NovelToon NovelToon
Ku Gapai Cintamu

Ku Gapai Cintamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Nikahmuda
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. kim22

Tara, Si gadis ceria yang jatuh cinta kepada ketua osisnya pada pandangan pertama.


Ketua OSIS itu bernama Andre syahreza, laki laki itu memiliki sifat dingin dan datar sehingga membuat Tara kesulitan mendekatinya.


Lantas bagaimana kisah mereka akan terjalin?, ikuti kisah mereka disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. kim22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Andre

Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore ketika Aku dan bang Ar keluar dari rumah sakit yang kami kunjungi, hatiku sedikit lebih lega setelah menceritakan beban yang selama ini aku pendam.

Dokter sudah meresepkan beberapa obat yang harus aku konsumi ketika dalam kondisi mulai tertekan dan sulit tidur.

"Jahat, gue gak di ajak."

Aku dan bang Ar tersentak begitu sampai di parkiran sudah di sambut oleh suara ketus Adit, dalam hati aku membatin, sejak kapan anak in datang, dan dari mana dia tahu kami sedang berda di rumah sakit ini.

Bang Ar tampak menghembuskan napasnya dengan kasar, bukan apa apa, hanya saja Adit memang sangat manja kepada kami berdua, dan dia suka ngambek kalau gak di ajak kemana mana, kecuali menyangkut hal privasi.

"Lo sekolah Adit." Bang Ar mencoba mencari alasan yang tepat, namun dasarnya anak itu keras kepala, dia hanya mendengus kesal dan nyelonong masuk ke dalam mobil, entah kemana motornya pergi, haduh.

Brak...

"Astaghfirullah." Aku dan bang Ar serempak mengucapkan istighfar begitu pintu mobil ditutup dengan kasar oleh Adit.

"Adik lo ngambek." Ucap bang Ar dengan ketus sambil menatap ku dengan malas.

"Adik lo juga bang." Jawab ku dengan malas.

Kami berdua akhirnya sama sama mendengus kesal dan memilih segera masuk ke dalam mobil, Aku memilih duduk di kursi belakang bersama Adit, Anak itu perlu di bujuk agar mulutnya tidak bocor ke mama dan papa.

Sementara bang Ar duduk di depan untuk menyetir mobil, dia sekarang sudah seperti seorang supir yang sedang membawa para tuan mudanya, ehh, enggak bercanda.

Mobil sedan itu akhirnya melaju meninggalkan pekarangan rumah sakit, di dalam mobil, kami semua terdiam, Adit yang biasa suka berceloteh kini sedang sibuk bermain ponsel sambil mendengarkan musik.

"Dit." Aku mencoba memulai percakapan dengan Adit, namun anak itu seperti sengaja mengacuhkanku dan tetap fokus bermain ponsel.

Ohh iya, jika kalian bertanya, Adit itu siapa, dia adalah adik sepupu kami, dia biasa tinggal sendiri di rumah karena kedua orang tuanya tinggal di luar negeri sejak dia masih berada di sekolah dasar, sehingga dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Aku, bang Ar, mama dan papa.

Kembali ke topik, karena kesal terus di abaikan, aku akhirnya merebut ponsel yang ada di tangan Adit dengan kasar, setelah itu, Aku mematikan musik yang sedang menyala, hal itu tentu saja membuatnya kesal.

"Apa sih." Tanya dengan sewot, huhh anak ini memang sangat rese kalau lagi ngambek, butuh banyak kesabaran untuk menghadapinya.

"Gue mau bicara." Ucapku sambil menatapnya yang memilih berpaling dengan wajah tertekuk.

"Bicara tinggal bicara, riweh banget lo."

Nahkan, sudah aku bilang, anak ini memang sangat menyebalkan, gemes banget pengen gue cekik , huhh untuk sayang.

"Begini, kita berdua tidak bermaksud menyembunyikan apa apa dari lo, ini masih tentang trauma masa lalu, gue sedang mencoba mengobatinya agar segera sembuh dan bisa segera hidup normal." Aku mencoba menjelaskan dengan selembut mungkin, berharap dengan mendengar penjelasan ku, bocah tengik ini menyudahi acara ngambeknya.

"Ohhh." Jawabannya dengan singkat,padat dan mengesalkan.

Aku menutup mata sambil mencoba mengumpulkan sisa sisa kesabaranku, mana bang Ar di depan terdengar cekikian lagi, huhh mereka sama aja.

"Lo mau apa." dan pada akhirnya, aku mencoba cara terakhir, yaitu memberikan sebuah penawaran menarik, kebetulan bocah ini sangat menyukai uangku dan bang Ar.

"Beneran lo kabulin." Nahkan, matanya berbinar seperti bintang mendengar pertanyaanku.

"Iya." Jawabku dengan sedikit tidak ikhlas, fiks habis ini, gaji pemotretan ku minggu kemarin akan segera ludes di tangan bocah tengik ini.

"Gue akan memesan sebuah barang, tolong lo bayar ya nanti ketika udah datang." Ucap Adit sambil tersenyum lebar dan penuh makna, dan aku hanya bisa pasrah mengiyakan permintaannya.

Adit memekik kesenangan begitu aku mengangguk, hufttt habis sudah duit ku, ck gini amat punya saudara ya Tuhan.

Di tengah tengah perjalanan, bang Ar tiba-tiba menghentikan mobilnya di jalan yang kebetulan lagi sepi.

"Kenapa bang." Adit sudah terlebih dahulu menanyakan hal yang ingin aku tanyakan kepada bang Ar.

"Ada seorang perempuan yang sedang di ganggu preman." Bang Ar menunjuk ke arah depan dimana di sana ada tiga orang preman yang sedang mengepung motor seorang perempuan.

"Tara."

Mataku membelalak begitu mendengar Adit menyebut nama Tara, aku segera memfokuskan mataku agar melihat lebih jelas.

Tanpa pikir panjang, Adit segera keluar dari mobil dan berlari menuju ke arah diamna Tara berada.

Aku dan bang Ar segera menyusul untuk memberi pelajaran kepada para bajingan itu,sungguh, kejahatan seperti ini sangat memuakkan untuk di biarkan, komplotan penjahat harus di basmi agar tidak membahayakan siapapun.

"Minggir kalian, ini bukan urusan kalian." Salah satu preman itu berteriak menyuruh kami untuk pergi, namun kami bertiga tidak bergerak sedikitpun sehingga membuat mereka marah.

"Baiklah, kalian yang ingin melawan kami, jangan menyesal setelah ini." Yang lain kembali berbicara, kali ini mereka semua terkekeh sinis sambil menatap kami dengan remeh.

"Bacot." Ucapku dengan datar, Aku menatap mereka semua dengan tajam, tanganku rasanya sudah sangat gatal ingin segera menghajar wajah jelek mereka.

"Kurang ajar, serang mereka."

Dan yahh, kami akhirnya melawan satu lawan satu, sementara Tara aku beri isyarat untuk segera berlari ke dalam mobil untuk bersembunyi.

Dengan gerakan tenang, Aku terus menghindar dari serangan lawanku, dan ketika sudah muak, Aku dengan sigap menangkap tangan laki laki itu dan memelintirnya hingga dia meringis kesakitan.

Dia mencoba menyerang ku dengan tangan yang satunya, namun aku dengan sigap menghindar tanpa melepaskan tangan kirinya yang berada dalam genggamanku.

"Lepaskan tangan gue sialan." preman yang aku lawan mengumpat begitu tangannya aku pelintir ke belakang.

"Oke." Ucapku dengan tenang.

Mungkin dia berpikir aku akan melepaskannya begitu saja, sehingga dia bisa tersenyum saat ini, namun dia tidak tahu bagaimana caraku akan melepaskannya.

Tanpa merasa bersalah, Aku mematahkan tangannya dan langsung aku lepaskan dengan kasar.

"Arghhh...bangsat, tangan gue." Aku tersenyum miring melihatnya berguling di atas aspal dengan tangan kiri terkulai lemas.

Aku menoleh ke arah Adit dan bang Ar yang juga sudah menyelesaikan pertempuran dengan yang lain.

Ketiga preman itu akhirnya berlari meninggalkan tempat itu, kami bertiga menatap para pengecut itu dengan datar, mereka hany berani melawan dan menindas orang-orang yang lemah.

Setelah itu, kami bertiga kembali ke mobil, di sana, ada Tara yang sedang menangis dengan badan bergetar, dia pasti sangat ketakutan saat ini.

"Tidak papa, mereka semua sudah pergi." Adit mencoba menenangkan Tara sambil mengelus Kepala gadis itu.

"Minumlah dulu." Aku mengulurkan sebotol air mineral ke arah Tara, dengan tangan gemetar, Tara menerima air itu dan meneguknya dengan pelan.

Setelah beberapa menit, Tara akhirnya sedikit tenang, kamipun memutuskan untuk mengantarnya pulang, motornya di bawa oleh Adit di depan, karena Tara tidak memungkinkan untuk membawa motor.

" jangan takut, semua sudah aman." Aku berusaha menenangkannya agar rasa takutnya segera hilang, sepertinya dia baru sekali ini mengalami kejadian buruk seperti tadi,sehingga dia sulit mengontrol diri.

Perlahan dia mengangkat wajahnya, dan mata kami akhirnya bertemu.

Deg...deg..degg..

Lagi dan lagi, detak jantung ini kembali bergetar hebat begitu bersitatap dengan mata Tara yang sipit dan juga terlihat begitu rapuh.

"T-terima kasih." Ucapnya dengan suara lirih, tangannya bertaut di atas pahanya, dia sepertinya sedang merasa takut sekaligus gugup saat ini.

"Sama sama." Jawabku dengan lembut, setelah itu mobil kembali hening, hingga beberapa menit kemudian kami akhirnya sampai di depan rumah Tara.

Tara turun setelah mengucapkan terimakasih kepada bang Ar, dan kami segera kembali pulang begitu Adit sudah kembali setelah membantu Tara memasukkan motornya ke dalam garasi.

1
-Thiea-
lagi ngambek dia kayaknya, karena cemburu..😁
-Thiea-: gedein gengsi aja emang si Andre. 😁
total 2 replies
-Thiea-
gak mungkin juga ngajak Mak Lampir sama anak setannya ya. kasihan Tara.
Mingyu gf😘: mereka lagi cedera juga😆
total 1 replies
Filan
beda ama bayanganku. ini kayak ketuaan.
Mingyu gf😘: Nanti deh aku cari fotonya yang lebih muda
total 1 replies
Filan
cemburu dia, kamu sama yang lain
Filan
berantem lagi nih
Filan
gambarnya harus diup ulang.
Mingyu gf😘: kenapa suka hilang ya, apa harus di tekan gambar di hasilkan ai itu ya
total 1 replies
Filan
love myself mungkin ☺
Mingyu gf😘: lohh iya dong kak😆
total 1 replies
M. T🌻
pasti tara habis di siksa lagi sama ibu tiriny itu
Miranda.
jalannya sama Erlangga, salfoknya tetep sama andre😭😭
Miranda.
gambarnya ngebug kak/Shy/
Mingyu gf😘: kok bisa
total 1 replies
Mega Siregar
cieeee jika tara dengar dan lihat andre tersenyum gitu pasti tara bakalan salting🤭
Melissa McCarthy
dibalik kekesalan, ada dua kebahagiaan di bab ini, datangnya ayah dan siapa laki-laki itu? agaknya tara suka🤭
Key
Sad ya, rumah yang katanya tempat pulang tapi justru menjadi tempat paling merusak mental health.
Mochi
duuh.. nanti nyesel loh ndre buang muka begitu..
Mochi
udah ga bisa dihindari lagi andree... tersiksa sendiri loh
My_Lucia
mereka ga bawa Sajam kann 😖
My_Lucia
akhirnya Tara kamu muncul lagi, setelah beberapa bab kamu menghilang 🤭

tapi knp munculnya lagi momen begini
My_Lucia
Aku juga suka 🤭🤣
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
nanti kalau tara di tikung orang baru nyesel kamu
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
masalalu mu kelam ya ndre. balik arah aja Tara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!