalam perjalanan, saat di motor ia tidak memeluk ku, elina diam saja tanpa kata sepatah pun, ia masih kesal kepada ku, lalu aku menoleh ke arahnya, namun ia malah buang muka, kemudian aku tersenyum dan membuatkan pantun untuk nya.
" Beli batik ke tanah merah, pulangnya beli kedongdong,,,,hey cantik udah jangan marah dong....!! " Ucap ku dengan lantang sambil mengendarai motor, lalu elina tersenyum, kemudian aku berpantun lagi.
" Jalan jalan ke ciamis, di jalan ketemu si ayum pulangnya beli kedongdong, hey kamu yg manis, senyum dongg.." ucap, aku tesenyum menoleh ke arahnya, dan ia pun tersenyum lepas, lalu aku berpantun lagi untuk terakhir kalinya.
" Buah semangka buah mangga, di tambah buah kedongdong, kayaknya seger banget lin panas panas gini.." ucap ku, lalu elina ketawa dan memukul pundak ku, dan aku pun ikut tertawa.
" Gak jelas, gak nyambungg banget deh, kenapa harus ada buah kedongdong nya sih...!! " Ucap elina sambil ketawa, aku senang melihat elina bisa ketawa dan gak ngambek lagi kepadaku.
Sesampainya di depan rumah elina, elina turun dari motor ku. Dan sementara mamahnya elina, tanpa aku sadari mamahnya elina melihat kedatanganku, mamahnya mengintip dan memperhatikan dari jendela dalam rumahnya.
" Kang makasih ya udah ngater aku pulang..!" ucap elina.
" Iya sama sama lin, udah kamu jangan ngambek lagi ya cantikk..." Ucap ku mencandainya sambil mencubit pipi elina, dan sementara mamahnya elina tersenyum melihatnya.
" Iya kang,,, gak kok..!!" Jawab elina tersenyum kepadaku.
" Yaudah lin aku pergi dulu ya..!!.." aku.
" Iya kang, hati hati ya di jalan..dah..!! " Ucap elina sambil melambaikan tangan, dan aku pun tesenyum, dan kemudian pergi.
Saat elina hendak berjalan masuk rumah, tiba tiba mamahnya keluar menghampiri elina.