Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Kenyataan Tentang Elang
" Kamu kenapa sih Mas ?".Kartika kesal ,Bastian jadi pendiam sejak dari rumah Mama Nurma.
" Oh aku tau , kamu cemburu lihat Aleta bersama laki - laki lain ya Mas....kamu masih cinta sama dia?". amarah Kartika meluap ketika ia mengingat tatapan Bastian yang terlihat tidak suka saat Elang bersama Aleta.
Masih di tanya lagi , jelas lah aku masih cinta sama Aleta , memang dari awal kan Aleta yang ingin aku nikahi.....kamu yang merusak semua impianku...
" Enggak usah nyolot kamu , bukan masalah itu, tapi semua gara - gara Mama kamu itu yang banyak bicara , aku jadi malu ".
" Malu kenapa, malu sama siapa ??". " Alesan saja , memang kamu aja yang cemburu lihat keromantisan Aleta dan Elang ". suara Kartika masih ketus, tapi tidak sekeras tadi.
" Jangan asal nyebut namanya Tika , tidak sopan ".
" Tidak sopan bagaimana, bukannya dia cuma pegawai baru di kantor kamu Mas?". nada suara Kartika mulai merendah.
" Memang Pak Elang pegawai baru , tapi jabatannya paling tinggi , dia Bos aku di kantor Tika ".
" Hah...yang benar Mas , masa sih....bukannya atasan kamu Pak Samsul Mas ?". Kartika masih belum percaya.
" Pak Elang Big Bos nya , mana Mama Nurma bilang dia kalau butuh bantuan di suruh minta padaku lagi , aku malu Tika , mau taruh di mana muka aku kalau aku bertemu dengan Pak Elang nanti ".
" Mas , kamu tidak bercanda kan , tapi Elang cuma Big Bos nya bukan yang punya perusahaannya kan Mas ?".
Bastian mengusap wajahnya kasar , " Justru itu Tika , Pak Elang itu adalah anaknya Pak Gunawan, pemilik perusahaan ".
" Hah.....tidak....itu tidak mungkin ....". Kartika menggelengkan kepalanya, ia tidak terima dengan kenyataan yang baru saja ia dengar dari suaminya.
Kenapa Aleta selalu saja lebih beruntung dari ku , dulu ia bisa bersama Mas Bastian...setelah aku rebut kenapa ia malah mendapat ganti yang melebihi Mas Bastian sih.....Pemilik perusahaan lagi , Mama kalau dengar pasti akan shock kaya aku....
" Jadi si Elang......dia pemilik perusahaan tempat kamu bekerja Mas........"Ucap Kartika lirih.
" Iya Tik ".
Mereka berdua tiba- tiba terdiam dengan pikiran masing-masing .
Aleta dan Elang , aku tidak bisa membayangkan bahagianya Aleta jika ia berhasil menikah dengan Elang.....kalau begini jadinya, Aleta pasti tidak rugi melepaskan Mas Bastian buatku.....gantinya bukan main - main.....punya perusahaan lagi , dan dia ....lebih tampan dari Mas Bastian...
Bastian langsung merebahkan badannya di kasur , ia kembali mengabaikan istrinya, gara- gara Aleta yang jelas menunjukkan bahwa gadis itu dekat dengan Elang , kini menjadi pikirannya.
Apa Aleta benar - benar sudah move on dariku...pikir Bastian
*
*
Elang sampai di rumahnya, ia menatap heran pada Risa yang duduk di teras sambil memainkan Handphone nya.
" Eh , kak Elang sudah pulang , kok malam sekali , dari mana saja?". Risa bangun seakan dia sedang menyambut suaminya pulang kerja.
Elang yang tadinya akan melewati Risa pun berhenti.
" Bukan urusan kamu " jawab Elang dingin.
" Ah iya juga sih , aku cuma takut kalau Kak Elang kelelahan itu saja , aku juga sudah menunggu Kak Elang sedari tadi loh , sampai kedinginan "
" Apa aku memintamu untuk menunggu ku , tidak kan....dan satu lagi , kamu itu menumpang di rumahku setidaknya pakailah pakaian yang sopan , jangan seperti pe es ka yang lagi cari mangsa ". Elang berlalu meninggalkan Risa .
Ia tidak sedikitpun tertarik dengan Risa , yang sepertinya memang sengaja mau menggodanya dengan pakaian begitu mini.
" Mending telanjang saja sekalian , terus masuk kandang, ngumpul sama kambing ". gerutu Elang.
Risa sebenarnya agak tersinggung dengan ucapan Elang barusan , tapi ia menulikan telinganya.
" Gimana sih Kak EL, aku kayak gini kan untuk menarik perhatian dia, masa enggak suka.....bukannya semua laki- laki tidak akan menolak kalau melihat yang seksi kayak gini ". Risa celingukan mencari Elang.
" Yahhhh aku di tinggal ". Risa berjalan tergesa, tapi bukan ke kamarnya tapi ke arah kamar Elang .
Tok....tok...tok....
" Siapa sih.....".
Elang menuju pintu kamarnya, tapi ia urung membukanya. " Kalau ubur - ubur yang ngetok gimana .....aku malas sekali bicara dengannya ".
" Siapa ?? suara Elang keras.
" Aku kak , Risa ".
" Mau ngapain lagi, tidur sono , kamar kamu kan di bawah ". kesal Elang.
" Apa kak Elang sudah makan, mau aku siapin ?".
" Aku sudah makan ".
" Ohh gitu , kak ....".
" Ck....sudah malam Ris , masuk ke kamar kamu sana !!".
" Apa enggak bisa di buka dulu pintunya, biar enak ngomongnya enggak teriak - teriak kayak gini Kak ". Risa memang tidak punya malu , sudah di tolak oleh Elang berulang kali pun ia masih tetap tak bergeming.
Dug.....Elang menendang pintu kamarnya membuat Risa kaget.
" Pergi nggak !!!!". usir Elang.
" Iya ". jawab Risa lirih.
Elang membuang nafasnya kasar......" Ada cewek modelan kayak dia.....".
Setelah membersihkan diri , Elang tidak tidur....ia malah merapikan berkas - berkas , memasukkannya ke dalam tas kerjanya.
" Mending aku tidur di apartemen saja selama si ubur - ubur tinggal di sini ".
Elang tau , Risa tidak akan berhenti menggodanya, jadi lebih baik ia yang pergi dari rumahnya.
Mama Mila mungkin akan mencarinya putra kesayangannya besok.....biarlah , Elang akan menelpon Mamanya nanti , untuk sekarang kedua orang tuanya pasti sudah tidur , Elang tidak mau mengganggunya.
Sampai di apartemen , Elang baru ingat kalau ia sedang menunggu jawaban dari Aleta.
" Shit , aku lupa lagi.....gara - gara si ubur - ubur nih....menyebalkan ".
" Apa aku telpon saja ya , Aleta sudah tidur belum ya , tapi kalau aku tidak telpon sekarang aku pasti tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini ".
Akhirnya Elang menelpon Aleta.
Tut....tut....tut....cukup lama telepon itu berdering , menandakan orang di seberang sana sudah masuk ke dalam mimpi.
" Halo....Assalamu'alaikum....". ucap Elang begitu telepon di angkat .
" Wa'alaikumussalam, siapa nih ?". suara serak khas orang yang belum bangun sepenuhnya.
" Aku , Elang....".
" Hemmmm , ada apa EL ". Rupanya Aleta mengangkat telepon dengan mata masih terpejam , ia benar - benar lelah hari ini.
Elang hampir tertawa mendengar Aleta memanggil namanya tanpa embel - embel apapun.
" Katanya mau jawab pertanyaanku sekarang ....mana ?".
Meski respon dari Aleta lambat , Elang dengan sabar menunggunya.
" Hemmm, yang mana?".
" Kamu....jadi calon istri aku ".
" AL....apa jawaban kamu ?".
" Hemmm.....iya ".
Elang hampir saja berteriak saking senangnya.
" Benar ya AL....kamu tidak boleh ingkar, aku akan segera melamar kamu ".
" Iya...". jawab Aleta lagi entah sadar atau tidak, Elang tidak perduli, yang penting Aleta sudah bersedia menjadi calon istrinya.
" Aku tutup ya AL ". tak ada jawaban dari sana.
" Manis sekali sih kamu AL.....pasti tidur lagi nih anak ".
" Aakhhhh......selamat malam AL.....besok kita sambut status baru kita....".
Elang merebahkan badannya sambil merentangkan kedua tangannya.....hati nya lega....ia akan tidur nyenyak malam ini.
Bersambung....
*****